Berawal dari banner yang tak sengaja ia baca di website kampus, jasmine tak tahu tekad macam apa yang membuatnya nekat mendaftarkan diri. Dari lembaran kertas yang ia sodorkan langsung dengan niat baik hingga mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari ketua most wanted universitas, hingga ia terus browsing di internet dan ketemulah jasmine dengan link pendaftaran event ulang tahun universitas yang bertema club malam yang saat ini sedang ia lakukan seorang diri.
Event universitas adalah sebuah acara tahunan yang diadakan oleh tiap mahasiswa, yang sudah memasuki semester empat sampai semester enam dengan dalih menjalin keakraban. Mungkin, diawal terbentuknya memang seperti itulah tujuannya. Namun, ketika sampai beberapa tahun belakangan, acara keakraban itu berubah menjadi ajang kencan satu malam dengan para most wanted populer campus.
Ada tiga tahapan seleksi yang di lakukan oleh pihak panitia. Selain IPK harus di atas 2,2 pendaftar pun harus menyerahkan surat keterangan kesehatan dokter dari kampus. Dengan kriteria minimum yang jelas mereka inginkan adalah good looking, bahasa halus dari kalimat" Ngaca dulu mendaftar."
Dan entah dari kesialan, atau memang seperti inilah jalannya untuk berani menatap arka dari dekat. Jasmine mendaftar dirinya, itupun sudah seminggu setelah pengumuman di tayangkan. Ia sempat berpikir bahwa, ia tak akan pernah di terima karena jumlah kuota yang sangat terbatas. Tetapi siapa sangka peminat acara tersebut di fakultasnya sangat sedikit jumlahnya, lalu dirinya pun lolos.
Seraya melampirkan IPK terakhirnya, jasmine juga melampirkan surat keterangan dari dokter kampus yang menyatakan bahwa dirinya sehat dan tak mengidap penyakit apapun. Dan di surat itu pula tertera mengenai ciri fisik, berapa bobot tubuh juga tinggi badan yang ikut di ukur serta. Tidak boleh melampirkan foto, karena tujuan acaranya adalah bersenang-senang dalam waktu semalam. Sebab setelah malam berakhir, panitia tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi para peserta beserta partnernya.
Entah mereka melanjutkan berkenalan dengan nama sesungguhnya ataupun sebaliknya yang dimana mereka akhirnya berkelahi karena satu kesalahpahaman. Yang jelas, panitia hanya menyediakan tiga jam untuk saling bercengkrama. Lebih dari jam yang di tentukan panitia, semua di luar tanggung jawab mereka. Lalu, setelah itu dari sepuluh pendaftar akan di seleksi lagi menjadi orang dari tiap masing fakultas.
Hingga seleksi tahap kedua berlangsung, barulah panitia bertatap muka tetapi itupun tidak di perbolehkan memakai nama asli. Dan, harus menutup wajahnya dengan topeng. Mereka berkata akan menjadi kejutan bagi para pemenang untuk bertemu dengan mimpinya. Dan entah kenapa, jasmine menyukai konsep menyembunyikan identitas itu. Ada semacam ujian tertulis yang jasmine yakin hanya sebagai formalitas semata.
Lalu, hasil dari ujian tersebut, akan tersingkir tiga orang. Tersisa kandidat dua orang yang akan melaju ke babak final. Dan disanalah, dua orang yang tersisa diperbolehkan memiliki dream partnernya. Sebenarnya, tidak sebelas memilih, para panitia telah menyiapkan beberapa nama. Lalu, siapa yang dapat memenangkan challenge terakhirlah yang dapat memiliki tiga jam di akhir pekan bersama dengan pasangan impian.
Wow... siapa sangka, jasmine justru lolos tanpa ada satupun teman di jurusannya yang tahu ia mengikuti acara konyol ini. Iya, memang benar adanya. Konyol untuk anak jurusannya. Namun, mendebarkan dari mahasiswa cupu seperti dirinya. Dan mungkin sebagian besar mahasiswa di kampus ini. Bagaimana tidak, iming-imingnya adalah memiliki para pangeran kampus walau hanya tiga jam saja.
Lalu, disinilah jasmine sekarang. Duduk di tengah toolbar bar dengan suasana remang sekaligus bising menyulap ballroom layaknya dance floor seperti yang ada di dalam club malam. Jasmine harus berusaha menjaga awasnya supaya tak tergelincir dan terjerembab di ruangan minim penerangan ini. Terlebih lagi, ia harus memastikan arka tetap ada di dekatnya. Karena selama tiga jam kedepan, pria itu miliknya. Dan ia tidak ingin rugi dengan kehilangan pria itu sebelum waktu yang telah ditentukan habis.
"Lo mau minum apa?"
Jasmine mengerjap. Bukan karena kaget suara arka hang terasa sangat keras demi mengimbangi alunan musik yang menggema tak mengenakan di telinga. Justru, karena pria itu nyatanya tak duduk disampingnya melainkan berdiri di belakang seraya menyentuh lembut bahunya yang terbuka."Oh please ini adalah baju sewaan yang ia pinjam demi satu malam ini."jerit hati jasmine yang bertolak belakang dengan kondisinya saat ini tengah di ujung tanduk.
"Beccanoer! Lo mau pesen apa?"
Jasmine tidak tahu harus menjawab apa, jadi ia hanya menggelengkan kepala.
"Lo aja yang pesanan gih!"sahut jeony setengah berteriak. Di Balik topengnya, arka tampak mengangguk.
Jasmine berpikir, siksaannya hanya sampai disini saja. Namun, rupanya arka benar-benar tidak melepaskan sentuhan di bahunya. Ia menjadi merasa menyesal telah mengikat tinggi rambutnya dan membiarkan kulit bahu serta lehernya terpampang jelas seperti saat ini. Sebab, sepertinya arka memang senang bermain di area itu yang membuat jasmine otomatis merinding. Dan bodohnya, ia tidak bisa melarang laki-laki itu.
"Lo biasa minum nggak?"kali ini bukan teriakan keras. Arka sengaja merendahkan bibir mensejajarkannya dengan telinga. Pria itu berbisik lembut.
"Mau gue samain sama kayak gue atau lo minta beda?"
Jasmine sempat menegang, namun ia kuasa diri dengan mencoba berdeham dua kali.
"Sa-samain aja?"suara cicit jasmine berharap suaranya masih mampu terdengar.
"Oke!"arka memesan minuman tanpa merubah sedikit pun posisinya. Arka tetap berada di belakang gadis itu. Menjatuhkan sebelah tangannya pada bahu yang mulus dan lembut, sambil sesekali mengelusnya.
Hal kecil yang tentunya berefek besar bagi kesehatan jantung jasmine. Membuat gadis itu terus menahan nafas.
Sumpah ia pernah membayangkan bisa sedekat ini dengan arka. Bertahun-tahun menjadi pengagum rahasia, jasmine hanya berani menatapnya dari jauh. Entah arka mengenalnya atau tidak, tapi jasmine telah mengenal arka sejak mereka berseragam putih abu-abu. Bersekolah di tempat yang sama, siapa mengira menjadi mahasiswa di kampus yang serupa juga.
"Lo kenapa?"tanya arka tetapi jasmine hanya menggelengkan kepala.
"Oh, itu minuman kita."
Lalu, arka kembali menabrak punggungnya. Membuat jasmine tercekat, merasakan pasukan kupu-kupu bertebaran di perutnya.
"Ini punya lo!"
"Ma-Makasih."jasmine menerimanya bersamaan dengan arka yang pindah ke kursi yang berada di sebelah.
Membuat dada jasmine yang tadi terhimpit gugup, tetapi pelan-pelan mendesah lega. Sambil diam-diam, ia terus mengamati pesona laki-laki itu dari samping.
"Lo biasa minum begini?"tanya arka dan seketika jasmine menggeleng.
"Nggak terlalu."Kata jasmine sedikit bohong.
Padahal jelas-jelas ia tidak sedikitpun meminumnya. Saat melihat arka yang menyesap minuman tersebut dengan santai. Jasmine pun memberanikan diri melakukan hal sepura. Ia terbatuk ketika minuman itu terasa menyegat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments