Bab 9

Jasmine yang bodoh mengangguk kepala tanpa curiga. Mereka memesan kamar bersmaa arka tanpa berbasa-basi. Kemudian, ia naik kesana. Awalnya, ia hanya benar-benar berniat istirahat. Namun, ketika pria itu mengajaknya berbicara dengan melepas topeng di wajah. Jasmine seharusnya tahu bahwa hal tersebut adalah langkah yang salah.

Senyum arka masih terlalu memabukkan untuk dirinya yang menyukai dalam diam. Suaranya yang dalam, sungguh menyejukkan bagi dia yang kerap memandang dari kejauhan. Apalagi, saat membicarakan hobi seputar balapan dengan teman-temannya. Jasmine merasa netra arka berbinar terlalu indah. Sapuan lembut di lengan menjadi babak baru bahwa situasinya semakin berbahaya. Namun, jasmine terlalu naif,  ia begitu terbuai begitu saja. Masih memandang arka seolah dewa, jasmine tersipu malu kala kecup singkat mendarat di sudut bibirnya.

Begitu saja, jasmine terlena dan seakan tak berdaya. Mabuk karena kemauannya sendiri yang ia salahkan, sebagai pelaku utama dan membawa fase yang paling berbahaya. Bahkan, ia tak bisa mengembalikan seperti semula dan jasmine menyerahkan diri sepenuhnya kala pertemuan mereka yang membuatnya lupa segalanya.

"Apa yang gue lakuin?"bisikknya pada diri sendiri sambil memutar semua memori yang ingin ia hanguskan sekejap mata.

"Jasmine, apa yang lo lakuin semalam?"ucap lirih jasmine dan kembali air matanya mengalir.

Kepalanya tertunduk sementara satu tangan berhasil menjambak rambutnya yang panjang.

"Lo sudah mengecewakan bunda sama ayah, jas."katanya dalam diri sendiri.

Bayangan kedua wajah orang tuanya yang membuat jasmine merasa semakin gelisah. Segala petuah yang diberikan ayahnya ketika mulai ia memasuki bangku kuliah. Kini, bak palu yang menghantam jiwa. Bahkan, bunda juga bilang agar berhati-hati dalam pergaulan. Tetapi, lihat dirinya saat ini, rasa suka dalam diam membuatnya mengambil jalan yang salah.

"Maafin jasmine, bunda."bisiknya tercekat rasa bersalah.

"Maafin jasmine. Yah."bisiknya benar-benar merasa bersalah. Ia tahu ayahnya tak akan pernah memaafkannya dengan mudah bila pria paruh baya itu mengetahui kelakuannya.

Melangkah menuju shower, jasmine berusaha membersihkan seluruh tubuhnya yang kotor dengan sabun sebanyak-banyaknya. Menggosok kulitnya begitu kuat, derai air mata tentu saja mengikuti tiap geraknya kala menyucikan diri. Namun, semua itu tidak membuatnya merasa lebih baik.

Keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang ia kenakan semalam yang membuat jasmine menelan ludahnya begitu gugup. Dia tak tahu harus bersikap seperti apa. Tetapi, ia sudah mempersiapkan diri. Setelah pintu terbuka dan netranya mulai terangkat, ia tak menemukan siapapun disana. Ia mencoba mengerjap beberapa kali, mulai memindai seluruh tempat dan arka tidak ada disana.

Deg...

Arka yang tidak ada di kamar, membuat detak jantungnya seakan berhenti. Apa inikah dari hasil semuanya?. Dengan perlahan, jasmine membuka bibirnya sementara langkahnya tertatih kaku.

"Ar-ka!!."jasmine mencoba memanggil. Namun, yang meluncur dari bibirnya justru cicit yang mengganggu.

"Arka!!"

"Arka!!!"Teriak jasmine yang lebih menantang, tetapi tidak mendapat sahutan. Disitulah, jasmine tahu bahwa ia telah tamat dan masuk ke dalam hidup baru yang tak berujung.

*************

"Akhirnya, kelar juga ini ujian. Kesel gue main dag dig dug mulu, njirr."keluh marvel sembari menguap.

"Kayak lo belajar aja, njirr"sahut Sean yang mengambil sebatang rokok yang di tawarkan kenzo."

"Tapi memang benar, kalau ujian itu benar-benar hawannya beda banget ege."ujar ipul.

"Kayak hawa neraka yang manggil manusia gitu'kan maksud lo?"kekeh kenzo sambil bertanya pada ipul yang duduk atas motor sedangkan yang telah melompat di atas kapal mobil berwarna silver hitam.

Kembali berada di parkiran, bedanya kali ini mereka berada di parkiran khusus roda empat.

"Jadi kemana nih kita ngisi liburan? Sebulan yok pergi yang jauh."cetus ipul sambil menghisap sebatang rokok yang berada disela jari telunjuk dan jari tengah.

Sementara para sahabatnya sibuk merencanakan liburan panjang, justru lain halnya dengan arka yang tak kunjung membuka suara. Sepanjang minggu ini, ia didera rasa penasaran tingkat dewa. Bahkan, ia tak bisa belajar sama sekali. Karena, ia pun tak pernah melakukannya. Arka merasa suntuk luar biasa ketika tidak dapat menemukan jawaban atas rasa penasarannya tersebut.

"Aka!!"Ucap marvel menegur arka yang sedari tadi diam sambil memandangi ponselnya.

"Kasih masukan dong, ka. Liburan kemana enaknya."imbuh ucapan marvel yang menanyakan tentang liburan.

"Atur kalian aja, deh."sahut arka yang tidak tertarik.

"Bentar, gue mau ketemu sama si agus dulu."imbuh penjelasan arka sambil menunjuk pada cowok berkaos hitam yang tengah berjalan ke arah mereka.

Kemudian, arka menghampiri sang panitia dream partner yang sedang bersama para anggota timnya. Seketika, arka menampilkan raut wajah setengah malas serta memasang topeng wajah seolah berpura-pura ingin tahu sesuatu demi antusiasnya.

"Susah banget sih ngehubungi, lo."tembak arka langsung to the point.

"Emang mau ngapain, sih? Tumbenan lo nguber gue?"tanya agus yang hanya mengedik bahu.

Sedikit melirik pada teman-temanya di belakang, arka memberi isyarat pada agus agar sedikit menjauh dari teman-temannya.

"Gue ada perlu!"

"Apaan?"

Sembari menghela nafas, demi rasa penasaran yang membuncah, arka harus membuang rasa gengsinya. Dia benar-benar terusik dengan fakta bahwa gadis yang bersamanya hari itu, bisa meninggalkan begitu saja setelah drama tangisannya terdengar dari kamar mandi. Padahal, arka sampai repot sebagainya dengan memesankan sarapan untuk mereka. Dia hanya keluar sebentar pagi itu untuk menarik sejumlah uang di mesin ATM. Dan, beberapa saat ia kembali ke kamar gadis itu sudah lenyap.

"Semua cewek yang ikut acara kampret lo malam itu, anak-anak Gading Raya?"

"Ya, iyalah. Gue nggak gila kali ngikutin anak kampus lain buat jadiin umpan kalian."jawab agus begitu santai.

"Kenapa? Lo naksir partner lo? Bahkan gue denger dari anggota gue, lo bawa dia ngamar semalam?"tanya agus yang membuat arka mendengkus kesal dan menendang sepatu agus dengan cukup keras.

"Itu anak cewek fakultas mana, hah?"

"What? Kenapa?"sahut agus yang langsung merubah mimik wajah jenaka.

"Apa? Lo naksir beneran?"

"Enak aja. Dia nyolong sesuatu dari gue!"kilah arka dengan cepat.

"Wah nyolong Apaan itu? Duit? Atau k*ndom lo yang ketinggalan di dalam?"

"Bangsat!!"Geram arka sambil menendang kaki agus dan membiarkan pemuda itu mengadu kesakitan.

"Namanya Beccanoer. Gue yakin itu nama samaran. Gue butuh infonya sebelum libur semester, gus. Jadi, lo harus mesti gerak cepet."

"Terus yang gue dapet dari lo, Apaan?"tantang agus kemudian.

"Apapun yang lo minta deh, gus. Kalau lo mau duit, gue ada sepuluh juta."

"Ahh,,, lo pelit!."

"Bodo amat!"sahut arka dengan santai.

"Pokoknya infoin gue secepatnya, gus."imbuh ucapan arka.

Sebaliknya agus hanya mengangguk-anggukan saja. Hingga ekor matanya tertarik menatap seorang cewek yang tampaknya berjalan ke arah mereka. Seringainya tiba-tiba saja terbit. Dia menggoda arka dengan menaik turunkan alisnya.

"Jadi sebagai imbalan gue nggak perlu duit, ka."

"Jadi, apa mau lo?"

Kemudian, Agus bersiul sembari memberi kode pada arka melalui ekor mata.

"Nomor ponsel arin, murah kan?"cetus agus.

Detik itu juga dan tak perlu berpikir ulang, arka langsung menghajar agus dengan membabi buta. Saat itu juga, ia menyesal. Persetan dengan identitas Beccanoer, tetapi ada Arin yang harus benar-benar ia lindungi dan ia jaga sepenuh hati.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!