Kelegaan

...Chapter 12...

Haah, untaian kehidupan itu memang singkat. Mau tidak mau, suka tidak suka- jeritan pengawal kematian senantiasa tergambar, menyajikan keberadaan nan hangat di kedua panca indera. Harus kuat, tabah menjalani beban berat di kedua pundak. Rilekskan saja, kepedihan di kedalaman naluriah berpotensi merusak, mengacaukan linear cara berpikir sahaja.

Adududuh, kembali lagi, nih. Jujur aku sangat malas mengambil pekerjaan nih. Namun apalah daya, penurunan kesehatan akibat penugasan dua minggu lalu bukan suatu halangan bagi kehadiran arahan institusi. Baiklah makhluk brengs*k, sekarang mari kita mulai pesta menyenangkan di atas gundukan jasad teman-teman sekalian.

Fuaaaahhh.

Tiing- tiing, diharap berpaling sejenak, kawan. Abaikan saja tegangan pancaran sinar nan memukau yang sempat dirangkaikan seiring keberlangsungan pencucian memori.

Hooooh!

“Ahhhhh-”

Melegakan, belum pernah diri menduga, memahami eksistensi penghilang kelogisan sesedap nih. Serius, bukan maksud bersikap sombong, namun dari sekian ramai cairan membasahi kerongkongan, tiada satupun esensial dengan kuasa memberikan kenyamanan seperti ini.

Kuhargai kinerja keras Anda, sobat!

Mengalihkan kesadaran usai dipancari sinar begitu menyakitkan, kelegaan tak bernilai lantas terjadi, mendeskripsikan keunikan lagi rasa tenang, membiarkan kesadaran terombang-ambing, menghanyutkan akal sehat pada gantungan menyesatkan.

Haih-haih, ini beneran aku, kok. Sinta Melina Ningsih. Seorang gadis muda berusia kisaran 22 tahun ke atas terpampang tengah duduk, mengistirahatkan bokong sedari banyaknya tuntutan pekerjaan di dalam keanggotaan. Sabar biadab, aku belum selesai ngomong. Kira-kira ini hari apa, ya? Ah tahu dah, mungkin ada perkiraan dua sampai tiga minggu usai misi penangkapan Crultostamune berjalan sesuai rencana. Adapun soal ketidakvalidan antara rangkaian dan kejadian lapangan, sebuah pencerahan berhasil kugapai, meluruskan permasalahan seraya memberi tahu bahwa tangkapan keanggotaan terbilang salah satu keunikan bagi anomali di luaran sana.

Huhuhu, tidakkah kalian mengetahui betapa malunya aku waktu tuh? Sumpah dah, andaikata keberanian enggan diutarakan, penyingkiran nama lengkap sudah lama diperbuat sejak minggu-minggu lepas. Huaaah, maafkan aku, perwalian. Diri tidak bermaksud menjelekkan nama baik Anda. Serius, alih-alih menaruh rasa dendam, senyuman nan tulus dijadikan opsi pilihan terbaik, melahirkan sebuah tindakan pengakuan perihal kecakapan diri semasa bertugas.

Hehe, di balik kesulitan ada kemudahan, kukira kalimat tuh tiada mengartikan apa-apa selain ketiadaan belaka.

Mengesampingkan adegan memilukan tersebut, rutinitas normal kembali dilaksanakan oleh raga, melarutkan kesadaran pada kejenuhan dan kebosanan tingkat tinggi. Ya gimana, ya? Hari-hari aku menerima laporan, suatu tanggapan, terus dipaksa mengikuti rapat kilat sesama keanggotaan pula. Gimana gak merasa letih, coba? Jangan heran bilamana sesi tugas terganti, pembaringan panjang segera dilaksanakan tanpa menunggu arahan.

Dasar kampret, dikira kerjaan kami-kami nih tidak ada bandingan seperti pegawai kantoran?

Fuu- huuuh.

Kurang tahu lagi, deh. Hamba sudah gak bisa berpikir logis kembali. Di kala masa tenang datang, menyelimuti sekujur badan yang asik mengendapkan kesadaran di alam mimpi, goncangan begitu kuat kemudian timbul, menginstruksikan kehadiran untuk bergegas pergi ke ruangan wakil.

Menyebalkan mungkin bisa diutarakan sebagaimana kodrat. Namun keberlangsungan tugas harus tetap terlaksana macam mana pun caranya. Cuman yah- pada akhiran beban pundak kembali bertambah, menaikkan parameter di kala “Tolong observasi makhluk nih” ia utarakan.

Kampret- kampret, gak tahu waktu istirahat sama sekali, kah? Badanku bener-bener pegel bilamana perangkaian ketikan diperbuat menit-menit ke depan. Apa boleh buat? Suatu instruksi selaku awal mula misi baru mesti diambil sekarang juga.

...Mission 2...

...Menganalisis Subjek bernama Lulosana...

...Upaya Pelaksanaan : Interaksi Jarak dekat...

...Code Name : I-9...

...Tingkatan Bahaya : Cenderung Rendah...

Tolong lupakan makna dumelan barusan, lebih kita sambung kemeriahan pesta di antara ruangan lingkup macam observatorium.

Wohooo!

“Teramat senang sampai rela menghancurkan kelogisan berpikir? Lucu juga, kamu.”

Ahhh, berisik kamu. Segera bawakan steak pesanan menit lalu. Keroncongan lambung takkan bisa teratasi dalam kurun waktu kemudian.

Graaahh!!

Tetap merenung, asik melarutkan linear berpikir, pengutaraan dialog sedari penyaji makanan dan minuman panas di atas lampu kedap-kedip lalu timbul, buru-buru mengeluarkan tanggapan di saat botol kebiasaan orang-orang meminum penyedap melahirkan kesempurnaan putaran.

Sssstt, diam aja, kawan. Di sini diri lagi akting menyampaikan ketidakkuasaan menegak bir. Namun mengesampingkan makna dan alasan raga berbuat begini, penampilan jas putih nan mewah terus membingkai keindahan tiap rajutan benang pakaian di depan.

Huhu, aku tahu dia siapa, malah memahami betul tingkah laku nih orang. Perlukah diberi tahu tujuan misi kali nih? Rasanya pembongkaran di menit awal hanya akan menimbulkan kebosanan lagi kejenuhan semata.

Hmmmmmhh.

Ya-ya, kira-kira begitulah. Aku dan dia sudah saling mengenal satu sama lain. Kalau tidak salah, Lulu- eh bukan-bukan Lulosana, makasih sudah mengingatkan, keletihan menjalani rutinitas menciptakan keidiotan kinerja otak berjalan. Pertemuan kami tidak terlalu mengesankan, kok. Sebuah permintaan tolong untuk merenovasi kedai diskotik kepemilikan berujung perombakan total keunikan lagi infrastruktur interior di segala penjuru bangunan.

Lumayan baik juga pihak sini, yah walau harus memberikan bujukan terlebih dahulu, pada akhirnya narasumber sudah siap berdagang, menjajakan banyak sekali hidangan mewah selagi dentuman musik nan memekakkan terngiang untuk kurun waktu lumayan lama.

Hhhh, apa pun yang bakal terjadi, obrolan nih harus tetap terjaga sampai pencatatan menemui titik cerah. Harap kondisikan suara, beri aku sedikit masa buat menggali pengetahuan lebih dalam.

“Sedikit bersenang-senang tidak ada salahnya, bukan?”

Mantap, kapan-kapan bukalah cabang di bagian pinggir kota. Dengan meminta izin, menandatangani perjanjian untung bagi dua, keuntungan berlipat dapat dipastikan engkau rasakan hingga akhir hayat menghampiri.

Hihi.

Memahami diri masih mempunyai keteguhan di atas standarisasi, segelan plastik pada sebuah botol bir jumbo lalu ditarik, mengambil benda terkait mengenakan suatu genggaman, tanpa basa-basi merobek, membukakan tutup botol nan keras sesaat tegukan terulang kedua kali.

Haha, jangan khawatirkanku, biadab. 100 bir menjanjikan dapat kuselesaikan semasa penegukan diupayakan mengalami fase keberlangsungan. Jadi, makin jadi, dong. Jangan biarkan pertahanan terakhir selaku alasan pemblokiran askes diri bisa bersenang-senang.

Kegembiraan semu, sobat. Seiring umurku bertambah, ketidakkuatan kewarasan untuk menegak lebih lama sama sekali jarang, tidak pernah dirasa bahkan selepas puluhan bir mengalami pengosongan isi.

Jawara penyantap minuman berbahaya, undangan meminum banyak-banyak bersamaku telah lama tersebar ke dalam kartu pos sekalian.

Hooooh!

“Hmmmmmh-”

Sabar, ya? Otak juga memerlukan masa bersiap. Kalem, rilekskan pikiran Anda sedari proposal keburukan.

Hauuuh.

Sementara ujung botol tak bukan lajur masuknya tetesan penyedap menuju gejolak enzim kedalaman lambung, pembukaan rahang selebar pancaran mentari diutarakan disambut, melaksanakan elap-elap manja terhadap botol bekas pelanggan, menampilkan lekukan bibir nan tipis sebagai bentuk peresponan target.

Aelah, gak perlu diliatin kayak begitu, Lulo. Diri juga ngerti, memahami bahwa keindahan duniawi berpotensi menyesatkan umat manusia. Sudah lanjutkan, biarkan cangkir-cangkir itu mensucikan kehadiran sebagaimana kodrat.

Fufu.

“Fuaaahh-“

“Mengefisienkan perpindahan jarum jam, akan lebih dianjurkan pembicaraan utama sudah mulai memasuki garis start.”

Hey-hey, tolong untuk tidak memandangku remeh. Syalan, kau kira penegak terbaik hanyalah dirimu seorang? Pffft, kebanyakan mimpi. Kalahkan dulu rekor penegakanku yang mencapai angka 500-an ke atas. Omong-omong itu diselesaikan sekitar empat jam sahaja, loh.

Huaaaahh.

Bersambung....

 

Episodes
1 Penangkapan
2 Pembaringan Indah
3 Kejelasan Informasi
4 Kebingungan Titik Tuju
5 Melangkah ke Depan
6 Keabsahan Dokumen
7 Ketidakjelasan Naluriah
8 Intuisi Mencurigakan
9 Elak Terus
10 Kebudayaan Lampau
11 Kengerian Berpadu Indah nan Rupawan
12 Kelegaan
13 Melayang
14 Keberlangsungan Wawancara
15 Kritikan Menggelikan
16 Kompensasi?
17 Pembodohan
18 Pengupayaan Penarikan
19 Mengkritisisasi
20 Kekeliruan Acuan
21 Jalinan Kerja Sama
22 Kurang Cukupkah- Penebusan Dosaku Selama Ini?
23 Matimu- Melegakan buat Dikenang, Tahu?
24 Keterburukan Keputusan Adalah Langkah Awal Dirasakannya Kebebasan Tiap Pihak
25 Kemudharatan Penistaan
26 Pemulihan Kesadaran
27 Penuturan Tanpa Tanda Petik
28 Keracunan
29 Penerbangan, Siapkah Mentalitas Mengarungi Ini Semua?
30 Penenggelaman Takkan Pernah, Menorehkan Keminiman Peluang Dalam Upaya Peluluhlan
31 Tipu Muslihat
32 Serangkai Menghangatkan
33 Hiburan Perjalanan
34 Sudah Berapa Lama- Makan Angin nih Didirikan?
35 Ketibaan Hutan belantara
36 Ketenangan Periode
37 Kesediaan Mengikuti Rapat Perwalian
38 Penantian Panjang Tidak Berkesan Memilukan, Kurasa?
39 Tukar Pikiran Khalayak
40 Simplifikasi Mudah
41 Padu Problematik
42 Kesengsaraan Adalah Delusi
43 Ringkas Biodata Status
44 Biadab Senioritas
45 Langkah Penentu
46 Bobrok Anggota
47 Dinamika
48 Keduniawian
49 Ambil Alih Kemudi
50 Beres Menukar
51 Ada Apa, Nih?
52 Diperundingkan
53 Nista Teragung
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Penangkapan
2
Pembaringan Indah
3
Kejelasan Informasi
4
Kebingungan Titik Tuju
5
Melangkah ke Depan
6
Keabsahan Dokumen
7
Ketidakjelasan Naluriah
8
Intuisi Mencurigakan
9
Elak Terus
10
Kebudayaan Lampau
11
Kengerian Berpadu Indah nan Rupawan
12
Kelegaan
13
Melayang
14
Keberlangsungan Wawancara
15
Kritikan Menggelikan
16
Kompensasi?
17
Pembodohan
18
Pengupayaan Penarikan
19
Mengkritisisasi
20
Kekeliruan Acuan
21
Jalinan Kerja Sama
22
Kurang Cukupkah- Penebusan Dosaku Selama Ini?
23
Matimu- Melegakan buat Dikenang, Tahu?
24
Keterburukan Keputusan Adalah Langkah Awal Dirasakannya Kebebasan Tiap Pihak
25
Kemudharatan Penistaan
26
Pemulihan Kesadaran
27
Penuturan Tanpa Tanda Petik
28
Keracunan
29
Penerbangan, Siapkah Mentalitas Mengarungi Ini Semua?
30
Penenggelaman Takkan Pernah, Menorehkan Keminiman Peluang Dalam Upaya Peluluhlan
31
Tipu Muslihat
32
Serangkai Menghangatkan
33
Hiburan Perjalanan
34
Sudah Berapa Lama- Makan Angin nih Didirikan?
35
Ketibaan Hutan belantara
36
Ketenangan Periode
37
Kesediaan Mengikuti Rapat Perwalian
38
Penantian Panjang Tidak Berkesan Memilukan, Kurasa?
39
Tukar Pikiran Khalayak
40
Simplifikasi Mudah
41
Padu Problematik
42
Kesengsaraan Adalah Delusi
43
Ringkas Biodata Status
44
Biadab Senioritas
45
Langkah Penentu
46
Bobrok Anggota
47
Dinamika
48
Keduniawian
49
Ambil Alih Kemudi
50
Beres Menukar
51
Ada Apa, Nih?
52
Diperundingkan
53
Nista Teragung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!