Dua orang penjahat tersebut berhasil dilumpuhkan oleh seorang laki-laki berpakaian dinas angkatan laut yang tidak sengaja sebelumnya mendengar teriakan Arumi. Kebetulan ia baru saja turun dari kapal dan tidak tahu jalan menuju parkiran. Karena ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di dermaga tersebut. Temannya sedang menunggu di parkiran motor untuk menjemputnya.
Lelaki itu yakni Yuda Kusuma. Dua penjahat tersebut berhasil Yuda pukul hingga babak b3lur lalu ia ikat dengan tali seadanya. Yuda segera menghubungi rekannya yang menunggu di parkiran untuk memanggil pihak berwajib. Setelah itu dua penjahat tersebut berhasil digelandang ke kantor polisi terdekat.
Beruntung Yuda segera menolong Arumi sebelum para penjahat itu menyentuh wanita ini. Ketika Yuda mendekat pada Arumi yang memejamkan mata sambil menangis ketakutan, ia begitu terkejut.
"Arumi," sapa Yuda.
Seketika Arumi pun membuka matanya dan melihat lelaki penolongnya ternyata yakni Yuda Kusuma. Ya, ia kenal lelaki ini. Walaupun tidak terlalu dekat. Yuda Kusuma adalah anak kepala desa di tanah kelahirannya.
"Mas Yuda," ucap Arumi yang terkejut melihat Yuda. Terlebih saat ini Yuda memakai pakaian dinas angkatan laut. Sudah lama ia tak mengetahui kabar lelaki ini karena dirinya pindah ke kota J bersama bibinya.
Yuda pun lantas membantu melepaskan ikatan pada tubuh Arumi. Lalu keduanya memutuskan untuk singgah di sebuah cafe yang tak jauh dari dermaga. Sebelumnya, Arumi mendatangi kantor polisi untuk dimintai keterangan mengenai kejadian menakutkan tadi. Beruntung ia tidak sampai disentuh atau diper*k0sa oleh dua penjahat tersebut karena Yuda menolongnya.
"Makasih banyak, Mas. Aku berhutang budi padamu," ucap Arumi pada Yuda.
Keduanya saat ini sudah duduk di sebuah cafe dan Yuda tengah menyeruput es kopi latte pesanannya.
"Sesama manusia kan memang sudah sepantasnya saling tolong-menolong, Rum. Terlebih kita berasal dari satu desa yang sama,"
"Sekali lagi terima kasih banyak ya, Mas. Aku enggak tahu kalau Mas gak datang menolongku tadi, pasti_" ucapan Arumi seketika terpotong karena Yuda memberi kode padanya untuk tak meneruskan kalimatnya.
"Sudahlah, Rum. Semua sudah takdir. Mungkin Tuhan mengirimkan diriku tanpa sengaja datang ke sini disaat kamu butuh pertolongan dariku. Mungkin suatu saat di masa depan aku juga butuh bantuanmu. Manusia kan memang lumrahnya saling membantu satu sama lain," ujar Yuda.
"Ya, Mas. Jika nanti di masa depan Mas punya permintaan atau bantuan, katakan saja. Akan aku lakukan demi balas budi baikmu hari ini untukku," ucap Arumi.
"Tak perlu seperti itu, Rum. Aku ikhlas kok menolongmu," tutur Yuda. Arumi pun tersenyum pada Yuda.
Keduanya saling berbincang lebih dalam dan terlihat mencair. Yuda pun menceritakan pada Arumi jika ayahnya sudah meninggal dunia. Dirinya berhasil menjadi prajurit angkatan laut. Semua Yuda lakukan demi keluarganya yang membutuhkan biaya hidup dan juga membayar utang atas pengobatan mendiang ayahnya.
Arumi semakin kagum dengan kegigihan Yuda demi keluarga. Arumi tahu Yuda masih memiliki ibu dan seorang adik wanita bernama Wulan.
Arumi juga menceritakan pada Yuda bahwa bibinya tengah sakit keras. Ia butuh banyak biaya. Walaupun pekerjaan yang sekarang gajinya memang tinggi, tetapi tetap saja masih kurang untuk biaya berobat bibinya. Terlebih status dirinya masih pegawai kontrak. Belum ada kejelasan kapan dirinya bisa menjadi pegawai tetap.
"Kalau kamu mau, nanti coba aku carikan pekerjaan yang lebih baik dari sini. Tetapi yang pasti pekerjaan itu ada di kota tempat aku berdinas," ucap Yuda.
"Loh, Mas Yuda bukan berdinas di kota ini?" tanya Arumi cukup terkejut.
"Bukan, Rum. Aku ke sini karena ada senior yang akan menikah. Jadi aku dimintain tolong olehnya untuk datang ke kota ini sekalian aku juga diundang di pernikahannya. Lusa aku sudah balik lagi," jawab Yuda.
"Oh, begitu Mas. Oke-oke. Enggak apa-apa kalau aku harus pindah kota lain sama bibiku. Asal gajinya lebih gede dan pegawai tetap biar ada jaminan juga. Soalnya, kalau pegawai kontrak kita suka was-was. Saat end kontrak misal kantor enggak memperpanjang, kita nganggur deh. Terus makan mau pakai apa, Mas? Huft !" keluh Arumi.
"Doakan semoga di kotaku, bisa segera aku dapatkan pekerjaan yang cocok dengan mau kamu tadi. Aku punya beberapa kenalan teman dekat di sana. Sabar ya Rum," ucap Yuda.
"Iya, Mas. Terima kasih,"
"Hem," jawab Yuda seraya tersenyum menatap Arumi.
Kemudian keduanya bertukar nomor telepon masing-masing untuk memudahkan komunikasi. Yuda pun mengantar Arumi ke kosnya. Dina terkejut melihat ada laki-laki berseragam angkatan laut mengantar Arumi ke kosan. Sebab selama berteman dengan Arumi cukup lama, sahabatnya itu tak pernah punya pacar atau teman dekat laki-laki. Walaupun laki-laki yang suka dengan Arumi cukup banyak. Akan tetapi tidak pernah digubris oleh Arumi.
Dina juga kaget saat mendengar cerita singkat dari Yuda kalau Arumi hampir jadi korban pemer*k0saan. Yuda pun pamit seraya menyuruh Dina untuk menjaga Arumi. Yuda berharap Dina bisa membantu Arumi untuk melupakan kejadian buruk tadi di dermaga.
Yuda pun sampai di kosan temannya. Kini ia tengah menatap langit-langit kamar kos milik temannya tersebut. Ia tersenyum bahagia karena Tuhan mempertemukan kembali dirinya dengan Arumi, wanita yang diam-diam ia cintai selama ini.
Arumi ketika masih SMP sudah dikenal sebagai kembang desa karena kecantikan alami dan pesona yang dimiliki oleh wanita ini mampu menyihir laki-laki. Terlebih seorang Yuda Kusuma yang dulu yakni sebagai anak kepala desa. Jarak usia dirinya dengan Arumi sekitar tiga tahun.
"Arumi, aku mencintaimu. Semoga kali ini kamu tak menghilang lagi dari hidupku dan menjadi istriku di masa depan nantinya," batin Yuda.
Bersambung...
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Hulatus Sundusiyah
arumi, diam diam menghanyutkan...
2024-09-06
0
Abie Mas
wow arumi bnyk fans
2024-07-19
3
💗 AR Althafunisa 💗
Ibarat kata perang doa diantara dua manusia untuk seorang Arumi dan inilah jalan takdirnya, semuanya memiliki hanya diantara salah satunya berjodohnya tak panjang. eh, 😂
2024-06-15
2