Ketidakjelasan Naluriah

...Chapter 7...

“Ini didasarkan salah perangkaian atau ketidaksesuaian berita memang disengaja diperbuat?”

Bener-bener, terus terang aja, perwakilan. Pembelitan dapat merusak, mempersulit urusan di antara kita berdua. Coba cakap, apa maksud dari ini semua?

Haaahh.

Memahami kehendak penanganan pusat tidak mampu untuk diganggu gugat, pertentangan fakta dengan torehan para ahli lalu tersembul, dikeluarkan sengaja sesuai mata hati, menghantarkan siletan memandang sembari mencoba, mengupayakan pengorekan mendetail mengenai kehadiran segala tipu daya berbentuk manuskrip.

Kampret-kampret, dipikir aku nih orang bodoh? Sengaja menyebarkan keidiotan demi keuntungan pribadi? Tidak mengesankan, serius. Alih-alih berbangga, menaruh keagungan lagi sanjungan sesuai harapan, hambatan pelaksanaan misi dikukuhkan selaku kambing hitam permasalahan.

Biadab, niat banget mengecoh keseluruhan anggota dalam keberlangsungan tugas. Sebagai jaga-jaga, sementara waktu pemalsuan data kugenggam, menahan torehan atas lembar untuk diletakkan atas dasar ketidakbecusan dan juga percobaan penusukan teruntuk keanggotaan.

Jangan harap kau bisa lolos, brengs*k. Sekuat tenaga upaya tipu daya akan kubongkar sampai ranah publik.

Ahhhh!!

“B- Tolong jangan berburuk sangka, Sin. Ap- apa yang disampaikan belum tentu 100% kebenarannya. T-“

Cara mengelakmu saja tidak begitu bagus. Payah, bahkan terdapat banyak sekali celah dalam melangsungkan serangan balik.

Fuuuuh.

“Saya hargai niatan Anda buat memberitahu pasal nih. Tapi sungguh, kefiktifan data teramat enggan, layak ditorehkan coretan merah selaku dasar penilaian pribadi.”

Camkan tuh, tidak peduli kerapihan lagi kesesuaian penggunaan kalimat dalam tatanan kamus, kejanggalan adalah kejanggalan. Mencampuradukkan batil dengan kebenaran merupakan tindakan terkonyol sejauh umat manusia diciptakan.

Idiot!!

Menyadari kesesuaian naskah ialah ambigu, sukar menihilkan perancangan tipu daya sedari kedua panca indera kepemilikan, ketidaksanggupan berbincang lalu menyerang, bergegas menghancurkan potensi keberanian di kedalaman benak, berkehendak mengutarakan suatu alasan walau kegagapan lidah kusela, membekukan perpindahan indera pengecap untuk menyegerakan pengakuan.

Hmmmh? Terkesan tidak sopan? Eh kisanak, api takkan timbul tanpa kehadiran pemicu. Lagian coba dipikir dulu, deh. Andaikata kekeliruan bukan didasari manipulasi kekonkretan pemahaman, kewajaran sudah siap kulontar, membiarkan rangkuman naskah sampai ke tangan institusi tanpa mengalami pengeditan.

Sungguh, diri teramat membenci, menaruh kejijikkan terhadap orang berkepentingan pribadi macam dia. Bahkan menilik, memeriksa segala data kejanggalan di atas, kecurigaan mendalam tidak mampu, berkuasa dielak sedari penalaran naluriah.

Hoooooh!!

“Hmmmmh-“

Paan? Kalau ngomong usahakan selipi makna. Diri sama sekali tidak mengerti, tiada memaknai setiap tingkah lagi kelakuan Anda terkini.

“Bukan maksud hati menyembunyikan, tetapi-“

Apa? Tetapi gimana maksudmu? Lah, malah pergi? Hey, mau ke mana, kau? Berniat kabur sedari lokasi kejadian? Wah sempak, manusia seperti ini nih yang pantas, memenuhi kelayakan untuk diceburkan ke lubang penderitaan.

Grrrrhhhhh!!

Mengutarakan gumaman, penggalan kata tak memaknai simbolisasi apa-apa diupayakan awalan bentuk, acuan garis start sebelum pelontaran ketidaksempurnaan sengaja lahir, diumumkan di garda terdepan, sejenak menempatkan telunjuk di bagian dagu sesaat pelaksanaan pembalikan berjalan, segera mengarahkan punggung untuk membelakangi pandangan sambil mengakselerasi kedua penggerak seolah arahan jalan beriringan coba ia haturkan kepadaku.

Aih-aih, anak kampret nih mau ngambil kesempatan di balik kesempatan, kah? Gak-gak, aku takkan terjerumus tipu daya Anda. Peduli amat perbandingan kuasa di antara kita, sampai ajal menjemput harga diri akan terus dijunjung. Jangan macam-macam denganku, biadab. Engkau pasti tidak teringin membawa kemaluan ke rawat unit terdekat akibat menjadi korban kekerasan tingkat tinggi.

Gila, sempat-sempatnya kepikiran begitu, loh. Padahal kekritisan kepercayaan merongrong, menganjlokkan keteguhan hati untuk menaruh loyalitas terhadap oposisi.

Omong-omong soal kebiadaban, diri sampai tidak sadar bahwa jarak makin lama makin mengalami perbedaan. Mesti segera disusul, nih. Membiarkan narasumber lari sedari beban tugas merupakan kegagalan dalam pencegahan upaya pengkhianatan.

Tunggu aku, kisanak. Perlambat langkah atau peluru G-18 menyarang dalam hitungan detik!

“Mau ke mana?”

“Ikut saja, nanti juga kamu tahu.”

Jangan mencoba mengalihkan perhatian, manifestasi kecurigaan akan senantiasa terbayang, terus mengikuti langkah pelaku tanpa berkeinginan mematungkan percepatan

Huuuuh.

Mengetahui keaktifan langkah kaki terpampang, melukiskan pergerakan tiada mengetahui tujuan berkehendak, percobaan penjauhan raga kemudian direspon, mengutarakan penggalan tanya demi memperjelas, memberikan gambaran detail atas ketidakberesan perwalian.

Tidak dapat kuelak caramu bertindak tiada menemukan kejanggalan. Bertingkah, menuturkan kalimat ringan nan ramah diupayakan timbul agar kesan baik mampu terbenam, bersemayam melebihi rentang waktu. Cuman gimana caraku mengungkapkan? Penyelaan sedari susunan kerongkongan tidak menjamin, mengukuhkan dugaan tersangka untuk melarikan diri sebisa mungkin.

Aduh.

Sabar, gak perlu buru-buru gitu. Lagian penahanan Anda di balik jeruji menyebalkan bakal segera ditangguhkan selama pengokohan prasangka tak sanggup memvalidasi ketidakjelasan rangkuman. Santai, kalem aja, bro. Cepat atau lambat kita akan sampai di tempat tujuan. Yah itu pun akan kejadian selagi upaya tipu daya mutar-mutar enggan engkau laksanakan pada menit terkini.

Tidak ada berselang lama selepas pelontaran dikeluarkan, pelangkahan laju berjalan, mensinergikan stamina khusus terhadap dua sisi punggung penggerak, bergegas melangsungkan perpindahan walau titik area penjeratan salah satu anomali bernamakan Crultostamune harus ditinggalkan segera.

Jujur awalan aku gak berkeinginan menyusul. Bertualang, ikut mengiringi kepergian tiada kesiapan alat bertempur hanya akan melahirkan kekalahan lagi kegagalan semata. Tapi apa boleh buat? Melepas apalagi sampai membiarkan masuknya narasumber ke dalam hutan belantara seorang diri bukanlah sebuah opsi, suatu pilihan terbaik dalam mengurai upaya penusukan.

Aelah, belum apa-apa udah kayak bocah ilang. Lagian nih anak kok ngotot banget, sih? Alih-alih menunggu, mengupayakan jarum jam berlalu sedemikian rupa, perbuatan gegabah alhasil mampir, memupuk tekad di kedalaman benak seraya mengikutsertakan kehadiran pada langkah-langkah cepat.

Kampret, jelas sekali aku gak bakalan mudah, sanggup diperdaya seperti menit awal. Tetapi beginilah, pilihan menyebalkan dengan berat hati dijalankan. Tahan, kau pasti bisa, kok. Coba rileks, anggap pemenuhan kalbu atas dasar prasangka beraneka ragam tidak lain hanyalah gumpalan angan fiktif belaka. Tetap kalem, jalani kehidupan sesuai kemauan batin. Tindakan meringkus mampu dihantarkan kapan pun kehendak menginginkan.

Fuuuuh.

Mengesampingkan kumpulan prasangka bagi alam naluriah, fauna menjengkelkan mengapa dikambinghitamkan sebagai rute pelarian? Cakap terus terang padaku, wali. Apa tujuan sebenar kau membawa diri kemari? Percobaan tindakan melecehkan tidak akan membuatmu bertengger pada ketenangan.

Dikarenakan pilihan buntu, sementara oposisi sudah semakin jauh sedari lokasi awal penahanan, pengembaraan untuk sekian lama berlanjut, mengupayakan kedua dengkul untuk melintas, melewati ketinggian semak belukar nan rimbun di kala ekosistem beraneka ragam kehidupan bersemayam.

Hey-hey, bukan maksud diri tidak suka, tiada mendapati kesenangan dalam melaksanakan penjelajahan ke tempat antah-berantah. Menjengkelkan, sebetulnya pelarian menitikberatkan kita ke wilayah apa, sih?

Sejauh mata mengaktifkan fungsi, barat laut mata angin terus dijadikan arah semu selagi kaki tersendat, sengaja memperlambat kelajuan didasari kehadiran rerumputan tak terurus.

Bersambung….

Episodes
1 Penangkapan
2 Pembaringan Indah
3 Kejelasan Informasi
4 Kebingungan Titik Tuju
5 Melangkah ke Depan
6 Keabsahan Dokumen
7 Ketidakjelasan Naluriah
8 Intuisi Mencurigakan
9 Elak Terus
10 Kebudayaan Lampau
11 Kengerian Berpadu Indah nan Rupawan
12 Kelegaan
13 Melayang
14 Keberlangsungan Wawancara
15 Kritikan Menggelikan
16 Kompensasi?
17 Pembodohan
18 Pengupayaan Penarikan
19 Mengkritisisasi
20 Kekeliruan Acuan
21 Jalinan Kerja Sama
22 Kurang Cukupkah- Penebusan Dosaku Selama Ini?
23 Matimu- Melegakan buat Dikenang, Tahu?
24 Keterburukan Keputusan Adalah Langkah Awal Dirasakannya Kebebasan Tiap Pihak
25 Kemudharatan Penistaan
26 Pemulihan Kesadaran
27 Penuturan Tanpa Tanda Petik
28 Keracunan
29 Penerbangan, Siapkah Mentalitas Mengarungi Ini Semua?
30 Penenggelaman Takkan Pernah, Menorehkan Keminiman Peluang Dalam Upaya Peluluhlan
31 Tipu Muslihat
32 Serangkai Menghangatkan
33 Hiburan Perjalanan
34 Sudah Berapa Lama- Makan Angin nih Didirikan?
35 Ketibaan Hutan belantara
36 Ketenangan Periode
37 Kesediaan Mengikuti Rapat Perwalian
38 Penantian Panjang Tidak Berkesan Memilukan, Kurasa?
39 Tukar Pikiran Khalayak
40 Simplifikasi Mudah
41 Padu Problematik
42 Kesengsaraan Adalah Delusi
43 Ringkas Biodata Status
44 Biadab Senioritas
45 Langkah Penentu
46 Bobrok Anggota
47 Dinamika
48 Keduniawian
49 Ambil Alih Kemudi
50 Beres Menukar
51 Ada Apa, Nih?
52 Diperundingkan
53 Nista Teragung
54 Terperinci
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Penangkapan
2
Pembaringan Indah
3
Kejelasan Informasi
4
Kebingungan Titik Tuju
5
Melangkah ke Depan
6
Keabsahan Dokumen
7
Ketidakjelasan Naluriah
8
Intuisi Mencurigakan
9
Elak Terus
10
Kebudayaan Lampau
11
Kengerian Berpadu Indah nan Rupawan
12
Kelegaan
13
Melayang
14
Keberlangsungan Wawancara
15
Kritikan Menggelikan
16
Kompensasi?
17
Pembodohan
18
Pengupayaan Penarikan
19
Mengkritisisasi
20
Kekeliruan Acuan
21
Jalinan Kerja Sama
22
Kurang Cukupkah- Penebusan Dosaku Selama Ini?
23
Matimu- Melegakan buat Dikenang, Tahu?
24
Keterburukan Keputusan Adalah Langkah Awal Dirasakannya Kebebasan Tiap Pihak
25
Kemudharatan Penistaan
26
Pemulihan Kesadaran
27
Penuturan Tanpa Tanda Petik
28
Keracunan
29
Penerbangan, Siapkah Mentalitas Mengarungi Ini Semua?
30
Penenggelaman Takkan Pernah, Menorehkan Keminiman Peluang Dalam Upaya Peluluhlan
31
Tipu Muslihat
32
Serangkai Menghangatkan
33
Hiburan Perjalanan
34
Sudah Berapa Lama- Makan Angin nih Didirikan?
35
Ketibaan Hutan belantara
36
Ketenangan Periode
37
Kesediaan Mengikuti Rapat Perwalian
38
Penantian Panjang Tidak Berkesan Memilukan, Kurasa?
39
Tukar Pikiran Khalayak
40
Simplifikasi Mudah
41
Padu Problematik
42
Kesengsaraan Adalah Delusi
43
Ringkas Biodata Status
44
Biadab Senioritas
45
Langkah Penentu
46
Bobrok Anggota
47
Dinamika
48
Keduniawian
49
Ambil Alih Kemudi
50
Beres Menukar
51
Ada Apa, Nih?
52
Diperundingkan
53
Nista Teragung
54
Terperinci

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!