Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)

Arumi bingung tak karuan ketika ia tak mendapati Adib di dalam kamar hotel. Bahkan nomor ponsel suami sendiri saja, ia pun tak tahu. Ia begitu merutuki dirinya saat ini.

"Ya ampun, mungkin cuma aku di dunia ini yang jadi seorang istri tapi enggak tahu nomor ponsel suaminya sendiri. Ya Tuhan, bodohnya aku sampai terlupa menanyakan hal penting ini sama Mas Adib. Bagaimana aku bisa hubungi dia sekarang?" keluh Arumi tertunduk lesu.

Sedangkan orang yang tengah dicemaskan oleh Arumi, sedang bercengkerama santai dengan ibunya di kamar sebelah.

"Haha... astaga Adib, Adib. Mama sampai punya pikiran yang aneh-aneh. Tumben putra Mama yang keras kepala soal cinta dan pernikahan, paling susah kalau dijodohkan sama wanita mana pun, yang konon katanya sudah kadung bucin sama seorang wanita yang fotonya saja enggak punya tapi pengakuan secara frontal dari Kapten Adib bahwa wanitanya itu cantik dan manis orangnya. Eh, mendadak menerima pernikahan penuh keterpaksaan sama seorang janda muda yang tengah hamil besar. Mama pikir kamu kesambet, Dib. Ternyata dia toh wanita itu," ledek Nyonya Elsa Hadijoyo seraya tersenyum pada putra semata wayangnya yang tengah tersipu malu.

Dahulu ketika Adib menolak perjodohan yang Nyonya Elsa berikan, putranya tersebut menyampaikan bahwa ia mencintai wanita lain. Sehingga di hatinya hanya ada nama wanita itu. Tak ada tempat untuk yang lain.

Berulang kali Nyonya Elsa merayu Adib untuk menerima perjodohan dari sekian banyaknya calon tetap ditolak oleh putranya. Dan pada akhirnya Nyonya Elsa hanya bisa berpasrah diri atas takdir dan jodoh putra semata wayangnya itu.

Ia tak ingin memaksa Adib. Karena sebagai ibu, ia sangat tahu watak putranya tersebut. Mirip seperti mendiang suaminya. Sekali jatuh cinta pada seseorang, akan tetap tertuju pada orang tersebut. Tak bisa berpindah ke lain hati.

☘️☘️

"Ah, Mama. Sudah deh. Dari tadi ledekin Adib terus," gerutu Adib seraya mengerucutkan bibirnya di depan sang Mama.

"Jangan dimajukan bibirnya gitu dong. Inget umur, Adib. Kamu bukan abege lagi, tapi sudah tua. Haha..." ledek Nyonya Elsa seraya tertawa lepas.

"Mama, ih. Calon Mayor masih klimis dan ganteng begini, masak disebut tua sih. Abege dong, Ma. Casing boleh matang tapi jiwaku akan selalu tetap muda dan tahan banting. Gempur Arumi di atas ranjang buatin cucu untuk Mama sampai sepuluh ronde juga masih sanggup kok," ucap Adib seraya membusungkan dadanya di depan ibunya dengan rasa percaya diri yang tinggi.

"Masalahnya, Arumi mau digempur sama kamu apa enggak? Hehe..."

"Ya pelan-pelan dong, Ma. Kalau terburu-buru nanti dia bisa jantungan dapat serangan mendadak dari perjaka gagah nan tampan seperti aku ini," ujar Adib seraya terkekeh sendiri.

"Astaga putra Mama ini kalau sama anak didik dan anak buahnya garangnya minta ampun. Mereka bilang komandan itu dingin kayak kulkas sepuluh pintu, Bu. Tapi kalau soal Arumi, kayak masih abege dan banyak tertawanya. Pesona janda muda itu benar-benar luar biasa,"

"The one I love the most, Arumi Safitri. Hanya dia," ucap Adib dengan nada penuh cinta.

"Ya, semoga Arumi bisa membalas cintamu. Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia selalu. Jangan lupa segera ungkapkan perasaanmu padanya. Agar dia tahu kalau suaminya ini betul-betul mencintainya bukan hanya omong kosong," tutur Nyonya Elsa.

"Siap laksanakan. Grakkk !" jawab Adib seraya memberi hormat ala-ala militer pada ibunya. Senyum pun terbit di wajah Nyonya Elsa.

"Andai Papamu masih hidup. Dia pasti bangga sama kamu, Nak." Seketika mata Nyonya Elsa berembun mengingat almarhum suaminya yakni ayah kandung Adib.

"Ah, Mama. Jangan sedih dong. Kita cukup kirimkan doa terbaik untuk Papa di sana. Semoga almarhum Papa bisa ikut berbahagia melihat pernikahanku dengan Arumi," ucap Adib seraya memeluk sang ibu yang duduk di sampingnya.

"Aamiin..." jawab Nyonya Elsa.

Kolonel Laut (P) Hadijoyo Prakoso yakni ayah kandung Adib telah lama meninggal dunia. Ia berpulang ketika menjalankan tugas negara saat membantu dalam misi perdamaian di luar negeri. Garis keturunan keluarga besar Adib banyak berkecimpung di dunia angkatan laut. Mendiang kakeknya juga berprofesi yang sama. Bahkan pangkat terakhir yang disandang oleh sang kakek yakni Laksamana T N I.

Selain itu, Nyonya Elsa Hadijoyo juga bukan orang sembarangan. Mendiang orang tuanya adalah pengusaha yang cukup ternama di bidang konveksi yang ada di daerahnya. Kini perusahaan warisan orang tuanya dikelola oleh orang-orang kepercayaannya. Sebab, Adib selaku pewaris tunggal lebih berfokus sebagai prajurit angkatan laut.

Namun keduanya sesekali tetap memantau usaha warisan keluarga. Agar semuanya tetap berjalan sesuai koridornya.

☘️☘️

Ceklek...

Pintu kamar inap Adib dan Arumi perlahan terbuka. Langkah kaki Adib perlahan menuju ke kamar tidur. Arumi yang tengah berada di depan lemari dan akan berganti baju, tak menyadari kedatangan suaminya. Tak lama ia begitu terkejut mendapati suaminya yang ternyata sudah berdiri tak jauh dari belakang tubuhnya.

Deg...

"Mas Adib," cicit Arumi lirih seraya memandang suaminya dari kaca lemari baju.

Sedangkan Adib mendadak harus menelan salivanya dalam-dalam. Ia tak menyangka akan melihat pemandangan pagi yang indah seperti ini. Sampai-sampai membuat sesuatu di bawah sana yang awalnya tertidur, seketika menggeliat dan terbangun hingga terasa sesak di dalam celananya.

Rambut Arumi basah. Kini istrinya itu hanya mengenakan handuk yang menutupi area bagian dada hingga paha dan tak sampai ke lututnya. Perut buncitnya terlihat jelas di balik handuk yang dipakai. Membuat Arumi semakin terlihat se*xy di mata Kapten Adib.

Padahal di dalam ada jubah mandi yang bisa Arumi kenakan selepas mandi. Namun benda itu tak digunakan oleh istrinya.

Ya, Arumi memutuskan mandi dan keramas. Rencananya setelah selesai bersiap, ia berniat mengunjungi kamar ibu mertuanya yang ada di sebelah. Jika suaminya masih belum kembali ke kamar. Namun hal itu urung dilakukannya, karena suaminya sudah ada di hadapannya.

"Maaf, Mas. Tadi aku lupa bawa baju ganti ke kamar mandi. Maafkan aku," ucap Arumi yang merasa tak enak hati pada Adib. Ia merasa malu dan canggung dilihat Adib dalam kondisi seperti ini.

Ia khawatir jika Adib berpikiran yang tidak-tidak padanya. Misal Adib berpikiran bahwa dirinya tengah menggoda laki-laki itu. Padahal jika pun Adib digoda oleh istrinya sendiri juga sah-sah saja. Mereka berdua berstatus suami istri yang sah. Walaupun pernikahan yang dilakukan serba dadakan dan penuh paksaan.

Jika Arumi tak memakai sehelai benang pun di depan Adib begitu pun sebaliknya, sesungguhnya hal itu lumrah terjadi pada sepasang suami istri pada umumnya di luar sana. Dan bukan menjadi sebuah polemik atau hal yang memalukan.

Akan tetapi Arumi tetap merasa kurang nyaman. Karena ia belum mengenal sosok suaminya tersebut secara menyeluruh.

Adib pun berjalan menuju tempat Arumi yang tengah berdiri di depan lemari baju. Arumi menelan ludah dengan gugup. Handuk yang ia pakai, semakin dirapatkannya. Seolah-olah ia takut handuk itu melorot.

Dentuman keras menyergap jantung Arumi. Hal yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bahkan ia tak merasakan desir ini ketika bersama mendiang Yuda. Ia pun memutuskan untuk memejamkan matanya demi mengurangi rasa gugupnya.

Langkah kaki Adib berhenti di depan Arumi yang masih setia memejamkan mata. Senyum pun terbit di wajah tampan itu.

"Benar-benar menggemaskan," batin Adib.

Arumi yang tak mendengar langkah kaki Adib, ia pun perlahan memberanikan diri untuk membuka matanya. Hatinya penasaran. Seketika...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Ikha Ranni

Ikha Ranni

ngebayangin laki2 yg ngomongnya pake..mama, ih.. perawakannya kayak apa umur nya brp.. 🤔😅

2024-07-02

6

Mahmudah Mahmudah178

Mahmudah Mahmudah178

Arumi sudah bersuami masih ingin tinggal sama mantan mertuwo lucu ceritane piye thor

2024-05-25

4

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

kayak Juna...pede🤭

2024-05-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!