CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....

Baru saja mobil keluar melalui gerbang belakang, yang biasa digunakan oleh para pegawai hotel. Dara sudah menguap karena lelah dan mengantuk, mungkin akan tiba di kediaman Mahendra mungkin hampir tengah malam. Pandu tidak habis pikir, kalau gadis itu pulang sendiri dengan mengendarai mobilnya dalam keadaan lelah seperti kali ini.

“Hei.”

“Hm.” Dara sudah memposisikan kepalanya bahkan memejamkan mata.

"Kalau pulang sendiri, kamu mengemudi sambil mengantuk begitu?”

“Tergantung Om,” jawab Dara kembali menguap sambil menutup mulutnya. “Kalau sudah ngantuk berat, biasanya saya tidur di hotel. Ada kamar untuk karyawan istirahat atau minum kopi dulu lalu pulang ke kosan. Jaraknya tidak terlalu jauh, dibandingkan pulang ke rumah Bunda atau ke istana kalian.”

Pandu menoleh lalu berdecak dan kembali fokus pada kemudi. Pikirannya kembali menelisik, apakah Dara sudah makan malam atau belum. Apalagi ia menyaksikan kalau gadis itu menikmati snack dan soda.

“Sudah makan?” tanya Pandu singkat, berusaha agar tidak berkesan peduli dan terlalu ingin tahu. Padahal sangat penasaran dengan kondisi Dara.

“Sudah, wafer coklat dan  cola.”

Rasanya ingin sekali Pandu berteriak menjelaskan kalau itu bukan makan, tapi meracuni tubuhnya. Kalau ia terus melaju, sampai rumah Dara tidak mungkin ke dapur untuk makan apalagi terlihat sudah sangat lelah. Melihat jam di dashboard, sudah lewat jam sebelas malam. restoran apa yang masih buka di jam segini.

Tidak jauh, ada plang restoran cepat saji dua puluh empat jam. Pandu berbelok dan memilih layanan drive thru.

“Dara, kamu ingin pesan juga?”

Dara membuka matanya dan menatap sekeliling dan heran dengan keberadaan mereka di restoran cepat saji. Sedangkan yang ia tahu dari asisten rumah tangga di kediaman Mahendra, kalau Pandu hanya mengkonsumsi makan sehat dan menjauhi produk makanan berpengawet juga junk food.

“Om Pandu, lapar?”

“Hm.” Pandu memesan burger dan air mineral, lalu menanyakan kembali pesanan Dara.

“Burger keju, kentang goreng dan lemon tea.”

Mobil bergerak maju, lalu Pandu melakukan pembayaran.

“Jangan sering-sering makan yang begini.” Pria itu menasehati Dara yang dibalas dengan cebikan.

“Om Pandu yang inisiatif, makanan gratis nggak mungkin ditolak.”

“Iya, aku bilang jangan keseringan. Seminggu sekali atau sebulan sekali saja, lebih baik makan ….”

“Hm, cepat maju lagi. Aku sudah lapar,” titah Dara dan Pandu mengu_lum senyumnya, rencananya berhasil. Paling tidak Dara tidur dengan perut terisi.

Meninggalkan restoran, Pandu mengemudi dengan kecepatan biasa. Memberikan kesempatan untuk Dara menghabiskan makanannya, sedangkan miliknya belum disentuh.

“Katanya lapar, kok nggak dimakan?” tanya Dara sambil mengunyah kentang goreng, jangan tanya burgernya kemana karena sudah berada dalam lambungnya.

“Lalu siapa yang mengemudi.”

“Oh iya. Lanjut saja, saya nggak mau nawarin gantian nyetir apalagi nyuapin Om Pandu.” Dara tergelak menertawakan pria itu.

Ha-ha, tertawa saja terus, tapi wajahmu semakin manis kalau tertawa. Daripada marah-marah. Pandu membatin dan tersenyum lalu kembali memasang wajah datar khawatir Dara menyadari perubahan raut wajahnya.

Saat tiba, Dara bergegas ingin segera merebahkan diri. Menyempatkan mengambil air mineral dan Pandu masih mengekor langkah gadis itu.

“Kalian pulang bersama?”

“Hah.”

Pandu dan Dara saling tatap karena pertanyaan Citra.

“Menurut kamu?” Pandu malah bertanya balik.

“Bukannya Mas Pandu dari kantor ya?”

“Betul, kamu pikir aku dari tukang pijat.”

Dara hendak tertawa, tapi ditahan lalu menyenggol lengan Pandu agar berhenti menjawab pertanyaan konyol Citra. Mungkin perempuan itu terbangun dari tidur dan belum sadar sepenuhnya atau memang tidak pernah sadar-sadar.

“Kebetulan saja, daripada nyetir sendiri. Sudah malam, mending kamu balik ke kamar.”

“Lalu membiarkan kalian berduaan di sini, begitu maksud kamu?”

“Maksudnya aku mau ke kamar, terserah kalau kamu masih mau di sini. Om Pandu juga pasti mau ke kamarnya,” tutur Dara.

“Hm, mana mungkin aku tidur di dapur dan diganggu kuntilanak,” ujar Pandu dan Dara refleks langsung berlari. “Hei, tunggu aku.”

“Kuntilanak,” ulang Citra lalu menatap sekeliling. “Mas Pandu,” panggil wanita itu.

Sampai di kamar, Dara membersihkan diri lalu berganti piyama. Langsung berbaring setelah memastikan kamarnya terkunci. Ponsel yang sudah diletakan di atas nakas bergetar.

“Siapa sih, malam-malam begini.” ternyata pesan masuk dari Pandu. “Om Pandu,” ucap Dara.

[Tidur! Besok kamu harus kerja lagi, jangan sampai tidak fokus dan berimbas pada pelayanan hotel lalu membuatku rugi]

“Apa-apan ini,” gumam Dara lalu mengetik pesan balasan.

[Jangan ganggu Om, saya masih nunggu telpon pacar saya]

Dara meletakan ponselnya sembarang lalu merebahkan diri dan memejamkan mata. “Hah, nyamannya.”

Berbeda dengan Pandu yang langsung duduk tegak bahkan menghidupkan kembali lampu kamarnya dan membaca ulang pesan dari Dara.

“Pacar. Dia punya pacar. Bukannya sudah putus dengan Harsa. Ah, apa peduliku,” sungut Pandu lalu meletakan ponselnya dan kembali berbaring. Tidak lama ia kembali beranjak duduk dan memikirkan kembali pacar yang dimaksud Dara.

“Apa mungkin mereka kembali bersama?”

Kantuk sama sekali tidak Pandu rasakan, ia sudah berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Entah mengapa ada perasaan tidak suka mengingat Dara yang kembali pada Harsa. Dia sendiri tidak paham dengan sikapnya yang sok peduli.

“Lalu kenapa aku harus peduli, mau dia pacaran dengan siapapun itu bukan urusanku.”

Alih-alih cuek, Pandu malah menghubungi petugas keamanan untuk mengecek apakah ada pergerakan di area kamar tamu melalui cctv. Maksudnya adalah kamar Dara. Ia mengacak rambutnya mendengar informasi kalau tidak ada siapapun di koridor kamar Dara dan Citra.

Demi menuntaskan rasa penasaran, Pandu menghubungi ponsel Dara. Berkali-kali dan tidak ada jawaban.

“Shitt, kenapa dia tidak jawab.”

Meskipun jarang tinggal di rumah, Pandu tahu letak penyimpanan kunci cadangan. Di ruang kerja Jaya, tepatnya di laci meja. Ia harus memastikan sendiri rasa penasarannya, saat ini Pandu sedang mencari kunci tersebut.

“Sepertinya ini.”

Ada label nama ruangan dan nomor kamar. Terdapat dua kunci cadangan setiap pintu, Pandu mengambil satu dan segera mendatangi kamar Dara sambil mengendap-endap macam pencuri. Ternyata gelap, segera ia menutup kembali pintu tersebut.

“Dara,” panggilnya lirih.

Pandu meraba dinding mencari saklar, ternyata lampu tidur yang disentuh membuat suasana kamar menjadi temaram. Pandangannya tertuju pada sosok di atas ranjang yang berada di bawah selimut. Khawatir itu bukan Dara atau hanya bantal karena sang penghuni kamar asyik bertelepon bahkan bertemu dengan pacarnya, Pandu pun mendekat.

Perlahan ia menarik selimut dan tampak wajah Dara yang tertidur … pulas. Lega, itulah yang Pandu rasakan. Sempat menduga-duga kalau Dara dan Harsa kembali bersama sesuai dengan pesan dari gadis itu.

“Kamu sudah buat aku resah,” gumam Pandu lalu tangannya terulur mengusap pipi gadis itu.

“Hm. Om, please … aku lelah. Kembalikan … jabatanku,” ujar Dara lirih dan terbata, sepertinya ia mengigau dan hal itu membuat Pandu tersenyum lalu duduk di tepi ranjang.

“Bukan hanya kamu yang lelah, aku pun sama. Kenapa pula aku harus begini, terlalu mengkhawatirkan kamu,” sahut Pandu pelan.

Apa mungkin, aku menyukai … Dara

\=\=\=\=\=

Pandu : Apa mungkin, aku lope lope ke Dara

Pambaca : Alamak, kemana aja Om baru nyadar

Terpopuler

Comments

Erna M Jen

Erna M Jen

setuju om pandu pacaran sama dara aja..

2024-12-08

0

Anik Haf FiFa

Anik Haf FiFa

aahhaayyyyy ,, penasaran dia

2025-02-09

0

Anik Haf FiFa

Anik Haf FiFa

/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-02-09

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!