memilih pergi

"Nyonya ... !" Bu Surti menghampiri sang nyonya yang masih terpekur di tepi ranjang.

"Tolong kemasi pakaian saya, Bu!" ucap Jameela. Sedari awal Jameela memang tak pernah memanggil nya bibi. Bagi Jameela yang hidup terpisah dari orang tuanya, Bu Surti sudah di anggap nya sebagai ibu ke dua baginya. apalagi sikap Bu Surti yang memang tulus, membuat nya tak segan menganggap nya sebagai anggota keluarga.

"Tolong bawa saya Nyonya..! " Susi tiba tiba saja sudah bersimpuh di hadapan Jameela.

"Maaf kan aku Susi, aku tidak bisa. Tapi nanti jika aku sudah memutuskan untuk tinggal di mana, mungkin aku akan mempertimbangkan nya." jawab Jameela

"Sekarang kamu bantu Bu Surti mengemasi barang barang saya ya, ada yang harus saya lakukan." Susi dan Bu Sarmi mengangguk. Lalu Jameela berlalu pergi ke ruang kerja Dirga.

Tangan Jameela terampil membuka laptop miliknya yang memang ada juga di ruangan itu. Di ambilnya nafas dalam sebelum kemudian mengetikkan sesuatu di sana.

Surat resign, yang di tujukan ke rumah sakit tempatnya bekerja, lalu di kirimkan nya lewat email. Berat rasanya, tapi memang itu yang harus dilakukan. Walau sebenarnya juga tak bisa semudah itu mengajukan resign. Rumah sakit tentu punya aturan. Tidak bisa seenaknya saja keluar masuk.

Terlebih dia adalah salah satu pilar penting di rumah sakit tersebut. Akan tetapi dia akan mencoba menjelaskannya nanti. Karena ada banyak hal yang harus dia urus dulu. Terlebih juga karena sebenarnya dia sangat mencintai profesinya, tapi setidaknya untuk saat ini, memang itu yang harus dia lakukan. Entah jika nanti dia berubah pikiran.

*

"Nyonya...!

"Nyonya.. !"

Pak sopir, tukang kebun, dan dua orang security yang merupakan pasangan ayah dan anak sudah berdiri dan menunggu sang nyonya di luar. Berita yang mereka dengar dari Bu Surti tadi bahwa nyonya mereka baru saja di cerai kembali oleh sang Tuan cukup membuat mereka syok.

"Kemana nyonya akan pergi? Kenapa tidak tinggal di sini saja?" tanya pak Adi, sopir yang bertugas mengantar para asisten jika ada keperluan seperti berbelanja ke pasar atau hal lain.

"Iya betul Nyonya, bukan kah kata Bu Surti, Tuan mengatakan Nyonya bisa tetap tinggal di sini?" timpal pak Mukti. si tukang kebun. Dua orang security hanya ikut menganggukkan kepala. Mereka turut berdiri di sana. Mereka ikut menyayangkan apa yang di lakukan oleh tuan Dirga.

"Saya akan kembali ke rumah orang tua saya pak, di kota sebelah!" jawab Jameela. Pak sopir dan tukang kebun serta security dan juga para ART mengusap air mata mereka.

"Bagaimana jika Tuan kembali dan bertanya, Nyonya?" sahut Bu Surti ,

"Jawab saja seperti apa adanya!" jawab Jameela kemudian segera masuk ke dalam mobil.

"Saya akan pergi, Bu Surti, saya akan mengirim uang belanja untuk makan kalian selama satu bulan ini. Kalian boleh sambil mencari pekerjaan di tempat lain. Maaf saya tidak lagi bisa mempekerjakan kalian!" ucapnya sebelum kemudian melajukan mobil kesayangannya.

Yah mobil kesayangan. Mobil yang dia beli dengan mengumpulkan gaji yang dia dapat dari rumah sakit tempatnya bekerja. Jameela tak ingin membawa mobil yang di belikan oleh Dirga suaminya. Jameela juga tak membawa apapun selain apa yang dia bawa pada saat pertama masuk ke rumah yang layaknya istana itu.

*

*

ceklek

" Daddy , Mila pulang ..!" Jameela menghambur ke pelukan sesosok pria paruh baya yang baru saja membuka kan nya pintu. Membuat mereka berdua nyaris saja terjengkang jika pria paruh baya yang dia panggil Daddy itu tak bisa menahan tubuhnya.

"Mila? Ini kamu? Kamu pulang sendiri? Mana suamimu?" Tuan Aksa Mahendra, nama ayah dari Jameela itu. Tuan Aksa kaget dan bingung. Tidak tahu apa yang terjadi dengan putrinya, tetapi yang dia hanya tahu, dia merasa pundaknya perlahan menjadi basah. Apakah putrinya menangis ?

"Mommy ..! Mommy ..;" teriak Tuan Aksa setelah berhasil lepas dari rasa terkejut nya.

Tak tak tak ...

Terdengar suara derap sepatu berbenturan dengan ubin marmer.

"Daddy ada apa sih, teriak teriak seperti itu?" suara seorang wanita mendekat.

"Ya Tuhan .. Mila ..!" nyonya Monica terpekik melihat sesosok wanita yang berada dalam pelukan suaminya.

"Kamu datang berkunjung, Sayang?" Nyonya Monica ikut bergabung dalam pelukan itu. "Kenapa lama sekali baru berkunjung? Mommy rindu tahu!" ucap Nyonya Monica yang kemudian mengambil alih pelukan putrinya, lalu menciumi wajah sang putri bertubi tubi.

"Mila pulang Mommy." Ucap Jameela lirih.

"Sudah sudah, bawa putrimu ke dalam!" ucap tuan Aksa melerai. Kemudian berjalan lebih dahulu kedalam, yang kemudian di ikuti sang istri yang berjalan sambil menuntun putrinya.

Otak Tuan Aksa mendadak berputar putar, ada pertanyaan yang belum bisa dia jawab.

"Daddy, Mila pulang .. !" itu kalimat pertama putrinya tadi.

"Mila pulang!" dua kata itu masih berputar putar di otaknya. Ada apa dengan putrinya. Biasa nya putrinya mengucap Mila datang, tapi ini? pulang? Apakah? "Ah tidak," tuan Aksa menggeleng gelengan kepalanya.

"Sini sayang ..!" Nyonya Monica baru saja hendak membawa Jameela duduk di sofa

"Mommy...!" Nyonya Monica menoleh. dilihatnya sang suami yang menggelengkan kepalanya. Nyonya Monica pun mengurungkan niatnya.

"Antar Jameela ke kamar nya!" perintah Tuan Aksa, dan nyonya Monica pun mengangguk.

"Istirahatlah Jameela, biarkan para maid yang mengambil kopermu dari mobil!" titah Tuan Aksa sambil menatap lekat ke arah putrinya yang terus menunduk dari tadi.

"Baik daddy!" jawab Jameela lemah kemudian berjalan menuju ke kamarnya yang berada di rumah itu diikuti oleh Mommy nya.

Tuan Aksa terkesiap mendengar jawaban putrinya, "Baik Daddy?"

putrinya menjawab "Baik Daddy?" .

Jadi Jameela benar-benar datang dengan membawa koper? Padahal Tuan Aksa hanya menebak, dan Tuan Aksa tidak benar benar ingin mendengar jawaban seperti itu. Jadi benar putrinya benar-benar pulang ke rumah ini?

"Apa yang sudah dilakukan oleh laki-laki sombong itu?? Beraninya dia menyakiti putriku." tangan Tuan Aksa terkepal. giginya bergemeletuk untuk menahan amarah. Wajahnya mengeras, sorot matanya merah menyala. Di ambilnya ponsel yang tadi di letakkan di meja saat ada bunyi bel di depan. Lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya .

"Daddy ..!" panggil Nyonya Monica yang baru saja turun dari kamar Jameela.

"Apa putrimu sedang istirahat?" tanya tuan Aksa.

"Iya Dad, Mommy menyuruhnya istirahat .!" tuan Aksa menghembuskan nafasnya berat, lalu merengkuh bahu sang istri yang sudah duduk di sampingnya, membawanya masuk dalam.pelukannya.

"Apa yang terjadi dengan Putri kita Dad?" Nyonya Monica mendongak ke atas menatap wajah suaminya yang posisinya lebih tinggi darinya. Tuan Aksa menggeleng.

"Kita akan tahu nanti jika Jameela sudah bicara. Biarkan dia istirahat dulu. Semoga tidak sesuai dengan dugaanku." jawab tuan Aksa .

"Tapi mungkin lebih baik jika itu memang benar, dan kali ini aku tak kan membiarkannya kembali.! " tuan Aksa berbicara dengan menahan geram.

Terpopuler

Comments

Lilis Eriska

Lilis Eriska

sumpah aku baca nya nyesek sampai tembus layar thor /Sob/

2025-03-09

1

Erna M Jen

Erna M Jen

cemburu buta ...kasihan mila ...

2024-11-03

1

Kamiem sag

Kamiem sag

begitulah Daddy yg cerdas otak dan hatinya dgn kata kalimat saja sdh bisa meraba apa yg terjadi

2025-03-14

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog pasangan sempurna
2 cemburu buta
3 pertengkaran
4 talak tiga
5 memilih pergi
6 Dirga Wijaya
7 Agam Iskandar
8 penyesalan dirga
9 keluarga Iskandar yang harmonis
10 menemui tuan besar Iskandar
11 rencana Agam
12 Anak satpam
13 Agung Prasetyo
14 sidang perceraian
15 kedatangan tuan besar Wijaya
16 pertemuan Agam dan Agung
17 pertemuan dua tuan besar
18 mendadak CEO
19 Rencana pernikahan
20 undangan pernikahan
21 kehancuran hati dirga
22 datang ke pernikahan mantan
23 hadir di pernikahan mantan 2
24 malam pengantin
25 Agung dan Jameela
26 sosok misterius
27 sarapan bersama
28 masalah di GOLDEN EYE
29 tentang Agung
30 ingatan tentang......
31 Agung dan Dirga
32 tak ingin yang lain
33 mabuk parah
34 tidak bisa tidur
35 hampir saja
36 bertemu kembali dengan mantan
37 dia bukan lagi tuanmu
38 saling memaafkan
39 Jameela pingsan
40 positif
41 ada yang tidak beres
42 rekaman cctv
43 pikiran liar Dirga
44 kedatangan Nyonya Febri
45 kemarahan Nyonya Febri
46 Ajakan menikah
47 menuntut tanggung jawab
48 Ada apa dengan Agung
49 sosok pengirim foto
50 Rahasia Agung
51 kesetiaan Toni
52 siapa yang melakukan nya
53 Dirga dan Jameela
54 liciknya Dirga
55 operasi
56 kemarahan Agam
57 perubahan sikap Susi
58 perubahan sikap Susi (2)
59 bangun dari koma
60 perdebatan Kevin dan susi
61 aku pulang sayang...
62 menciptakan quality time
63 Rahasia yang terkuak
64 siapa sebenarnya dia
65 Tamparan untuk Dirga
66 Air mata penyesalan Jameela.
67 kejujuran Jameela
68 berita viral
69 Klarifikasi
70 terbakar cemburu
71 meminta maaf
72 Pergi
73 kiriman foto
74 foto di ponsel lama Agung
75 menjemput Susi.
76 O Oo aku ketahuan
77 aku cinta padamu kakak
78 hari patah hati
79 Memangnya apa yang kamu punya?
80 dari CEO jadi gembala sapi
81 kontraksi palsu
82 sabotase proyek.
83 hari kelahiran
84 pergilah mas
85 meminta bantuan
86 bukan aku
87 PANGHEGAR PUTRA MAHENDRA
88 Aku cinta padamu kakak (2)
89 pelaku sabotase
90 pengirim foto yang sama
91 bertemu Adimas
92 kena mental
93 ngidam apa kesempatan
94 provokasi Adimas
95 kedatangan besan dari kota
96 karena aku yang mau
97 sempurna
98 98
99 pengumuman pemenang give away.
100 SETELAH KAU JANDAKAN
101 BUKAN LELAKI CADANGAN
102 CEO itu AYAH ANAKKU
103 Ketika Suamiku Berubah Haluan
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Prolog pasangan sempurna
2
cemburu buta
3
pertengkaran
4
talak tiga
5
memilih pergi
6
Dirga Wijaya
7
Agam Iskandar
8
penyesalan dirga
9
keluarga Iskandar yang harmonis
10
menemui tuan besar Iskandar
11
rencana Agam
12
Anak satpam
13
Agung Prasetyo
14
sidang perceraian
15
kedatangan tuan besar Wijaya
16
pertemuan Agam dan Agung
17
pertemuan dua tuan besar
18
mendadak CEO
19
Rencana pernikahan
20
undangan pernikahan
21
kehancuran hati dirga
22
datang ke pernikahan mantan
23
hadir di pernikahan mantan 2
24
malam pengantin
25
Agung dan Jameela
26
sosok misterius
27
sarapan bersama
28
masalah di GOLDEN EYE
29
tentang Agung
30
ingatan tentang......
31
Agung dan Dirga
32
tak ingin yang lain
33
mabuk parah
34
tidak bisa tidur
35
hampir saja
36
bertemu kembali dengan mantan
37
dia bukan lagi tuanmu
38
saling memaafkan
39
Jameela pingsan
40
positif
41
ada yang tidak beres
42
rekaman cctv
43
pikiran liar Dirga
44
kedatangan Nyonya Febri
45
kemarahan Nyonya Febri
46
Ajakan menikah
47
menuntut tanggung jawab
48
Ada apa dengan Agung
49
sosok pengirim foto
50
Rahasia Agung
51
kesetiaan Toni
52
siapa yang melakukan nya
53
Dirga dan Jameela
54
liciknya Dirga
55
operasi
56
kemarahan Agam
57
perubahan sikap Susi
58
perubahan sikap Susi (2)
59
bangun dari koma
60
perdebatan Kevin dan susi
61
aku pulang sayang...
62
menciptakan quality time
63
Rahasia yang terkuak
64
siapa sebenarnya dia
65
Tamparan untuk Dirga
66
Air mata penyesalan Jameela.
67
kejujuran Jameela
68
berita viral
69
Klarifikasi
70
terbakar cemburu
71
meminta maaf
72
Pergi
73
kiriman foto
74
foto di ponsel lama Agung
75
menjemput Susi.
76
O Oo aku ketahuan
77
aku cinta padamu kakak
78
hari patah hati
79
Memangnya apa yang kamu punya?
80
dari CEO jadi gembala sapi
81
kontraksi palsu
82
sabotase proyek.
83
hari kelahiran
84
pergilah mas
85
meminta bantuan
86
bukan aku
87
PANGHEGAR PUTRA MAHENDRA
88
Aku cinta padamu kakak (2)
89
pelaku sabotase
90
pengirim foto yang sama
91
bertemu Adimas
92
kena mental
93
ngidam apa kesempatan
94
provokasi Adimas
95
kedatangan besan dari kota
96
karena aku yang mau
97
sempurna
98
98
99
pengumuman pemenang give away.
100
SETELAH KAU JANDAKAN
101
BUKAN LELAKI CADANGAN
102
CEO itu AYAH ANAKKU
103
Ketika Suamiku Berubah Haluan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!