Yumna melirik jam dinding kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Wanita itu menghela nafas kasar, ia sudah menduga dari awal jika Raymond tidak akan pernah mau mendatanginya.
Yumna melirik dirinya di balik pantulan cermin, ia sudah berdandan sangat cantik untuk malam ini. Ia juga sengaja menggunakan baju tidur berbahan sutra, meski tidak seksi namun dapat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.
Yumna menghela nafas panjang, ia lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia tahu, meski dirinya meminta agar Raymond datang kepadanya. Pria itu pasti tidak akan datang, tapi Yumna tidak ingin menyerah. Jujur saja, ia sudah mencintai Raymond sejak pertama kali mereka bertemu.
Meski Raymond menodongkan pistol kepadanya, entah kenapa. Perasaan cinta di hatinya sama sekali tidak menghilang.
Di saat Yumna ingin memejamkan matanya, terdengar suara pintu yang di buka. Yumna tahu jika itu adalah pelayan yang datang kepadanya.
Tapi saat Yumna berbalik, ia melihat Raymond yang sudah berdiri di depan pintu dengan tatapan mata yang menatap langsung dirinya.
Deg.. Deg..
Jantung Yumna berdetak dengan kencang, ini adalah pertama kali mereka bertemu lagi sejak beberapa bulan terakhir. Raymond tetap pria yang berkarisma dengan dianugerahi wajah yang tampan.
Yumna lalu bangkit dari ranjang, ia menatap Raymond yang hanya diam dan tidak beranjak.
"Mana surat cerai itu." Ucap Raymond dengan tatapan tajam dan nada bicara yang terdengar sangat dingin.
Yumna tersenyum tipis, ia tahu bagaimana sikap Raymond kepadanya. Pria itu sama sekali tidak akan pernah mencintainya ataupun bersikap lembut kepadanya.
"Ini." Ucap Yumna seraya menunjukkan surat cerai nya.
Raymond hanya diam, ia tahu pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh Yumna. Hingga wanita itu dengan berani melakukan hal ini.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Raymond yang seakan malas berlama-lama berada di tempat Yumna.
wanita itu tersenyum sendu, "Kita sudah 2 tahun menikah, dan inilah terakhir kalinya kita sebagai sepasang suami istri." Ucap Yumna dengan mata yang menatap Raymond dengan tatapan serius.
Kini Raymond menyipitkan matanya, ia mencerna setiap kata yang dilontarkan oleh Yumna.
"Ku harap... Untuk terakhir kalinya, kita bisa melakukan hubungan suami istri." Ucap Yumna dengan lantang tanpa rasa malu.
Raymond terdiam dengan mata yang menatap Yumna, ia seakan tidak percaya dengan wanita di depannya. Wanita dua tahun lalu, yang selalu menangis saat berada di dekatnya. Hanya dengan di tatap saja, Yumna selalu menangis dan tertunduk dengan malu. Tapi sekarang, wanita itu telah berubah.
Raymond tersenyum tipis, ia seakan merasa jika Yumna sedikit menarik. Pria itu lalu berjalan mendekat ke arah Yumna, menciptakan suasana yang berbeda.
"Apa kau tidak akan menyesal?" Tanya Raymond dengan senyuman di wajahnya, tatapan matanya seakan menunjukkan penghinaan.
Namun Yumna hanya tersenyum dan dengan tegas mengatakan jika ia tidak akan pernah menyesali apa yang ia katakan.
Raymond menatap Yumna dari ujung kaki sampai kepala, ia akui istrinya ini adalah wanita yang cantik. Dan dengan uang yang selalu ia berikan, Yumna kini menjadi wanita yang semakin cantik dan berkarisma.
"Pantas sekarang kau berdandan sangat cantik seperti wanita penghibur, ternyata ada sesuatu yang kau inginkan." Ucap Raymond, kata-kata entah terdengar pujian atau penghinaan untuk Yumna.
Tapi Yumna hanya tersenyum menanggapi apa yang suaminya katakan, Yumna lalu mendekatkan dirinya pada Raymond. Seakan tidak ada perasaan takut di benak Yumna.
Ia lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Raymond, "Ini adalah pengalaman pertama ku, ku harap suami ku yang tampan dan gagah ini. Membuat malam ini menjadi malam yang tidak pernah terlupakan untuk ku." Ucap Yumna dengan senyuman di wajahnya.
Raymond tersenyum, tangan kanan Raymond langsung memeluk pinggang Yumna dan menarik wanita itu semakin dekat kepadanya. Hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua.
"Aku pria yang ganas di ranjang, ku harap kau menyiapkan tenaga mu. Agar kau tidak kewalahan, karena aku tidak suka bercumbu dengan wanita yang pingsan di atas ranjang hanya karena kelelahan." Bisik Raymond dengan senyuman di wajahnya.
Wajah Yumna seketika memerah sempurna, ia lalu tersenyum. "Hanya bercinta bagaimana mungkin aku bisa pingsan, tapi kita lihat dulu nanti. Dan aku ingin melihat, bagaimana kemampuan suami ku ini? Apakah sesuai dengan rumor yang tersebar atau hanya sebuah rumor semata." Ucap Yumna.
Raymond tersenyum tersenyum puas, ia merasa tertantang dengan kata-kata provokasi yang dilontarkan oleh Yumna.
Raymond lalu mencium bibir Yumna dengan lembut, pria itu tersenyum mengejek saat menyadari jika Yumna adalah pemain yang payah.
Tapi ada rasa bangga di hatinya, karena ia adalah pria yang akan mengajari wanita itu apa itu sex.
"Sebaiknya kau ingat baik-baik, semua pelajaran sex yang akan ku berikan kepada mu malam ini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Leng Loy
Raymond merasa tertantang
2024-09-19
0
nadia renanda
p
2024-09-09
0
Nurhayati Nia
hadirr thorr
2024-09-07
0