Sinar matahari mulai nampak dari cela gorden hingga menembus kedalam kamar bernuansa abu -abu. Hingga membuat seseorang yang sekilas terkena sapuan sinar matahari itu mengerjab kan matanya beberapa kali.
Mata lentik itu terbuka secara perlahan namun ia dikejutkan dengan sebuah telapak tangan yang tengah menghadang sinar matahari agar tak menerpa wajahnya.
Kinara terlonjak kaget, ia spontan terduduk kala ia mengingat malam tadi. Dirinya bersama Edgar dan tangan yang ada didepan wajahnya tadi adalah milik pria itu. Kinara menoleh secara reflek kearah sebelahnya dan benar saja jika disana masih ada Edgar yang tengah tersenyum menatapnya.
"Kamu!"
"Iya, ini aku. Kenapa hmm? Nyenyak banget ya tidurnya sampek gak mau lepas dari pelukanku," celetuk Edgar membuat Kinara memalingkan wajahnya, ia teringat kejadian semalam yang membuatnya tidur seranjang dengan Edgar.
Kinara mengetuk pelan dahinya, bisa-bisanya ia terlelap dalam dekapan Edgar. Bahkan ia terkesan menikmatinya.
"Menjauh lah, Edgar," sentak Kinara ketika Edgar mendekat kearahnya dengan tangan mulai membelit perutnya.
''Tidak akan, Sayang."
Cupp...
Seketika tubuh Kinara dibuat merinding kala mendapatkan perlakuan seperti itu dari Edgar. Sesuatu yang dulu membuat dirinya bahagia ,namun berbeda untuk saat ini.
"Ed, lep__"
"Aku bahagia semalaman bisa tidur memeluk istriku bahkan aku tidak bisa nyenyak tidur karena takut tak bisa seperti semalam lagi bersamamu," ungkap Edgar menaruh kepalanya di atas bahu Kinara.
Kinara terdiam tak sekalipun menanggapi ucapan Edgar. Ia membiarkan pria itu berlaku semaunya padanya untuk saat ini, entah nanti.
"Sayang, Izinkan aku memilikimu, Izinkan aku menjagamu. Maaf, untuk kesalahanku dimasa lalu. Aku bodoh karena sudah percaya tanpa tau bukti yang nyata." papar Edgar semakin mengeratkan pelukannya. "Aku mencintaimu, Kinara." imbuhnya.
Degg..
Jantung Kinara memburuh mendengar pengakuan Edgar suaminya. Pria itu masih mencintainya dengan tenang, bahkan ia rela mengorbankan keluarganya hanya untuk dirinya.
Tapi, Sebenci apapun Kinara pada Edgar . Ia masih menyimpan rasa yang teramat untuk laki-laki itu, cintanya masih utuh bahkan sama dengan rasa cinta yang dimiliki Edgar padanya.
"Kamu kenapa hmm?" tanya Edgar ketika Kinara menempelkan punggung tangan di dahinya. Bahkan juga menempelkan di bagian lehernya.
"Aneh, tumben sekali tubuhku baik-baik saja." batin Kinara merasa aneh pada tubuhnya ketika ia tak sama seperti pagi sebelumnya. Biasanya ia mual bahkan terasa demam di pagi hari, namun saat ini ia tak merasakan apapun.
"Ra, kamu kenapa?" panggil Edgar lagi kala Kinara tak ada tanda-tanda menyahutnya.
"Tak apa." Kinara menjawab dengan padat dan jelas.
Tuut.... Tuttt...
Atensi keduanya mengarah pada gawai Kinara yang berada diatas nakas. Ponsel itu berdering dengan menampakkan nama abangnya disana.
Edgar yang awalnya emosi melihat nama yang tertera disana seketika emosinya mereda. apalagi ketika Kinara mengangkat dan memanggil Abang pada penelpon itu.
Kinara : [ Iya ,Bang. Ada apa?]
Daffa: [ Papa ingin bertemu denganmu]
Kinara: [ Benarkah? Papa sudah bangun, Bang!]
Daffa: [ Iya, Papa menanyakan mu.]
Kinara :[ Alhamdulillah, Terimakasih, Bang. Nara akan segera kesana.]
Tutt... Tut...
Bibir Kinara tersenyum lebar setelah menerima telepon dari Daffa kakaknya. Tanpa membuang waktu lagi, ia bergegas membersihkan diri bahkan ia melupakannya Edgar yang masih berada disana. Pria itu hanya melihat tanpa berucap sepatah katapun.
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya Kinara sudah rapi dengan dress yang sudah tersedia di lemari. Siapa lagi yang menyiapkan kalau bukan Edgar tentunya, pria itu terus berusaha mendapatkan lagi hati Kinara dengan berbagai cara.
"Aku akan ikut bersamamu." ucap seseorang yang tiba-tiba mengagetkan Kinara . Gadis itu berhenti melangkah ketika ia hendak menuruni tangga, Ia menoleh hingga netranya melihat Edgar yang tengah bersedekap dada dengan pakaian santainya.
"Tidak perlu." jawab Kinara berjalan menuruni tangga.
Edgar tak mendengarkan ucapan Kinara, pria itu trus saja membuntuti langkah kaki Kinara hingga membuat Kinara kesal dibuatnya.
"Berhenti, Ed. Aku mau menemui Papa bukan mau kabur," sentak Kinara ketika ia hendak membuka pintu apartemen.
"Aku juga ingin menemui ,Papa." Edgar menyahut dengan rasa tak bersalahnya.
"Dia Papaku ,Edgar. Bukan Papa mu." sengit Kinara bersedekap dada di depan Edgar, padahal ia ingin cepat- cepat kerumah sakit untuk menemui Papanya namun kelakuan Edgar sangatlah menyebalkan baginya.
"Iya, Aku tau. Dia mertuaku," jawab Edgar dengan santainya.
Mendengar jawaban Edgar yang membuatnya naik darah, alhasil ia pasrah dengan apa yang dilakukan pria itu.
Dengan keterpaksaan pula, dirinya sangat tak suka dengan apa yang dilakukan Edgar. Mengingat apa yang sudah di lakukan pria itu padanya bahkan keluarganya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
kalea rizuky
Edgar uda tidur belom ma istri nya berlian males bgt dpet bekas
2024-06-27
0
Teteh Lia
benci tapi juga cinta...
2024-06-03
1