Bab 5 - Terpaksa Menikah

"SAH..."

Satu kata terucap dari bibir para saksi menandakan kini Adib telah resmi menjadi suami dari Arumi secara agama. Arumi tak berdaya dan terpojok sehingga tak bisa menolak pernikahan ini.

Sedangkan bagi seorang Kapten Laut (E) Adib Pratama Hadijoyo entah ini disebut sebagai musibah atau justru berkah dari jawaban doanya selama ini pada Tuhan. Karena setelah listrik berhasil menyala, ia bisa melihat jelas wajah dari janda yang sedang hamil tua yang tadi ia tolong. Dan kini wanita itu sudah sah menjadi istrinya. Walaupun masih sebatas sah secara agama.

Arumi Safitri adalah wanita spesial di hati seorang Kapten Adib. Pertemuan singkat dan unik keduanya di masa lalu meninggalkan benih-benih cinta tak kasat mata di hati Adib. Sehingga membuat laki-laki ini susah membuka hatinya untuk wanita lain alias gagal move on. Padahal di masa lalu Arumi bukanlah kekasih atau temannya.

Akan tetapi ketika sekarang mereka berdua dipertemukan oleh takdir, Arumi tak mengingat siapa Adib. Karena di masa lalu Arumi tak melihat jelas wajah Adib. Hanya suaranya saja. Akan tetapi Adib sangat mengingat dengan jelas sosok Arumi baik dari wajah dan suara. Terutama sikap disiplin dan ketegasan dari seorang Arumi Safitri. Dermaga atau pelabuhan yang cukup jauh dari kota ini menjadi saksi bisu pertemuan keduanya untuk pertama kalinya. Tepatnya beberapa tahun silam, jauh sebelum Arumi menjadi kekasih Yuda Kusuma.

☘️☘️

Dikarenakan pernikahan malam ini semuanya serba mendadak. Bahkan untuk mahar pun Adib sempat bertanya pada Arumi sebelum ijab kabul. Wanita ini hanya meminta uang 50 ribu saja sebagai maharnya. Arumi yang bingung atas semua yang terjadi malam ini, alhasil hanya terlintas hal itu saja di benaknya.

"Apa kamu yakin cuma mahar uang 50 ribu saja? Jika ingin lebih, misal lima juta pun aku punya. Kebetulan aku bawa uang tunai cukup banyak di tas yang ada di rumah kerabatku. Ya, tadi sih rencananya uang tersebut sebagian aku bagikan sebagai salam tempel lebaran buat anak-anak kerabatku. Tapi masih ada sisa cukup banyak jika mau kamu jadikan mahar," bisik Adib.

"Enggak perlu, Mas. Segitu sudah cukup. Sekali lagi maafkan aku karena membuatmu masuk ke dalam masalah seperti ini," jawab Arumi yang tetap tidak enak hati pada Adib.

Ia merasa bersalah pada laki-laki ini. Padahal di dalam hati Adib saat ini seakan kembang api cinta tengah meletup-letup bahagia.

Bersatu dan menikah dengan wanita yang namanya bersemayam di hatinya walaupun jejaknya lama menghilang dari hidupnya, sungguh dirinya tak menduga. Walaupun saat ini Arumi berstatus janda yang ditinggal suaminya karena gugur dalam menjalankan tugas negara dan sedang hamil tua, bagi Adib tak masalah dengan semua itu. Selama dia adalah Arumi, yang lain baginya tidak penting.

Adib sengaja memberi kode pada kerabat dan ibunya untuk menutupi jati dirinya yang seorang prajurit angkatan laut. Sehingga semua orang di sana termasuk keluarga mendiang Yuda Kusuma tak mengetahui jati diri suami baru Arumi tersebut. Terlebih Adib sedang memakai baju biasa bukan baju kedinasan. Sehingga tak ada yang tahu pekerjaan seorang Adib Pratama Hadijoyo.

"Brengsek! Bukan begini yang aku mau. Kalau ujungnya mereka berdua menikah, lebih baik tadi aku biarkan saja mereka. Benar-benar sial !" batin Bambang geram.

☘️☘️

Pernikahan dadakan Adib dan Arumi telah selesai. Semua warga telah kembali ke rumah masing-masing. Kini di ruang tamu hanya menyisakan Adib, Arumi, Bu Retno, Wulan, Bambang dan Nyonya Elsa.

Walaupun Nyonya Elsa awalnya menolak hal ini terjadi dalam hidup putra semata wayangnya, tetapi ketika Adib memberi kode penting padanya maka ia hanya bisa diam dan berusaha menerima. Walaupun nantinya ia akan tetap meminta penjelasan detail pada putranya tersebut.

"Walaupun Arumi sudah menikah denganmu, tetapi dia sedang mengandung cucu kandungku. Dia juga masih punya tanggung jawab di keluarga kami. Yuda sebagai tulang punggung keluarga telah pergi untuk selama-lamanya. Semoga kamu sebagai suami Arumi juga tak melupakan tanggung jawab itu pada kami," ujar Bu Retno pada Adib.

"Maaf, maksud Ibu apa ya berbicara seperti itu pada putra saya? To the point saja dan jangan berbelit-belit," ujar Nyonya Elsa dengan tegas karena mencium sesuatu yang tidak beres dengan maksud kalimat yang terlontar dari bibir Bu Retno barusan.

"Saya tidak ada yang membiayai hidup. Selama ini Yuda dan Arumi yang membiayai. Jadi walaupun Arumi sudah bersuamikan putra Anda, dia masih punya tanggung jawab di keluarga kami."

"Oh, jadi masalah uang bulanan. Bukankah Anda masih punya putri kandung dan menantu yang juga bekerja. Kenapa semua seakan dibebankan pada Arumi? Bukan mereka berdua," sindir Nyonya Elsa seraya melirik Wulan dan Bambang.

Adib memegang tangan ibunya dengan lembut. Berharap ia memberi ketenangan pada ibunya yang saat ini sedang emosi. Arumi yang mendengar semua ini hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia merasa malu pada Adib dan Nyonya Elsa.

"Wulan dan Bambang punya bayi yang baru saja lahir. Tentu saja kebutuhan hidup mereka juga bertambah banyak. Terlebih Bambang juga pekerja lepas bukan karyawan tetap. Jadi ini sudah tugas Arumi untuk meneruskan kewajiban Yuda pada saya," jawab Bu Retno yang tetap bersikukuh dengan argumennya.

"Arumi sedang hamil cucu Anda dan akan melahirkan. Kok ada ibu mertua seperti Anda yang tega membebankan hal ini pada menantunya. Arumi yang notabene orang lain karena status hanya sebatas menantu dijadikan lahan basah daripada harus menyuruh anak kandung sendiri untuk berbakti pada ibunya. Hidup ini sungguh aneh tapi nyata,"

Bu Retno hanya memandang tajam Nyonya Elsa yang terus menyindir dan memojokkan dirinya. Wulan berniat akan membela ibunya namun dicegah oleh Bu Retno karena Adib keburu berbicara dahulu.

"Mengenai hal itu kalian tidak perlu khawatir. Saya akan menyanggupinya. Tetapi semua masih dalam batas wajar kemampuan saya. Pekerjaan saya juga hanya mendapatkan gaji yang tidak banyak tiap bulannya karena kami bukan orang kaya atau pejabat. Satu bulan saya hanya bisa memberikan uang jatah bulanan untuk ibu sebesar dua juta saja," ucap Adib dengan tegas.

"APA !! Dua juta? Mana cukup uang segitu sebulan!" bentak Wulan tak terima.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

kalo ga cukup ya kamu kerja dong si arum aja bisa tuh buktinya single parent dibebanin ibuk mu mosok kamu ada suami ga bisa 😏

2025-02-22

0

Dewa Rana

Dewa Rana

memangnya Arumi kerja? Apa dari uang pensiun Yudha? kan juga tidak besar

2024-11-01

1

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

lawan bu lawan jangan jangan ga tegaan bu, orang jual kesedihan emang gitu

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!