Bab 2 - Tabur Bunga

Untuk mendukung feel dalam membaca chapter ini, Othor sarankan sembari memutar lagu berjudul "Gugur Bunga" versi asli.

Selamat membaca.💋

🍁🍁🍁

Satu minggu kemudian.

Proses tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi prajurit kapal selam T N I AL digelar di Laut Bali.

Upacara dipimpin Kasal Laksamana T N I secara langsung bersama 150 keluarga prajurit yang gugur. Perwakilan keluarga yang turut hadir yakni para istri, orang tua, dan kerabat korban. Tabur bunga dilaksanakan dengan memanjatkan doa untuk ketenangan dan kedamaian arwah para awak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Guna memenuhi rasa rindu dan keingintahuan keluarga, maka upacara tabur bunga dilaksanakan langsung dari lokasi tenggelamnya kapal selam di Perairan Utara Pulau Bali.

“Jauh didasar laut ini, telah terbaring para prajurit pemberani dalam keheningan dalamnya lautan. Namun demikian jiwa dan semangat mereka terus membara dan tetap menjadi penyulut semangat kami yang akan meneruskan pengabdian mereka,“ tutur Kasal dalam sambutannya.

“Pengabdian hingga akhir hayat para kesatria Hiu Kencana tak akan pernah sia-sia. Dengan motto Wira Ananta Rudira atau tabah sampai akhir, mereka tetap dalam status tugas patroli dalam keabadian atau On Eternal Patrol,“ tegas Kasal.

Usai upacara, karangan bunga yang bertuliskan nama ke-53 awak kapal selam satu per satu dengan wajah tegar ditaburkan oleh keluarga mereka ke laut dengan diiringi untaian doa terbaik.

Isak tangis keluarga korban tak terbendung ketika hendak menaburkan bunga di laut untuk mendoakan keluarga mereka yang telah gugur.

"Yuda, putraku! Kenapa kamu pergi secepat ini, Nak? Hiks...hiks...hiks..." tangis Bu Retno selaku ibu kandung Yuda pun seketika pecah di atas kapal yang membawa mereka ke tengah lautan dalam prosesi upacara tabur bunga.

Di samping Bu Retno, berdiri seorang wanita yang usianya sedikit lebih muda dari Arumi dengan kondisi berperut buncit karena tengah hamil enam bulan lebih. Padahal wanita itu baru menikah tiga bulan yang lalu. Tepatnya satu bulan sebelum Arumi dan Yuda menikah.

Wanita muda itu bernama Wulan, adik kandung Yuda. Suaminya bernama Bambang, bekerja sebagai karyawan lepas sebuah perusahaan kontraktor yang sering mendapat dinas pekerjaan di luar kota. Bambang tak bisa hadir pada acara tabur bunga hari ini. Sebab, ia sedang bertugas di luar Jawa dan baru bisa kembali sekitar satu minggu lagi.

Wulan tengah menangis tersedu-sedu sambil memeluk ibunya.

"Bang Yuda, Ma. Sekarang, kita cuma berdua saja. Hiks...hiks...hiks..."

"Iya, Lan. Mama cuma punya kamu sekarang. Tapi Mama tetap enggak ikhlas abangmu pergi seperti ini. Huhu..." isak pilu Bu Retno seraya memeluk Wulan.

Di samping mereka juga terdapat beberapa petugas wanita yang berusaha menguatkan ibu dan anak tersebut agar tidak terus bersedih dengan kematian Letda Laut (P) Yuda Kusuma.

Sedangkan di sisi lain tepatnya di sebelah Bu Retno dan Wulan, Arumi hanya bisa berdiri mematung dan terdiam seraya menatap lautan yang luas dalam derasnya gulungan ombak. Sejak tadi air matanya belum ada satu pun yang menetes.

Bagaikan sudah kering dan tak bersisa lagi. Sebab, dirinya sudah banyak menangis sejak mengetahui kabar kematian suaminya seminggu yang lalu. Sungguh memilukan.

Di saat dirinya tengah hamil, suaminya justru berpulang pada Sang Pencipta. Meninggalkan duka nestapa yang sangat mendalam di batinnya. Yang entah apa obatnya. Ia pun tak tahu bagaimana ke depan harus menjalani hidupnya tanpa kehadiran pria yang sangat ia cintai tersebut. Separuh jiwanya telah pergi. Untuk selamanya.

Setelah Arumi tak sadarkan diri beberapa waktu yang lalu karena mendengar kabar kematian Yuda, Yuni bergegas memanggil dokter untuk memeriksa Arumi. Ketika siuman, Arumi begitu terkejut mendengar kalimat yang terlontar dari bibir dokter yang memeriksanya bahwa ia sedang hamil dengan usia kandungan sekitar tujuh minggu.

Ada rasa bahagia membuncah di hatinya karena mengandung buah cintanya bersama Yuda. Namun, hatinya juga bersedih. Sebab suaminya pergi secara tiba-tiba untuk selama-lamanya. Kematian.

"Mas, aku rindu kamu. Apa kamu enggak rindu aku? Kenapa pergi ninggalin aku seperti ini, hem? Aku ingin Mas Yuda pulang ke rumah kita. Ada hadiah terindah yang Tuhan titipkan di sini untuk kita," batin Arumi seraya mengelus lembut perutnya yang masih rata. Namun di dalamnya telah bersemayam janin, buah cintanya bersama mendiang suaminya.

Arumi sejak datang hingga sekarang, sangat irit bicara. Ia hanya berbicara seperlunya saja. Seakan suaranya tercekat di kerongkongan sehingga susah untuk berbicara pada siapa pun.

"Aku enggak bisa jaga dia sendirian, Mas. Aku mohon pulanglah. Aku butuh kamu," batin Arumi semakin sendu.

Walaupun secara mulut ia sudah bisa berkata ikhlas, namun sejujurnya hatinya masih belum bisa merelakan kepergian Yuda. Satu kata keramat yang memang setiap manusia butuh waktu dan proses yang tak mudah untuk menggapai sebuah keikhlasan yang sesungguhnya. Menerima takdir hidupnya.

"Hiks...hiks...hiks..." Arumi pun akhirnya menangis tanpa bisa ia bendung. Air matanya langsung menetes membasahi pipinya dengan kondisi kepala tertunduk.

Yuni dengan setia berada di samping Arumi. Ia memeluk teman dekat yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri tersebut. Sebab, usia Arumi lebih muda darinya.

"Aku yakin kamu kuat, Rum. Mas Yuda pasti bangga sama kamu. Ingat, sekarang ini ada si utun yang butuh kamu jaga dan kuatkan juga di dalam sini," ucap Yuni seraya mengelus perut Arumi.

"Apa aku sanggup, Yun? Hidup tanpa Mas Yuda,"

"Arumi Safitri yang aku kenal, orangnya kuat setegar karang di tengah derasnya ombak lautan yang ganas. Apa pun yang terjadi, percayalah jika takdir Sang Pencipta pasti itu yang terbaik untuk hidup kamu dan juga dia," ujar Yuni seraya mengelus kembali perut Arumi.

Gemuruh ombak lautan menjadi saksi bisu kepedihan sekaligus cinta yang tulus seorang Arumi Safitri untuk mendiang Letda Laut (P) Yuda Kusuma.

"Aku sangat mencintaimu, Mas. Aku harap kamu bisa hadir di mimpiku setiap malam sebagai pengobat rinduku, Yuda Kusumaku. Pelaut hebatku yang selalu hidup di hatiku. Selamanya," batin Arumi.

"Dasar wanita sial! Pasti gara-gara si yatim piatu ini jadinya bawa sial di hidup Bang Yuda. Atau jangan-jangan dia main pelet jadinya Bang Yuda bucin akut. Sampai-sampai Bang Yuda lima tahun setia pacaran sama dia dan kekeh nolak perjodohan yang disodorin sama Mama. Lihat saja, Arumi. Hidupmu akan aku buat berantakan sepeninggal Bang Yuda," batin Wulan seraya melirik tajam pada Arumi yang tengah menangis dalam pelukan Yuni.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Dewa Rana

Dewa Rana

wah ada ipar maut. jangan2 mertuapun juga maut...

2024-11-01

3

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

dasar wulan ngk mikir dia juga lg hamil

2024-09-26

2

Hulatus Sundusiyah

Hulatus Sundusiyah

wulan..wulan....
jgn berniat jahat...apalagi sedang hamil

2024-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!