Pesta resepsi sudah selesai tepat pukul empat sore, Bara tidak mengadakan pesta saat malam. Karena Elea baru sembuh setelah mengalami keguguran pada saat itu, jadi Bara tak ingin membuat Elea terlalu lelah.
"Hah! Akhirnya, bisa rebahan juga." Gumam Elea, dia sudah lebih dulu ke kamar diantar oleh Mita. Sedangkan Bara masih diluar, berbicara dengan kedua orang tuanya entah dengan teman-temannya atau dengan siapa, Elea pun tidak tahu.
Dia masih tak percaya bahwa dia akan ada di tahap, dimana merasakan dicintai oleh orang yang dia cintai. Ya dia sesungguhnya mencintai Bara. Namun, karena status dan perbedaan membuatnya tak berani berharap.
"Terima kasih, Bara." Gumam Elea, mengelus lembut perutnya. Berharap setelah ini dia bisa hamil kembali.
Mungkin jika dia tak keguguran, Bara akan tetap membencinya dan menceraikannya. Dan pergi jauh dari kehidupan lelaki tersebut, Elea tersenyum mengingat beberapa jam yang lalu. Bara, menyanyi untuknya tak menyangka suaranya sangat bagus.
Sementara itu, Bara masih asik berbicara dengan teman-temannya saat masa putih abu.
"Selamat ya, akhirnya si kulkas 12 pintu ini laku juga." Kekeh temannya, meninju lengan Bara.
"Gue kira, lo bakal sama Tiana. Kalian dekat banget sih, iya gak?" tanya yang lain.
"Yup betul, Elea siapanya Tiana?"
"Saudara jauh," jawab Bara, berat rasanya untuk Bara mengungkapkan jika Elea adalah saudara seayah dengan Tiana.
Mereka pun melanjutkan obrolan seputaran bisnis dan usaha mereka masing-masing, Bara pun sudah memiliki usaha yang dirintis. tiga puluh menit kemudian, Bara berpamitan pada semua teman-temannya karena sudah meninggalkan Elea terlalu lama.
"Selamat malam pertama," teriak temannya Bara.
"Kalo gak bisa hubungin gue, biar gue kasih tau tutorialnya." Goda mereka, diiringi gelak tawa.
"Sialan kalian," balas Bara, mulai meninggalkan bar hotel. Yang khusus di buka karena sudah dipesan oleh Bara untuk teman-temannya.
Tatiana melihat Bara yang baru keluar dari bar dan berdiri di dekat lift, sebelum lift terbuka. Dengan segera dia menghampiri Bara dan memeluk lelaki tersebut dari belakang.
"Bara," isak Tiana, Bara sendiri membeku dengan pelukan tiba-tiba tersebut.
Beruntung di depan lift sedang tidak ada orang.
"Tiana, lepaskan. Ini tidak baik, kamu tahu aku sudah menjadi adik iparmu." Jelas Bara, mencoba melepaskan pelukan Tiana yang semakin erat.
"Nggak Bara, kamu bukan adik iparku. Aku adalah kekasihmu, Bara."
Pintu lift terbuka, entah dari mana tenaga Tiana sangatlah besar. Hingga mampu membuat Bara dan dirinya masuk ke dalam lift.
"Tiana," bentak Bara, dia melepaskan paksa Tiana. Dan menatap gadis cantik, yang kini terlihat acak-acakan dan tampak frustasi.
"Bara kamu ... Aku gak kenal kamu, Bara. Kamu bukan Bara yang aku kenal selama ini," lirih Tiana, lift terus bergerak.
"Maafkan aku, Tiana. Aku sudah menikah, dan ingin menjaga perasaan Elea." Ujar Bara, dia menekan angka dimana kamar pengantin yang sudah dia sewa.
"Pulanglah, kamu tidak baik-baik saja." Kata Bara, bertepatan dengan pintu lift yang terbuka. Sementara Tiana luruh dan menangis kembali.
"Bara." Teriak Tiana.
"Aku tidak akan melepaskan mu, kau milikku bukan milik anak pelakor itu." Sergah Tiana, dia memukul dinding lift dengan kuat. Sakit, tentu saja sakit tapi sakitnya tak seberapa dengan rasa sakit dihatinya. Saat melihat Elea bahagia.
"Kamu, gak pantas bahagia Elea. Kamu pantas menderita," geram Tiana.
***
Bara menghela nafas dengan pelan, dia menatap pintu kamar dimana mungkin Elea sudah menunggu.
"Tenang Bara, jangan gugup." Gumamnya.
Tanpa perlu mengetuk, Bara langsung saja masuk. Dan mendapati Elea yang tersenyum manis menatap ke arahnya, berharap saat masuk kedalam kamar. Elea, memakai pakaian kurang bahan. Namun, harapannya sia-sia. Sebab Elea memakai pakaian rumahan.
"Bara." Sapa Elea.
"Elea, maaf menunggu lama." Kata Bara.
"Tidak apa-apa."
Elea masuk kedalam pelukan Bara, yang membuatnya nyaman. Berharap pelukan tersebut tidaklah terlepas dari dirinya.
"Aku mandi dulu, setelah itu aku akan mengajakmu jalan-jalan." Ujar Bara.
"Iyaaa."
Elea menatap punggung Bara yang sudah masuk, dia tahu bahwa Bara baru bertemu Tiana. Tapi mengapa dia tak memberitahu bahwa bertemu Tiana?
bersambung...
Maaf typo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments