Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)

"Saya kan hanya memberi jatah bulanan untuk ibu Anda. Bukan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup Anda dan juga suami. Saya rasa dua juta rupiah per bulan sudah lebih dari cukup untuk Bu Retno. Selebihnya jika memang kurang, Anda sebagai putri kandungnya seharusnya menunjukkan bakti dan peduli pada keberlangsungan hidup wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda selama ini. Benar bukan?"

Sebenarnya Adib mampu memberikan uang jatah bulanan lebih untuk Bu Retno. Bahkan per bulan lima juta pun, bagi seorang Kapten Laut (E) Adib Pratama Hadijoyo masih sangat sanggup. Hanya saja dari gelagat serta gerak-gerik ketiga orang tersebut, Adib sudah bisa membaca bahwa keluarga mendiang suami Arumi ini tipikal benalu tak tahu malu alias parasit yang menggerogoti inangnya. Keluarga toxic.

Alhasil Adib sengaja tidak mengiyakan permintaan Wulan untuk menaikkan uang jatah bulanan untuk Bu Retno.

"Oke lah uang itu untuk makan ibu saya. Tetapi biaya listrik, air, dan iuran rutin untuk bayar jasa kebersihan serta keamanan perumahan ini lantas bagaimana?"

"Ya, itu bagian Anda untuk membereskannya. Tidak semua hal harus dipenuhi oleh istri saya," jawab Adib dengan tegas menolak permintaan Wulan untuk menaikkan uang jatah bulanan.

"Tapi_" ucapan Wulan seketika menggantung.

"CUKUP !" potong Arumi dengan suara yang cukup lantang.

Seketika semua orang pun terdiam. Wulan menatap tajam Arumi karena telah berani memotong ucapannya.

"Kenapa sejak tadi kamu memperkeruh suasana, Lan?"

"APA !! Aku?" tanya Wulan seraya menunjuk jarinya ke arah dirinya sendiri.

"Iya, kamu. Kalian semua sudah berada di rumah ini secara cuma-cuma tanpa perlu keluar uang kontrakan sepeser pun. Sekarang, suamiku sudah baik hati beri uang untuk ibu sebanyak dua juta per bulan. Masih juga kurang?"

"Iya, kurang. Kamu kan tahu biaya hidup di kota itu mahal, Rum. Beda sama di desa kita dulu," jawab Wulan tanpa tedheng aling-aling.

Deg...

Kala Arumi tengah berdebat sengit dengan Wulan, justru senyum tipis terbit di wajah Adib. Hatinya seketika berbunga-bunga bagai taman yang ditumbuhi banyak bunga yang sedang bermekaran. Terlebih tanpa sengaja telinganya barusan mendengar Arumi menyebut kata 'suamiku'. Di mana kata itu yang dimaksudkan adalah tertuju untuk dirinya.

Arumi dengan jelas membelanya sebagai suami. Sungguh bahagia hatinya. Rasanya saat ini ia ingin sekali menenggelamkan diri di atas ranjang dan memeluk hingga menciumi Aruminya penuh cinta.

"Ya sudah, silahkan pulang ke desa dan hidup di sana. Ibu akan tetap menerima uang dua juta tersebut per bulan. Selesai kan," sengit Arumi pada Wulan.

"Kamu kan tahu di desa, kita sudah tidak punya tempat tinggal. Kamu mau kita jadi gelandangan di desa, hah !!" bentak Wulan.

"Itu urusanmu, bukan urusanku !! jawab Arumi dengan tegas.

Skakmat !!

Wulan semakin terpojok.

"Lagi pula salah siapa hanya ingin bergaya hidup mewah sampai-sampai uang arisan para warga desa, kamu tilep. Pada akhirnya rumah warisan orang tua terpaksa dijual padahal ibu masih hidup," sindir Arumi tertuju pada Wulan. Ia sudah muak dengan sandiwara adik iparnya tersebut.

"APA !!" pekik Wulan tak terima.

"Tak perlu menyangkalnya. Aku sudah tahu semua hal itu. Kamu pikir aku orang bodoh yang percaya begitu saja dengan omonganmu. Jangan lupa Lan, aku juga pernah menjadi warga desa yang sama dengan kalian sebelum aku pindah ke kota karena bekerja. Pastinya aku punya banyak teman di desa. Kabar kamu pakai uang arisan itu sudah santer seantero desa. Bahkan sampai desa seberang saja tahu kok kabar tersebut. Aku sengaja diam setelah tahu fakta yang sesungguhnya. Itu semua karena aku masih menghormati bahwa kalian keluarga mendiang Mas Yuda. Tapi jangan lupa bahwa seekor semut jika diinjak terus-menerus juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Camkan itu !!" tegas Arumi.

Akhirnya perdebatan mereka berakhir dengan kesepakatan bahwa Bu Retno setiap bulan akan menerima uang jatah bulanan sebanyak dua juta rupiah. Bu Retno, Wulan dan Bambang dengan terpaksa menerima keputusan tersebut tanpa bisa membantahnya. Sebab, Arumi mengancam akan mengusir mereka semua dari kediamannya jika tetap ngotot minta kenaikan jatah uang bulanan pada Adib.

"Sialan!" umpat Bambang yang kini sudah berada di dalam kamarnya bersama Wulan.

Sedangkan Bu Retno memilih beristirahat di kamarnya karena sudah mengantuk dan lelah berdebat.

"Benar-benar brengsek itu Arumi! Mentang-mentang punya suami baru, eh kita yang keluarganya, dibuang begitu saja. Pokoknya kita harus cari cara agar uang Arumi masih mengalir untuk keluarga ini. Kalau perlu rumah ini kita jual saja. Bagaimana menurutmu, Lan?"

"Enggak bisa, Mas. Soalnya yang aku tahu cicilan rumah ini masih belum lunas di bank. Lagi pula sejak awal rumah ini tertera atas nama Arumi bukan Bang Yuda," jawab Wulan.

"Arghhh, sialan !!" maki Bambang semakin frustasi.

Terlebih dia sedang tidak ada proyek yang dikerjakan alias menganggur. Otomatis bulan depan tak ada gajian rutin yang akan masuk ke rekeningnya untuk biaya hidup keluarga kecilnya bersama Wulan. Kepalanya mendadak pusing tujuh keliling.

☘️☘️

Di sebuah hotel bintang lima, kini sepasang pengantin baru telah berada di dalamnya. Keduanya seketika mengalami kecanggungan akan situasi saat ini.

Nyonya Elsa menginap di sebelah kamar Adib dan Arumi. Ia memilih masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Biarlah besok ia akan meminta penjelasan pada putranya tersebut. Nyonya Elsa masih irit bicara pada Arumi. Ia masih bingung harus berbuat apa pada wanita yang telah menyandang status sebagai menantunya tersebut. Terlebih ia belum mengenal lebih dalam sosok Arumi.

Sebelum memutuskan pergi ke hotel, Adib meminta waktu semalam saja pada Arumi. Ada beberapa hal yang perlu mereka bicarakan secara empat mata. Arumi akhirnya mengiyakan permintaan Adib untuk menginap di hotel karena laki-laki ini sekarang telah sah menjadi suaminya.

"Kamu enggak mau ganti baju buat tidur, Rum?" tanya Adib yang melihat Arumi dengan setia duduk di tepi ranjang dalam kondisi pakaian yang tetap sama ketika berangkat menuju hotel.

Seketika Arumi mengangkat pandangannya ke arah Adib yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

kataku sih kalo lagi ga ada proyek coba jadi kang parkir apa ngojek kek, drpd diem doang ya, rejeki itu udah di atur tp kalo lu diem aje ya sama aja boong, burung di udara juga kalo mau makan tetep terbang nyari makanan ya kagak nongkrong bae seharian di sarang 😏

2025-02-22

0

werdi kaboel

werdi kaboel

bagus Arumi tegas berani bicara pd kel Yuda sebagai parasit.
mmng keluarga yg tdk punya malu.
nah begitulah wanita hrs punya sikap tegas jgn mau di tindas.

2024-11-07

1

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

yaudah balik ke desa aja, biar cukup, gitu kok repot 🤪

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!