"Cepet, Ca." teriakan heboh Kinara memenuhi mobil milik Caca. Wanita itu ketakutan setengah mati ketika mobil yang ditumpangi anak buah Edgar tengah mengejar mobil milik Caca. "Ca, sumpah aku gak mau balik lagi kesana," ujar Kinara penuh kekalutan.
"Lu tenang, semua gua jamin aman." Caca berucap sembari mengemudi layaknya pembalap handal. Bahkan Kinara sendiri merasa takut pada dengan cara Caca mengemudi ditambah takut pada kedua anak buah Edgar. " Lu cukup pegangan, gak usah khawatir."
Kinara menurut, Tangannya memegang bagian atas mobil itu dengan erat. Terlihat juga disana jika Kinara sudah memejamkan mata dengan paksa, ia takut jika matanya terbuka dan melihat keganasan Caca dalam mengendarai mobil miliknya.
"Ya Tuhan, Tolong lindungi aku. Jangan sampai dia membawaku lagi." Hanya doa yang bisa di ucapkan Kinara saat ini dalam mata terpejam nya.
"Huhh, perfect. Gua bisa mengalahkan orang gila itu," pekik Caca dengan tangan mengudara, Gadis itu senang bukan main ketika bisa mengelabuhi mobil yang sedari tadi mengejarnya.
"Ra,Udah buka mata lu. Semuanya udah beres, mereka gak bakalan bisa nemuin kita lagi." Caca berucap sendiri mengepak lengan Kinara ayang masih setia memejamkan matanya. "Ra, Etdah."
"Kamu gak bohong, 'Kan?" tanya Kinara dengan cemas.
"Buat apa gua bohong, Kinara!" sahut Caca.
Dengan gerakan pelan, Kinara membuka matanya dengan perasaan was-was. Dan tepat dengan apa yang diucapkan Caca, bahwa mereka sudah lolos dari kejaran anak buah Edgar.
Mobil mereka sudah mendarat sempurna di pelataran rumah Kinara. Dengan gerakan reflek, Kinara menoleh kebelakang. Ia takut jika mobil yangs sedari tadi mengikutinya masih sama.
Hingga terdengar helaan nafas lega dari Kinara, gadis itu mengusap dadanya karena sudah berhasil lolos dari kejaran anak buah manusia iblis seperti Edgar.
"Abang," panggil Kinara, Gadis itu keluar dari mobil ketika melihat sang Abang hendak menutup pintu rumahnya.
"Abang," panggil Kinara lagi.
"Mau apa kamu!" mendengar penuturan Daffa sang kakak. Membuat langkah Kinara terhenti, kenapa abangnya malah berbicara seperti itu bahkan nada suara itu terdengar tak enak di indera pendengarannya.
"Bang, ada apa? kenapa Abang berbicara seperti itu? Apa Abang gak senang dengan kehadiranku?" cecar Kinara kembali melangkahkan kakinya ke arah Daffa.
"Setelah apa yang kamu lakukan, Ra. Kamu tega melukai Papa, sampai dia harus koma sekarang." Daffa berucap dengan emosinya.
Deggg...
"Papa! Koma? kenapa tidak ada yang memberitahuku." Kinara membatin dengan dada yang bergemuruh.
"Abang jangan bohong ,Bang. Gak lucu tau gak!" sarkas Kinara menyangkal ucapan Daffa.
"Mana ada Abang bohong, Papa terserang jantung gara- gara dengar kamu hamil di luar nikah, Ra. Kamu puas lihat Papa seperti itu hah!" bentak Daffa penuh emosi pada adiknya. "Jadi begini kelakuan kamu yang sesungguhnya, Kami salah menilai kamu selama ini," imbuhnya.
Jeduaarrr.....
Bagai disambar petir disiang bolong, tubuh Kinara Seperi lemah tak bisa lagi menopang tubuhnya. Ia tak menyangka ada seseorang yang tega memfitnah dirinya hingga membuat pria tersayangnya terbaring di rumah sakit.
"Bohong, Bang. Aku gak hamil. Siapa yang sudah mengucapkan hal gila itu?" Ujar Kinara membela diri, memang benar adanya jika dirinya tidak hamil.
"Jangan mengelak Kinara, Pria itu menunjukkan semua buktinya kalau kamu hamil. Bahkan dalam keadaan Papa yang kesakitan, Dia masih mau menjadi wali nikahmu," Papar Daffa lagi dengan nafas terengah-engah. Ia begitu emosi dengan kelakuan adiknya yang selalu dimanja olehnya dan Ardav tentunya.
Degg...
Oh Tuhan masalah apalagi ini! kenapa semuanya terasa datang bertubi-tubi dalam hidupnya.
"Ja-di benar, Aku sudah menikah dan Papa yang menjadi walinya," Batin Kinara dengan mata berembun, lagi- lagi air matanya tak bisa dibendung lagi.
"Bang, tolong jangan berbicara ngasal ,Bang." Kinara berucap karena ia yakin ucapan Daffa salah. Pasalnya ia tak melihat Papanya dalam monitor yang di perlihatkan Edgar padanya.
"Terserah kau saja, Kinara. Jaga rumah tanggamu dengan baik, Jangan sampai bertingkah gila lagi. Kamu sudah menjadi seorang istri. Hargai suamimu, kamu masih beruntung karena dia masih mau mengakui anaknya yang ada di dalam kandunganmu." setelah Daffa berucap, ia memilih pergi dari depan Kinara yang terdiam mematung.
Tubuhnya meluruh dengan tangisan kepiluan, Ia tak menyangka jika kejadiannya akan serumit ini. Padahal ia berbicara yang sejujurnya namun mengapa tak ada yang percaya dengan ucapannya. Apa karena ia tak memiliki bukti, hingga Papa dan Abangnya percaya dengan omongan pria itu. Kinara yakin kalau semua penderitaannya adalah ulah Edgar. Karena sedari awal bertemu dengannya, Kinara merasakan hal tak enak setelah itu.
"Ra, Apa yang terjadi?" Ucap Caca yang sedari tadi tak ingin nimbrung ketika melihat tatapan emosi dari Daffa. Ia takut dituduh ikut campur dalam urusan keluarga Kinara, Cukup melihat dari jauh dan memantaunya saja di dalam mobil miliknya.
"Edgar jahat, Ca! aku nyesel kenal dia."
"Kenapa lagi si Edgar? Bukannya kita sudah lolos dari kejaran anak buahnya!"
"Dia fitnah aku hamil, bahkan Papa sekarang dirawat dirumah sakit karena serangan jantung. Gua benci Edgar, Ca." pekik Kinara dengan rasa bencinya pada sosok Edgar.
"Gua mau kasih dia perhitungan, " Tambah Kinara sembari bangkit, ia hendak pergi meninggalkan Caca yang masih berjongkok disana.
"Ra, Jangan gila. Yang ada lu bakalan jadi santapan dia lagi. Dia bakalan merasa menang kalau lu sampai nemuin dia." Teriak Caca hingga membuat Kinara menghentikan langkahnya.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
yunidarwanti2
mlang bnr nasibnya Kinara ya hrs balik sma sang mantan🤧🤧
2024-07-12
1
💞Dormon💙💙💙
nangis aku thorr, tersayat hati ini😭😭
2024-05-06
2
Vivie
Kasihan banget sudah di sakiti di fitnah dan di kawin paksa /Curse/
2024-05-03
0