Setelah beberapa detik tanpa sengaja ia memandang Adib yang ternyata dalam kondisi tengah bertelanjang dada dan hanya memakai handuk dari pinggang hingga ke bagian lututnya saja, seketika Arumi menundukkan pandangannya kembali ke arah lantai.
Jantungnya mendadak berdegup kencang dan canggung melihat pemandangan roti sobek nan gagah milik Adib. Padahal dirinya bukan gadis kemarin sore. Bukan juga seorang pe*rawan. Tentu dirinya sangat tahu pemandangan serupa yang pernah ia lihat sebelumnya. Bahkan pernah ia ja*mah ketika resmi menjadi istri Yuda.
Namun kondisi dahulu dengan sekarang berbeda. Ia dan Yuda saling mencintai. Bahkan sudah berpacaran selama lima tahun dan saling mengenal satu sama lain dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan pernikahannya saat ini dengan Adib, penuh keterpaksaan. Ia juga belum mengenal lebih dalam kehidupan Adib dan keluarganya.
"Aku di sini, Rum. Bukan di lantai," ucap Adib seraya berjalan perlahan menuju lemari tempat kopernya berada. Ia sangat tahu Arumi pasti malu dan canggung bersamanya.
"Maaf, Mas. Aku masih belum terbiasa kita bersama dalam satu ruangan seperti ini," jawab Arumi lirih dan masih setia menundukkan pandangannya ke bawah.
Adib pun paham dan tak ingin memaksa Arumi. Akhirnya ia membuka koper dan mengambil satu kaos serta boxernya. Tanpa basa-basi Adib langsung melepaskan handuknya dan mengganti baju tak jauh dari tempat Arumi duduk. Adib sengaja tak mengganti baju di kamar mandi karena ingin Arumi pelan-pelan terbiasa dengan kehadirannya.
Sedangkan Arumi yang tahu Adib tengah berganti baju di dekatnya, langsung memejamkan matanya karena masih malu. Setelah itu Adib berjalan dan mendaratkan b0kongnya di samping Arumi.
"Kita kenalan dulu yuk," ajak Adib tiba-tiba mengulurkan tangannya ke hadapan Arumi. Senyum menawan tampak di wajah Adib saat ini.
Otomatis Arumi mendongakkan kepalanya dan menghadap ke arah Adib dengan wajah keheranan.
"Loh, tadi di rumah kan kita sudah kenalan, Mas."
"Iya, tapi hanya sebatas nama dan formalitas saja di depan banyak orang. Sekarang kita kenalan dengan benar," jawab Adib.
"Yang di rumah tadi jadinya palsu alias enggak benar begitu? Apa ada yang Mas sembunyikan dari aku? Apa aku ini istri kedua Mas Adib?" cecar Arumi seraya menelisik dengan tatapan tajam pada Adib.
"Bhuaahahaaa..."
"Ternyata istriku ini bisa main lawak juga. Aku pikir kamu orangnya pendiam, Rum." Adib tertawa lepas seraya meledek Arumi dengan sengaja. Ia ingin mencairkan suasana yang masih tampak canggung. Faktanya ia sangat tahu bahwa Arumi bukanlah orang pendiam.
"Jangan tertawa, Mas! Enggak lucu deh! Aku enggak mau hidup di atas penderitaan wanita lain. Jika memang aku ini istri kedua, lebih baik Mas cer_" ucapan Arumi seketika tertahan dan tak berlanjut karena Adib memberhentikan ucapan Arumi dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir sang istri.
"Jangan pernah meminta atau mengatakan hal itu karena aku tidak akan pernah mengabulkannya. Kecuali maut yang memisahkan kita," tegas Adib.
Adib sangat tahu bahwa Arumi akan mengatakan perihal perceraian. Dan sampai kapan pun Adib tak akan menceraikan atau berpisah dari Arumi kecuali maut. Seketika Arumi pun hanya bisa diam dan mematung. Raut wajahnya berubah menjadi ketakutan karena ini pertama kalinya melihat Adib seakan marah padanya. Padahal sebelumnya tadi suaminya ini tampak ceria.
Perlahan Adib mengubah mimik wajahnya. Karena ia tahu Arumi ketakutan melihatnya. Namun mimik wajahnya masih terlihat datar.
"Maafkan aku. Bukan maksudku membentak atau berucap dengan nada tinggi padamu barusan," ucap Adib tulus meminta maaf pada Arumi dengan penuh kelembutan seperti di awal.
"Tidak apa, Mas. Bukan salah Mas juga. Maaf jika aku salah berucap tadi," ucap Arumi.
"Apa wajahku ini terlihat seperti seorang laki-laki yang punya istri lebih dari satu? Atau kamu masih enggak percaya kalau aku baru menikah pertama kalinya yakni denganmu?" tanya Adib seraya terkekeh di depan Arumi.
"Bukan begitu, Mas. Kalau dilihat dari usia Mas di K T P, kebanyakan usia segitu pasti dominan sudah pernah menikah."
Pendapat yang diutarakan oleh Arumi pada Adib terbilang lumrah. Karena memang usia Adib sudah sangat matang. Dominan di usia Adib sekarang banyak laki-laki di luar sana pasti sudah menikah dan punya satu anak bukan menyandang status sebagai bujangan. Jarak usia Adib dan Arumi berbeda delapan tahun. Namun cinta dan takdir tak memandang jarak usia yang terbentang.
"Statusku di K T P kan sudah kamu lihat tadi dengan jelas kalau masih belum kawin. Tentu saja faktanya aku memang belum pernah menikah sebelumnya," jelas Adib.
"Iya, tadi aku sudah baca dengan jelas status Mas Adib di K T P. Hanya saja dari pengalaman hidup, aku pernah melihat K T P punya teman yang sudah menikah secara sah baik agama dan negara selama beberapa tahun tetapi statusnya masih tertera belum kawin karena ia sengaja tak mengurus K T P baru ke dinas yang terkait," tutur Arumi.
"Wah, temanmu perlu aku ajak traktir makan cilok nih. Enak banget sudah kawin tapi status masih belum kawin terus. Haha..." ledek Adib seraya tertawa terbahak-bahak. Senyum pun ikut terbit di wajah Arumi.
Akhirnya malam itu mereka gunakan untuk saling bertukar kata satu sama lain. Mulai dari pekerjaan Adib dan kehidupan sehari-hari keduanya. Sebab, sejak tadi Adib sudah membaca dengan jelas raut wajah Arumi yang penasaran padanya sejak istrinya tersebut tiba di hotel bintang lima, tempat mereka menginap saat ini.
Ya, dalam hati Arumi sudah menaruh rasa curiga jati diri keluarga dan pekerjaan Adib. Ia hanya bisa terpelongo saat kakinya memasuki lobby hotel bintang lima di kota tempatnya tinggal bersama Yuda selama ini yang tak pernah ia kunjungi.
Dahulu ketika bersama Yuda, ia hanya sebatas pernah menginap di hotel bintang tiga untuk bulan madu yang terbilang singkat karena Yuda harus segera kembali bertugas.
"Jadi Mas Adib ini juga prajurit angkatan laut?"
"Iya, Rum. Hanya saja aku dinas di kota lain dan cukup jauh dari sini. Apa ada masalah?" tanya Adib seraya menelisik wajah Arumi yang seakan cemas terhadap sesuatu. Namun hal apa itu, Adib belum bisa menebaknya.
Bersambung...
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Dewa Rana
bukan dominan Thor, mayoritas lebih tepat
2024-11-01
1
Arya Aya
definisi jodoh ngak kemana, gk dpt gadisnya dpt jandanya 🤭🥰
2024-09-19
2
Mira Lusia
bang adib..umurnya berapa siihhh..😘😘
2024-08-09
3