Saat ini Arkan telah berada di kamar tidurnya. Arkan menghidupkan ponselnya, dan notifikasi pesan dan panggilan tidak terjawab dari kekasihnya terus menerus bermunculan.
"Gue memulai hubungan ini dengan baik, sudah seharusnya gue mengakhirinya dengan baik juga." Monolog Arkan.
Arkan memutuskan mengirim pesan pada Shalwa. Namun Shalwa hanya centang satu atau saat ini tidak aktif. Akhirnya Arkan memutuskan untuk menarik kembali pesan yang ia kirimkan.
Arkan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap lekat pada dinding langit-langit kamarnya. Dirinya mulai menarik napas panjang. Dan mulai bermonolog lagi.
"Dia pasti sedih dan marah padaku."
"Mengapa jalan hidupku begitu rumit?"
Arkan bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil botol obat di dalam laci meja samping tempat tidurnya.
"Serumit apapun hidupku Aku harus tetap menghadapinya. Karena Dunia itu terus berputar, jika ada gelap pasti akan ada terang. Gelapnya langit malam juga akan terang saat pagi hari."
Arkan memasukkan beberapa butir obat kedalam mulutnya dan menelan begitu saja tanpa air sedikit pun. Meski obat itu pahit, namun nasibnya lebih pahit daripada obat tersebut.
Setelah meminum obat Arkan pun memejamkan matanya.
Skip di Kampus 🏬
Di kampus, Arkan segera mencari Shalwa untuk meminta maaf pada kekasihnya itu secara langsung. Arkan mencari di semua tempat favorit kekasihnya itu yang mungkin saja Shalwa ada di sana.
Tempat terakhir dalam daftar tempat favorit kekasihnya di kampus adalah di sebuah taman tepat di belakang kampus mereka. Dan benar saja kekasihnya itu ada di sana.
"Ekhm, sendirian saja nih cantik?" Goda Arkan perlahan mendekati kekasihnya.
Shalwa yang mendengar rayuan dari Arkan itu hanya melirik ke arah kekasihnya sejenak dan segera mengabaikannya.
Karena melihat dirinya di abaikan oleh Shalwa. Arkan mencoba lagi untuk membujuk kekasihnya yang sedang merajuk kepadanya.
"Cantik... lagi ngapain sendirian di sini?"
Lagi-lagi Shalwa hanya mendiamkan omongan Arkan.
"Mikirin pacar kamu ya? Atau lagi kangen sama dia?"
Kali ini perkataan Arkan sedikit membuahkan hasil. Pasalnya kekasihnya saat ini menatapnya dengan lama tidak seperti tadi yang langsung memalingkan wajahnya. Yah, walaupun tetap saja kekasihnya itu hanya diam.
"Kok diam saja? Bikin gue gimana gitu.... pengen gue cium gitu? Nih pipi kok gemes banget." Goda Arkan sambil mencubit pipi tembem Shalwa.
Shalwa segera melirik Arkan dengan tatapan mematikan.
"Biasanya kalau diam itu tandanya mau."
Cup!
Tanpa aba-aba Arkan mengecup pipi Shalwa. Hal itu juga yang membuat emosi Shalwa yang sejak tadi ditahannya meledak seketika.
"Lo itu yah, nyebelin banget tau gak?! Datang dan pergi sesuka hati. Gue ini Lo anggap apa Arkan Pratama!?"
"Lo gak ada kabar, gue hubungi gak di angkat, gue ngirim pesan juga gak ada satu pun yang Lo balas! Selama beberapa hari gak masuk kuliah, gue tanya Arhan katanya Lo itu gak pulang!"
"Gue tuh khawatir sama keadaan Lo. Tapi Lo sama sekali gak pikirin gue. Kecewa gue sama Lo Arkan Pratama!!"
Hosh... Hosh...
Setelah mengeluarkan semua kekhawatirannya. Shalwa mengatur kembali napasnya, yang mulai tidak teratur sebab dirinya melampiaskan kekesalannya dengan cepat tanpa jeda sedikit pun.
"Sudah marahnya? Atau masih ada yang ingin di sampaikan?" Tanya Arkan yang melihat kekasihnya berhenti setelah beberapa kalimat.
"Gue mau putus! Karena Lo sama sekali gak menghargai gue."
"Gue minta maaf sayang. Gimana kalau hari ini kita lakuin apapun yang kamu inginkan? Aku akan lakukan apapun yang kamu mau. Agar kamu nggak marah lagi, gimana?" Saran Arkan.
Shalwa hanya diam tak bergeming mendengar saran dari Arkan.
Karena tidak mendapat tanggapan dari kekasihnya. Arkan langsung mengandeng tangan Shalwa, namun Shalwa tetap diam tidak bergerak. Melihat hal itu, Arkan mengeluarkan jurus andalannya agar sang kekasih ingin mengikutinya.
"Mau gue sayang lagi? Supaya Lo mau gerak?" Ujarnya sambil menaikkan alisnya.
"Enggak!! Dasar mesum." Tolak Shalwa dan bergegas berdiri.
Dan mendapati Arkan memanyunkan bibirnya, menandakan Arkan tidak bisa mencium dirinya.
Setelah Shalwa berdiri, Arkan pun tertawa karena dirinya berhasil menjahili kekasihnya itu.
"Ini adalah hari terakhir sebelum gue melepaskan mu secara perlahan untuk adikku, Shalwa." Pikir Arkan.
"Setelah ini aku tidak akan bisa mengandeng tanganmu lagi.... Karena adikku lah yang akan menggandeng tanganmu dan membuatmu tersenyum setiap harinya." Arkan larut dalam pikirannya.
Arkan dan Shalwa benar-benar bersenang-senang hari ini. Mereka bolos kuliah dan menghabiskan waktu bersama, dan kebersamaan mereka di akhir dengan melihat indahnya langit malam penuh bintang di atas bukit.
"Shalwa, apa Lo senang hari ini?" Tanya Arkan pada Shalwa yang menyandarkan kepalanya di bahu nya.
"Ya, gue bahagia. Kau memang pandai sekali meluluhkan hati gue."
Arkan menatap dalam wajah seseorang yang berada di sampingnya itu.
"Kenapa Lu melihat gue seperti itu? Ada sesuatu di wajah gue?" Tanya Shalwa bingung.
"Shalwa Aditama, kau sangat cantik. Aku sangat mencintaimu. Kamu itu wanita pertama yang gue suka dan juga cinta pertama selama hidupku." Ujar Arkan serius.
"Halah gombal. Dasar internasional playboy."
"Terserah Lo mau percaya atau enggak. Tapi itu faktanya, dan jika Lo merasa tidak bahagia bersama gue... Lo bisa pergi, karena bagi gue kebahagiaan Lo adalah hal terpenting dan paling utama dari pada hasrat ingin memiliki." Ujar Arkan.
Melihat kekasihnya berbicara dengan begitu serius. Shalwa merebahkan tubuhnya di atas rerumputan.
"Susah ya mau ngambek sama pria yang pintar menggombal." Ujarnya.
Arkan yang melihat sang kekasih berbaring di atas rerumputan mengangkat kepala Shalwa dan menaruhnya ke pangkuannya.
"Gue nggak menggombal sayang." Ujar Arkan mencubit gemas pipi bulat Shalwa.
"Ingat kata-kata gue baik-baik. Jika lo merasa lebih nyaman bersama orang lain, Lo boleh pergi dari hidup gue, karena melihat Lu bahagia itu sudah cukup, meskipun kebahagiaan Lo itu bukan bersama gue." Ujar Arkan.
"Kebahagiaan gue itu bersama Lo tuan Arkan Pratama. Mana bisa gue bahagia bersama orang lain? Ujar Shalwa mencakup dagu Arkan.
"Itu sekarang Shalwa.... Setelah ini gue akan membuat lu nyaman bersama orang lain yang juga sangat mencintaimu..." Bisik Arkan dalam hati.
...ℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱℱ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
❤️⃟Wᵃf Abang⃠nya ell ꫞
sabar sellu ya arkhan....nyesek sih emang
2024-07-10
0
Alvian
kalau lagi sakit hati, pil.pahitpun tdk terasa🤣
2024-06-06
1
❤️⃟Wᵃf Zeno Bachtiar◌ᷟ⑅⃝ͩ●
semangat arkan. yakinlah dibalik helap pasti terbitlah terang. hidupmu bakal bahagia
2024-06-06
1