5. Pertemuan Kedua

Seperti biasa sang playboy jika sudah menemukan target baru maka dia akan mengejarnya sampai si target benar benar dia dapatkan, lihatlah Langit kali ini sudah masuk kekelasnya dengan tatapan langsung tertuju pada seorang gadis cantik yang ada disebelah Bella.

Gadis yang mana dia lihat di club malam tengah mabok, dan juga hadis yang bikin Langit sepenasaran itu.

Langkah kaki Langit langsung dibawa kearah dimana Giselle berada, dia duduk di depan gadis itu dengan menghadap kebelakang dsn menopang dagunya diatas meja.

"Lo murid baru kan, sabilah kita kenalan. Gue Langit lo... Putri Arvina G..."

Giselle menatap Langit sekilas sambil memutar bola matanya jengah "Gak usah sok kenal sama gue"

"Makanya gue belum kenal dan gue mau kenalan sama lo Putri, eh nama lo bagus juga ya sama kaya wajahnya cantik"

ucap Langit dengan senyum manisnya.

Kalau cewek lain digombali akan malu malu dan merasa beruntung berbeda dengan Giselle dia malah risi dengan hadir nya Langit.

"Raja gombal mulai beraksi" ucap Bella dengan menatap Giselle "Sel gue rasa lo harus hati hati, dia emang cakep punya pacar tapi simpanannya satu lusin"

"Sell?" beo Langit "Nama dia Putri Arvina G kenapa jadi Sel?"

"G nya Giselle, jadi wajar kan gue manggilnya Sel gak kaya lo lebay bener,ingat dah punya cewek juga" sebal Bella

Langit tidak mengidahkan ucapan Bella,dia malah menatap Giselle yang bahkan tidak memandang Langit sama sekali, dan mungkin inikah yang dinamakan ketampanan Langit tidak terlihat sama sekali sama mata cantik Giselle.

"Lo pindahan dari mana? Nanti istirahat gue anterin keliling yuk, untuk mengenal sekolah ini"

"No thanks, gue anti yang namanya dengan playboy" saut Giselle

"Pffttttt, belum apa apa udah ditolak, yang sabar ya Lang" ucap Elang sambil menepuk bahu Langit.

"Diam lo!"

"Ternyata lo cuek juga ya, kemarin banyak banget omongnya mana sambil teler lagi, kalau butuh bahu untuk bersandar gue siap kok jadi tempat ternyaman untuk sandaran lo"

Giselle langsung menghentikan main ponselnya sambil menatap Langit dengan satu alis terangkat "Maksud lo apa?"

"Kita udah pernah ketemu sebelumnya" jawabnya sambil menatap manik mata Giselle

"Kapan? Dimana? Kok gue gak ingat?"

"Diclub malam" bisiknya sambil berdiri dan mencomot ponsel Giselle

"Brengsek balikin ponsel gue"

Langit menggeleng sambil mengetikan nomornya disana, tak lupa dia menelfon kenomor ponsel miliknya. "Nomor gue, nanti kita sleep call ya" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya

"Gak waras"

"Iya karena gue tergila gila sama lo" saut Langit dengan menoel dagu Giselle, dan berjalan menuju meja pojok belakang yang mana itu adalah tempat ternyaman kalau lagi jam kosong.

Bella mengelengkan kepalanya sambil menatap Giselle yang wajahnya sangat sebal.

"Jangan tertipu sama tampang Sel, dia cakep idaman satu sekolah tapi playboy cab babinya perlu diruqiyahkan"

Giselle terkekeh sumbang dengan menganggukan kepalanya "Santai aja kali, gue bukan cewek murahan yang bisa sembarang orang dapatkan. Hati gue udah mati bersama kenangan yang gue tinggal disekolah lama gue"

Bella menopang dagunya menatap Giselle "Jagan bilang lo pindah kesini karena putus cinta doang? Enak ya jadi kaya bisa pindah kemanapun yang kita mau hanya karena putus cinta."

"Lo salah, nyatanya gak semudah dan seenak itu ada faktor lain juga kenapa gue harus sekolan di sini" ucapnya dengan sendu, tapi buru buru Giselle memasang senyumnya dengan helaan nafas panjangnya "Tapi gue strong kok, semua masalah bisa gue takhlukin walaupun sampai mabok dan masuk rumah sakit,lo jangan kira gue cewek baik baik Bell gue gak sebaik itu."

Bella mengangguk anggukan kepalanya sambil terkekeh pelan "So santai, gue juga bukan gadis baik baik kok, gue rasa kita sebelas dua belas gak sih"

"Maybe"

Dari bangku belakang Langit tak henti hentinya memandang Giselle.

Hingga Elang meraup wajah temannya "Sadar woy, biasanya lo lihatin cewek gak segitunya, kenapa jatuh cinta beneran lo sama si Giselle?"

"Dia cewek satu satunya yang lihat gue biasa aja, dan jujur gue makin penasaran sama dia"

"Ingat Anisa njir, dia lagi olimpiade dan lo malah sibuk ngejar cewek, emang bangsat lo"

Langit tidak marah dibilang bangsat, dia malah mengangguk dengan merogoh ponselnya "Emang siapa bilang gue laki laki alim, dan Anisa bisa gue putusin sekarang, kan yang nyatain cinta dia bukan gue, dab selama ini gue gak pernah ajak mereka semua pacaran kalau bukan mereka yang nyatain cinta, dan salah gue dimana kalau gue terima, katanya tidak boleh memyakiti hati seorang wanita"

Leo tergelak, dengan mata mengerjab lucu.

"Bangsat lo emang sudah mendarah daging Lang, dan gue rasa bentar lagi lo yang bakal ngejar cewek dan jatuh cinta setengah mampus tali si cewek gak suka sama lo"

"Halah gak ada konsepnya seperti itu, yang ada malah mereka yang ngejar ngejar gue"

"Karma menantimu" ledek Elang

Langit memenye menyekan bibirnya sambil mencari nama Anisa dikontaknya.

"Stttt diam, gue mau putusin Anisa dulu"

Tut....tut....tut...

"Hallo sayang, tumben kok nelfon, ditinggal sehari aja kangen ya"

Langit memutar bola matanya jengah sambil menjulurkan lidahnya.

"Gak usah kegeeran lo, gue nelfon lo kareba ada yang mau gue omongin penting pasang telinga lo baik baik"

"Apa sayang?"

"Gue mau kita putus karena gue udah bosan sama lo"

"Lo apa apaan sih Lang, maksud lo apa? Gak usah bercanda deh gue sayang sama lo, dan hubungan kita juga baru jalan dua minggu kan?"

"Lah kan situ yang sayang bukan gue, lagian yang nyatain cinta duluan siapa lo kan, jadi sekarang lo gue end"

Tut

Giselle yang mendengar itu tergelak dengan menatap Langit tak percaya.

"Brengsek banget tu cowok, bisa bisanya nyakiti cewek segitunya?"

"Emang dia brengsek, tapi cuma sifatnya aja kalau aslinya dia baik kok," saut Bella

Langit yang merasa ada yang memperhatikan langsung menoleh hingga matanya bersitatap dengan mata indah Giselle, dan dengan genit Langit mengedipkan sebelah matanya "Pandang dari dekat juga boleh gak usah curi curi pandang kali Sel"

"Dih amit amit, ada spesies kek gitu disekolah ini" ucap Giselle dengan bergidik ngeri dan membalikkan tubuhnya menghadap depan.

Bella tertawa pelan "Lucu banget sih lo,jangan gitu yang ada si playboy bakal ngejar lo dan bucin mampus sama lo"

"Gak ih, cari cowok yang benar dikit, ya kali aja yang playboy"

"Yee preman aja bisa tobat dan berubah jadi ustadz, siapa tau si Langit bisa berubah jadi spek setia"

"Setiap tikungan ada gak tuh"

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Gitu ya orang yg gak punya hati,putus aja lewat telpon,gak gentleman banget,Semoga kamu dapat Karma..

2024-06-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Semoga aja benar gitu,Kangan lain di mulut lain di hati..

2024-06-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!