MISM : Bab 17

Yumna terdiam sejenak, ia mencerna perkataan yang dilontarkan oleh Raymond. Matanya menatap Raymond, wajah pria tampan di depannya nampak tersenyum tipis.

"Lepas!" Ucap Yumna, ia mendorong tubuh Raymond dengan kuat hingga pria itu hamil terjatuh.

Raymond menatap Yumna, dengan tatapan dingin. Ia sama sekali tidak suka dengan sikap Yumna yang sekarang.

"Apa kau belum puas mempermainkan ku?" Tanya Yumna seraya menundukkan kepalanya, ia tidak ingin lagi terjebak dalam hubungan yang tidak jelas dengan Raymond.

Selama dua tahun ia sudah lelah dengan sikap Raymond yang selalu mengacuhkan dan mengabaikan keberadaannya, tapi kini setelah mereka bercerai. Sikap Raymond malah berubah secara dramatis, pria itu bersikap lembut kepadanya dan hal itu membuat hati Yumna kembali goyah.

"Kita sudah bercerai! Jangan campuri kehidupan ku lagi, selama kita menikah kau selalu mengabaikan keberadaan ku. Dan kini setelah kita bercerai kau malah bersikap seperti ini?! Apa kau pikir, hal ini tidak membuat ku gila?! Kau seakan mempermainkan perasaan ku, aku juga punya hati! Aku tidak ingin di permainkan lagi seperti dulu oleh mu, cukup sekali saja aku menjadi wanita bodoh yang mau menunggu mu. Meski ku tahu, kau tidak akan pernah datang kepada ku.. Tapi cukup, sampai itu saja. Ku mohon.. Jangan buat perasaan ku kembali goyah seperti dulu." Ucap Yumna dengan mata yang berkaca-kaca.

Mendengar hal itu Raymond terdiam sejenak, ia lalu pergi begitu saja meninggalkan Yumna sendirian di kamar mandi.

Terdengar Isak tangis Yumna, inilah sikap asli Raymond. Pria itu pasti akan pergi meninggalkan nya, bagi Yumna apa yang dilakukan Raymon selama ini. Hanya sebuah godaan semata, pada kenyataannya Raymond sama sekali tidak pernah mencintainya.

...

Yumna berjalan sendirian di trotoar jalan, setelah kejadian tadi. Ia sama sekali tidak menemukan Raymond, pria itu seakan menghilang begitu saja.

Tapi Yumna sama sekali tidak peduli, baginya dari awal hubungannya dengan Raymond sudah selesai. Dan sekarang adalah waktunya Yumna harus mulai mandiri dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang janda.

Yumna berjalan ke arah apartemen miliknya, pintu kamarnya masih rusak dan tidak di perbaiki. Dengan bernafas lega, Yumna langsung membereskan barang-barang miliknya.

Dari tadi ia terus mencari tempat yang nyaman, dan akhirnya ia menemukan sebuah kontrakan yang berada di pusat kota dan di jamin keamanannya.

Yumna menatap keadaan kamarnya yang berantakan, ia juga berterimakasih kepada Raymond karena berkat dirinya. Ia bisa terbebas dari cengkraman pria-pria jahat yang akan memperkosanya.

Yumna juga penasaran, apa yang terjadi dengan keempat pria yang akan memperkosanya. Apakah Raymond langsung menjebloskan mereka ke penjara?

Dengan susah payah, Yumna berjalan seraya membawa dua koper besar miliknya. Ia berjalan mendekat mobil grab yang sudah ia pesan, dengan handphone baru yang ia beli.

Di sepanjang jalan, Yumna hanya diam dan tidak banyak bicara. Ia melihat handphonenya yang baru saja di beli, di handphone ini sudah tidak ada lagi nomor Raymond.

Kini Yumna sudah tidak bisa menghubungi Raymond dan begitu pun sebaliknya, ia akan berusaha untuk melupakan Raymond dan menjalankan kehidupan yang normal.

"Semangat Yumna, kini kau dan dia hanyalah sebatas orang asing. Tidak lebih.." Gumam Yumna pada dirinya sendiri.

Hingga mobil yang di tumpangi oleh Yumna, berhenti di depan sebuah kontrakan. Ia melihat pemilik kontrakan yang langsung menyapanya dengan ramah.

Yumna diajak masuk, ke dalam kontrakan berlantai dua. Tapi hanya memiliki 1 kamar tidur, melihat hal itu Yumna nampak senang. Meski kecil namun memiliki fasilitas yang lengkap.

Dari ruang tamu, dapur, kamar mandi bahkan tempat tidur. Dengan senang hati, Yumna langsung membereskan semua barang-barang miliknya.

Hingga semua kalung terjatuh ke lantai, Yumna terdiam sejenak. Ia melihat kalung yang sangat ia kenali, itu adalah kalung yang sering Raymond gunakan.

Dan pria itu pernah memberikan benda ini kepadanya, dengan cara di titipkan pada Roni. Yumna tersenyum tipis, dulu semua yang Yumna inginkan pasti akan di kabulkan tapi melalui Roni.

Raymond seakan enggan untuk menemui Yumna, entah apa yang dulu di pikiran Raymond. Karena kini sikap pria itu berbeda jauh, membuat perasaan Yumna kembali terguncang. Jika ia terus menerima perlakuan Raymond yang seperti ini, Yumna takut hatinya tidak kuat lagi dan ia pasti akan jatuh cinta lagi pada pria itu.

Terpopuler

Comments

Ibelmizzel

Ibelmizzel

yuna kan dapat uang 2 m gpa dak beli aja rumh yg kecil biar dak mikir bayarannya tiap bulan

2024-10-18

0

Leng Loy

Leng Loy

Semangat Yumna

2024-09-21

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

knp gak beli aja rumah nya biar kecil kan rumah sendiri lebih nyaman Yumna....

2024-08-05

4

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!