Bab 19 - Pembantu

"Perkenalkan, Ma. Dia, Mbak Saroh namanya. Maaf sebelumnya kalau aku enggak bilang Mama dulu soal kedatangan Mbak Saroh," ucap Adib.

Lantas ia pun menjelaskan pada Arumi ketika semalam mendapat izin dari Arumi untuk menggandakan kunci rumah, maka dengan cepat ia langsung menghubungi Mbak Saroh dan memesankan tiket pesawat untuk datang ke kota tempat mereka berada saat ini.

Bahkan Adib juga menyuruh kerabatnya yakni tetangga Arumi membantunya untuk memanggilkan tukang agar segera membenahi gudang yang ada di dekat dapur Arumi. Gudang tersebut akan dibersihkan serta diisi dengan perlengkapan kamar tidur untuk pembantu. Sebab, Mbak Saroh akan menjadi pembantu di rumah Arumi.

Di halaman belakang juga masih terdapat sedikit lahan yang akhirnya Adib juga menyuruh kerabatnya tersebut membuat bangunan kecil untuk gudang. Di rumah Arumi sebenarnya terdapat empat buah kamar tidur. Namun selama ini hanya tiga kamar yang digunakan untuk tidur. Sedangkan satu kamar dijadikan gudang.

Kamar utama digunakan oleh Arumi. Satu kamar rencananya untuk anak. Luas kamar untuk anak hampir sama dengan ukuran kamar Mbak Saroh, tepatnya berada di samping kamar Arumi. Namun saat ini kamar untuk anak telah digunakan oleh Bu Retno.

Satu kamar tamu digunakan oleh Wulan dan Bambang. Kamar mandi hanya ada dua. Satu kamar mandi luar berada dekat dapur dan satu kamar mandi dalam yang ada di kamar utama.

"Jadi urusan belanja ke pasar, memasak untuk makan Mama sehari-hari, dan juga beberes pekerjaan rumah, mulai detik ini Mama enggak boleh kerjakan lagi. Enggak boleh capek-capek. Kalau ada perlu apa-apa, Mama bilang langsung ke Mbak Saroh. Deal?"

Ia lagi-lagi harus menelan salivanya dalam-dalam sebelum menjawab sang suami dengan gugup.

"Ehmm..." Arumi bergumam dengan suara tak jelas. Ia berusaha mengusir rasa gugup dan malunya.

"Bang, jangan panggil aku Mama di depan orang lain." Arumi berbisik lirih di telinga Adib.

"Terus, aku harus panggil Mama apa? Sayang, cinta, my sweety, my lovely, my honey, ehm... atau my wifey?" balas Adib yang ikut berbisik mesra di telinga Arumi.

"Ih, Abang! Orang serius kok malah bercanda," gerutu Arumi. Namun ia berusaha menggunakan nada serendah mungkin agar Mbak Saroh tidak mendengarnya.

Akan tetapi, mereka bertiga hanya berjarak cukup dekat. Otomatis suara Arumi dan Adib walaupun berbisik, masih dapat didengar oleh Mbak Saroh. Ia hanya tersenyum melihat tingkah lucu kedua majikannya tersebut.

"Sudah, nurut saja kata suami. Mama itu panggilan terkeren di abad ini pokoknya. Kalau masih bandel, tak cium di depan Mbak Saroh loh." Adib pun sengaja mengancam.

Walaupun sebenarnya ia juga tidak akan melakukan ciuman bibir dengan Arumi jika sang pemilik belum mengizinkannya. Terlebih di depan orang lain baik Mbak Saroh maupun yang lainnya. Tentu saja tidak akan dilakukannya. Ia tetap akan sabar menunggu untuk hal itu.

Arumi yang mendengar ancaman tersebut dari Adib, hanya bisa memutar bola matanya jengah. Namun semburat merah tak dapat ia tutupi di wajahnya. Adib pun tersenyum tipis melihatnya. Arumi segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

"Bumil gemesin banget sih. Kalau enggak lagi hamil, pasti sudah aku ajak tanding main billiard di atas kasur. Setelah pemanasan, langsung tancap terus dapat golden break. Aku yang menang. Dia terkapar nikmat. Yeah..." batin Adib bersorak.

☘️☘️

Arumi pada akhirnya menyerah dan mengalah. Lebih baik Adib memanggil dirinya dengan sebutan 'Mama' daripada panggilan lainnya seperti sayang dan sebagainya yang disebutkan tadi. Rasa malu dan canggung masih mendominasinya. Sebab, ini pertama kali diperlakukan seperti ini.

Dahulu bersama mendiang Yuda, ia hanya memanggil dengan sebutan 'Mas'. Sedangkan Yuda tetap memanggil dia dengan namanya yakni Arumi. Tanpa embel-embel panggilan sayang yang lainnya.

Arumi dan Mbak Saroh selesai berkenalan. Dan kini waktunya perpisahan antara pengantin baru yang belum genap 24 jam keduanya menyandang status sebagai suami istri.

Kesedihan tampak dalam wajah Adib. Sedangkan hati Arumi tengah berkecamuk resah dan merasa ketakutan. Seolah-olah ia begitu takut kehilangan untuk yang kedua kalinya. Namun Adib berhasil meyakinkan dirinya bahwa ia akan pulang dengan selamat. Janji Adib pada Arumi.

"Jangan pernah berjanji jika Abang tak bisa menepatinya. Aku selalu mendoakan Abang semoga sehat di mana pun berada," ucap Arumi lirih seraya menundukkan kepalanya.

Tiba-tiba...

Cup...

Sebuah kecupan hangat tiba-tiba mendarat di kening Arumi dari bibir Adib.

"Love you," bisik Adib. Hangat dan penuh cinta.

Dua kata yang dibisikkan Adib, sangat mendebarkan hati dan jantung Arumi detik ini juga. Ia pun perlahan mendongakkan kepalanya dan menatap suaminya yang tersenyum padanya.

Ia segera meraih tangan Adib dan menciumnya penuh takzim.

"Hati-hati di jalan, Bang. Kabari aku kalau Abang dan Mama sudah sampai di sana," ucap Arumi.

Adib pun menganggukkan kepalanya seraya mengusap lembut kepala Arumi dengan tangannya. Setelah itu, Arumi juga mencium tangan Nyonya Elsa dengan takzim dan dibalas pelukan hangat oleh ibu mertuanya tersebut.

Lambaian tangan baik Adib dan Arumi menandakan keduanya bersiap menjalani pernikahan ini untuk sementara dengan jalan L D R an. Mobil yang membawa suami dan ibu mertuanya telah pergi meninggalkan area komplek perumahannya menuju bandara.

Arumi dan Mbak Saroh segera masuk ke dalam rumahnya. Arumi baru saja masuk ke dalam kamarnya. Namun belum ada sekian detik Arumi merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tiba-tiba ia mendengar teriakan dan kegaduhan di luar kamarnya.

"SIAPA KAMU? MALING?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Golden Break ( Billiard ) :

Golden break , dalam sembilan bola , adalah pukulan break yang mengakibatkan bola 9 dimasukkan tanpa melakukan pelanggaran apa pun. Golden break disebut emas karena pemain penembak benar-benar memenangkan permainan dalam satu pukulan ini.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

dasar benalu pd plng 😡

2024-09-27

2

Dewa Dewi

Dewa Dewi

😂😂😂😂😂

2024-09-08

1

Dewa Dewi

Dewa Dewi

😍😍😍😍😍😍

2024-09-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi Memilukan
2 Bab 2 - Tabur Bunga
3 Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4 Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5 Bab 5 - Terpaksa Menikah
6 Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7 Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8 Bab 8 - Merasa Dejavu
9 Bab 9 - Permintaan Arumi
10 Bab 10 - Sebuah Janji
11 Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12 Bab 12 - Nafkah
13 Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14 Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15 Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16 Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17 Bab 17 - Sebuah Panggilan
18 Bab 18 - Pulang ke Rumah
19 Bab 19 - Pembantu
20 Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21 Bab 21 - Semakin Menjadi
22 Bab 22 - Bapak Sakit
23 Bab 23 - Gelayut Mendung
24 Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25 Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26 Bab 26 - Pertemuan Pertama
27 Bab 27 - Petuah Dina
28 Bab 28 - Pertemuan Kedua
29 Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30 Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31 Bab 31 - Operasi
32 Bab 32 - Koma
33 Bab 33 - Sudah Sadar
34 Bab 34 - Keputusan Arumi
35 Bab 35 - Sebuah Mimpi
36 Bab 36 - Mengikhlaskan
37 Iklan Sejenak
38 Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39 Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40 Bab 39 - Pisah Sementara
41 Bab 40 - Minta Hadiah
42 Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43 Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44 Bab 43 - Reaksi Arumi
45 Bab 44 - Kamar Rahasia
46 Bab 45 - Kangen
47 Bab 46 - Semua Karena Cinta
48 Bab 47 - Meriang
49 Bab 48 - Melawan Phobia
50 Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51 Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52 Bab 51 - Berbanding Terbalik
53 Bab 52 - Belum Juga Hadir
54 Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55 Bab 54 - Sangat Miris
56 Bab 55 - Sebuah Insiden
57 Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58 Bab 57 - Tragis ( Karma )
59 Bab 58 - Sebuah Permintaan
60 Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61 Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62 Bab 61 - Pemakaman
63 Bab 62 - Ngidam
64 Bab 63 - Ending
65 Promo Novel Baru
66 PROMO KARYA BARU
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi Memilukan
2
Bab 2 - Tabur Bunga
3
Bab 3 - Ibu Mertua Kejam dan Ipar Durjaaana
4
Bab 4 - Tangkap Mereka !!
5
Bab 5 - Terpaksa Menikah
6
Bab 6 - Benalu Tak Tahu Malu (Keluarga Toxic)
7
Bab 7 - Saling Bertukar Kata
8
Bab 8 - Merasa Dejavu
9
Bab 9 - Permintaan Arumi
10
Bab 10 - Sebuah Janji
11
Bab 11 - The One I Love The Most (Yang Paling Aku Cintai)
12
Bab 12 - Nafkah
13
Bab 13 - Trauma Masa Lalu
14
Bab 14 - Cerita Masa Lalu (Part 1)
15
Bab 15 - Cerita Masa Lalu (Part 2)
16
Bab 16 - Cerita Masa Lalu (Part 3~End)
17
Bab 17 - Sebuah Panggilan
18
Bab 18 - Pulang ke Rumah
19
Bab 19 - Pembantu
20
Bab 20 - Mantan Adik Ipar Kembali Berulah
21
Bab 21 - Semakin Menjadi
22
Bab 22 - Bapak Sakit
23
Bab 23 - Gelayut Mendung
24
Bab 24 - Awan Hitam (Duka)
25
Bab 25 - Sekedar Balas Budi
26
Bab 26 - Pertemuan Pertama
27
Bab 27 - Petuah Dina
28
Bab 28 - Pertemuan Kedua
29
Bab 29 - Jatuh Terhempas Ke Dasar Jurang Cinta
30
Bab 30 - Tak Sadarkan Diri
31
Bab 31 - Operasi
32
Bab 32 - Koma
33
Bab 33 - Sudah Sadar
34
Bab 34 - Keputusan Arumi
35
Bab 35 - Sebuah Mimpi
36
Bab 36 - Mengikhlaskan
37
Iklan Sejenak
38
Bab 37 - Baby Blues Syndrome
39
Bab 38 - Mendatangi Psikiater
40
Bab 39 - Pisah Sementara
41
Bab 40 - Minta Hadiah
42
Bab 41 - Bertemu Setelah Sekian Lama
43
Bab 42 - Berkunjung ke Rumah Sahabat
44
Bab 43 - Reaksi Arumi
45
Bab 44 - Kamar Rahasia
46
Bab 45 - Kangen
47
Bab 46 - Semua Karena Cinta
48
Bab 47 - Meriang
49
Bab 48 - Melawan Phobia
50
Bab 49 - Rasa Pertama Kali
51
Bab 50 - Tak Bisa Berhenti
52
Bab 51 - Berbanding Terbalik
53
Bab 52 - Belum Juga Hadir
54
Bab 53 - Ngabotram Yang Tak Biasa
55
Bab 54 - Sangat Miris
56
Bab 55 - Sebuah Insiden
57
Bab 56 - Kejadian Satu Malam
58
Bab 57 - Tragis ( Karma )
59
Bab 58 - Sebuah Permintaan
60
Bab 59 - Gejolak Rasa di Pagi Hari
61
Bab 60 - Aku Sudah Hamil
62
Bab 61 - Pemakaman
63
Bab 62 - Ngidam
64
Bab 63 - Ending
65
Promo Novel Baru
66
PROMO KARYA BARU
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!