Sesaat setelah merasa lebih tenang, ia pun menghapus lintasan basah di seluruh pipinya. Sudah bisa di pastikan, fondationnya pasti ikut tersapu juga.
"Duh, Tasya?"fahri memanggil istrinya.
"Lihat nih, makeup jasmine luntur."gelaknya tertawa. Tetapi wajahnya memperlihatkan kasih sayang. Tatapnya begitu meneduhkan.
"Kamu tetap jadi mas yang paling mas sayang, jasmine. Mas fahri nikah, bukan berarti udah nggak sayang sama kamu. Justru, setelah ini mas akan lebih galak lagi. Awas aja kamu berani pacaran sama cowok yang nggak bener?".
Bibit tipis berwarna buah cheery mengerucut, ia meninggalkan kakaknya setelah puas diberi ceramah dan juga ledekan. Beralih memeluk kakak iparnya, lagi-lagi jasmine tak bisa menahan harunya. Well, ia sudah mengenal mbak chika sejak bertahun-tahun lalu. Jadi, tak ada lagi canggung diantara mereka.
"Benerin sana dandananmu itu, jas."
"Parah banget. ya, mbak?"tanya jasmine pada kakak perempuannya dan mbak Lisa langsung mengangguk. Membuat jasmine spontan meringis sambil memegangi wajahnya.
"Nah, pakai punya mbak aja."ibu satu orang anak itu memberikan tasnya pada sang adik setelah mengeluarkan ponsel dari dalam.
"Mbak bawa alat makeup lengkap tuh, skin tone kita juga sama kok. Sudah, sana buruan kamu toilet. Acaranya masih panjang ini."
"Tolong bilang sama bunda, aku ke toilet ya mbak?"
Lalu jasmine keluar dari ballroom hotel bintang empat, tempat di adakalanya acara pernikahan kakaknya itu sambil mendekap tas. Barusan itu adalah momen selepas ijab kabul. Akan langsung disambung dengan resepsi hingga pukul dua siang nanti. Untuk makan malam, mereka semua akan menghadiri undangan dari keluarga mbak chika. Lalu besoknya, sang pengantin akan pergi bulan madu.
Jadi, setelah tiba di toilet, jasmine dengan cepat mengeluarkan perlengkapan makeup milik sang kakak. Tak lupa meraih selembar tisu basah untuk menghapus makeup yang masih tersisa di area bawah mata yang benar-benar mengerikan. Sembari mencari spon untuk meratakan fondation, tangan jasmine menyentuh sesuatu. Entah kenapa, ia justru termenung melihat apa yang ia temukan didalam tas kakaknya.
Sebuah pembalut. Seketika, ada rasa yang terbesit mengusik jasmine ketika menarik benda itu keluar. Tetapi, kira-kira apa ya?
"Ah, lo nggak ada waktu, jas." ia bergumam sendiri. Memasukkan pembalut itu kembali kedalam tas, namun sesaat kemudian jantung jasmine seketika berdetak kencang.
Deg...
Pembalut...
Hal yang kontan saja membuat mata jasmine melebar. Ia teringat belum mendapatkan tamu bulanan bulan ini. Ehh tunggu? Bagaimana bulan lalu?. Seketika wajah jasmine berubah menjadi pucat pasi.
Jasmine adalah tipe mahasiswa kupu-kupu kampus. Ia tidak pernah memiliki agenda lain, selain kuliah dan kerja kelompok. Tidak terlalu nyaman ikut organisasi, jasmine lebih menyukai menyendiri. Tetapi kali ini, ia harus beranjak dari sepi yang ia sukai.
Dua minggu sebelum libur terakhir, ia mendengar bahwa fakultasnya berencana untuk membuat sebuah event. Dan tujuan dari event ini untuk membantu beberapa sekolah dasar disekitaran kampus mereka untuk membuat perpustakaan layak dan lengkap. Juga membangun kamar mandi serta area cuci tangan bagi adik-adik yang berada disekolah dasar.
Hal itu tentu saja membutuhkan dana juga kematangan yang besar. Belum lagi program KKN juga sudah ada di depan mata. Seharusnya, jasmine masa bodoh saja dengan event itu. Tapi, kali ini ia tak bisa. Dia harus datang ke kampus sesering mungkin mulai saat ini. Karena menurutnya, menunggu sampai liburan berakhir dalam dua minggu lagi, terlampau lama. Ada yang ingin ia temui. Dan karena masih dalam suasana libur, ia sulit mendapat izin keluar rumah bila hal itu tidak berhubungan dengan kampus.
Maka, ia pun rela repot-repot seperti ini, supaya sang ayah percaya bahwa ia datang ke kampus untuk sebuah tugas mulia. Dan bukan karena ia ingin mencari arka. Dandelion Arka... ya jasmine memang ingin bertemu dengan sosok itu. Namun, sebelum hal itu terlaksana, ia harus ikut rapat terlebih dahulu dengan fakultasnya. Walau tu artinya, ia bersedia menjadi salah satu bagian dari divisi dana usaha yang katanya membutuhkan banyak orang.
"Oke, jasmine dan eva masuk ke danus, ya?"
What??? Serius??? Apa jasmine baru saja menggangguk setuju ketika di tunjuk memasuki divisi itu.
Deg...
"Jadi, divisi danus sudah cukup orang belum, sih? Koordinator danus mana ini? Dandi nggak datang, ya?"
Jasmine membayangkan seberapa repotnya nanti ia harus berjuang turun ke jalan demi mendapatkan dana untuk mendukung kesuksesan event mulia di fakultasnya.
"Emm, nanti buat darusan kita mau ngapain aja, kak?" Ia bertanya gugup setelah mengangkat tangannya.
"Sa-saya baru pertama kali ikut, kak?"Ia utarakan semua pada kak yudha, seniornya.
"Ya terserah kepala divisi kalian nanti. Koordinator danus itu kak gani, ya? Lo belum masuk ke grup chat ya, jas?"tanya yudha dan jasmine mengangguk.
Dia masuk sebagai tambahan tenaga demi memperoleh alasan agar bisa sering ke datang ke kampus di tengah jadwal liburan ini.
"Oke, nanti kontak lo yang gue bakal kasih ke gani. Kemarin sih mereka sudah pada ngebahas beberapa konsep buat cari dana. Seperti biasa aja, jasmine. Mungkin jualan kue, jualan bunga, kerajinan tangan ya gitu aja, sih."yudha menjelaskan secara garis besar saja.
"Waktu kita buat mengumpulkan dana, sekitar dua bulan setelah minggu pertama aktif perkuliahan, ya?"
Sebenarnya, Danus dikampus jasmine adalah bahasa keren dari belajar berjualan demi mencari cuan. Well, semboyan itu bukan dari jasmine, tapi kakak-kakak tingkatnya terdahulu. Mangsa pacarnya juga merupakan mahasiswa. Atau bila sudah frustrasi pada dana yang belum mencapai target, mereka akan berjualan ke jalan-jalan. Setelah lelah mencari donatur sesuai menyebarkan proposal terkait kegiatan yang ingin mereka lakukan.
Katanya sih, konsepnya lebih menantang dari sekedar kopma. Namun, lelahnya pasti luar biasa.
"Temen satu jurusan lo juga ada itu yang sukarela mendaftar masuk ke danus, dari awal katanya dia memang bisa di buat kue di rumah. Nyokapnya juga bilang mau ngasih resep kue enak nanti support event kita"
"Siapa kak?"
"Tari kalau nggak salah. Lo kenal, kan?"
Lantas jasmine mengenali siapa orang itu
"Oke. Karena semua sudah clear hari ini. Pertemuan selanjutnya bakal kita kabarin ke grup, chat ya? Nanti masing-masing kepala divisinya harus vokal kasih arahan ke anak buah yang lainnya. Mungkin, event ini nggak sekeren event yang diadakan sama fakultas lain. Tapi gue janji ke kalian, event ini akan jadi salah satu yang paling berguna. Karena uang yang kita pakai, karena uang yang kita pakai beneran bukan cuman untuk berhura-hura. Ada ilmu, plus kebaikkan yang bakal kita berikan buat adik-adik kita yang ada di sekolah dasar. Terkhususnya sekolah negeri yang nggak jauh dari kampus kita ini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments