Bab 13 - Trauma Masa Lalu

Kini mereka bertiga sudah berada di restoran hotel. Ketiganya tengah menyantap menu makan pagi.

"Kamu mau tambah, Rum? Biar Mas ambilin ya," tawar Adib.

"Enggak usah, Mas. Aku sudah kenyang," cicit Arumi lirih.

Dan Nyonya Elsa mendengar pembicaraan barusan antara anak dan menantunya tersebut.

"Makan yang banyak, Rum. Kamu sedang hamil. Cucuku di dalam sana pasti juga butuh gizi dan nutrisi yang cukup," ucap Nyonya Elsa seraya memberikan tambahan sayur dan lauk yang ia letakkan pada piring Arumi.

"Cu_cu," gumam Arumi lirih namun terdengar jelas oleh Adib dan ibunya.

"Tentu saja bayi itu juga cucuku. Kamu kan sudah menikah dengan Adib, putraku. Apa tidak boleh aku menyebutnya cucuku juga?"

Seketika Arumi menatap Nyonya Elsa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Tes...

Tes...

Air mata Arumi pun luruh seketika membasahi pipinya.

"Ehm, maaf." Arumi pun menundukkan pandangannya lantas saat tangannya akan menyambar tisu untuk menyeka air matanya, Adib mendahuluinya.

"Sudah, jangan nangis. Ibu hamil enggak boleh cengeng atau bersedih. Nanti jagoan Papa ikut sedih," ucap Adib seraya tangannya yang membawa selembar tisu langsung menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya.

"Terima kasih banyak Bu, Mas." Arumi semakin terharu dengan kebaikan Adib dan ibu mertuanya.

Terlebih Arumi anak yatim piatu yang sejak kecil sudah kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya. Setelah itu, ia nyaris tak pernah merasakan lagi kasih sayang dari orang tua yang tulus padanya selepas ayah dan ibunya meninggal dunia.

"Sebenarnya Mama sedikit kecewa mendengar keputusanmu untuk tetap tinggal di rumah itu dari Adib. Tapi, Mama enggak akan ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian berdua. Hal itu mutlak keputusan ada pada kalian. Namun, Mama berharap kamu bisa segera beradaptasi bahwa Adib saat ini sudah menjadi suamimu. Dia juga butuh kamu di sampingnya," ucap Nyonya Elsa mengeluarkan uneg-unegnya pada Arumi.

Namun tetap ia sampaikan dengan bahasa yang wajar tanpa nada memojokkan atau menghakimi Arumi. Ia pernah hamil sehingga sangat tahu bahwa perasaan ibu hamil itu sensitif dan akan sangat berpengaruh besar pada tumbuh kembang bayi yang ada di dalamnya.

"Satu lagi, panggil aku Mama seperti Adib memanggilku."

"Iya Bu, eh Ma." Arumi pun segera meralatnya karena masih dilanda gugup.

Sarapan pun berlanjut hingga selesai dengan baik. Selepas sarapan, Nyonya Elsa kembali ke kamarnya untuk mengepak barang-barangnya. Arumi dan Adib pun masuk ke dalam kamar mereka kembali.

☘️☘️

Sepasang pengantin baru tersebut kini tengah duduk di sofa. Saling berdekatan namun tak ada sentuhan fisik.

"Rum," panggil Adib.

"Iya, Mas."

"Kira-kira kamu lahiran kapan?" tanya Adib tiba-tiba.

"Sekitar dua bulan lagi, Mas. Kenapa?"

"Oh, enggak apa-apa. Aku cuma mau persiapan ambil cuti. Kata kamu ingin lahiran di kota ini. Jadi, aku pengin nanti sewaktu kamu melahirkan, aku ada di sampingmu. Menemanimu sekaligus mengadzani anak kita. Kamu enggak marah kan kalau aku menganggap dia sebagai anakku juga?"

Arumi semakin terharu mendengar penuturan suaminya ini. Ia tak mampu berkata apapun. Bibirnya seakan terkunci hingga dirinya kehabisan kata-kata. Rasa haru di dadanya semakin menyeruak. Entah amal perbuatan apa di masa lalu yang pernah ia lakukan sehingga membuat dirinya seakan diberi ketenangan dan kenyamanan ketika bersama Adib.

Seolah-olah dirinya merasa diratukan dan dicintai oleh Adib. Padahal ia hanya seorang janda bukan gadis yang masih pera*wan. Terlebih ia tengah hamil, benih orang lain bukan benih Adib. Tetapi Adib seakan sayang bukan hanya padanya tetapi juga pada calon jabang bayinya ini.

"Iya, Mas. Aku enggak marah kok. Terima kasih sudah menganggap calon jabang bayiku ini sebagai anakmu juga. Walaupun dia bukan darah dagingmu," ucap Arumi seraya mengelus perut buncitnya dan sesekali menyeka air matanya yang sudah menganak di sudut agar tidak menetes.

"Aku tidak bisa sering-sering ke sini. Satu bulan lagi aku baru bisa berkunjung ke kota ini. Jika terlambat, mungkin aku baru bisa ke sini satu minggu sebelum kamu melahirkan. Karena lusa aku harus berlayar cukup jauh membawa bantuan kemanusiaan ke negara lain yang sedang konflik,"

Deg...

Berlayar cukup jauh ?

Kata-kata ini seakan menjadi momok yang menakutkan di benak Arumi. Sejujurnya, ia tak menyalahkan takdirnya jika harus kembali memiliki suami seorang prajurit angkatan laut. Karena ia memahami semua yang terjadi dalam hidup manusia adalah kehendak takdir dari Sang Pencipta.

Hanya saja ia memiliki trauma masa lalu yang pedih. Ditinggal mendiang Yuda untuk selama-lamanya di saat usia pernikahan mereka baru dua bulan dan dalam kondisi hamil muda. Bahkan jasad seluruh awak kapal selam yakni Yuda dan rekan-rekannya tidak ditemukan. Sehingga kuburan Yuda ada di lautan bukan kuburan pada umumnya seperti orang lain di luar sana.

Diduga tubuh para awak kapal sudah hancur akibat kapal selam yang pecah dan terkena tekanan arus bawah laut yang begitu dahsyat. Dikarenakan yang ia dengar bahwa manusia hanya bisa menyelam di kedalaman laut 300-400 meter di bawah permukaan laut. Itu pun dengan alat yang sangat lengkap. Jika lebih dari itu maka paru-paru dan jantung manusia dapat pecah karena mengalami tekanan hidrostatis yang sangat tinggi.

Kejadian yang terjadi pada mendiang Yuda, kapal selam tersebut tenggelam hingga ditemukan di kedalaman 800 meter lebih di bawah permukaan laut. Arumi tak dapat membayangkan kengerian yang menimpa Yuda serta rekan-rekan prajurit angkatan laut yang ada di dalamnya kala itu.

Kini traumanya tersebut muncul kembali karena Adib akan pergi berlayar cukup jauh ke luar negeri. Terlebih ke daerah konflik. Walaupun ia belum mencintai suami barunya ini, akan tetapi rasa khawatir sebagai seorang istri pasti tetap ada.

Wajah tegang Arumi saat ini terbaca jelas oleh Adib. Namun ia belum bisa menebak pikiran dan isi hati Arumi.

"Kamu kenapa, Rum? Kok diam saja."

Namun Arumi masih terdiam dan pandangannya tengah kosong menghadap ke depan. Adib yang duduk di sampingnya, akhirnya memberanikan diri memegang pundak Arumi dan menepuknya dengan lembut.

"Rum," panggil Adib.

Seketika Arumi memejamkan matanya sejenak lalu membukanya kembali. Ia menoleh pada Adib dengan kondisi mata yang sudah berembun. Adib pun tampak bingung dan khawatir. Tiba-tiba...

Grepp...

Sebuah pelukan seketika menerjang tubuh Adib. Hampir saja tubuh sang komandan ini terhuyung ke belakang. Beruntung ia dengan cepat bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Baca novel sambil dengerin lagu sekecewa itu. Ya walau ga nyambung sama lirik sama alur cerita novel tapi tetep sedih krna lagunya sedih 😭😭😭

2024-06-15

4

WaTea Sp

WaTea Sp

rumi tkut ditinggal lagi kerna kel adib sangat sayang ma rumi

2024-06-14

3

Yuniki E𝆯⃟🚀

Yuniki E𝆯⃟🚀

Trauma ya Rum 🫂🫂

2024-05-11

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!