BAB 16 (Revisi)

Mendengar suara jeritan Yara, Aksa langsung berjalan dengan langkah cepat menuju dapur. Ia melihat Yara yang berdiri diatas kursi dan itu berhasil membuat Aksa ternganga sebentar. 

“Astaga, kau ini kenapa?” Tanya Aksa dengan tangan berkacak pinggang. 

Yara langsung turun dari atas kursi, ia langsung berlari menuju pelukan Aksa. 

“Kak.. Aku takut, takut banget..” Adu nya kepada sang suami yang tidak tahu apa-apa itu. 

Aksa melihat sekitar meja makan, tidak ada yang menakutkan untuknya. Hanya ada berbagai makanan yang tersaji di meja dan ada berbagai buah. 

“Kau takut apa?” Tanya Aksa dengan penuh kesabaran sekalipun ia sudah lelah sekali dengan istri pengganti nya itu. 

Yara tersadar, ia langsung melepas pelukannya. Yara menjadi salah tingkah, karna phobia ia menjadi memeluk Aksa dengan sangat erat seperti ini. Untung saja Aksa tidak marah atau bahkan belum menyadari apa yang telah Yara lakukan. 

Tangan Yara menunjukkan kearah meja makan, dan tentu saja Aksa tidak mengerti. 

“Apa? Katakan dengan jelas!” Perintah Aksa dengan tegas. 

“Ada buah salak, aku takut melihat kulit buah itu. Aku phobia dengan buah salak, aku takut..” Jelas Yara dengan wajah pucat pasi membuat Aksa yakin jika gadis dihadapan nya itu sedang tidak berbohong. 

Sebenarnya Aksa ingin tertawa kala mengetahui kenyataan itu. Sampai ia usia 28 tahun, Aksa belum pernah mendengar ada orang takut dengan kulit salak. 

“Dia juga tidak gigit, Yara.” Kata Aksa. 

Yara mengerucutkan bibir nya, ia juga tahu kalau salak itu tidak memiliki gigi untuk mengigit. Yara pasrah jika sekarang Aksa akan mem-bully atau melakukan apapun atas phobia yang ia rasakan. Karna Yara saja tidak tahu alasan apa yang membuat nya takut dengan kulit salak yang tidak bersalah itu. 

Aksa mengambil buah salak itu dimeja, ia memegang nya begitu saja. Membuat Yara bergidik ngeri, bahkan ia sampai merinding melihat cara Aksa memegang buah itu. 

Keduanya hanya diam dengan pikiran masing-masing, hingga tiba-tiba saja. 

“Arrrrrrrrgggggggggghhhhhhhhhh!” Yara menjerit kencang kala buah salak itu dilempar Aksa tepat mengenai dada nya. Yara bahkan spontan menangkap buah itu, ia menjerit-jerit dengan tangan memegang buah salak. 

Aksa tertawa kencang, ia sampai memegangi perutnya karena merasakan geli yang teramat. Melihat Yara yang kebingungan serta wajahnya pucat pasi hanya karna ada buah salak di tangannya. Hingga tiba-tiba saja, Yara jatuh pingsan membuat tawa Aksa langsung berhenti. 

“Astaga, mati aku!” Aksa langsung memapah tubuh Yara yang tidak berdaya. Wanita itu benar-benar tidak sadarkan diri hanya karna buah salak, “Ternyata dia benar takut dengan buah salak, kok ada ya?”

Aksa menggendong tubuh Yara membawanya menuju ruang tengah. Aksa membaringkan tubuh Yara diatas sofa, ia sebenarnya panik. 

“Kalau dia mati gimana? Aku pernah mendengar ada orang mati karna phobia yang dimiliki.” Aksa bermonolog sendiri. 

Tidak berpikir panjang atau memakai keahliannya sebagai seorang dokter yang tidak jadi. Aksa malah langsung menghubungi dokter keluarga besar nya, keadaan Yara membuat nya takut. Selain itu Aksa juga menyadari ada sebagian ulah nya disana. 

Sambil menunggu kedatangan dokter, Aksa duduk di lantai sembari memegang dahi Yara. Gadis itu masih belum sadar juga, wajahnya masih pucat saja. 

“Aduh.. Bocah ini membuat ku takut saja. Tidak lucu tau, kau mati hanya karna buah salak yang tidak memiliki gigi.” Aksa terus mengomel kepada Yara yang tidak sadarkan diri. 

Hingga kedatangan dokter membuat nya langsung bangkit, dokter Faruz. Pria itu sedikit terkejut kala melihat seorang wanita tidak berdaya berbaring di sofa, pikirannya sudah macam-macam sekarang. 

“Cepat, periksa dia, Kak..” Ucap Aksa kepada Faruz yang malah terpelongo menatap Yara. 

Faruz tersadar, ia langsung memeriksa keadaan Yara. Memeriksa denyut nadi dan segala hal, ia sudah berpikir yang tidak tidak. 

“Dia seperti sangat terkejut, seperti ada sesuatu kejadian berat yang baru saja dia alami.” Jelas Faruz yang langsung membuat wajah Aksa berubah menjadi ekspresi tak terbaca. 

Faruz mengoleskan minyak angin di hidung Yara, hingga wanita itu langsung membuka mata. Yara langsung bangkit dengan napas tersenggal senggal, ia menatap tajam Aksa yang malah kelihatan tidak bersalah sama sekali. 

“Bagus, bocah itu sudah sadar. Sekarang Kakak pulang lah, sisanya biar aku yang urus.” Ucap Aksa kepada Faruz yang berdecak sebal, padahal ia ingin menanyai Yara tentang apa yang sebenarnya terjadi. 

Faruz tidak mau berdebat dengan adik kandung temannya itu, ia tahu seperti apa Aksa itu. Faruz langsung berlalu pergi begitu saja, yang terpenting tugasnya sudah selesai. 

“Dasar beruang!” Teriak Yara kepada Aksa yang tengah berdiri dihadapan nya. 

“Beruang?”

“Ya, sudah tahu aku takut sama salak. Malah sembarangan ngasih buah itu ditangan ku, jahat banget si!” Yara terus mengomel kepada Aksa yang malah terlihat tenang. 

Aksa melipat tangannya didada, ia menatap Yara yang seperti tidak Terima dengan semua kelakuannya tadi. 

“Lagian orang bodoh mana yang takut dengan buah itu. Kau saja yang lemah, sama salak saja takut.” Ejek Aksa diselingi tawanya. 

Yara langsung bangkit, ia mendongak agar bisa menunjukkan tatapan tajam nya kepada sang suami yang tidak merasa bersalah sama sekali. 

“Bocah seperti mu memang lagi gemas gemas nya si, takut sama salak. Hahahaha..” Aksa terus menertawakan Yara yang menatap nya tajam. 

Keasikan tertawa mungkin membuat Aksa tidak menyadari apa yang akan dilakukan wanita kecil dihadapan nya. Yara mengambil ancang-ancang, bagaikan ikan piranha. Itulah Yara sekarang, ia menggigit lengan kekar Aksa hingga sang empu berteriak kesakitan. 

“Awwwwwwwww! Sakit!”

Yara langsung berlari kencang menuju keluar rumah, tentu saja Aksa mau mengejar gadis itu untuk memberi pelajaran. Tapi, baru maju selangkah ponselnya sudah berbunyi. Terpaksa Aksa harus menghentikan niat nya, ia memeriksa siapa yang menelpon dirinya diwaktu masa cuti pernikahan seperti ini. 

Tertera nama Danu, sudah pasti Aksa tidak merespon panggilan itu. Ia tahu jika Danu hanya akan mengejek atau membahas soal malam pertama saja. 

“Bodoamat deh!” 

Yara ngos-ngosan hingga terduduk di bangku taman halaman samping, ia melihat kesana kemari untuk memastikan aman atau tidaknya. Yara menghela napas lega karna Aksa tidak mengejarnya, ia bisa beristirahat sebentar. 

Mengingat kelakuan Aksa tadi benar-benar membuat Yara benci tujuh keliling kepada sang suami. Jelas-jelas ia takut, pria itu malah sengaja mempermainkan phobia nya. Sejujurnya Yara juga tidak tahu mengapa phobia yang ia miliki semudah itu, kulit salak. Membayangkan baju dari buah itu, membuat Yara bergidik ngeri. 

Kala sedang melamun, Yara mencium aroma mie ayam Mamang yang selalu saja ia beli di waktu SMA. Yara langsung mencari dimana posisi Mamang mie ayam itu, ternyata berapa dipagar utama bersama Pak Satpam. 

Tanpa berpikir panjang dahulu, Yara langsung berlari kearah pagar utama. Ia ingin makan mie ayam itu sekarang juga, sudah lama sekali rasanya tidak makan mie ayam langganan nya itu. 

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

aduuuh kok ngakak aku bacanya , Aksa keterlaluan kamu ya

2025-03-17

0

Popy Desiana

Popy Desiana

kan jadi bengek sama kelakuan yara 🤣🤣🤣🤣🤣... sudah kebayang gimana service ranjang versi yara, dan Aksa yg jelas jauh berbeda 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-05-06

2

Lannnn🙈

Lannnn🙈

🤣🤣🤣

2024-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 (Revisi)
2 BAB 2 (Revisi)
3 BAB 3 (Revisi)
4 BAB 4 (Revisi)
5 BAB 5 (Revisi)
6 BAB 6 (Revisi)
7 BAB 7 (Revisi)
8 BAB 8 (Revisi)
9 BAB 9 (Revisi)
10 BAB 10 (Revisi)
11 BAB 11 (Revisi)
12 BAB 12 (Revisi)
13 BAB 13 (Revisi)
14 BAB 14 (Revisi)
15 BAB 15 (Revisi)
16 BAB 16 (Revisi)
17 BAB 17 (Revisi)
18 BAB 18 (Revisi)
19 BAB 19 (Revisi)
20 BAB 20 (Revisi)
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 EP61 Adegan Gagal di Mansion
62 EP62 Suamiku Nggak Sayang lagi~Yara
63 EP63 Syukuran Keluarga Besar (1)
64 EP64 Syukuran Keluarga Besar (2)
65 EP65 Syukuran Apa Bersyukur? ~Aksa
66 EP66 Keahlian Yara
67 EP67 Bertemu Pria Baik~Yara
68 EP68 Pak Suami Cemburu?
69 EP69 Istriku Kuat~Aksa
70 EP70 Honeymoon Ala Aksa
71 EP71 Kejutan Pak Suami
72 EP72 Malam Penuh Cinta
73 EP73 Gangguan Dari Planet Lain
74 EP74 Mengejar Madu
75 EP75 Siapa Yg Tidak Subur?
76 EP76 Lagi?
77 EP77 Aku Yang Salah~Aksa
78 EP78 Takut Cinta Itu Hilang~Aksa
79 EP79 Terus Menghindar
80 EP80 Kabar Mengejutkan
81 EP81 Menyempurnakan Kekuranganmu
82 EP82 Kita Sama-sama Bahagia~TAMAT
Episodes

Updated 82 Episodes

1
BAB 1 (Revisi)
2
BAB 2 (Revisi)
3
BAB 3 (Revisi)
4
BAB 4 (Revisi)
5
BAB 5 (Revisi)
6
BAB 6 (Revisi)
7
BAB 7 (Revisi)
8
BAB 8 (Revisi)
9
BAB 9 (Revisi)
10
BAB 10 (Revisi)
11
BAB 11 (Revisi)
12
BAB 12 (Revisi)
13
BAB 13 (Revisi)
14
BAB 14 (Revisi)
15
BAB 15 (Revisi)
16
BAB 16 (Revisi)
17
BAB 17 (Revisi)
18
BAB 18 (Revisi)
19
BAB 19 (Revisi)
20
BAB 20 (Revisi)
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
EP61 Adegan Gagal di Mansion
62
EP62 Suamiku Nggak Sayang lagi~Yara
63
EP63 Syukuran Keluarga Besar (1)
64
EP64 Syukuran Keluarga Besar (2)
65
EP65 Syukuran Apa Bersyukur? ~Aksa
66
EP66 Keahlian Yara
67
EP67 Bertemu Pria Baik~Yara
68
EP68 Pak Suami Cemburu?
69
EP69 Istriku Kuat~Aksa
70
EP70 Honeymoon Ala Aksa
71
EP71 Kejutan Pak Suami
72
EP72 Malam Penuh Cinta
73
EP73 Gangguan Dari Planet Lain
74
EP74 Mengejar Madu
75
EP75 Siapa Yg Tidak Subur?
76
EP76 Lagi?
77
EP77 Aku Yang Salah~Aksa
78
EP78 Takut Cinta Itu Hilang~Aksa
79
EP79 Terus Menghindar
80
EP80 Kabar Mengejutkan
81
EP81 Menyempurnakan Kekuranganmu
82
EP82 Kita Sama-sama Bahagia~TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!