OMLMM — BAB 08

KAIN PUTIH?

Sepasang kaki melangkah di lantai yang berkilau. Satu hari pun lantai tersebut tak pernah berdebu karena para maid membersihkannya dengan sepenuh hati serta kerja keras mereka.

Jack, seorang tangan kanan Vincent yang setia, baru saja sampai ke kamar bosnya dengan membawa sebuah kertas atas perintah Vincent sendiri.

Tok! Tok! Tok! Jack mengetuk pintu hitam dengan garis gold. Tak ada jawaban dari dalam, sehingga salah satu penjaga yang baru saja tiba dari toilet, kembali berjaga di depan kamar bos mereka.

“Apa bos Vincent ada di dalam?” tanya Jack, si pria berambut pirang.

“Bos tidak ingin diganggu.” Ucap penjaga berkaos hitam itu kepada Jack.

Tanpa penjelasan, dia sudah tahu kegiatan bosnya di dalam ruangan ketika tidak ingin diganggu. Hanya dua alasan— Banyak pikiran hingga ingin sendiri dan bersenang-senang dengan wanita.

Tak berselang lama, seorang maid dengan rambut sebahu yang berantakan baru saja keluar dari kamar Vincent sambil menunduk membawa bandana maid nya.

Setelah kepergian maid, Jack segera masuk ke kamar bosnya. “Kau sudah datang. Bagaimana tugas yang diperintahkan?” tanya Vincent bertelanjang dada dan duduk di sofa hitam melingkar sambil menghisap cerutu.

Pria itu juga merentangkan tangan kirinya di atas punggung sofa.

“Sudah bos! Ini kedua data lengkap Jacqueline.” Ujar Jack memberikan kertas putih tadi kepada Vincent.

“Soal undangan Anda. Dia menerimanya dan akan berkunjung ke Mansion malam ini, besok.” Jelas Jack masih berdiri di posisinya.

Sedikit mengganjal sehingga pria bernama Vincent itu menatap dengan kerutan alis. “Aku tidak menyuruhnya datang kemari. Kau sudah mengatakan itu?”

“Sudah bos. Tapi dia bersikeras akan datang dan bertemu di Mansion VincentDo, jika Anda menolak maka dia juga menolak.” Ujar Jack masih dengan karismanya tersendiri.

Vincent menyeringai kecil, lalu kembali diam. “Fucking him. Dia lupa bahwa bisnis keluarganya ada ditangan ku.” Gumam Vincent dengan suara seraknya.

Jack hanya diam tak berani menyela ucapan bosnya.

“Katakan padanya bahwa dia diterima di Mansion VincentDo.” Pinta pria bermanik mata sapphire tajam itu.

Jack mengangguk kecil

...***...

Masuk jam makan malam. Sebagian maid kini tengah berisitirahat untuk makan malam bersama di dapur khusus para pelayan, termasuk Grace yang juga ada di sana menikmati hidangan sederhana mereka.

Mungkin ada 10 maid yang selalu bergilir jikalau waktu istirahat. Dan satu meja persegi terdiri dari 5 maid.

“Kau pernah melihat tubuh seksi tuan Vincent?” tanah maid 1 ke para maid di sana. Grace yang ada di sana hanya menjadi pendengar yang penasaran.

“Aku masih belum pernah melihatnya. Hei Victoria! Bukankah kau pernah memuaskan tuan Vincent kemarin?!” ujar maid 2 bermata abu-abu dengan bintik-bintik di tulang hidung nya.

Wanita bernama Victoria yang duduk di meja satunya pun langsung mendongak menatap teman maidnya tadi sambil tersenyum miring.

“Ya! Aku pernah.” Jawabnya membuat Grace sedikit terbelalak terkejut. soal melihat ekspresi mereka yang begitu girang saat bercerita sola pria bernama Vincent.

“Dan aku dengar dari Bibi Maida! Tuan Vincent akan memberikan sapu tangan putih untuk mencatat nama maid yang akan dia panggil jika dia memerlukan sesuatu!!” jelas maid 2 sambil tertawa kecil.

Seketika Grace menganga tak percaya hingga sayur yang ada di dalam mulutnya terjatuh begitu saja.

“Iww.. Kau baik-baik saja Grace?” tanya Maid 1 kepada Grace dengan sedikit jijik saat melihat bekas makanan Grace kembali keluar.

Wanita cantik bermata cokelat berwajah khas Asia itu sedikit tergagap sambil meneguk segelas air putih. -‘Kain putih?? Kain putih???...’ Grace mencoba berpikir kembali akan kain putih yang Vincent berikan tadi siang.

Di meja Victoria, Sia memperhatikan gerak-gerik Grace yang terlihat panik serta resah.

“Dan hanya satu kain yang akan dirolling setiap seminggu sekali.” Sambung Sia yang masih menatap ke arah Grace.

Victoria memperhatikan mata Sia hingga dia mengikuti nya dan berhenti ke Grace. Maid baru yang terkenal ceroboh saat mempekerjakan suatu pekerjaan.

“Aku permisi dulu!” pamit Grace beranjak dari kursinya dan mulai keluar dari tempat tersebut.

“Aku harus mencari bibi Maida.” Gerutu Grace tergesa-gesa dengan langkah cepatnya mencari keberadaan wanita tua itu.

...***...

Sementara di sebuah pelabuhan yang sudah menjadi tempat pengiriman ilegal Vincent serta tempat pengiriman lewat truk dan kapal menjadi hal biasa.

“Bagaimana dengan organnya?” tanya Vincent memastikan agar anak buahnya tak melupakan organ terpenting dari para musuhnya yang sudah tewas ia habisi.

“Aman bos.” Jawab anak buahnya yang bertugas dibagikan pengiriman.

Vincent menghisap cerutunya, mengamati sejenak kapal-kapalnya yang hendak berlabuh. Tak cuman berjualan minuman serta senjata saja, Vincent juga sering kali menjual organ tubuh manusia, organ tubuh dari para musuhnya seperti seorang polisi maupun siapa saja asalkan bersih.

Tak lama pria itu membuang cerutunya dan bergegas pergi dari sana, menaiki mobil hitam mewahnya.

“Nyonya Jacqueline Odelia sudah dalam perjalanan.” Ucap Jack yang menjadi sopir pribadi Vincent setiap kali mereka berdua pergi bersama.

“Hm.”

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tak peduli akan teguran para polisi jalanan yang selalu mencari gara-gara karena ingin disogok uang.

Kembali ke Mansion. Grace yang sudah berputar-putar di Mansion VincentDo akhirnya berhasil menemukan Maida— kepala pelayan yang saat ini baru saja keluar dari ruangan pribadi Vincent.

Maid menutup kembali pintunya lalu berbalik dan terkejut akan kehadiran Grace yang sudah berdiri di sana. “Astaga, aku pikir siapa.” Gumamnya seraya mengelus dadanya sambil memejamkan matanya.

“Apa yang kau lakukan kemari?” tegas Maida yang kini mulai melangkah ringan dan diikuti oleh Grace.

“Aku ingin bertanya soal kain putih yang aku berikan kepadamu.” Ucap Grace langsung ke intinya.

Langkah Maida berhenti dan menoleh menatap ke wanita lugu bernama Grace.

“Kau yakin ingin tahu?”

Grace mengangguk yakin walaupun jantungnya berdegup kencang dan berharap apa yang para maid itu katakan tidak benar.

“Itu hanya tanda untuk mencatat nama maid yang mendapatkannya. Itu yang aku maksud bonus besar, kau akan mendapat gaji tambahan jika sudah menerimanya.”

“Apa tugasku?” Maida memicingkan matanya seraya mengangkat satu alisnya.

“Para maid bilang, setiap seminggu sekali tuan Vincent memberikan kain itu lalu memanggilnya. Untuk apa? Apa aku harus memijat punggungnya lagi, atau mungkin tangannya?” wajah panik Grace sudah terlihat jelas.

“Lebih dari itu.” Jawab Maida terlalu jujur.

Terkejut mendengarnya hingga membuat Grace ingin sekali segera rising dari tempat itu. Berdekatan dengan pria itu saja sudah membuatnya tak karuan.

“Bagaimana jika aku menolaknya Bibi Maida?” tanya Grace sekali lagi.

Wanita tua itu kembali menatap wanita yang lebih muda darinya. “Aku tidak tahu. Selama ini tidak ada yang pernah menolak panggilannya karena semua maid di sini menginginkan tuan Vincent begitu juga para wanita di luar sana.” Jelas Maida.

Terpopuler

Comments

Rimaa 23

Rimaa 23

ayohhlaaa,,

2025-03-13

1

Laurensia Listianawati

Laurensia Listianawati

iya Thor kalo senengannya celap celup

2024-10-21

2

Arsen Arsenio

Arsen Arsenio

menjijik kan jgn sampai grac jd bini ny udah di jilati para maid ny hii

2024-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 OMLMM — BAB 01
2 OMLMM — BAB 02
3 OMLMM — BAB 03
4 OMLMM — BAB 04
5 OMLMM — BAB 05
6 OMLMM — BAB 06
7 OMLMM — BAB 07
8 OMLMM — BAB 08
9 OMLMM — BAB 09
10 OMLMM — BAB 10
11 OMLMM — BAB 11
12 OMLMM — BAB 12
13 OMLMM — BAB 13
14 OMLMM — BAB 14
15 OMLMM — BAB 15
16 OMLMM — BAB 16
17 OMLMM — BAB 17
18 OMLMM — BAB 18
19 OMLMM — BAB 19
20 OMLMM — BAB 20
21 OMLMM — BAB 21
22 OMLMM — BAB 22
23 OMLMM — BAB 23
24 OMLMM — BAB 24
25 OMLMM — BAB 25
26 OMLMM — BAB 26
27 OMLMM — BAB 27
28 OMLMM — BAB 28
29 OMLMM — BAB 29
30 OMLMM — BAB 30
31 OMLMM — BAB 31
32 OMLMM — BAB 32
33 OMLMM — BAB 33
34 OMLMM — BAB 34
35 OMLMM — BAB 35
36 OMLMM — BAB 36
37 OMLMM — BAB 37
38 OMLMM — BAB 38
39 OMLMM — BAB 39
40 OMLMM — BAB 40
41 OMLMM — BAB 41
42 OMLMM — BAB 42
43 OMLMM — BAB 43
44 OMLMM — BAB 44
45 OMLMM — BAB 45
46 OMLMM — BAB 46
47 OMLMM — BAB 47
48 OMLMM — BAB 48
49 OMLMM — BAB 49
50 OMLMM — BAB 50
51 OMLMM — BAB 51
52 OMLMM — BAB 52
53 OMLMM — BAB 53
54 OMLMM — BAB 54
55 OMLMM — BAB 55
56 OMLMM — BAB 56
57 OMLMM — BAB 57
58 OMLMM — BAB 56
59 OMLMM — BAB 59
60 OMLMM — BAB 60
61 OMLMM — BAB 61
62 OMLMM — BAB 62
63 OMLMM — BAB 63
64 OMLMM — BAB 64
65 OMLMM — BAB 65
66 OMLMM — BAB 66
67 OMLMM — BAB 67
68 OMLMM — BAB 68
69 OMLMM — BAB 69
70 OMLMM — BAB 70
71 OMLMM — BAB 71
72 OMLMM — BAB 72
73 OMLMM — BAB 73
74 OMLMM — BAB 74
75 OMLMM — BAB 75
76 OMLMM — BAB 76
77 OMLMM — BAB 77
78 OMLMM — BAB 78
79 OMLMM — BAB 79
80 OMLMM — BAB 80
81 OMLMM — BAB 81
82 OMLMM — BAB 82
83 OMLMM — BAB 83
84 OMLMM — BAB 84
85 OMLMM — BAB 85
86 OMLMM — BAB 86
87 OMLMM — BAB 87
88 OMLMM — BAB 88
89 OMLMM — BAB 89
90 OMLMM — BAB 90
91 OMLMM — BAB 91
92 OMLMM — BAB 92
93 OMLMM — BAB 93
94 OMLMM — BAB 94
95 OMLMM — BAB 95
96 OMLMM — BAB 96
97 OMLMM — BAB 97
98 OMLMM — BAB 98
99 OMLMM — BAB 99
100 OMLMM — BAB 100
101 OMLMM — BAB 101
102 OMLMM — BAB 102
103 OMLMM — BAB 103
104 OMLMM — BAB 104
105 OMLMM — BAB 105
106 OMLMM — BAB 106
107 OMLMM — BAB 107
108 OMLMM — BAB 108
109 OMLMM — BAB 109
110 OMLMM — BAB 110
111 OMLMM — BAB 111
112 OMLMM — BAB 112
113 OMLMM — BAB 113
114 OMLMM — BAB 114
115 OMLMM — 115
116 OMLMM — BAB 116
117 OMLMM — BAB 117
118 OMLMM — BAB 118
119 OMLMM — BAB 119
120 OMLMM — BAB 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
OMLMM — BAB 01
2
OMLMM — BAB 02
3
OMLMM — BAB 03
4
OMLMM — BAB 04
5
OMLMM — BAB 05
6
OMLMM — BAB 06
7
OMLMM — BAB 07
8
OMLMM — BAB 08
9
OMLMM — BAB 09
10
OMLMM — BAB 10
11
OMLMM — BAB 11
12
OMLMM — BAB 12
13
OMLMM — BAB 13
14
OMLMM — BAB 14
15
OMLMM — BAB 15
16
OMLMM — BAB 16
17
OMLMM — BAB 17
18
OMLMM — BAB 18
19
OMLMM — BAB 19
20
OMLMM — BAB 20
21
OMLMM — BAB 21
22
OMLMM — BAB 22
23
OMLMM — BAB 23
24
OMLMM — BAB 24
25
OMLMM — BAB 25
26
OMLMM — BAB 26
27
OMLMM — BAB 27
28
OMLMM — BAB 28
29
OMLMM — BAB 29
30
OMLMM — BAB 30
31
OMLMM — BAB 31
32
OMLMM — BAB 32
33
OMLMM — BAB 33
34
OMLMM — BAB 34
35
OMLMM — BAB 35
36
OMLMM — BAB 36
37
OMLMM — BAB 37
38
OMLMM — BAB 38
39
OMLMM — BAB 39
40
OMLMM — BAB 40
41
OMLMM — BAB 41
42
OMLMM — BAB 42
43
OMLMM — BAB 43
44
OMLMM — BAB 44
45
OMLMM — BAB 45
46
OMLMM — BAB 46
47
OMLMM — BAB 47
48
OMLMM — BAB 48
49
OMLMM — BAB 49
50
OMLMM — BAB 50
51
OMLMM — BAB 51
52
OMLMM — BAB 52
53
OMLMM — BAB 53
54
OMLMM — BAB 54
55
OMLMM — BAB 55
56
OMLMM — BAB 56
57
OMLMM — BAB 57
58
OMLMM — BAB 56
59
OMLMM — BAB 59
60
OMLMM — BAB 60
61
OMLMM — BAB 61
62
OMLMM — BAB 62
63
OMLMM — BAB 63
64
OMLMM — BAB 64
65
OMLMM — BAB 65
66
OMLMM — BAB 66
67
OMLMM — BAB 67
68
OMLMM — BAB 68
69
OMLMM — BAB 69
70
OMLMM — BAB 70
71
OMLMM — BAB 71
72
OMLMM — BAB 72
73
OMLMM — BAB 73
74
OMLMM — BAB 74
75
OMLMM — BAB 75
76
OMLMM — BAB 76
77
OMLMM — BAB 77
78
OMLMM — BAB 78
79
OMLMM — BAB 79
80
OMLMM — BAB 80
81
OMLMM — BAB 81
82
OMLMM — BAB 82
83
OMLMM — BAB 83
84
OMLMM — BAB 84
85
OMLMM — BAB 85
86
OMLMM — BAB 86
87
OMLMM — BAB 87
88
OMLMM — BAB 88
89
OMLMM — BAB 89
90
OMLMM — BAB 90
91
OMLMM — BAB 91
92
OMLMM — BAB 92
93
OMLMM — BAB 93
94
OMLMM — BAB 94
95
OMLMM — BAB 95
96
OMLMM — BAB 96
97
OMLMM — BAB 97
98
OMLMM — BAB 98
99
OMLMM — BAB 99
100
OMLMM — BAB 100
101
OMLMM — BAB 101
102
OMLMM — BAB 102
103
OMLMM — BAB 103
104
OMLMM — BAB 104
105
OMLMM — BAB 105
106
OMLMM — BAB 106
107
OMLMM — BAB 107
108
OMLMM — BAB 108
109
OMLMM — BAB 109
110
OMLMM — BAB 110
111
OMLMM — BAB 111
112
OMLMM — BAB 112
113
OMLMM — BAB 113
114
OMLMM — BAB 114
115
OMLMM — 115
116
OMLMM — BAB 116
117
OMLMM — BAB 117
118
OMLMM — BAB 118
119
OMLMM — BAB 119
120
OMLMM — BAB 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!