16. Ren vs Kevin

"Liya!" Kevin terus mengetuk jendela mobil dengan keras "Keluar, Liya!"

Ren berdecak sebal. Kenapa setiap dirinya sedang dalam suasana bagus bersama Daliya selalu ada yang mengganggu? Sejujurnya, Ren tak masalah untuk melanjutkan kegiatan mereka, lagipula kaca jendela mobilnya sudah didesain untuk tidak bisa terlihat dari luar. Tapi, tentunya Ren tidak bisa mengabaikan Daliya begitu saja. Karena saat ia menatap wanita itu, tampak wajahnya sudah terlihat panik dan pucat.

"Maaf...," Daliya mendorong tubuh Ren agar menjauh darinya, kemudian ia keluar dari mobil dengan terburu-buru.

"Daliya!" Kevin langsung menarik tangan sahabatnya itu. "Kamu sebenarnya kemana saja? aku sudah telepon dan chat dari tadi, tapi kamu nggak bales-bales! Aku pergi ke kantormu, tapi katanya kamu tidak masuk hari ini. Sebenarnya kamu kemana?"

"Vin, tenang dulu," Daliya meringis karena Kevin menarik tangannya begitu kuat, membuat pergelangan tangannya terasa sakit. "Lepasin tangan aku,"

"Kamu tahu nggak sih betapa khawatirnya aku?" Kevin tak peduli, ia masih terus mencengkeram erat tangan gadis itu.

"Hey, bro," Ren muncul dan langsung melepaskan pegangan Kevin pada Daliya. "Lo denger nggak, sih? Lepasin, Daliya kesakitan,"

Kevin langsung memberikan tatapan tajam pada Ren. "Lo lagi?" Kevin menoleh pada Daliya. "Kamu masih berhubungan sama laki-laki brengshek ini?"

"Vin, kalau ngomong yang sopan. Ren nggak seburuk yang kamu pikirin!"

"Kalau nggak brengshek, terus apa? Mana ada cowok baik-baik yang ngajak jalan cewek di jam kerja? Kamu udah dibawa sama dia kemana aja, hah?" Kevin mendengus dan menatap Ren dengan tatapan marah. "Jangan bilang ke hotel?"

"Kevin!" Daliya terbelalak. "Jangan ngomong sembarangan!"

"Daliya, kamu itu jadi cewek jangan bego-bego banget deh. Kamu nggak tahu kan tujuan cowok-cowok mendekati kamu? Mereka semua itu sama! Otaknya kotor! Mereka cuma mau menaklukkan kamu di atas kasur!"

BUGH!

Seketika itu juga, tubuh Kevin ambruk ke tanah. Daliya terbelalak. Ren sudah mendaratkan bogem mentahnya pada Kevin.

"Lo bilang apa tadi? Ulangi!" Ren mencengkeram kerah Kevin, tatapannya berubah menjadi beringas. "Jangan sembarangan bicara! Gue nggak kaya Lo yang pikirannya mesum! Daliya itu cewek baik-baik, jangan samain dia sama cewek-cewek yang Lo kenal!"

"Gue tahu Daliya cewek baik-baik! Tapi Gue nggak yakin sama Lo! Lo itu bahaya buat Daliya! Daliya itu cewek polos yang nggak tahu apa-apa!" Kevin balas berteriak. Ia ingin membalas tinju Ren, tapi kekuatan pria itu sama sekali bukan tandingannya.

"Kalian berdua, STOP!" Daliya berusaha melerai, apalagi saat ini mereka sedang menjadi tontonan para penghuni kos. "Ren, lepasin!"

"Nggak! Orang kaya begini harus dikasih pelajaran biar dia jera! Biar dia nggak ngomong sembarangan lagi!"

"Ren!" Daliya menghadang Ren, dan hal itu berhasil membuat gerakan Ren yang hampir meninju Kevin terhenti. Daliya langsung menarik lelaki itu agar menjauh dari Kevin.

"Ren, lebih baik kamu pulang sekarang," Daliya berkata tegas.

"Tapi—"

"Ren, please!"

Ren menatap Daliya keberatan.

"Dia udah ngomong sembarangan soal kamu,"

"Iya, aku tahu,"

"Dia harus diberi pelajaran!"

"REN!"

Ren tersentak, tak menyangka Daliya akan membentaknya. Daliya lantas menarik tangan Ren dan menyuruh lelaki itu masuk ke mobilnya.

"Terimakasih karena sudah mengantar aku. Hati-hati di jalan, salam untuk mamamu," ujar Daliya kemudian. Ren hanya terdiam sambil memandang Daliya dengan tatapan nanar, lalu ia menghidupkan mesin mobil dan berlalu dari sana.

Sepeninggal Ren, Daliya langsung menghampiri Kevin. Tampak sahabatnya itu sedang meringis kesakitan. Sepertinya tinjuan Ren benar-benar efektif untuk membungkam mulut Kevin. Awalnya Daliya berniat untuk mengajak Kevin ke kamar kost-nya untuk diobati. Tapi, mengingat lagi ucapan buruk Kevin tentang dirinya membuat Daliya mengurungkan niat.

"Liya," Kevin menahan tangan Daliya yang hendak masuk ke gerbang kost-kostan. "Aku minta maaf. Aku bicara begitu karena—"

"Sudahlah," Daliya menghela napas panjang. "Lebih baik sekarang kamu juga pulang,"

"Liya, aku ke sini karena kamu nggak bisa dihubungi sama sekali. Kamu kenapa sih? Kenapa kamu jadi berubah?"

"Berubah kenapa sih, Vin?" Daliya melipat tangannya di depan dadda. "Aku nggak berubah. Aku masih Daliya yang sama. Tadi aku memang agak sibuk, jadi belum sempat membalas pesanmu. Ayolah Vin, sekarang kita sudah punya pasangan masing-masing. Bukankah wajar kalau prioritas kita berubah? Aku fokus dengan pacarku, kamu fokuslah dengan pacarmu,"

"Kamu sama cowok itu beneran pacaran? Liya, aku kan sudah bilang jangan—"

"Kalau kamu kesini cuma untuk ngomelin aku, lebih baik kamu pulang deh, aku capek," potong Daliya. "Vin, kita berdua itu sudah besar. Sudah punya keputusan sendiri. Kalau aku bilang ke kamu jangan pacaran sama Silvi, apa kamu akan terima?"

"Silvi itu cewek yang baik,"

"Begitu juga dengan Ren,"

"Kamu belum terlalu mengenal cowok itu, Liya. Bisa jadi kan dia bukan cowok baik-baik?"

"Memangnya kamu sudah kenal Silvi dengan baik? Apa perlu aku sebutkan semua kelakuan dia selama ini?" Daliya jadi terpancing emosinya setiap kali mendengar nama Silvi disebut. "Udah, Vin, udah. Aku capek. Mending sekarang kamu pulang,"

"Kamu nggak lupa sama ulang tahun Bunda kan?" Ucapan Kevin membuat Daliya seketika terbelalak. "Nanti malem Bunda mau ngajak makan malam, dan kata Bunda kamu harus ikut,"

Daliya menatap Kevin lamat-lamat. Ah, gawat, dia lupa. Bunda adalah ibu Kevin yang sudah Daliya kenal sejak masa SMA dulu. Biasanya mereka memang selalu merayakan ulang tahun Bunda setiap tahun, dan biasanya juga, Daliya adalah orang yang paling antusias menyiapkan segala sesuatu. Tapi, akhir-akhir ini Daliya memang berusaha menyibukkan diri agar tidak terus kepikiran soal Kevin yang pacaran dengan Silvi, jadilah dia lupa.

"Tapi, seharusnya aku nggak usah hadir nggak apa-apa kan? Kan sekarang sudah ada Silvi," ucap Daliya setelah beberapa saat berpikir. "Bunda pasti senang kalau calon menantunya hadir di acara ulang tahunnya,"

"Aku belum bicara soal Silvi sama Bunda," ujar Kevin lirih. "Malam ini aku berniat mengenalkan Silvi di acara makan malam. Makanya, Aku butuh bantuan kamu,"

Daliya memutar bola matanya kesal. Seperti yang dia duga, Kevin pasti datang untuk meminta bantuan atau semacamnya. Apa di mata Kevin dirinya ini seperti petugas damkar yang selalu siap sedia menyelesaikan masalahnya? Daliya hendak menolak, tapi melihat wajah Kevin yang lebam karena terkena bogem mentah dari Ren membuatnya tak tega.

"Ya sudah," Daliya mengalah. "Kamu kirim saja lokasinya padaku,"

"Serius?" mata Kevin berbinar. "Makasih, Daliya. Kamu memang sahabatku yang paling baik,"

Daliya menelan ludahnya kasar. Sahabat? Cih! Entah kenapa dia jadi kesal mendengar kalimat itu.

"Kalau begitu, aku akan kabari Silvi. Sampai ketemu nanti malam," ujar Kevin sembari masuk ke dalam mobilnya. Daliya tidak menjawab dan hanya memandangi mobil Kevin yang sudah meluncur pergi.

Setelah mobil Kevin menghilang dari pandangan, Daliya jadi kepikiran soal Ren. Apa lelaki itu sudah sampai apartemen dengan selamat? Apa tangan Ren yang tadi digunakan untuk meninju Kevin baik-baik saja? Daliya meraih ponsel dan berniat untuk menghubungi Ren. Tapi, gerakannya terhenti setelah ia berpikir cukup lama.

"Gengsi nggak sih, kalau aku yang chat duluan? Lebih baik aku tanya langsung saja besok di kantor,"

Terpopuler

Comments

zeus

zeus

Lagian daliya juga bego
Udh kyk gitu msh mo deket ma kepin cuplin, bego kok pke banget

2025-01-10

2

Mery Andriayani

Mery Andriayani

kevin dah tahu blum tuh silvi ulat keket

2024-12-14

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

jgn mau di banyakin Kevin Liya 🥲

2024-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Taruhan
2 2. Petualangan Mencari Pacar
3 3. Hari Reuni
4 4. Buktinya Apa?
5 5. Jangan Sentuh Milik Saya!
6 6. Bayaran
7 7. Pacar Dua Setengah Jam
8 8. Lumiere Mode
9 9. Apa Kabar Mantan?
10 10. Bersikap Profesional
11 11. Makan Malam Kantor
12 12. TTDJ
13 13. Apartemen Ren
14 14. Pengakuan
15 15. Apa Kamu Menyukaiku?
16 16. Ren vs Kevin
17 17. Ulang Tahun Bunda Kevin
18 18. Berubah 180 Derajat
19 19. Aku Akan Mengejarmu
20 20. Cantik!
21 21. Jangan Cantik-Cantik!
22 22. Good Night Babe
23 23. Kamu Berubah
24 24. Ren vs Kevin (2)
25 25. Kencan?
26 26. Kencan di Bioskop
27 27. Dinner (Tidak) Romantis
28 28. Mampir
29 29. Godaan
30 30. (Hampir) Khilaf
31 31. Sebab-Akibat
32 32. Joanna
33 33. Gadis Manja
34 34. Merepotkan
35 35. Jangan Ganggu Calon Istriku
36 36. Mengungkapkan Cinta
37 37. Marah
38 38. Kamu Harus Minta Maaf!
39 39. Syarat Dari Joanna
40 40. Jangan Gengsi!
41 41. Cemburu Berat
42 42. Jadi, Status Kita Apa?
43 43. Daliya vs Silvi
44 44. Hati-hati
45 45. Kevin yang Bodoh
46 46. Kehancuran Silvi
47 47. Laki-laki Mengerikan
48 48. Aurora LeBlanc
49 49. Pindah Kamar
50 50. Mobil Goyang
51 51. Calon Ibu Mertua
52 52. Perjanjian
53 53. Makan Malam Bersama Calon Mertua
54 54. Yakin
55 55. Komunikasi Itu Penting!
56 56. Penjelasan Ren
57 57. Acara Lamaran
58 58. Jaga Anakku Baik-baik!
59 59. Pak David Kembali
60 60. Permintaan Maaf Silvi
61 61. Ketahuan!
62 62. Official
63 63. Mengusir Silvi
64 64. Beri Aku Kesempatan
65 65. Aku Tidak Akan Melepaskan Kamu
66 66. Sidang
67 67. Bucin
68 68. Pesta
69 69. Melissa
70 70. Terlambat
71 71. Mencari Jejakmu
72 72. Menghilang
73 73. Kampung Halaman Daliya
74 74. Tunjukkan Ketulusanmu
75 75. Akhirnya Bertemu
76 76. Percayalah Padaku
77 77. Maafkan Aku
78 78. Whatever You Want
79 79. Bertemu Teman-teman Ren
80 80. Meluruskan Kesalahpahaman
81 81. Bertemu Melissa
82 82. Baikan
83 83. Damai
84 84. Skandal
85 85. I Promise
86 86. Resign + Undangan
87 87. Happy Wedding
88 88. One Day After Married
89 89. Lepas Baju Kamu
90 90. Toge
91 91. Resepsi
92 92. Malam Pertama Yang Terlambat
93 93. Honeymoon
94 94. Pulang
95 95. Raven
96 96. Hotel
97 97. Sakit
98 98. Hamil
99 99. Lima Tahun Kemudian
100 100. Jangan Gangguin Mama
101 101. Sebastian Cemburu
102 102. Bahagia
103 Promosi Novel Baru
104 Kandidat YAAW
105 JUARA!
106 Novel Baru
Episodes

Updated 106 Episodes

1
1. Taruhan
2
2. Petualangan Mencari Pacar
3
3. Hari Reuni
4
4. Buktinya Apa?
5
5. Jangan Sentuh Milik Saya!
6
6. Bayaran
7
7. Pacar Dua Setengah Jam
8
8. Lumiere Mode
9
9. Apa Kabar Mantan?
10
10. Bersikap Profesional
11
11. Makan Malam Kantor
12
12. TTDJ
13
13. Apartemen Ren
14
14. Pengakuan
15
15. Apa Kamu Menyukaiku?
16
16. Ren vs Kevin
17
17. Ulang Tahun Bunda Kevin
18
18. Berubah 180 Derajat
19
19. Aku Akan Mengejarmu
20
20. Cantik!
21
21. Jangan Cantik-Cantik!
22
22. Good Night Babe
23
23. Kamu Berubah
24
24. Ren vs Kevin (2)
25
25. Kencan?
26
26. Kencan di Bioskop
27
27. Dinner (Tidak) Romantis
28
28. Mampir
29
29. Godaan
30
30. (Hampir) Khilaf
31
31. Sebab-Akibat
32
32. Joanna
33
33. Gadis Manja
34
34. Merepotkan
35
35. Jangan Ganggu Calon Istriku
36
36. Mengungkapkan Cinta
37
37. Marah
38
38. Kamu Harus Minta Maaf!
39
39. Syarat Dari Joanna
40
40. Jangan Gengsi!
41
41. Cemburu Berat
42
42. Jadi, Status Kita Apa?
43
43. Daliya vs Silvi
44
44. Hati-hati
45
45. Kevin yang Bodoh
46
46. Kehancuran Silvi
47
47. Laki-laki Mengerikan
48
48. Aurora LeBlanc
49
49. Pindah Kamar
50
50. Mobil Goyang
51
51. Calon Ibu Mertua
52
52. Perjanjian
53
53. Makan Malam Bersama Calon Mertua
54
54. Yakin
55
55. Komunikasi Itu Penting!
56
56. Penjelasan Ren
57
57. Acara Lamaran
58
58. Jaga Anakku Baik-baik!
59
59. Pak David Kembali
60
60. Permintaan Maaf Silvi
61
61. Ketahuan!
62
62. Official
63
63. Mengusir Silvi
64
64. Beri Aku Kesempatan
65
65. Aku Tidak Akan Melepaskan Kamu
66
66. Sidang
67
67. Bucin
68
68. Pesta
69
69. Melissa
70
70. Terlambat
71
71. Mencari Jejakmu
72
72. Menghilang
73
73. Kampung Halaman Daliya
74
74. Tunjukkan Ketulusanmu
75
75. Akhirnya Bertemu
76
76. Percayalah Padaku
77
77. Maafkan Aku
78
78. Whatever You Want
79
79. Bertemu Teman-teman Ren
80
80. Meluruskan Kesalahpahaman
81
81. Bertemu Melissa
82
82. Baikan
83
83. Damai
84
84. Skandal
85
85. I Promise
86
86. Resign + Undangan
87
87. Happy Wedding
88
88. One Day After Married
89
89. Lepas Baju Kamu
90
90. Toge
91
91. Resepsi
92
92. Malam Pertama Yang Terlambat
93
93. Honeymoon
94
94. Pulang
95
95. Raven
96
96. Hotel
97
97. Sakit
98
98. Hamil
99
99. Lima Tahun Kemudian
100
100. Jangan Gangguin Mama
101
101. Sebastian Cemburu
102
102. Bahagia
103
Promosi Novel Baru
104
Kandidat YAAW
105
JUARA!
106
Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!