MISM : Bab 4

Raymond bangun dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya terasa lemas. Semua tenaga dan benihnya, sudah ia keluarkan tadi malam. Bahkan di saat Yumna sudah jatuh pingsan, Raymond dengan gagah tetap melanjutkan kegiatan panasnya hingga ia puas.

Tapi matanya langsung melirik ke sebelah, ia sama sekali tidak menemukan Yumna di sampingnya. Raymond yakin jika wanita itu kini ada di kamar mandi, dengan senyuman penuh kepuasan Raymond berbaring di atas ranjang.

Ia masih bisa mencium wangi tubuh Yumna yang menempel di bantal, Raymond merasa jika Yumna kini menjadi wanita yang menarik. Dulu ia beranggapan jika wanita itu, sangat kampungan dan kaku.

Raymond merasa ada yang aneh, ia tidak mendengar suara gemercik air dan Yumna sama sekali belum keluar dari kamar mandi. Dengan tubuh yang telanjang, Raymond berjalan ke kamar mandi.

Saat pintu di buka, ia sama sekali tidak menemukan siapa pun. Raymond langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia merasakan sensasi dingin yang terasa menyegarkan saat air membasahi tubuhnya.

Setelah selesai mandi, Raymond keluar dengan tubuh yang di tutupi oleh handuk. Ia lalu membuka lemari pakaian, tapi tatapan matanya langsung tertuju pada pakaian Yumna yang sudah tidak ada di dalam lemari.

Pria itu mengerutkan keningnya dan tersenyum tipis, seakan mengejek keadaannya sekarang. Istrinya kini telah pergi dan wanita itu menepati perjanjian yang ada di dalam surat cerai.

Dengan perlahan Raymond mengambil pakaian miliknya yang masih baru dan belum di pakai sama sekali, Raymond tidak menyangka jika Yumna masih menyimpan pakaian untuknya karena beberapa bulan Raymond tidak pernah bertemu dengan Yumna ataupun menghabiskan waktu bersama wanita itu.

Raymond keluar dari kamar Yumna, ia melihat para pelayan yang terkejut saat melihat dirinya.

"Kemana istri ku?" Tanya Raymond.

Para pelayan menundukkan kepalanya, "Nyonya di pagi-pagi buta sudah pergi dengan membawa koper." Jawab seorang pelayan yang melihat kepergian Yumna.

Raymond tersenyum saat mendengar hal itu, ia lalu berjalan turun ke lantai bawah. Ia melihat rumah yang besar namun suram dan tidak terawat.

Kini mata Raymond menatap para pelayan yang tampil cantik, "Apa kalian mengurus rumah ini dengan benar?" Tanya Raymond dengan tatapan serius.

"Tentu Tuan, kamu mengurus rumah ini dan juga keperluan Nyonya." Jawab seorang pelayan dengan tegas dan percaya diri.

Raymond menyipitkan matanya, "Lalu kemana barang-barang yang ada di rumah ini? Bukankah isinya komplit? Dan barang-barang mewah yang selalu di pajang, kini tidak ada." Ucap Raymond dengan mata yang menatap para pelayan.

Para pelayan hanya diam dan tidak menjawab, lalu Raymond berjalan ke arah dapur. Ia membuka lemari es yang nampak kosong melompong, tidak ada satupun bahan makanan yang ada. Lemari es itu terlihat seperti baru dan belum pernah digunakan saking bersihnya.

"Tuan, kami baru saja membersihkan nya jadi bahan makanannya belum di susun ke kulkas." Jelas seorang pelayan.

Raymond hanya diam dan tidak menjawab, ia lalu melihat ke lemari kecil. Nampak banyak mie instan yang tersedia, lalu mata Raymond melihat ke tong sampah yang berisikan bungkus mie instan.

Kini mata Raymond menatap ke arah para pelayan, ketiga pelayan wanita itu hanya diam dan tidak menjawab sama sekali.

"Jadi ini yang kalian lakukan? Kalian mengkorupsi uang yang harus di belikan makanan untuk istri ku, dan kalian memberikan mie instan untuk nya?" Tanya Raymond yang seakan sudah tahu apa yang sedang terjadi.

Para pelayan langsung membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Raymond, mendengar hal itu Raymond sangat kesal. Ia paling tidak suka dengan orang yang suka mengelak.

Raymond lalu meminta anak buahnya untuk menggeledah kamar para pelayan, tak beberapa lama anak buah Raymond datang beberapa perhiasan yang Raymond sengaja belikan untuk berikan kepada Yumna dan perhiasan itu malah berada di kamar para pelayan.

Dengan cepat para pelayan langsung bersujud dan meminta maaf, mereka tidak sengaja melakukan hal itu.

Mendengar permintaan dari para pelayan, Raymond hanya tersenyum.

Dor...

Raymond langsung menembak salah satu pelayan yang merupakan kepala pelayan yang bertugas mengelola semua keuangan dan kebutuhan Yumna.

Kedua pelayan hanya bisa terdiam dengan perasaan yang takut, mata mereka melihat darah yang mengalir membasahi lantai marmer.

"Kalian berdua, bersihkan darah itu dan jangan sampai menyisakan sedikit pun noda. Dan juga sampai ada noda yang tersisa, maka kalian berdua akan bernasib sama seperti dia." Ucap Raymond dengan tatapan dingin yang seakan tidak merasa bersalah telah membunuh seseorang.

"Baik Tuan." Jawab kedua pelayan yang masih gemetar ketakutan.

Terpopuler

Comments

Leng Loy

Leng Loy

Ternyata para pelayan yang korupsi padahal semua kebutuhan Yumna tercukupi bahkan perhiasan juga

2024-09-19

0

istiqlal👻👻

istiqlal👻👻

ya Allah di kira yummna dia tidak di urus suaminya....padhal apapun ada....bisannya itu

2024-09-08

1

YuWie

YuWie

pelayan yg nglunjak..2tahun lhoo

2024-08-28

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!