"lepasss, Edgar." Kinara terus memberontak ketika ia diseret paksa masuk kedalam rumah minimalis namun mewah. Banyak orang disana yang diyakini sebagai pelayan, namun tak ada satupun yang berani menolong Kinara yang berusaha melepaskan diri dari genggaman pria yang tengah menyeretnya.
"Edgar, Lep__"
Brak...
Brughh....
"Aku benci kamu ,Edgar." bentak Kinara ketika tubuhnya terpelanting di ranjang besar. Edgar membawa Kinara diruangan yang sangat privasi, Tak ada satupun yang masuk kedalam kamar itu selain pelayan yang ditunjuk sendiri oleh Edgar.
"Terserah." sentak Edgar.
"Salah aku apa hah! kenapa kamu tega nyakitin aku, nyakitin Papa ku . kamu tau sekarang papaku terbaring koma dirumah sakit gara- gara kamu ,Edgar. Aku nyesel kenal kamu, aku nyesel pernah cinta sama kamu ,Edgar. kamu memang kaya, tapi tingkah kamu kayak hewan ," cecar Kinara dengan emosi menggebu, wanita itu berdiri sembari menunjuk ke arah wajah Edgar.
Kinara tak peduli, meskipun ia dibunuh oleh sosok Edgar nantinya. Menurutnya, ia ingin menumpahkan semua kejanggalan hatinya pada sosok itu.
"Bukannya itu maumu! kamu yang menginginkan hal itu, Kinara!" sentak Edgar semakin membuat Kinara bingung dibuatnya.
"Jawab, salah aku dimana sama kamu hah! Aku muak berhadapan sama manusia kaya kayak kamu. Dulu orang tuamu sekarang kamu sendiri yang menghakimiku." seru Kinara tanpa sadar berucap demikian.
"Omong kosong apa yang kamu ucapkan? Mana mungkin orang tuaku menghakimu . Apalagi mereka sangat menyukaimu," ucap Edgar yang tak percaya dengan omongan Kinara.
"Apa kamu bilang? Menyukaiku! terserah kau saja, Edgar. Kamu pintar harusnya kamu tau mana yang benar dan salah. Dan ya satu lagi, ceraikan aku sekarang. Aku gak sudi memiliki suami sepertimu ,Edgar Regantara," Sarkas Kinara penuh penekanan, ia tak ingin semakin memperjelas lagi. Semuanya akan sia-sia ketika orang yang mendengarnya tidak akan percaya dengan omongan yang kita ucapkan. "Carilah bukti sebelum bertindak, Edgar. Apa gunanya uangmu?" imbuhnya.
Setelahnya, Kinara melenggang pergi. Wanita itu berniat keluar dari ruangan yang mewah namun terasa panas itu dan ia juga ingin pergi dari kediaman milik Edgar tersebut.
Namun belum sempat tangan mungil itu memegang handle pintu. Suara tegas Edgar mengalun di indera pendengarannya.
"Aku tidak akan menceraikan mu, Kinara. Sampai kapanpun." Edgar berucap dengan rasa kesalnya. Ia tak suka dengan ucapan Kinara.
"Apa ada yang dia sembunyikan lagi," Batin Edgar.
Mata Kinara terpejam sebentar sebelum ia berucap kembali pada sosok Edgar, " Kamu terlalu pengecut, Edgar. Kamu mau tau alasan aku meninggalkanmu ,'kan? Kamu bisa tanya ke Nyonya Regina Regantara. Apa yang sudah dia perbuat padaku dulu, Biarkan dia yang menjelaskan." timpal Kinara kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Edgar.
"Mommy, Apa yang sudah diperbuatnya." gumam Edgar.
"Semuanya akan jelas ketika Nyonya Regantara berkata yang sejujurnya," imbuh Kinara.
"Berhenti mengkambing hitamkan Mommy Ku. Kamu yang salah," sentak Edgar.
"Ya, terserah kau saja. Mau memperjelas- pun percuma. kepercayaanmu sudah binasa padaku, 'kan? Dan jika nanti semuanya sudah terbongkar, jangan harap aku akan memaafkan mu ,Edgar Regantara." tegas Kinara melenggang pergi dari sana.
Tak ada suara dari Edgar, pria itu terdiam mematung setelah mendengar ucapan Kinara. Apakah benar yang diucapkan Kinara jika semua masalahnya bersumber dari sang Mommy. Lalu, untuk apa sang Mommy melakukan hal seperti itu. Bukankah Regina terlihat menyukai dan menyayangi Kinara setelah Edgar mengenalkan wanita itu pada keluarganya.
"Maaf, Nona. Tuan Edgar melarang anda untuk keluar dari rumah ini." Penjaga di pintu utama berucap ketika Kinara hendak melewati pintu tersebut.
Dengan menghembuskan nafas kasarnya, wanita itu seakan pasrah dengan perlakuan Edgar. Dunianya seketika hancur ketika sang Papa juga terkena imbas dari masalahnya.
"Terserah kau saja." celetuk Kinara , ia kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah minimalis tersebut.
Wanita itu melangkah dengan tatapan kosong, Bahkan tak ada rasa semangat yang biasanya ia miliki kali ini. Harapannya sudah pupus bersamaan dengan Edgar yang telah menganiaya fisik dan batinnya.
Bisakah Kinara terlepas dari jeratan Edgar, atau malah jeratan sakit hati itu akan semakin memperbudaknya.
bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
yunidarwanti2
jgn nangis Kinara hrs bs melwan Edgar hrs punya taktik spy bs terbebas dr nya,kuat Kinara jgn nyerah sma keadaan😐
2024-07-12
1
Johanah Tata
satu kata jijiiiiiiiiiiiiiiik padahal baru baca sampai sini. najiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis ceritanya perempuan selalu menjadi korban kebiadaban laki-laki, selalu dianggap rendah.
2024-06-14
5
Teteh Lia
harusnya... di cek dulu kebenarannya, Edgar nih... main percaya aja.
2024-05-25
1