belajar dari kenyataan

"Hmm... Maksudnya gimana kak? Fin ngak paham maksud perkataan kakak," Balas Alfin yang tidak mengetahui apa sebenarnya yang dibahas kakaknya.

"Kamu sekarang makan dulu aja Fin, kakak mau mempersiapkan semua keperluan di kamar. Oh i-ya ingat! Sama pesan kakak kan, yang tadi sore gimana? jangan sampai lupa ya!" Ucap Doni sekaligus beranjak pergi menuju kamarnya.

"Pesan? Maksudnya gimana kak?" tanya Alfin yang semakin dibingungkan dengan apa yang disampaikan oleh kakaknya. Terlihat dirinya berusaha memahami apa makna dari perkataan kakaknya. sekaligus berupaya mengingat-ingat kembali, pesan apa yang dimaksudkan itu?

"Mmm... Apa ya...?"

Seketika Terlintas dibenak Alfin pesan yang dimaksudkan oleh kakaknya yaitu kakaknya berjanji akan mengajarinya belajar malam ini. Sontak Alfin terkejut setelah mengetahui maksud dari pesan kakaknya. Dirinya sangat khawatir apabila sang kakak, mengajarinya belajar diam-diam apalagi pada malam hari, pasti akan menimbulkan kecurigaan dari anggota sekeluarga mereka.

Apalagi Alfin memiliki rahasia dengan sang Ayah. Karena sebelumnya ia selalu belajar diam-diam tanpa mengetahui pasti, apa alasan Ayahnya sering mengajarinya belajar diam-diam. Setiap ayahnya memantau Alfin belajar, ayahnya selalu berpesan untuk menyuruh Alfin tutup mulut! untuk tidak memberitahukan kepada anggota keluarga mereka. Karena ada tujuan tertentu dibalik pengajarnya itu. Yang mana ayahnya tak segan-segan berperilaku kasar, apabila Alfin tidak menaati atau tidak mengerti dengan pengajarannya.

Terlihat Alfin menyandarkan kedua sikunya di atas meja sekaligus menyangga dagunya, sembari mempertimbangkan baik-baik tawaran kakaknya. Dirinya sangat khawatir apabila kakaknya, diam-diam mengajarinya belajar pasti akan menimbulkan masalah bagi dirinya, Termasuk kakaknya juga. Akan tetapi jikalau dirinya menolak tawaran itu, maka pastilah kesempatan nya untuk belajar dengan sang kakak pasti tidak akan pernah datang dua kali.

Setelah Alfin menyelesaikan makan malamnya, iya langsung bersiap-siap untuk melaksanakan salat Isya demi menjawab segala kegaduhan di dalam hatinya, sekaligus dengan ibadah salat akan pasti memberikannya solusi atas segala permasalahan yang ia hadapi saat ini.

Terlihat dirinya, mengarahkan tangan ke arah langit sembari memohon pertolongan kepada yang maha kuasa. "Ya Tuhan, ya Rabb. Berikanlah solusi atas segala permasalahan hamba mu ini. Hamba takut ya Rabb! apabila setiap keputusan yang hamba ambil ini salah, Yang nantinya akan menimbulkan masalah kepada setiap anggota keluarga hamba. Bimbing hamba agar mendapatkan kemudahan untuk mengikuti kata hati ini," Doa Alfin kepada sang maha kuasa dengan menengadahkan tangan memohon pertolongan.

Waktu yang pada saat itu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Beberapa saat mulai berlalu dirinya yang telah lama menunggu tanda-tanda dari kakaknya, sepertinya tak kunjung datang. Menyadari hal itu, Alfin memutuskan berbaring di atas sajadah sembari menatap keluar jendela kamarnya. Terlihat ia menatap indahnya cahaya rembulan yang ditemani oleh ribuan bintang-bintang bagaikan menari-nari diatas langit. Seraya diiringi nyanyian jangkrik yang berdering-derik dimana-mana yang sangat menenangkan beban fikirrkan siapa saja yang mendengarnya.

Perasaan tenang mulai mengisi kekosongan hati yang sebelumnya terasa bimbang. Terlihat Alfin tersenyum kecil sembari membayangi dirinya bisa terbang diantara ribuan bintang-bintang, yang bebas hinggap dimana-mana. Tak berselang lama terdengar tiga kali bunyi ketukan pintu yang menandakan suara itu berasal dari Kak Doni. menyadari hal itu dengan sigap Alfin mengambil tongkatnya untuk berdiri sembari membuka pintu kamarnya.

"Ternyata kakak beneran datang ya! silahkan masuk kak," balas Alfin dengan senyum bahagia diwajahnya mempersilahkan kakaknya untuk duduk diatas kasur.

Terlihat Kak Doni yang pada saat itu masuk ke kamarnya Alfin, melihat kiri kanan karena merasa sangat terganggu dengan pencahayaan kamar Alfin.

"Fin lampu kamar mu ini bisa diterangkan lagi ngak Fin?" tanya Doni kepada saudaranya Alfin karena dirinya merasa kurang nyaman dengan pencahayaan kamar tesebut.

"Ngak bisa lagi kak, bola lampu kamar ini memang dari dulu seperti ini kak," Balas Alfin dengan ragu-ragu karena merasa ngak enakan dengan kakaknya.

Menyadari hal itu kak Doni duduk diatas kasur dengan raut wajahnya yang merasa sangat bersalah karena telah menanyakan hal yang tidak mengenakkan itu, sembari menyodorkan semua buku pembelajaran yang akan mereka pelajari malam ini.

"Ini semuanya buku pembelajaran lama kakak. Untuk kita pelajari beberapa hari kedepan, kakak akan berusaha mengajarimu dengan berbagai macam-macam materi pembelajaran anak SMP" ucap kak Doni dengan perasaannya yang sangat bersemangat untuk mengajari saudaranya belajar.

"Wah..... Bukunya banyak banget ya kak," balas Alfin yang keheranan dengan banyaknya tumpukan buku yang dibawa oleh kakaknya yang terlihat sangat tebal.

"I-ya Fin, kakak sengaja bawa buku banyak-banyak begini, biar kamu semakin pintar Fin. demi bisa membuktikan kepada anggota keluarga kita bahwa kamu juga bisa berprestasi," senyum kak Doni seraya motivasi saudaranya untuk berubah.

Dengan ragu-ragu Alfin mengangguk-anggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan kakaknya. Di dalam hatinya ia merasa sangat ragu dengan potensi yang ada di dalam dirinya.

"Kita belajar materi-materi dasar dulu aja ya Fin," balas kak doni seraya membuka buku pembelajaran bahasa Inggris. Mengetahui hal itu Alfin tidak bisa menolak ajakan kakaknya untuk belajar. Terlihat dirinya se-sekali berusaha menahan kantuk di setiap penjelasan dari kakaknya Doni.

"Loh kok udah ngantuk aja Fin," tanya Kak Doni yang terlihat kesal karena, Alfin tidak fokus memperhatikan dengan baik menjelaskannya.

Karena menyadari saudaranya itu bosan dengan materi pembelajarannya, kak Doni mengganti materi pembelajarannya lagi dengan materi dasar matematika. Ia terlihat sangat antusias menjelaskan setiap detail-demi detail langkah-langkah penyelesaian rumus itu. Akan tetapi Alfin tetap saja masih tidak memahami dengan baik apa penjelasan oleh kakaknya.

"Haah... Kalau kamu nggak serius begini, gimana caranya kakak ngajarin kamu belajar Fin," Keluh kakaknya yang sudah sangat kelelahan. Ditambah lagi waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Terdengar suara lolongan anjing yang menggema dimana-mana disertai dengan keheningan malam yang begitu sepi.

"Maaf kak Alfin sudah berusaha, cuma Fin susah sekali memahami teori-teori dasar ini kak," ucap Alfin yang merasa malu kepada kakeknya.

"Sudah, tidak papa kok Fin, besok malam kita belajar lagi sampai kamu bisa ya. Kakak mau istirahat juga, soalnya Minggu besok ibu dan ayah mau ngajak kita bersama liburan keluarga, jadi kamu jg istirahat ya," balas Doni kepada saudaranya Alfin.

"Ya kak terimakasih banyak untuk hari ini kak," ucap Alfin seraya menyalami tangan kakaknya.

setelah mereka berpamitan kak Doni yang hendak menuju kamarnya tiba-tiba terjatuh di depan pintu kamar Alfin dengan benturan kepala yang begitu keras.

Prak!......

Seketika membuat Alfin sangat terkejut dengan keadaan kakaknya yang terlihat sangat kelelahan, wajahnya terlihat sangat pucat membuat Alfin sangat histeris melihat keadaan kakaknya.

"Kakak!...? Kakak!...? Bangun.. kakak!" panggil Alfin yang sengat menghawatirkan kondisi kakaknya. Dirinya tak kuasa menahan air matanya terlihat mulai berkaca-kaca seperti hendak menangis. pada saat hendak berteriak memohon pertolongan kepada orang tua mereka, kak Doni tiba-tiba tersadar dari pingsannya.

"Fin.. kakak baik baik saja kok Fin," ucap kakaknya yang sangat lemas sembari bangun mengusap-usap kepala Alfin yang terlihat hendak menangis.

"Tapi kak?"

"Udah Fin Kakak baik-baik saja, kamu sudah besar jangan cengeng dong. Nanti kalo kamu nangis ibu bisa kedengaran lo," ucap kakaknya dengan senyuman indah dari raut wajahnya. Ketika hendak pergi, kakaknya terdengar batuk beberapa kali dengan sigap dirinya langsung menutupi mulutnya dengan saputangan.

"Buhuk uhuk uhuk,"

"Tuh kan, kakak istirahat di sini saja! atau Alfin bantuin anterin kakak," ucap Alfin dengan wajahnya yang sangat menghawatirkan kondisi kakaknya.

"Udah Fin, nanti kakak ketauan sama ibu tidur disini gimana? Kalau minta bantuan sama kamu, untuk nganterin kakak ke kamar, ngak mungkin juga kan. apalagi dengan dengan kondisimu yang seperti ini?" ucap Kak Doni yang sangat teguh dengan pendirinya.

Terlihat dirinya beranjak meninggalkan Alfin untuk menuju ke kamarnya. Ketika hendak sampai di persimpangan kamarnya, tampak ia menyandarkan tubuhnya pada dinding kamar, seraya melihat saputangannya yang telah dipenuhi oleh bercak darah akibat penyakit tuberkulosis yang selama ini ia sembunyikan terhadap saudaranya.

"Aku harus merahasiakan penyakit ini, supaya Adik-adikku tidak terlalu menghawatirkan ku," ucap Doni dengan nafas yang tersengal-sengal berusaha memasuki kamarnya.

Episodes
1 rintihan sunyi memecah kalbu
2 mengandung anak bawang
3 malaikat tak bersayap
4 tantangan keluarga
5 belajar dari kenyataan
6 anak buangan
7 aku selalu disalahkan
8 mereka manusia baik
9 aku akan berusaha
10 perempuan misterius
11 pelajaran kehidupan
12 ketabahan hati
13 rencana kehidupan
14 pemuda misterius
15 situasi genting
16 situasi baru
17 serigala berbulu domba
18 firasat buruk
19 manusia berhati iblis
20 pertolongan yang mahakuasa
21 kebingungan
22 tidak ada pilihan lain
23 merubah orang-orang di sekitarnya
24 secarik kertas untuk langit
25 ruang rindu berbalut pilu
26 penghujung bibir jurang
27 dua hati di satu sisi
28 ketegangan 1
29 ketegangan 2
30 ketegangan 3
31 tenggelam dalam belaiannya
32 pasrah dengan maut
33 Arti penting dari kehidupan
34 bermain dengan garis takdir
35 suratan tangan
36 betapa sulitnya menerima kenyataan
37 ku tutipi pesan untuk mu
38 kebangkitan sang pecundang
39 kebangkitan si malang
40 menyadari pentingnya arti persaudaraan
41 dasar akan penderitaan yang sama
42 senyuman dibalik ribuan topeng
43 bersumpah untuk menelan ribuan jarum
44 harus dewasa dengan keadaan
45 mengarungi luasnya dunia
46 pusaran garis takdir
47 diantara dua pilihan
48 jurang yang sangat dalam
49 awal dari balas dendam
50 benang waktu yang terhubung menjadi satu
51 teka teki menjawab semuanya
52 pertemuan yang sangat menyakitkan
53 waktu telah mengubah semuanya
54 bersandiwara dari awal rencana
55 hancur berantakan
56 diantara 2 persimpangan jalanan
57 konflik antara keluarga besar
58 bidak mana yang akan kalian jalankan
59 apa yang kita tanam itulah yang kita tuai
60 konflik diantara 2 keluarga besar
Episodes

Updated 60 Episodes

1
rintihan sunyi memecah kalbu
2
mengandung anak bawang
3
malaikat tak bersayap
4
tantangan keluarga
5
belajar dari kenyataan
6
anak buangan
7
aku selalu disalahkan
8
mereka manusia baik
9
aku akan berusaha
10
perempuan misterius
11
pelajaran kehidupan
12
ketabahan hati
13
rencana kehidupan
14
pemuda misterius
15
situasi genting
16
situasi baru
17
serigala berbulu domba
18
firasat buruk
19
manusia berhati iblis
20
pertolongan yang mahakuasa
21
kebingungan
22
tidak ada pilihan lain
23
merubah orang-orang di sekitarnya
24
secarik kertas untuk langit
25
ruang rindu berbalut pilu
26
penghujung bibir jurang
27
dua hati di satu sisi
28
ketegangan 1
29
ketegangan 2
30
ketegangan 3
31
tenggelam dalam belaiannya
32
pasrah dengan maut
33
Arti penting dari kehidupan
34
bermain dengan garis takdir
35
suratan tangan
36
betapa sulitnya menerima kenyataan
37
ku tutipi pesan untuk mu
38
kebangkitan sang pecundang
39
kebangkitan si malang
40
menyadari pentingnya arti persaudaraan
41
dasar akan penderitaan yang sama
42
senyuman dibalik ribuan topeng
43
bersumpah untuk menelan ribuan jarum
44
harus dewasa dengan keadaan
45
mengarungi luasnya dunia
46
pusaran garis takdir
47
diantara dua pilihan
48
jurang yang sangat dalam
49
awal dari balas dendam
50
benang waktu yang terhubung menjadi satu
51
teka teki menjawab semuanya
52
pertemuan yang sangat menyakitkan
53
waktu telah mengubah semuanya
54
bersandiwara dari awal rencana
55
hancur berantakan
56
diantara 2 persimpangan jalanan
57
konflik antara keluarga besar
58
bidak mana yang akan kalian jalankan
59
apa yang kita tanam itulah yang kita tuai
60
konflik diantara 2 keluarga besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!