16. Hendak Dijadikan Sebagai Istri Keempat

Kenzo terbangun bertepatan dengan Emelia yang sedang sujud dalam shalatnya. Kenzo yang awalnya mengernyit mengawasi sekitar, langsung mengenali keadaan. Mengenai ia yang lagi-lagi sudah ada di dalam kamar Bella, di kediaman orang tua Emelia. Juga, Emelia yang lagi-lagi merawatnya.

Namun, tunggu sebentar. Ternyata kali ini Emelia tak sendiri. Karena di sebelah Emelia dan tertutup tubuh Emelia, ada sosok memakai mukena dan tubuhnya jauh lebih kecil dari Emelia.

“Onty Lia ... kira-kira, hari ini papa sudah bisa siuman, belum?”

Suara lembut seorang bocah perempuan yang terdengar sangat manja kepada Emelia, membuat jiwa seorang Kenzo bergejolak. Gadis cilik bermanik mata biru itu merupakan Alesha, putri semata wayang Kenzo!

“Kenapa Alesha bisa di sini?!” pikir Kenzo ketar-ketir. Ia mencoba duduk dengan cepat.

Emelia yang balas menatap kedua mata Alesha penuh sayang, berangsur menoleh ke belakang. Dari sana, suara erangan kesakitan dan ia yakini merupakan Kenzo, terdengar. Emelia yang awalnya masih membiarkan tangan kanannya disalami dengan sangat takzim oleh Alesha, bergegas berdiri. Salaman tangan yang masih berlangsung, Emelia ubah menjadi genggaman erat.

“Papa ... ini hari ke dua aku di sini. Dan selama Papa belum siuman, Papa terus panggil namaku.” Alesha menatap Kenzo penuh kekhawatiran. Mata birunya basah dan perlahan ia memeluk Kenzo. Apalagi, Emelia yang ia tatap dan maksudnya meminta izin, langsung mengangguk-angguk memberinya izin.

Emelia berlinang air mata menyaksikan interaksi Alesha dan Kenzo. Keduanya saling mengasihi, tapi tentu saja, hanya Alesha yang mau jujur.

“Aku juga sayang banget ke Papa. Jadi Papa jangan sakit lagi. Papa enggak boleh capek-capek apalagi sampai terluka parah seperti ini!” Alesha masih tersedu-sedu.

Kenzo yang balas memeluk Alesha juga tersedu-sedu.

“Aku sudah tidur selama satu minggu?” lirih Kenzo dingin kepada Emelia, tak lama setelah Alesha diajak membeli es krim di depan rumah oleh Berliana.

“Sepertinya lebih dari tidur,” balas Emelia sambil melipat mukena Alesha.

“Kenapa kamu sampai membawa Alesha ke sini?” ucap Kenzo masih dingin. Selain itu, ia juga tetap duduk selonjor dan juga terus menunduk. Tak sedikit pun ia melirik Emelia.

Emelia yang awalnya terus menunduk, juga berangsur menatap Kenzo. Ia menyimpan mukena milik Alesha yang ia lipat, di pangkuannya. “Tiga hari lalu Kakak sempat sibuk mengigau memanggil-manggil nama Alesha. Sehari aku masih tahan, selanjutnya aku sengaja izin meminjam Alesha ke mamanya.”

“Apalagi kebetulan, di hari itu mama sama yayahnya Alesha datang bersama pengacara yang Kakak mintai bantuan menyelesaikan kasusku.”

“Kalau tidak salah, pengacara itu bernama mas Narendra. Dia datang bersama adik perempuannya,” ucap Emelia menjelaskan.

Kenzo berangsur menghela napas kasar. “Mas Narendra itu kembarannya mamanya Alesha. Mereka enggak punya saudara kandung lagi, tapi saudara dari kerabat mereka memang banyak,” ucapnya.

“Oh ... mungkin memang begitu. Masalahnya, ... mas Endah enggak tahu pergi ke mana. Terakhir, dia terpantau melarikan diri. Ulahnya tertangkap CCTV rumah sakit!” lanjut Emelia yang kemudian pamit mengambil makan siang kepada Kenzo, di dapur.

“Endah kabur dan sampai sekarang, dia belum ditemukan?” pikir Kenzo langsung merenung serius.

Dulu, saat Kenzo terjebak dalam investasi bodong dan membuat Kenzo rugi miliaran, kabur juga menjadi hal yang terus Kenzo lakukan. Namun setelah pada akhirnya Kenzo tertangkap, Kenzo dipaksa menjadi mafia sebagai sarana dirinya melunasi semua pinjamannya.

Awalnya memang sangat berat, tapi lama-lama, Kenzo mulai menikmati dunia barunya. Kenzo bahkan sengaja selalu menjadi yang paling unggul karena pria itu sadar, menjadi pimpinan akan mendapatkan komisi sekaligus perlakuan yang spesial.

“Jangan-jangan, ... Endah yang tidak punya apa-apa juga nekat menjadi mafia,” batin Kenzo memutuskan untuk menyusul Emelia atau malah Alesha.

Kenzo ingin menegur bahkan bila perlu memarahi Emelia yang lagi-lagi membawanya pulang ke rumah orang tua Emelia. Iya jika keadaan Kenzo sehat atau setidaknya layak.

“Kalau boleh saya tahu, kapan masa iddah Mbak Amel ... ah maksud saya, mbak Emel, berakhir?”

Suara seorang pria dari ruang depan, mengusik Kenzo. Sebenarnya suara tadi terdengar sopan, tapi di telinga Kenzo, suara tadi dipenuhi modus.

“Ck! Belum apa-apa sudah ada yang meminang Emelia!” lirih Kenzo benar-benar kesal.

Kenzo masih berdiri di depan pintu kamar alm. Bella. Suasana rumah orang tua Emelia yang biasanya sudah sepi, jadi makin sepi. Tampaknya semuanya memang sudah berkumpul di ruang depan dan tak lain merupakan ruang tamu.

“Kebetulan, istri kedua dan ketiga saya, sudah setuju. Tinggal istri pertama yang masih perlu pendekatan lagi.” Suara pria tadi dan terdengar sangat jaim, kembali terdengar.

Kali ini, Kenzo langsung mendelik dan refleks menoleh ke depan. “Hah ...? Emelia mau dijadikan istri keempat?!” lirihnya sulit percaya.

Mengetahui Emelia sudah mendapat pinangan sebelum masa iddah berakhir saja, sudah membuat Kenzo kesal. Apalagi sekarang, ternyata Emelia akan dijadikan sebagai istri keempat! Kenzo tak terima dan sangat ingin memaki laki-laki itu.

“Sudah punya tiga istri, masih saja kurang!” batinnya sambil melangkah cepat meski masih agak terpincang-pincang.

Di ruang tamu, Emelia duduk di sofa panjang di antara orang tuanya. Mereka berhadapan dengan seorang pria tua bersorban khas pengusaha dari Arab Saudi. Di belakang si pria ada pria tinggi bertubuh tegap berkulit gelap dan berpakaian serba hitam layaknya Kenzo ketika bertugas menjadi mafia.

“Tuan Ameen, saya tahu dalam agama kita memperbolehkan poligami. Namun, saya menjadi salah satu wanita yang tidak mau menjadi bagian dari poligami!” ucap Emelia sangat santun di tengah kesibukan sang ayah batuk.

Mendengar balasan tenang dari Emelia barusan, perlahan Kenzo berhenti melangkah.

“M—mohon maaf ini Mbak Amel, ... eh, maksud saya, Mbak Emel! Itu Mbak berbicara seperti tadi, apakah ... Mbak Emel belum tahu bahwa imbalan bagi wanita yang mau dipoligami itu Surga ...?” ucap Tuan Ameen menatap saksama Emelia. Tak lupa, ia juga terus memasang senyum santunnya walau Emelia terus menunduk.

Emelia berangsur mengangguk santun. Ia yang sampai detik ini masih menjaga pandangannya dari pengusaha di hadapannya berkata, “Iya, Tuan. Saya juga mengetahui itu. Namun lagi-lagi, saya menjadi wanita yang tidak menjadikan poligami sebagai sarana masuk ke dalam Surga.

Kedua tangan pak Ameen yang ada di kedua lututnya berangsur mengepal. Kemudian ia menoleh ke belakang dan membuat sang ajudan menyerahkan empat karton yang ditenteng menggunakan kedua tangan. Semua itu dikeluarkan dari karton dan ditaruh di meja hadapan mereka. Tentunya, itu ditujukan kepada Emelia maupun orang tuanya. Karena jika Emelia tetap tidak tergiur, Tuan Ameen berharap orang tua Emelia akan tergiur kemudian memaksa Emelia untuk menerima Tuan Ameen.

Terpopuler

Comments

玫瑰

玫瑰

dia fikir semua orang materialistik?..huh

2024-05-12

1

Sonya Kapahang

Sonya Kapahang

Mau nyogok ceritanya pake duit apa barang² mahal..??? 🤨🤨🤨

2024-05-12

0

Dewi kunti

Dewi kunti

emang dah merasa adil mau poligami smp 4 istri,dengkul lemes gak tuuuch main ama yg muda,jangan2 baru mulai dah encok😂😂😂😂

2024-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 1. Ditalak dan Dijual
2 2. Saling Kenal
3 3. Melakukan Apa Pun
4 4. Cinta Lama—Pertama
5 5. Akibat yang Fatal
6 6. Memohon Kesempatan
7 7. Surat Gugatan Perceraian
8 8. Bakar Dan Buat Jatuh Miskin!
9 9. Penyebab Sekaligus Dalang Emelia Dijual
10 10. Janji yang Akan Ditepati
11 11. Kebakaran!
12 12. Kembali Ke Setelan Pabrik
13 13. Rasa Penasaran
14 14. Perawat Cantik Itu ....
15 15. Kekhawatiran yang Membuncah
16 16. Hendak Dijadikan Sebagai Istri Keempat
17 17. Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban
18 18. Aku yang Akan Menikahinya!
19 19. Permintaan Alesha
20 20. Perempuan yang Harus Kenzo Bunuh
21 21. Kalian Semua Harus Mati!
22 22. Jebakan Tak Terduga
23 23. Habisi Atau Dihabisi!
24 24. Pulang!
25 25. Dua Pekan Kemudian
26 26. Kenzo yang Mulai Cemburu : Leo Ke Emelia
27 27. Dedek Bayi
28 28. Pelukan Dadakan
29 29. Emelia yang Menjadi Pemberani
30 30. Siap Punya Banyak Anak
31 31. Nasib Endah
32 32. Rasanya Baru Kemarin
33 33. Manis~Panas
34 34. Harus Pulang Demi Istri
35 35. Istri Penyejuk Hati
36 36. Papa Bunda
37 37. Permintaan Mama Mertua
38 38. Emelia : Masya Allah, Aku Hamil!
39 39. Mir
40 Rehat Sejenak
41 40. Makin Romantis (Karena Luka Dari Kematian Mir)
42 41. Menemukan Solusi
43 42. Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Kau Jebak Aku, Kubuat Kalian Hanya Tinggal Nama!
46 Bahagia Bahkan Nikmat Di Awal, Tapi Deritanya Tak Berkesudahan
47 Maternity Shoot
48 Lahirnya Erland
49 Kebobolan Dan Dikorbankan
50 Novel : Elra Dan Syukur (Terbaru)
51 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 51 Episodes

1
1. Ditalak dan Dijual
2
2. Saling Kenal
3
3. Melakukan Apa Pun
4
4. Cinta Lama—Pertama
5
5. Akibat yang Fatal
6
6. Memohon Kesempatan
7
7. Surat Gugatan Perceraian
8
8. Bakar Dan Buat Jatuh Miskin!
9
9. Penyebab Sekaligus Dalang Emelia Dijual
10
10. Janji yang Akan Ditepati
11
11. Kebakaran!
12
12. Kembali Ke Setelan Pabrik
13
13. Rasa Penasaran
14
14. Perawat Cantik Itu ....
15
15. Kekhawatiran yang Membuncah
16
16. Hendak Dijadikan Sebagai Istri Keempat
17
17. Bukan Pilihan, Melainkan Kewajiban
18
18. Aku yang Akan Menikahinya!
19
19. Permintaan Alesha
20
20. Perempuan yang Harus Kenzo Bunuh
21
21. Kalian Semua Harus Mati!
22
22. Jebakan Tak Terduga
23
23. Habisi Atau Dihabisi!
24
24. Pulang!
25
25. Dua Pekan Kemudian
26
26. Kenzo yang Mulai Cemburu : Leo Ke Emelia
27
27. Dedek Bayi
28
28. Pelukan Dadakan
29
29. Emelia yang Menjadi Pemberani
30
30. Siap Punya Banyak Anak
31
31. Nasib Endah
32
32. Rasanya Baru Kemarin
33
33. Manis~Panas
34
34. Harus Pulang Demi Istri
35
35. Istri Penyejuk Hati
36
36. Papa Bunda
37
37. Permintaan Mama Mertua
38
38. Emelia : Masya Allah, Aku Hamil!
39
39. Mir
40
Rehat Sejenak
41
40. Makin Romantis (Karena Luka Dari Kematian Mir)
42
41. Menemukan Solusi
43
42. Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Kau Jebak Aku, Kubuat Kalian Hanya Tinggal Nama!
46
Bahagia Bahkan Nikmat Di Awal, Tapi Deritanya Tak Berkesudahan
47
Maternity Shoot
48
Lahirnya Erland
49
Kebobolan Dan Dikorbankan
50
Novel : Elra Dan Syukur (Terbaru)
51
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!