Arkan yang sebelumnya berjanji untuk menyiapkan tempat yang romantis untuk sang adik dan kekasihnya. Kini dirinya berada di sebuah tempat yang akan menjadi saksi untuk sang adik dalam menyatakan perasaannya pada kekasihnya.
Tempat itu, Arkan hias dengan bunga kesukaan Shalwa. Tidak lupa dirinya juga menyewa pemain musik untuk memainkan lagu-lagu romantis dari penyanyi idola Shalwa.
Sebenarnya Arkan tidak ingin melihat adegan menyakitkan itu. Namun sang adik meminta tolong padanya untuk membantunya berbicara pada Shalwa dengan menggunakan earphone yang tersambung dengan ponsel Arkan.
Setelah menunggu beberapa lama, Shalwa pun datang. Melihat kedatangan Shalwa, Arkan segera meninggalkan Arhan dan bersembunyi di tempat yang sudah di siapkan.
Arhan menyambut Shalwa, dan mempersilahkan Shalwa duduk bagaikan seorang putri raja. Karena itulah yang Arkan ajarkan sebelumnya.
“Hari ini kau terlihat sangat cantik dengan gaun yang aku berikan padamu.”
“Yah... kau memang terlihat sangat cantik sayang.” Batin Arkan.
“Terimakasih. Aku sangat menyukai gaun ini. Ternyata kau sangat tahu seleraku.” Ujar Shalwa.
“Bang Arkan memang yang terbaik.” Batin Arhan, karena yang memilih dan menyiapkan gaun itu adalah sang Abang.”
“Arhan aku sangat terharu, kau yang menghias tempat ini?” Tanya Shalwa sambil memandangi sekelilingnya.
“Yah, aku yang menghiasnya. Apa kamu menyukainya?” Ujar Arkan yang di ikuti oleh Arhan.
“Aku sangat menyukainya. Bunga tulip adalah bunga kesukaan ku.”
“Arhan, apa kau juga tahu apa arti dari bunga tulip?’
“Yah aku tau....”
“Cinta dan pengorbanan.” Jawab Arhan yang di tuntun oleh Arkan.
“Ya, kamu benar. Cinta dan pengorbanan. Aku kira kamu tidak tahu hal seperti ini, ternyata kau tipe orang yang sangat romantis. Aku suka.”
Melihat rencana yang disiapkannya berjalan dengan lancar, Arkan memulai rencana selanjutnya. Arkan memanggil pelayan untuk menyajikan makanan untuk Arhan dan Shalwa.
Dan saat pelayan menyajikan makanan mereka, Shalwa semakin terkejut. Sebab makanan yang disajikan adalah makanan yang sangat ia sukai.
Arkan juga meminta para pemain musik untuk mulai bermain, untuk menemani keduanya menyantap makanan mereka. Selesai makan, Shalwa dan Arhan menikmati alunan musik yang sedang dimainkan.
“Han, ajaklah Shalwa menari.” Titah Arkan di seberang melalui earphone yang terhubung di ponselnya.
Arhan mengulurkan tangannya untuk mengajak Shalwa berdansa. Dan Shalwa menerima uluran tangan Arhan. Keduanya berdansa dengan baik. Saat musik hampir selesai Arkan meminta Arhan untuk berlutut di hadapan Shalwa.
Arkan yang sejak tadi menuntun Arhan dari balik layar, kini keluar dengan kostum beruang dengan membawa buket bunga dan sebuah papan berbentuk hati.
“Shalwa Aditama, kau adalah gadis pertama yang membuat seorang Arhan Pratama pria manja dan kekanak-kanakan ini, belajar menjadi pria dewasa yang ingin belajar cara melindungi dan membuat seseorang bahagia karenanya. Ku harap malam ini akan menjadi salah satu dari langkah awalku untuk bersamamu. Shalwa Aditama, maukah kamu menjadi kekasihku?” Ujar Arhan, yang telah diajarkan oleh Arkan.
“Jika jawabanmu iya, kau ambil buket bunga itu. Dan jika jawabannya tidak kau ambil simbol hati itu dan patahkan di depanku.” Sambungnya.
Shalwa mendengar semua perkataan Arhan. Dan semua tindakan Arhan ini membuat keraguan di hati Shalwa untuk memilih. Sedangkan jantung Arhan berdegup sangat kencang menunggu jawaban dari Shalwa.
Setelah ragu untuk beberapa saat, akhirnya Shalwa memilih simbol hati. Namun dirinya tidak mematahkannya.
“Kenapa Shalwa? Aku sangat mencintaimu.” Tanya Arhan bingung dengan pilihan Shalwa.
“Aku... Aku juga merasa nyaman denganmu, dan kurasa aku juga mencintaimu Arhan.”
Deg!
Jawaban Shalwa membuat dada Arkan begitu sesak. Lain dengan Arhan, bibirnya tertarik keatas membentuk senyum kecil di wajahnya, mendengar jawaban Shalwa.
“Ya, aku juga sangat mencintaimu.” Ujar Shalwa lagi.
“Tapi, mengapa kau menolak ku?”
“Aku belum menolakmu. Aku tidak mematahkan hatinya. Hanya saja ada sesuatu yang harus kamu tahu terlebih dahulu.”
“Apa itu?”
“Aku belum putus dengan kekasihku Arhan.”
“Kenapa belum putus, bukankah kau sudah tidak mencintainya?”
“Ya, aku memang sudah tidak mencintainya.”
Mendengar percakapan keduanya, Arkan yang berada di balik kostum beruang itu terus menerus menangis.
“Namun kami belum putus, karena dia sulit sekali untuk di ajak berkomunikasi, jangan bebicara aku pun jarang bertemu dengannya.
“Kalau begitu cepatlah temui dia. Dan akhiri hubungan kalian. Aku akan tetap setia menunggumu.”
“Terimakasih Arhan. Kamu sangat baik i love you.” Ujar Shalwa memeluk Arhan.
“Yah, i love too.” Balas Arhan.
Arkan yang melihat kebahagian keduanya pun mendoakan mereka.
“Semoga kalian selalu bahagia.” Ujarnya pelan.
Arkan yang sudah selesai dengan tugasnya segera pergi dari tempat itu. Untuk menenangkan hatinya yang begitu hancur. Arkan pergi ke atas bukit tempat kenangan dirinya bersama Shalwa. Tidak ingin mengulur waktu lagi, Arkan menghubungi Shalwa untuk bertemu dengannya di sana.
Arkan menunggu Shalwa kurang lebih 3 jam lamanya, hingga akhirnya Shalwa datang.
“Hai... apa kabar?” Sapa Shalwa sedikit canggung,
“Hai... aku baik. Duduklah.”
Seperti biasa, Arkan masih bisa tersenyum dan menutup rapat luka di hatinya.
“Begini ada yang ingin Aku katakan padamu.” Ujar Arkan memulai percakapan.
“Sama Aku juga.”
“Kalau begitu... silahkan kamu dulu.”
“Tidak, kamu saja. Kau kan yang meminta untuk bertemu.”
“Baiklah, Shalwa... saya ingin minta maaf, jika selama kamu bersama ku aku sering membuat kesalahan, dan jarang punya waktu untukmu.”
“Yah, aku juga ingin minta maaf sama kamu dalam yang sama.”
“Aku merasa hubungan kita sudah hambar,dan kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing...” Arkan menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.
“Hm, bagaimana jika kita akhiri saja hubungan ini.”
“Setuju, sebenarnya hal ini juga yang ingin ku katakan padamu.”
Meski dadanya terasa sakit saat mengucapkan kalimat itu dan mendengar tanggapan Shalwa, namun ada rasa lega di hati Arkan. Karena dirinya tidak akan menjadi penghalang hubungan adiknya.
“Jadi kamu tidak marah kan jika hubungan kita berakhir? Karena kita memulai hubungan ini dengan baik, Aku juga ingin hubungan ini berakhir dengan baik.” Ujar Arkan menahan sakit di dadanya.
“Tidak, Aku tidak marah. Malah Aku bahagia dengan keputusan ini. Jadi kita tidak saling terbebani dengan status kita.”
“Aku senang melihatmu bahagia, dengan keputusan ini.” Bohong Arkan.
“Berarti sekarang kita teman?” Tanya Shalwa.
“Yah, sekarang kita teman.” Jawab Arkan dengan senyumnya.
...ℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Alvian
salah sangka lgi. shalwa ini jd org terlalu buta. arhan itu picik, knp kau tdk bs melihatnya shalwa😤
2024-06-06
3
❤️⃟Wᵃf Zeno Bachtiar◌ᷟ⑅⃝ͩ●
hadeh, arkan ini dudul amat jd org. loe mengorban hati sndiri demi adek gk ada akhlak🤦
2024-06-06
0
❤️⃟Wᵃf🍁Νeͷg Aͷjaᴳ᯳ᷢ🐰❣
duh shalwa itu hati apa kos2an gampang banget pindah ke yang lain
2024-06-06
1