Chapter 17

"Mau kemana ?" tanya Kaivan yang akan berangkat kerja dan melihat Sasya hendak keluar dari penthouse .

"Mau ikut Naretta kak ". Jawab Sasya

Kaivan mengerutkan keningnya ."Kemana ?"

"Katanya mau kerumah orang tua nya , dia bilang kangen sama mama papanya ". Sahut Sasya dan langsung pergi meninggalkan Kaivan

Sesampainya dilobi Sasya sudah melihat Naretta yang tengah menunggu kedatangannya .

"Berangkat sekarang Nar ?" tanya Sasya

"Iya kak , nanti keburu siang panas ". Jawab Naretta

Sasya langsung menggandeng tangan Naretta dan masuk kedalam taksi online yang sudah Naretta pesan .

Kaivan memperhatikan kedua wanita itu dari kejauhan , kemudian ia mengambil ponsel nya dari saku dan menelpon seseorang .

"Awasi dua wanita yang baru saja keluar dari apartemen , pastikan tidak terjadi apa-apa ". Titah Kaivan dan segera mematikan panggilannya .

.

.

.

Kini Dean sedang menemani Sani memeriksakan diri .

"Mohon maaf ibu , saya menyarankan untuk anda periksa di dokter kandungan terlebih dahulu ". Ucap seorang dokter wanita yang memeriksa Sani .

"Maksud dokter saya hamil?" tanya Sani

"Saya belum bisa memastikan , jadi lebih baik anda memeriksakan diri di dokter kandungan ".

Dean terdiam mendengar perkataan dokter tersebut . Bagaimana jika Naretta tau tentang kehamilan Sani ? Apa Naretta akan minta pisah dari nya ?

Tidakk !! Dean tidak mau berpisah dari Naretta . Dia sangat mencintai istrinya itu . Tapi bagaimana dengan Sani yang kini telah mengandung anak nya , tak mungkin dia menelantarkan Sani . Ah ! Sial dia bingung sekarang .

Tapi berbeda dengan Sani yang kini merasakan bahagia , akhirnya keinginannya untuk bisa mengandung anak Dean pun terwujud . Yang artinya dia tidak akan pernah berpisah dari pria yang ia cintai itu .

Senyum nya terus mengembang sambil tak henti-hentinya mengelus perut nya yang masih rata .

Dean dan Sani sekarang sudah mengantri di dokter poli kandungan . Sembari menunggu nama nya dipanggil Sani terus bergelayut manja dilengan Dean .

"Apa kamu tidak senang mas aku hamil anak mu ?" tanya Sani mendongakkan kepala nya menatap wajah Dean yang sedari tadi diam .

Dean balik menatap Sani dengan ekspresi datar ."Senang" jawabnya singkat .

Sani mendengar jawaban Dean yang seperti terpaksa langsung melepas rangkulannya dari lengan Dean .

"Atas nama ibu Sani .." panggil perawat

Mendengar nama nya dipanggil Sani langsung bangkit dan berjalan masuk kedalam ruangan dokter kandungan . Dean mengikuti nya dari belakang .

"Silakan duduk ibu .." ucap dokter dengan lembut

Sani segera mendudukkan dirinya dikursi depan meja dokter .

"Apa ada keluhan yang dirasakan Bu Sani ?" tanya dokter tersebut

"Saya sering mual akhir-akhir ini dok , dan juga sering pusing ". Jawab Sani

"Baik Bu Sani kita periksa dulu yaa " ujar Dokter lalu meminta Sani untuk berbaring diranjang .

Dokter mulai memeriksa tubuh Sani ,"Baik Bu Sani kita duduk dulu yaa , nanti saya jelaskan ".

Sani mengikuti arahan dokter dan kembali duduk disamping Dean yang sedari tadi menunggu nya .

"Bu Sani kandungan anda memasuki usia 12 Minggu , jadi harap tetap jaga kesehatan dan jangan terlalu memforsir pekerjaan . Saya buatkan resep nanti silakan di tebus ". Kata Dokter tersebut

"Terimakasih dokter ". Ucap Sani kemudian berdiri dan berlalu keluar dari ruangan dokter sambil menggandeng tangan Dean .

Sesampainya di mobil Dean langsung melajukan mobilnya mengantar Sani pulang .

"Mas .." panggil Sani

Dean menoleh menatap Sani .

"Kapan kamu nikahi aku ?" tanya Sani

Mendengar pertanyaan Sani , spontan Dean menginjak rem tiba-tiba . Membuat Sani setengah terpental ke depan jika saja wanita itu tak memakai seatbelt .

"Mau kau ingin membuat kita celaka ?" bentak Sani karena terkejut .

"M-maaf .. Aku hanya kaget dengan pertanyaan mu itu " sahut Dean

"Apa aku salah menanyakan kepastian , sedang aku sudah mengandung anak mu ". Teriak Sani

"Aku hanya akan bertanggungjawab atas anak yang kamu kandung tapi tidak dengan menikahi mu . Aku mencintai Naretta ". Jawab Dean tegas menatap Sani tajam .

Sedang Sani membulatkan matanya atas jawaban yang Dean ucapkan . "Mas , kamu gak bisa kayak gitu .. Aku juga butuh kamu ". Teriak Sani

"Tapi aku tak mencintai mu , sedari awal aku katakan jika aku mencintai Naretta dan kamu hanya sebagai simpanan ku tak lebih . Jadi jangan berharap lebih ". Bentak Dean suara nya menggelegar memenuhi seisi mobil .

Sani memejamkan matanya takut mendengar bentakan Dean . Air mata nya tiba-tiba mengalir membasahi kedua pipinya .

Satu tahun lama nya dia menjadi penghangat ranjang Dean dan rela menyerahkan kehormatannya demi bisa bersama dengan pria itu . Tapi lihat lah sekarang ! Pria yang begitu dia damba kan malah mencampakkan dirinya setelah tau jika dia mengandung anak dari Pria itu .

Sesakit ini kah rasanya !

Dean menatap Sani yang menangis terisak-isak , jujur dia juga tak tega membentak wanita disamping nya ini . Tapi apa boleh buat , Dean tak mungkin meninggalkan Naretta yang sudah bertahun-tahun menemani nya demi Sani .

Dean mengusap kasar wajah nya , pikiran nya dilema memikirkan semua masalah yang terjadi .

"Aku pikir kan lagi nanti , gimana kedepannya masalah ini . Sekarang aku antar kamu pulang dan istirahatlah ". Ucap Dean yang kembali merendahkan nada bicara nya.

Sani diam tak menjawab , dirinya masih menangis terisak-isak .

.

.

.

"Assallamualaikum mah ..Pah .." Naretta mengucapkan salam sembari tangannya membuka pintu .

"Ayo masuk kak ". Ujar nya meminta Sasya ikut masuk kedalam rumah . Sasya mengikuti nya dibelakang .

Dilihatnya sang mama sedang membaca majalah fashion disamping kolam renang .

"Mah .." panggil Naretta

Mamah Tesa menoleh kearah sumber suara . "Ret , tumben kesini gak ngabarin mamah ?" tanya mamah Tesa , mata nya melirik kearah Sasya yang ada dibelakang putri nya.

"Iya mah , habis nya keburu kangen sama mamah jadi gak sempat ngabarin . Kenalin mah dia kak Sasya . Kakak perempuan nya mas Dean". Ujar Naretta menjelaskan .

"Kenalin Tante , saya Sasya .." ucap Sasya seraya mengulurkan tangan .

Mamah Tesa membalas nya sambil tersenyum,"Mamah Tesa ".

"Ajak masuk biar mamah panggil bibi biar bikin minum ". Imbuh nya

Naretta menurut dan mengajak Sasya untuk duduk disofa ruang tengah .

"Nar , mamah kamu masih cantik yaa . Kamu anak keberapa ?" tanya Sasya

Naretta tersenyum," Aku gak punya saudara kak , aku cuma anak satu-satu nya ".

Mamah Tesa menyusul dan ikut nimbrung dengan Naretta serta Sasya . Tak lama bibi juga muncul membawa nampan berisi orange juice juga cemilan .

"Diminum nak ". Kata mamah Tesa

"Iya Tante , makasih .."

"Papa mana mah ?" tanya Naretta

"Kerja lah , ini kan bukan hari weekend ". Jawab mamah Tesa

Naretta mengangguk paham

"Nak Sasya , kok Tante baru pertama kali lihat kamu yaa .. Tante kira saudara nya Dean cuma Kaivan aja ". Ucap mamah Tesa

"Iya Tante , semenjak orang tua kami meninggal . Saya memilih tinggal dan menetap diluar negeri ". Jawab nya

"Oohh .. Pantas Tante baru lihat kamu hari ini ".

Sasya tersenyum mendengar nya . Ketiga melanjutkan obrolan , sesekali dengan diselingi candaan .

Mamah Tesa orangnya yang baik juga menyenangkan jika diajak ngobrol membuat Sasya juga mudah akrab dengan Mamah Tesa .

Ketiga nya asyik bercerita dan bergosip . Maklum perempuan pasti begitu kalo sudah sefrekuensi obrolannya pasti tak jauh dari kata ber-ghibah !

.

.

.

Terpopuler

Comments

Nining Sepriyanti

Nining Sepriyanti

ga apalah,biarin nette sm kaivan aja setuju aku

2025-01-18

0

Ds Phone

Ds Phone

ibu memang orang yang baik

2025-03-02

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

si dean gila

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Pengumuman
92 KARYA BARU
93 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Pengumuman
92
KARYA BARU
93
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!