Ryuki sudah memoleskan lipbalm peach ke bibirnya. Ryuki tidak suka make up, setiap pagi dia hanya memoleskan bedak tipis dan lipbalm. Ryuki merasa kakinya benar-benar membaik dan pijatan Marco kemarin sangat membantu, hanya sedikit bengkak yang belum hilang.
Marco sudah berada didepan pintu rumah Ryuki, dia merasa hal aneh dalam dirinya, dia tidak pernah segugup ini dalam segala hal, tapi kenapa kali ini hanya menghadapi seorang wanita saja dia merasa ada musik kencang dijantungnya. Marco memakai setelan jas hitam pas badan dengan kemeja hitam dan dasi hitam. Marco mengetuk pintu rumah Ryuki.
"halo Ryuki.. gimana kabar km hari ini?"
" hai.. Aku sudah membaik. Sudah tidak sakit lagi hanya tinggal bengkak saja. Mau berangkat sekarang?" Ryuki menjawab santai.
Sebelum Marco menjawab, Ryuki menutup dan mengunci pintu rumahnya. Walaupun didalam hatinya kaget melihat pria didepannya ini berpakaian bak model papan atas, Ryuki coba bersikap biasa saja. Sambil berpikir apa kerjaan pria aneh yang punya segudang percaya diri ini, Ryuki berbalik dan mulai berjalan kearah mobil dengan diikuti Marco.
" apa perlu bantuanku untuk berjalan? Sepertinya kakimu masih perlu istirahat?." ujar Marco
" tidak perlu..hanya sedikit bengkak." jawab Ryuki santai.
Sampai dimobil Marco membukakan pintu dan berputar menaiki kursi kemudi. Marco membawa mobil sendiri, asisten lao tidak diperlukan untuk kali ini. Biasanya asisten lao selalu ada kemanapun Marco pergi. Sebagian aktivitas Marco selalu didampingi asisten lao.
Marco menyetir mobilnya pelan, sambil menyalakan lagu beautiful girl yang sengaja dia siapkan. Ryuki yang sibuk dengan pikirannya sendiri tidak sadar dengan tingkah aneh Marco. sampai lagu itu dibagian reff dia baru bingung apa maksud tujuan pria ini menyalakan lagu lama yang melankolis. Ryuki mencoba cuek dan melanjutkan memencet hp nya.
" apa sore ini kamu juga pulang jam 5? " tanya marco membuka pembicaraan.
" iya. Tapi aku rasa kamu tidak perlu antar aku lagi. Aku sudah membaik dan terimakasih atas niat baik kamu." Ryuki menjawab sambil melihat Marco.
Dengan muka kecewa, Marco mengangguk sambil berkata,
" ya kalau kamu marasa sudah cukup tanggung jawabku, aku tidak antar kamu lagi, terimakasih atas pengertianmu tidak menuntutku. Aku akan jemput kamu sebagai calon kekasih." senyum jahil Marco mengembang.
" Apa otakmu bermasalah? Rasanya aku yang ditabrak, kenapa otakmu yang terganggu?" Ryuki marah dengan nada suara galak.
" aku juga bingung kenapa aku jadi begini. aku tau kamu pasti bingung, baru kenal kemarin tapi aku marasa sudah kenal kamu lama. Aku tertarik padamu." marco jujur menjawab
" orang sinting. Kamu jangan pikir aku bisa tergoda seperti wanita lain yang senang dijemput pria tampan dengan mobil mahal."
semprot Ryuki.
" apa kamu pikir aku sembarangan suka wanita, kamu satu-satunya setelah 8 tahun aku tidak tertarik wanita. Aku jujur."
"semua pria pasti bilang ke wanita. Aku jujur. sudahlah.. Aku tidak mau berdebat. Dan aku kasih tau kamu 1 hal. Aku tidak sempat untuk meladeni lelaki manapun. Aku tidak tertarik lelaki." Ryuki marah, merasa aneh dengan tingkah marco.
Sampai di depan kantornya. Ryuki langsung turun.
" Terimakasih atas tumpangannya, ini pertemuan terakhir kita. Masalah antara kita selesai. terimakasih tuan Marco." sambil menutup pintu Ryuki berjalan menuju pintu utama kantornya.
Marco hanya diam dan bingung. Kenapa ada wanita yang menolaknya, biasanya semua wanita nempel tanpa didekatinya. Marco tersenyum sendiri mengingat tingkahnya yang berani agresif mendekati Ryuki. Dia juga tau terlalu cepat bertindak. Tapi entah kenapa dihatinya selalu ingin dekat dan memiliki wanita itu. Setelah 8 tahun sendiri tanpa wanita.
Marco pergi kekantornya , dia harus menangani kerjaannya yang menumpuk.
Ryuki langsung melempar tasnya ke meja sambil cemberut.
" hei... Kenapa kamu. Apa ada yang buat kamu kesal?" stella mendekati Ryuki sambil menepuk-nepuk pundaknya.
" iya, ada pria aneh sedikit gila yang antar aku. Dia pikir semua wanita suka didekatinya?" ryuki marah.
" sabar ..sabar.. Kamu marah tanpa cerita jelas. Jelaskan semuanya?" cenny bertanya.
" tadi pagi Marco jemput aku, sepanjang jalan dia coba mendekatiku. Aku bilang tidak usah antar aku lagi karena sudah membaik kakiku. Dia bilang oke dan terimakasih karena aku tidak menuntutnya. tapi dia bilang akan mengantarku sebagai calon kekasih. buat marah saja." Ryuki cerita dengan berapi-api.
Stella dan Cenny tertawa.
" kalau aku akan jawab oke dan berdandan cantik setiap pagi menunggu pria itu datang menjemputku. Bukan marah-marah." stella menjawab dengan senyum jahil.
" kamu yang aneh Ryuki, ada pria terang-terangan mau dekati malah marah. Aneh kamu." Cenny tertawa
" kalian pikir aku aneh! Kalian pikir dong, baru kemarin kita kenal dan karena kecelakaan. Sekarang dia bilang tertarik padaku. dia pikir aku wanita gampangan, karena tampan dan bawa mobil mewah dia pikir kau akan langsung jatuh dipelukannya."
" kalau aku jadi kamu, tanpa diminta pun aku akan jatuhkan diri kepadanya." stella yang centil menggoda.
" Stella.. Kamu memberi saran yang sangat ajaib. Kamu diluar nalar. Aku pikir kalian berdua aneh. Harusnya santai saja tanggapi sikap Marco. kamu Ryuki jangan marah. Kamu stella jangan jadi murahan. Sekarang kalian diam dan ikuti saja nasib berjalan." Cenny yang berpikir lebih dewasa menasehati.
Keduanya diam dan langsung duduk dimeja masing-masing.
Dikantornya Marco mulai serius dengan semua kerjaan nya. Sebentar lagi dia harus meeting dengan MCA untuk iklan perusahaannya. asisten lao masuk dengan data menumpuk.
" selamat pagi pak. Saya bawa data yang harus tandatangani, ini data dari beberapa perusahaan yang kemarin tidak disentuh." asisten lao menyerahkan dengan senang. setelah kemarin bosnya menghilang 1 hari karena kecelakaan, pekerjaan yang tertunda jadi bisa beres hari ini.
" sepertinya aku butuh orang untuk membantuku. Kalo seperti ini terus aku bisa jadi bujang lapuk." gerutu Marco.
" Makanya jangan punya perusahaan terlalu banyak pak. jadinya pacaran dengan kerjaan." asisten lao tertawa.
" hei.. Kamu tidak tau ya. Aku tidak mau punya perusahaan banyak begini. Tapi kesempatan itu selalu ada didepanku jadi harus aku manfaatkan. Siapa sangka TUHAN sangat sayang padaku, semua usaha yang aku mulai pasti maju." dengan sombong Marco membalas perkataan Lao.
" Tapi memang setiap orang yang sukses dalam pekerjaan, tidak sukses dalam hal cinta." asisten lao bicara tanpa sadar didepannya bos sedang memandangnya dengan kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments