Chapter 18

Hari telah beranjak sore , kini Naretta dan Sasya berpamitan pulang pada Mamah Tesa .

"Mah kita pulang dulu yaa , udah sore takut mas Dean juga udah pulang kerja . " ucap Naretta

"Saya juga pamit Tante .."

"Ya udah kalian hati-hati pulang nya , mamah panggilin mang Udin yaa buat nganter kalian ", kata mamah Tesa

"Gak usah mah , kita udah pesen taksi online kok . Nah itu udah dateng ". Ujar Naretta seraya menunjuk taksi yang sudah singgah didepan gerbang .

"Kita pamit dulu ya tan ", Pamit Sasya lalu mengulurkan tangannya takzim pada mama Tesa begitupun juga Naretta .

"Hati-hati" . Teriak mamah Tesa ketika kedua nya sudah masuk kedalam taksi seraya melambaikan tangan .

.

.

.

Taksi yang mereka tumpangi telah meninggalkan pelataran rumah orang tua Naretta .

"Nar , mamah kamu baik ya orang nya . Andai mamah Stevi masih ada pasti aku masih merasakan kasih sayang nya ". Ucap Sasya lirih , dia mengingat mendiang ibu nya yang memiliki sifat seperti mamah Tesa yang berhati malaikat .

Naretta tersenyum lalu menggenggam tangan Sasya ,"kak , kakak Sasya boleh kok anggep mama Tesa seperti ibu kandung sendiri . Justru mamah Tesa seneng kalo ada keluarga baru ". Kata Naretta tulus

"Makasih Nar , keluarga kalian memang baik hati ". Ujar Sasya dan dibalas senyuman oleh Naretta .

.

"Aduhhhh..." pekik Sasya dan Naretta saat sopir taksi mengerem mobilnya mendadak .

"Bapak kenapa rem mobil mendadak ?" tanya Sasya

"Itu mbakk , didepan ada preman yang hadang mobil kita ". Jawab pak sopir gugup

Naretta dan Sasya melihat kedepan dan ternyata benar ada sekitar 5 orang preman yang menghadang mobil mereka .

"Gimana ini mbak .." ucap pak sopir yang terlihat ketakutan pasalnya para preman itu mendekati mobil dan menggedor pintu nya .

"Bapak tenang , kita baru cari bantuan .." ujar Sasya mencoba menenangkan

"Nar , coba kamu telepon Dean dan aku juga hubungi kak Ivan ".

Naretta mengangguk .

"Heiii ... Keluar kalian ". Teriak ketua preman sambil menggedor kaca mobil dengan keras .

"Aduh Mas Dean kemana sih kok gak aktif ponselnya ". Gumam Naretta gelisah , tapi dia tetap berusaha suami nya itu .

"Mbak saya takut ngadepin preman-preman itu sendirian ". Ujar sang sopir karena dirinya yang sudah berusia 50 tahunan membuatnya berpikir mungkin akan kalah jika menghadapi para preman itu yang berbadan besar dan penuh tatto .

"Sabar yaa pak .." ucap Naretta yang masih berusaha menghubungi Dean

Preman itu terus berteriak dan mengancam akan menghancurkan mobil jika tak ada yang keluar . Terpaksa pak sopir keluar .

"Kak , gimana ini ?" tanya Naretta panik

"Tenang .. Aku udah hubungi kak Ivan , bentar lagi dia kesini . Kita keluar dulu aja gimana ? Kasihan pak sopir nya udah mau babak belur gitu ". Tunjuk Sasya dengan dagu nya yang melihat si sopir sudah dikeroyok oleh para preman .

Naretta mengangguk , kedua nya pun keluar dari mobil .

"Heii .. Kalian berani cuma sama orang tua , sini lawan kita kalo berani !". Teriak Sasya dengan posisi siap pasang kuda-kuda ,padahal dirinya sudah ketar-ketir karena sebenarnya dia tak bisa bela diri tapi demi bisa mengalihkan perhatian para preman agar Naretta juga segera menolong si sopir yang terlihat sudah terkapar tak berdaya diatas aspal .

Para preman menoleh dan menatap Sasya dengan tajam sembari tersenyum menyeringai .

"Besar juga nyali mu nona ..",ucap bos preman . "Tangkap dia .." teriak nya

Para anak buah nya mengejar Sasya yang berlari sedang bos preman menunggu sambil menyulut rokoknya .

"Duh , gimana caranya aku nolongin pak sopir . Bos premannya malah nungguin disitu lagi ". Batin Naretta yang bersembunyi dibalik pohon besar dekat mobil taksi , matanya celingak-celinguk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menghadapi si bos preman . Dan kebetulan disamping pohon ada sebuah balok kayu . Naretta pun mengambilnya dan berjalan pelan-pelan kearah bos preman .

Buugghh ....

Naretta memukul kepala bos preman itu hingga mengeluarkan darah , tapi tak membuat bos preman tumbang justru ia malah membalikkan badannya dan menatap Naretta tajam .

Tangannya terulur menyentuh belakang kepalanya dan menyentuh darah yang mengalir hingga ke tengkuk nya .

"Kaaauuuuu!!!" Geram si bos preman lalu melangkah maju mendekati Naretta .

Naretta mangacungkan balok kayu itu dihadapan bos preman .

"Berani mendekat ku pukul lagi kau dengan balok ini .." ancam Naretta

Bos preman itu terus melangkahkan kakinya maju mendekat membuat Naretta memundurkan kaki nya hingga terpojok pada pohon besar tadi .

Naretta memukulkan balok kayu kearah bos preman , tapi bisa ditepis nya hingga bos preman itu merebut balok kayu itu dan membuang nya .

Naretta panik dirinya sudah benar-benar terpojok .

"Apa yang harus aku lakukan ? Kak Sasya juga lari kemana ini .." batin Naretta

Bos preman menarik tangan Naretta dan mengangkat tubuh nya lalu melemparkan nya ke atas kap depan mobil .

Braakkk .....

"Aarrgghhhh ..." rintih Naretta merasakan sakit pada punggung nya , tiba-tiba perut nya juga merasakan sakit seperti tertusuk dan darah keluar dari sela paha nya dan dirinya merosot ke aspal .

Bertepatan dengan itu Kaivan datang dengan para anak buah nya dan melihat Naretta sudah kesakitan sambil memegang perut nya .

Kaivan mengepalkan tangannya , giginya bergemelatuk menahan amarah yang sudah diubun-ubun .

"Beri pelajaran bed*bah itu ..." perintah Kaivan dengan nada dingin .

"Baik bos .." jawab anak buah Kaivan serempak

Bos preman itu dikeroyok oleh anak buah Kaivan , hingga babak belur dan terkapar tak berdaya berlumuran darah .

Setelah itu anak buah Kaivan membantu sopir taksi yang mungkin sudah tak sadarkan diri .

Sedang Kaivan langsung mendekati Naretta yang terus merintih kesakitan memegang perut nya , darah segar terus mengalir dari sela paha nya .

"Naretta ..." panggil Kaivan seraya tangannya menepuk pelan pipi Naretta yang hampir memejamkan mata nya .

"Mas sakittt .. " Rintih Naretta , tangannya terangkat memegang erat tangan Kaivan

Tanpa basi-basi Kaivan segera mengangkat Naretta membawa nya kerumah sakit .

.

Sedang Sasya terus berlari hingga dia menemukan sebuah kantor polisi . Sasya masuk kedalam dan kebetulan ada seorang polisi yang berjaga di pos depan .

"Pak tolong saya ..." ucap Sasya , nafas nya ngos-ngosan .

"Ada apa mbak ?" tanya polisi yang berjaga

"Saya dikejar preman pak , dia ada dibelakang saya .." tunjuk Sasya dengan tangannya lalu ambruk tak sadarkan dirj .

Polisi menyisir sekitar dan benar saja ada sekitar 3 orang preman yang berbalik badan melarikan diri agar tak tertangkap oleh polisi .

"Aduhh , ini mbak nya malah pingsan .." gerutu polisi itu .

"Jon , tolong bantuin saya .." pinta nya pada temannya sesama polisi yang bernama Joni .

"Ada apa ?" tanya Joni

"Nih bawa mbak ini kerumah sakit .." jawab nya sambil menunjuk Sasya yang masih tergeletak diaspal .

"Dia siap Mul , cantik bener ?" tanya Joni pada teman nya tadi yang bernama Mulyadi

"Jelalatan banget mata lu tau aja ada yang bening , tadi dia dikejar preman . Karena kelelahan dia pingsan , sudah bantu aku bawa dia kerumah sakit ". Ujar Mulyadi dan langsung diangguki Joni .

Mereka membawa Sasya kerumah sakit terdekat . .

.

.

.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

bukannya Kaivan nyuruh orang buat ngikutin narret thor

2025-02-09

1

Ds Phone

Ds Phone

semua jadi kacau

2025-03-02

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Duhh retta hamil..

2025-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Pengumuman
92 KARYA BARU
93 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Pengumuman
92
KARYA BARU
93
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!