Bab 10 - Sebuah Janji

Malam ini sepasang pengantin baru itu tidur di ranjang yang sama. Namun dalam kondisi saling berjauhan dan memunggungi. Ranjang king size di hotel bintang lima tersebut menjadi saksi bisu bahwa keduanya tak melakukan ritual apa pun yang spesial di malam pengantin.

Seperti yang biasa dilakukan oleh pengantin-pengantin lainnya di luar sana. Bahkan hanya sekedar mengecup kening pun tidak ada. Adib berusaha menghargai dan menghormati Arumi. Karena terlihat sangat jelas jika Arumi memberi jarak yang sangat terbentang jauh untuknya.

Adib berusaha sabar untuk hal itu. Ia tak ingin memaksa Arumi. Jika memang sudah waktunya dan diizinkan oleh pemiliknya, maka ia akan menyentuh istrinya lebih dalam seperti suami istri pada umumnya di luar sana. Lagi pula saat ini Arumi juga masih dalam kondisi hamil darah daging mendiang Yuda.

Hingga menjelang pukul dua dini hari, keduanya pun sesungguhnya belum bisa tidur dengan nyenyak usai perbincangan yang sangat serius.

"Apa kamu harus tetap tinggal di rumah itu, Rum?" tanya Adib dengan nada lembut.

Walaupun sejujurnya dalam hati, Adib cemburu mendengar permintaan Arumi tersebut.

"Iya, Mas. Aku masih butuh waktu untuk menerima kondisi kita berdua saat ini. Aku harap Mas bisa mengerti. Terlebih aku juga memiliki janji pada mendiang Mas Yuda di masa lalu," jawab Arumi lirih dan terdengar sendu.

Air matanya tak mampu ia bendung. Namun tak lama ia langsung menyekanya.

"Janji apa, kalau boleh aku tahu ?"

Arumi pun menceritakan apa adanya secara jujur pada Adib mengenai janji tersebut.

Saat itu ketika tahun pertama ia dan Yuda resmi menjadi sepasang kekasih yang serius, Yuda memberikan kejutan untuk Arumi. Ternyata Yuda sudah membeli dan menyiapkan sebuah rumah impian untuk Arumi yang rencananya akan ditempati oleh keduanya di masa depan setelah resmi menikah.

Arumi tentu bahagia sekaligus terkejut melihat rumah itu. Ia tak menyangka jika Yuda sudah menyiapkan hal penting ini jauh-jauh hari untuknya. Padahal saat itu mereka berdua belum kepikiran kapan akan menikah.

"Bukankah kamu masih mencicil utang atas pengobatan mendiang ayahmu, Mas."

"Soal itu enggak lama lagi akan lunas kok. Mumpung waktu itu saat pihak marketing nawarin rumah ini ke aku, harganya masih promo. Jadi, uang muka dan cicilannya murah kok, Rum. Biar nantinya ketika kita berdua resmi menikah, sudah punya rumah sendiri. Enggak perlu ngekos atau kontrak rumah terus," tutur Yuda.

"Kan kita nikahnya juga belum tahu kapan, Mas. Kata kamu, keluargamu masih butuh banyak biaya. Jadi kita belum tahu akan nikah berapa tahun lagi. Apa nanti kamu enggak repot bayar ini itu? Terus sekarang ketambahan bayar cicilan rumah ini,"

"Tenang saja, Rum. Semua sudah aku perhitungkan kok. Aku juga berusaha sehemat mungkin untuk biaya hidupku sehari-hari saat ini. Nanti ketika kita sudah menikah, kamu harus janji untuk terus menjaga rumah ini dengan baik dan tinggal di sini. Melahirkan dan membesarkan anak-anak kita. Selalu setia menungguku pulang,"

Arumi semakin kagum dengan kegigihan Yuda tersebut padanya. Yuda ternyata sudah membeli rumah itu ketika mereka berdua pertama kali resmi sebagai sepasang kekasih. Namun, Yuda baru memberikan kejutan tersebut sebagai hadiah anniversary jadian mereka yang pertama. Senyum pun terbit di wajah Arumi saat itu.

"Iya, Mas. Arumi janji akan selalu mencintaimu seumur hidupku, setia padamu, dan menjaga rumah ini dengan baik." Janji itu pun terucap dari bibir Arumi.

"Jika nanti aku meninggal lebih dulu daripada kamu, aku titip ibuku ya Rum. Walaupun sifat ibu sedikit keras kepala, tapi aku pastikan padamu bahwa ibu sesungguhnya orang yang baik. Aku yakin beliau pasti bisa memberikan kasih sayangnya untukmu dengan baik seperti dia menyayangiku. Jika ibu marah, jangan kamu masukin ke hati. Tolong maafkan jika nanti di masa depan, ibu banyak salah padamu." Arumi pun mengangguk dan mengiyakan permintaan Yuda padanya kala itu.

Arumi tak mampu menolak permintaan Yuda tersebut. Terlebih Yuda telah banyak menolongnya. Baik sebelum keduanya resmi berpacaran maupun setelahnya.

☘️☘️

Begitu besarkah rasa cinta Arumi untuk mendiang Yuda ?

Apakah tak ada ruang tersisa di hati Arumi untuknya yang kini berstatus sebagai suami ?

Oh, sungguh hati Adib yang sebelumnya berbunga-bunga karena telah menikah dengan Arumi, mendadak kembang api cintanya yang berletupan itu mulai dilanda krisis dan rasa pesimis.

Apakah rasa cintanya untuk Arumi bisa bersaing dengan cinta Yuda Kusuma yang sudah meninggal dunia ?

Akan tetapi, hati kecilnya selalu menyemangati dirinya untuk tetap yakin bahwa rasa cintanya pada Arumi sejak dulu hingga sekarang tak pernah berubah. Dan tak ada yang salah jika ia mencintai Arumi di masa lampau hingga sekarang dan selamanya.

Seperti kata pepatah "witing tresno jalaran soko kulino", artinya kurang lebih adalah cinta hadir karena terbiasa.

Ia berharap seiring berjalannya waktu, Arumi bisa membalas cintanya sehingga tak terus bertepuk sebelah tangan.

Sekeras apapun batu itu, tetesan air secara terus-menerus pasti mampu melunakkannya suatu hari nanti.

Ya, ia berusaha optimis bahwa Arumi bisa mencintai dirinya juga.

☘️☘️

Pagi pun tiba, saat ini jam menunjukkan pukul lima pagi. Kelopak mata Arumi perlahan mulai terbuka. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan sebuah helaan napas berat keluar dari bibir Arumi. Pandangannya tetap sama. Ternyata dirinya tidur di hotel bukan di kamarnya sendiri yang ada di rumah.

Entah mengapa pagi ini dirinya begitu malas untuk bangun. Berharap pernikahan antara dirinya dengan Adib hanyalah sebuah mimpi belaka. Namun ternyata hal itu bukan mimpi tetapi kenyataan yang harus ia jalani. Mau tidak mau.

Arumi pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah sampingnya. Tiba-tiba...

"Kok kosong? Ke mana Mas Adib? Apa dia sedang di kamar mandi?" batin Arumi seketika berkecamuk resah karena sepagi ini Adib ternyata sudah bangun lebih dulu daripada dirinya dan tak ada di ranjang mereka.

Rasa bersalah mendadak menyergap hati Arumi. Ia langsung bangun dan berjalan perlahan menuju kamar mandi. Saat didekati, ternyata pintunya sudah dalam kondisi setengah terbuka. Ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi lebih lebar. Dan hasilnya nihil. Adib tak ada di dalamnya.

"Mas Adib ke mana ya? Apa dia kecewa sama keputusanku? Apa dia marah karena aku belum bisa menjadi istri yang baik untuknya lalu dia memilih pergi tanpa pamit?" cicit Arumi lirih yang terdengar sangat cemas.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Ita Mariyanti

Ita Mariyanti

setau ku emang g blh yaa kl istri lg hamil anak org lain trus d gauli kecuali setelah melahirkan... maaf kl slh

2024-10-16

4

Abie Mas

Abie Mas

lagian arumi yg jadi suami mu skrg adib jd ya harus mikirin perasaan adib bukan yuda

2024-07-19

8

Aprisya

Aprisya

mas adib harus banyak stock sabar, pelan2 aja ,suatu saat pasti arumi akan jatuh cinta deh sama mas adib

2024-06-03

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!