OMLMM — BAB 10

TERBONGKAR??????????

Lidah basha dan hangat milik Vincent menyentuh kulitnya yang berkeringat dingin akibat ulah tuannya.

Grace menelan ludahnya dengan mata terpaku hingga degupan tak ada hentinya. Dengan cepat dan berani, wanita itu menyahut tangannya hingga terlepas dari tuannya. “Ma-maaf Tuan.” Ucapnya yang kini sudah berdiri tegak.

Vincent masih tidak menatapnya dan hanya fokus ke depan dengan sorot tajam.

“Temui dia jika ingin menemuinya.” Ucap Vincent tiba-tiba.

Ucapan tuannya membuat Grace terkejut dengan wajah paniknya. “Em.. Aku, aku tidak mengenalnya.” Balas Grace menyatukan kesepuluh jari tangannya.

Vincent menoleh ke arah maidnya yang kini terlihat sekali kegugupannya. Cukup lama dia memandanginya hingga Grace salah tingkah sendiri.

“Good.” Ucap pria itu meneguk wine penuhnya di gelas dengan santai.

Tak lama Jacqueline datang dan Grace pamit pergi. Kedua wanita itu sempat berpapasan hingga saling memandang seolah saling berbincang dalam hati.

Tak ingin ketahuan, wanita cantik dan berbalut dress seksi itu kembali duduk dengan senyuman miringnya. Sementara Grace keluar dari ruang tamu dan bersandar di dinding sambil menarik napas dalam-dalam.

“Hampir saja Grace.... Hffuuu— ” gumam nya sungguh hampir setengah mati dia berada di ruangan tersebut.

Grace tak percaya Vincent akan menemui Jacqueline di Mansion. Bahkan wanita kaya itu juga tak tahu kalau Grace bekerja sebagai maid di sana.

“Sedang apa Grace?” tiba-tiba seorang maid lainnya yang memiliki kulit cokelat bernama Sia baru saja memergokinya tengah membuang napas panjang serta berkeringat.

“Ti-tidak ada. Aku baru saja mengantar minuman untuk tamu!” ucap Grace tersenyum tipis lalu pergi dari sana.

Sementara di dalam ruang tamu. Jacqueline cukup cerewet, sangat berbeda saat mereka pertama kali bertemu.

“Aku tidak tahu jika kau... pria yang sangat tampan semakin harinya!” goda wanita bersuara lembut itu. Usia Jacqueline masihlah 25 tahun, lebih muda dari Grace.

Sebagai pria yang dingin dan tak banyak bicara, Vincent hanya memperhatikannya saja tanpa berkomentar. Setelah wanita di depannya selesai mengoceh. “Sudah selesai?”

Jacqueline mengigit bibir bawahnya, menahan rasa malunya.

“Tinggalkan kami.” Pinta Vincent sedikit tegas kepada para penjaga dan Jack yang kebetulan masih berada di sana. Mereka segera pergi hingga ruang tamu hanya menyisakan dua orang saja— Vincent dan Jacqueline.

Manik mata Jacqueline bergerak mengikuti kepergian anak buah Vincent.

“So. Apa yang ingin kau periksa?!” tanya Jacqueline masih bersandar dengan kepala sedikit mendongak. Kedua kaki jenjangnya ia naikkan ke atas meja dan bertumpu.

Tak ada pergerakan dari pria di depannya. Vincent hanya menatap ke kaki Jacqueline yang beralas high heels abu-abu. Paha putih ya terekspos jelas saat dia menaikkan kedua kakinya.

“Aku dengar... kau sangat menyukai play sex!” ujar wanita cantik itu tanpa malu. Memang seperti itulah gaya hidup Barat, mereka akan terus terang dengan lawan bicaranya.

Tanpa membalasnya, pria itu beranjak dari duduknya sambil membawa gelas berisi wine. Vin menuangkan air wine tersebut ke atas kaki telanjang Jacqueline hingga ke pahanya sampai wanita itu memejamkan matanya karena merasakan sensasi lain.

“Dan kau salah berbicara dengan orang seperti ku.” Pyarr! Gelas kaca tadi dibanting begitu saja, jari keras Vin bergerak dari pergelangan kaki Jacqueline naik ke atas hingga paha, menampung air wine tadi ke jarinya lalu memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulutnya.

Melihat hal itu, Jacqueline tersenyum senang sampai dia melupakan sesuatu yang seharusnya membuatnya selalu waspada.

Tangan kanan wanita itu mulai bergerak ke kaki Vincent, merambat ke atas hingga ke kemaluan pria itu. Sambil mendongak, ia menatap penuh nafsu, sedangkan Vincent masih menatapnya datar dengan rahang tegasnya.

Wanita itu meremas kepemilikan Vin sampai pria itu langsung mendorongnya kasar hingga bersandar ke punggung sofa.

“Aku sangat membenci wanita yang bermain dengan milikku tanpa ku pinta.” Bisik Vincent bernada sensual.

Bukannya kesakitan akibat tekanan tangan pria itu di lehernya, Jacqueline malah menikmatinya sambil tersenyum puas. “Kalau begitu perintahkan aku!” balas balik Jac menyeringai sambil mendekatkan bibir seksinya ke garis bibir Vincent hingga hampir saja bersentuhan saking dekatnya.

Pria itu mengerutkan alisnya. Dia mulai meraba paha wanita itu, masuk ke dalam dress dan terus merabanya hingga Jacqueline mendesis penuh godaan.

Kedua tangan wanita itu masih mengalung ke leher Vincent. Saat dia hendak mencium bibir mafia tersebut, Vincent langsung berdiri tegap kembali dan kembali ke sofanya dengan posisi duduk seperti semula.

Melihat hal itu, Jacqueline keheranan, apalagi melihat ekspresi datar Vincent membuatnya menyeringai penuh tanya. “Apa tubuhku kurang menggoda mu?”

“Actually..... Ya!” jawab jujur Vin seketika membuat wanita itu menatap kesal tanpa senyuman.

Hendak membuka suara, Vin menyelanya lebih dulu. “Kau melupakan satu hal Nyonya Jacqueline. Mempertanyakan sesuatu yang jelas karena kita sudah pernah bermain sebelumnya. Sangat aneh jika kau menginginkan sex bersamaku, padahal kau sangat menolak keras waktu itu.” Vin menyeringai licik sedangkan wanita di depannya tertegun hingga tak bisa berkata-kata.

Seringaian Vin hilang dan bertukar dengan ketajaman matanya yang kini beralih menatap Jac. “Siapa dia?” tanya pria itu bernada rendah namun sangat membuat kulit merinding.

Jacqueline terkejut mendengar pertanyaan seperti itu.

Masih tidak ada jawaban, Vincent mencoba tenang karena dia tidak suka dibodohi apalagi dibohongi oleh seseorang. Dia tidak ingin lepas kendali, jika itu sampai terjadi maka sudah dipastikan Jacqueline akan mati di tangannya pada saat itu juga.

“Go.” Pintanya masih menatap tajam.

Kedua orang tadi saling memandang datar.

“Fuck you.” Umpat Jacqueline meriah tasnya lalu beranjak pergi.

Vincent tak memperdulikan umpatan wanita tadi dan hanya meriah botol wine lalu meminumnya dengan wajah kesal. Rupanya dia sudah dibohongi. Bahkan ia tak menemukan tanda bekas di paha kiri Jacqueline saat ia merabanya tadi.

Vincent beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan tersebut.

“Kau sudah membersihkan meja dapur?” tanya Maida yang selalu memperhatikan para maid di sana. Wajarlah karena dia kepala pelayan yang harus mengatur semua pekerjaan para maid.

“Sudah!” jawab Grace tersenyum tipis.

“Kalau begitu segera bersihkan meja ruang tamu.” Pinta Maida sambil meneliti semua meja dan dekorasi meja agar terhindar dari debu.

“Bibi Maida!” panggil Grace membuat Maida menoleh.

“Apa lagi?”

“Apa di ruang tamu tuan Vincent dan tamunya sudah pergi?” tanya wanita itu pelan.

“Mana aku tahu. Cepat pergi dan bersihkan sekarang juga.”

Mendapat penegasan seperti itu, Grace segera bergegas ke ruang tamu sambil membawa lap serta nampan besar di sana.

Sebelum masuk, dia sudah berdoa dan berharap tidak seseorang di sana. Jika Maida menyuruhnya membersihkan meja ruang tamu, itu artinya keadaan sudah sepi.

Grace melangkah masuk dan berjalan mengendap-endap sembari mengamati keadaan di sana yang memang sudah sepi dan hening. “Hhffuuu— kau beruntung Grace. Ayo bersihkan dengan cepat lalu segera pergi.” Gumamnya kepada diri sendiri dan langsung bergerak membersihkan meja serta lantai di sana.

...°°°...

Hai guyss!!!! Bagaimana menurutmu kalian bab kali ini, saya benar-benar kebingungan namun untungnya sudah lancar 😌

Jangan lupa tinggalkan jejak semangatnya!!

Like ☑️

Coment ☑️

Vote ☑️

Rate 🌟 5 ☑️

Favorit ☑️

Thanks and See Ya ^•^

Terpopuler

Comments

Nur Bahagia

Nur Bahagia

wohh aku ikut deg2 an Grace 😁

2024-10-27

2

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

lanjut thor..

2024-10-21

1

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

haaah, cepat kerjakan tugasmu Grace, lali resign dari sana sebelum kejadian itu terulang lagi.

2024-10-16

1

lihat semua
Episodes
1 OMLMM — BAB 01
2 OMLMM — BAB 02
3 OMLMM — BAB 03
4 OMLMM — BAB 04
5 OMLMM — BAB 05
6 OMLMM — BAB 06
7 OMLMM — BAB 07
8 OMLMM — BAB 08
9 OMLMM — BAB 09
10 OMLMM — BAB 10
11 OMLMM — BAB 11
12 OMLMM — BAB 12
13 OMLMM — BAB 13
14 OMLMM — BAB 14
15 OMLMM — BAB 15
16 OMLMM — BAB 16
17 OMLMM — BAB 17
18 OMLMM — BAB 18
19 OMLMM — BAB 19
20 OMLMM — BAB 20
21 OMLMM — BAB 21
22 OMLMM — BAB 22
23 OMLMM — BAB 23
24 OMLMM — BAB 24
25 OMLMM — BAB 25
26 OMLMM — BAB 26
27 OMLMM — BAB 27
28 OMLMM — BAB 28
29 OMLMM — BAB 29
30 OMLMM — BAB 30
31 OMLMM — BAB 31
32 OMLMM — BAB 32
33 OMLMM — BAB 33
34 OMLMM — BAB 34
35 OMLMM — BAB 35
36 OMLMM — BAB 36
37 OMLMM — BAB 37
38 OMLMM — BAB 38
39 OMLMM — BAB 39
40 OMLMM — BAB 40
41 OMLMM — BAB 41
42 OMLMM — BAB 42
43 OMLMM — BAB 43
44 OMLMM — BAB 44
45 OMLMM — BAB 45
46 OMLMM — BAB 46
47 OMLMM — BAB 47
48 OMLMM — BAB 48
49 OMLMM — BAB 49
50 OMLMM — BAB 50
51 OMLMM — BAB 51
52 OMLMM — BAB 52
53 OMLMM — BAB 53
54 OMLMM — BAB 54
55 OMLMM — BAB 55
56 OMLMM — BAB 56
57 OMLMM — BAB 57
58 OMLMM — BAB 56
59 OMLMM — BAB 59
60 OMLMM — BAB 60
61 OMLMM — BAB 61
62 OMLMM — BAB 62
63 OMLMM — BAB 63
64 OMLMM — BAB 64
65 OMLMM — BAB 65
66 OMLMM — BAB 66
67 OMLMM — BAB 67
68 OMLMM — BAB 68
69 OMLMM — BAB 69
70 OMLMM — BAB 70
71 OMLMM — BAB 71
72 OMLMM — BAB 72
73 OMLMM — BAB 73
74 OMLMM — BAB 74
75 OMLMM — BAB 75
76 OMLMM — BAB 76
77 OMLMM — BAB 77
78 OMLMM — BAB 78
79 OMLMM — BAB 79
80 OMLMM — BAB 80
81 OMLMM — BAB 81
82 OMLMM — BAB 82
83 OMLMM — BAB 83
84 OMLMM — BAB 84
85 OMLMM — BAB 85
86 OMLMM — BAB 86
87 OMLMM — BAB 87
88 OMLMM — BAB 88
89 OMLMM — BAB 89
90 OMLMM — BAB 90
91 OMLMM — BAB 91
92 OMLMM — BAB 92
93 OMLMM — BAB 93
94 OMLMM — BAB 94
95 OMLMM — BAB 95
96 OMLMM — BAB 96
97 OMLMM — BAB 97
98 OMLMM — BAB 98
99 OMLMM — BAB 99
100 OMLMM — BAB 100
101 OMLMM — BAB 101
102 OMLMM — BAB 102
103 OMLMM — BAB 103
104 OMLMM — BAB 104
105 OMLMM — BAB 105
106 OMLMM — BAB 106
107 OMLMM — BAB 107
108 OMLMM — BAB 108
109 OMLMM — BAB 109
110 OMLMM — BAB 110
111 OMLMM — BAB 111
112 OMLMM — BAB 112
113 OMLMM — BAB 113
114 OMLMM — BAB 114
115 OMLMM — 115
116 OMLMM — BAB 116
117 OMLMM — BAB 117
118 OMLMM — BAB 118
119 OMLMM — BAB 119
120 OMLMM — BAB 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
OMLMM — BAB 01
2
OMLMM — BAB 02
3
OMLMM — BAB 03
4
OMLMM — BAB 04
5
OMLMM — BAB 05
6
OMLMM — BAB 06
7
OMLMM — BAB 07
8
OMLMM — BAB 08
9
OMLMM — BAB 09
10
OMLMM — BAB 10
11
OMLMM — BAB 11
12
OMLMM — BAB 12
13
OMLMM — BAB 13
14
OMLMM — BAB 14
15
OMLMM — BAB 15
16
OMLMM — BAB 16
17
OMLMM — BAB 17
18
OMLMM — BAB 18
19
OMLMM — BAB 19
20
OMLMM — BAB 20
21
OMLMM — BAB 21
22
OMLMM — BAB 22
23
OMLMM — BAB 23
24
OMLMM — BAB 24
25
OMLMM — BAB 25
26
OMLMM — BAB 26
27
OMLMM — BAB 27
28
OMLMM — BAB 28
29
OMLMM — BAB 29
30
OMLMM — BAB 30
31
OMLMM — BAB 31
32
OMLMM — BAB 32
33
OMLMM — BAB 33
34
OMLMM — BAB 34
35
OMLMM — BAB 35
36
OMLMM — BAB 36
37
OMLMM — BAB 37
38
OMLMM — BAB 38
39
OMLMM — BAB 39
40
OMLMM — BAB 40
41
OMLMM — BAB 41
42
OMLMM — BAB 42
43
OMLMM — BAB 43
44
OMLMM — BAB 44
45
OMLMM — BAB 45
46
OMLMM — BAB 46
47
OMLMM — BAB 47
48
OMLMM — BAB 48
49
OMLMM — BAB 49
50
OMLMM — BAB 50
51
OMLMM — BAB 51
52
OMLMM — BAB 52
53
OMLMM — BAB 53
54
OMLMM — BAB 54
55
OMLMM — BAB 55
56
OMLMM — BAB 56
57
OMLMM — BAB 57
58
OMLMM — BAB 56
59
OMLMM — BAB 59
60
OMLMM — BAB 60
61
OMLMM — BAB 61
62
OMLMM — BAB 62
63
OMLMM — BAB 63
64
OMLMM — BAB 64
65
OMLMM — BAB 65
66
OMLMM — BAB 66
67
OMLMM — BAB 67
68
OMLMM — BAB 68
69
OMLMM — BAB 69
70
OMLMM — BAB 70
71
OMLMM — BAB 71
72
OMLMM — BAB 72
73
OMLMM — BAB 73
74
OMLMM — BAB 74
75
OMLMM — BAB 75
76
OMLMM — BAB 76
77
OMLMM — BAB 77
78
OMLMM — BAB 78
79
OMLMM — BAB 79
80
OMLMM — BAB 80
81
OMLMM — BAB 81
82
OMLMM — BAB 82
83
OMLMM — BAB 83
84
OMLMM — BAB 84
85
OMLMM — BAB 85
86
OMLMM — BAB 86
87
OMLMM — BAB 87
88
OMLMM — BAB 88
89
OMLMM — BAB 89
90
OMLMM — BAB 90
91
OMLMM — BAB 91
92
OMLMM — BAB 92
93
OMLMM — BAB 93
94
OMLMM — BAB 94
95
OMLMM — BAB 95
96
OMLMM — BAB 96
97
OMLMM — BAB 97
98
OMLMM — BAB 98
99
OMLMM — BAB 99
100
OMLMM — BAB 100
101
OMLMM — BAB 101
102
OMLMM — BAB 102
103
OMLMM — BAB 103
104
OMLMM — BAB 104
105
OMLMM — BAB 105
106
OMLMM — BAB 106
107
OMLMM — BAB 107
108
OMLMM — BAB 108
109
OMLMM — BAB 109
110
OMLMM — BAB 110
111
OMLMM — BAB 111
112
OMLMM — BAB 112
113
OMLMM — BAB 113
114
OMLMM — BAB 114
115
OMLMM — 115
116
OMLMM — BAB 116
117
OMLMM — BAB 117
118
OMLMM — BAB 118
119
OMLMM — BAB 119
120
OMLMM — BAB 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!