CTHK 18 ~ Dasar Tandu!

“Dara lebih sering tinggal di kost dibandingkan bersama keluarganya, karena dia dan saudaranya tidak akur. Ibunya merasa hutang budi pada Ayah Citra makanya sampai sekarang masih tinggal bersama dia. Kekasih Dara, maksud saya mantan kekasih Dara adalah … Tuan Harsa.”

Penjelasan informasi mengenai Dara dan keluarganya dari orang kepercayaannya membuat Pandu mengernyitkan dahi dan berdecak tidak percaya. Ia baru tahu kalau Dara dan Citra bukan saudara kandung.

Bukan hanya penjelasan saja, termasuk foto dan informasi penting lainnya sudah masuk ke dalam ponsel Pandu. Ada rasa bersalah, mungkin saja malam itu Dara benar dalam posisi stress dan kecewa berat. beruntung berhadapan dengan dirinya bukan tamu lain. Tidak bisa dibayangkan kalau urusannya dengan tamu lain dan akan berakhir gadis itu mendekam di penjara.

“Dasar penjil4t, genit pula. Tertarik pun tidak, yang ada aku malah jijik,” gumam Pandu menilai Citra, apalagi tadi dengan sengaja menyentuh dirinya meski hanya lengan.

Urusan tanggung jawab di Mahendra Group, Grand Season Hotel, juga informasi mengenai Dara terlalu dalam membuat Pandu tidak bisa memejamkan mata. Ia memilih berada di ruang fitness, untuk olahraga.

Bukan satu, dua orang wanita yang mencari perhatian salah satunya dengan mengirimkan foto bahkan dengan pose menantang bukan konyol seperti yang Dara lakukan. Biasanya dia tidak ambil pusing lalu mengabaikan dan segera dihapus. Namun, foto Dara malah berkali-kali dia tatap membuat pikirannya malah traveling.

“Hah.” Pandu menyeka keringat dan berniat mengakhiri kegiatan olahraganya, apalagi sekarang sudah hampir tengah malam.

Saat berbelok hendak ke kamarnya, ia melihat seseorang. Mengendap-endap menuju dapur, dengan penerangan seadanya karena sebagian lampu sudah dimatikan.

“Mana mungkin maling, di luar ada penjaga keamanan,” gumam Pandu lalu mengikuti langkah orang itu.

Entah ada barang berharga apa di dalam lemari es, karena orang itu menunduk dan dibalik pintu. Pandu mendekat dan masih berdiri.

“Astaga!” pekik Dara ketika menutup lemari es. “Om, Pandu. Bikin kaget aja sih,” ujar Dara lalu mencari apel yang tadi terjatuh karena terkejut.

“Sedang apa kamu?”

“Saya lapar,” jelas Dara yang kembali berdiri dengan dua buah apel di tangannya.

Pandu menatap Dara yang mengenakan piyama berbahan satin, padahal bukan masuk kategori model seksi. Dengan penerangan yang seadanya, tapi terlihat jelas pakaian itu membentuk bagian depan tubuh Dara. Sedangkan yang diperhatikan asyik mengunyah. Dalam hati Pandu mengumpat karena memandang tubuh Dara membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak.

“Kembali ke kamarmu,” titah Pandu.

“Ya iyalah, masa ke kamar Om Pandu,” sahut Dara.

“Kalau mau, aku silahkan saja,” balas Pandu dengan tangan bersedekap.

“Ogah amat. Pasti di otaknya, mikirin hal-hal mesum.”

“Memang kamu belum pernah berbuat mesum?”

“Saya masih polos Om, tolong jangan racuni saya dengan yang aneh-aneh. Apalagi Om Pandu ‘kan … c4bul.” Dara berlari menghindari Pandu dan terkekeh.

“Shittt.” Pandu tidak mungkin berteriak dan mengejar gadis itu, yang ada membangunkan para penghuni rumah dan menjadi pertanyaan apa yang dilakukan bersama Dara tengah malam begini.

***

Harsa tidak menduga kalau Citra sudah berdiri di depan kamarnya, sempat melihat sekeliling khawatir ada yang menyaksikan hal itu.

“Sedang apa kamu?”

“Justru aku yang tanya, Mas Harsa mempermainkan aku? Kemarin janji kita bicara dirumah, tapi mana buktinya.”

“Semalam aku lelah, kamu tidak tahu kondisi di perusahaan. Kita bicara lagi nanti,” ujar Harsa lalu menutup pintu kamarnya dan berlalu menuju ruang makan. Kalau ikut emosi, dia tidak ingin berada satu meja dengan Pandu. Namun, tidak ingin membuat Jaya berpikir ia membangkang.

“Apa kamu tahu kondisiku? Kamu berubah Mas,” tutur CItra mensejajari langkah Harsa. “Sebelum tahu  orangtua kita akan menikah, kamu nggak begini. Apalagi waktu masih main belakang dari Dara, kamu selalu manis dan baik. Sekarang mana semua itu, habis manis sepah dibuang atau memang kamu hanya ingin enak-enak saja denganku.”

“CItra, kita bicara nanti!”

“Hadeuh, pagi-pagi udah ada drama rumah tangga,” seru Dara melewati CItra dan Harsa.

“Pasti karena dia ‘kan!” tunjuk CItra pada Dara.

“Aku nggak ikutan,” sahut Dara lagi sambil mempercepat langkahnya meninggalkan pasangan yang masih berdebat.

“Citra, kamu paham dengan ucapanku? Kita bicara nanti.”

“Jangan jadikan aku seperti pel4cur, Mas.”

Tapi memang seperti itu, kamu selalu minta belanja dan macam-macam setelah kita tidur bersama, batin Harsa.

“Jangan mengabaikan aku atau aku sampaikan bej4tnya kamu pada Opa Jaya,” ancam Citra.

“Kamu ….” Harsa menyadari dia sudah berada di ruang keluarga, bahkan ada Pandu berdiri dengan senyum mengejek di sudut ruangan.

“Ck, aku pikir drama acara TV,” ejek Pandu lalu beranjak dari tempat itu bermaksud memberikan Citra dan Harsa kesempatan untuk bicara.

“Apa semua orang di rumah ini harus tahu masalah kita? Dara, Pandu lalu berikutnya siapa lagi?”

“Salah sendiri, kenapa mengabaikanku.”

Harsa mengusap wajahnya. semakin lama CItra hanya akan menjadi benalu dalam hidupnya dan bisa berubah jadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Tidak mungkin ia menyampaikan pada Surya apalagi Jaya kalau mereka pernah ada hubungan dan keinginan Citra adalah pernikahan.

“Siang. Nanti siang kita bicara, aku akan share lokasi.” Harsa meninggalkan CItra yang masih mengoceh.

Dara membantu Kemala juga asisten rumah tangga menghidangkan sarapan. Pandu sudah duduk manis di sana, menatap pergerakan Dara. Harsa bergabung dan ikut duduk, begitu pula Surya.

“Ini tempatku,” ujar CItra lalu duduk di antara Pandu dan Harsa. Padahal Dara tidak berniat duduk di sana. “Pagi Pah,” sapa CItra.

“Pagi, Citra.”

“Selamat Pagi, Mas Pandu,” sapa Citra.

“Hm.”

“Dara, panggilkan bibi. Obatnya Papi Jaya belum disiapkan,” bisik Kemala tapi bisa didengar oleh yang lain.

“Oke.”

“Dara, mintakan bibi bawakan kopi untukku,” titah Pandu.

“Oke.”

“Mas Pandu mau kopi, biar aku saja yang buatkan.” Citra lalu beranjak dari kursinya dan mengikuti Dara.

Alih-alih membuatkan seperti inisiatifnya, Citra malah meminta asisten rumah tangga untuk segera buatkan kopi.

“Tuan Pandu tidak sembarangan, permintaan kopinya bagaimana Nona?”

“Kopi ya kopi, ribet amat sih. Cepat!”

Tidak lama CItra kembali dengan secangkir kopi dan diletakan di depan Pandu. Dara mengulum senyum melihat Pandu yang hanya diam menatap cangkir kopi di hadapannya.

“Ini buatanmu?” tanya Pandu.

“Iya," jawab CItra bangga.

“Pakai gu-la?” tanya Pandu terbata.

“Hm ….” Citra lupa apa tadi dituangkan gula atau tidak, tapi kalau tidak mana enak karena akan pahit. “Pakai dong, rasanya manis seperti aku,” ungkap Citra lalu tertawa malu-malu.

“Kalau gitu kamu saja yang minum.” Pandu menggeser cangkirnya ke depan Citra. “Aku tidak minum kopi dengan gula.”

Dara tidak tahan untuk tidak tertawa, bahkan Kemala sampai menegurnya.Vio pernah cerita kalau Pandu sering minta diantar kopi tanpa gula.

“Pandu,” ujar Surya menegur adiknya. “CItra sudah berusaha, mungkin dia tidak tahu kebiasaanmu.”

“Tidak perlu tahu dan tidak perlu berusaha,” sahut Pandu dan Citra berdecak pelan menatap cangkir kopi yang tadi dia bawa.

Jaya tiba bersama asistennya, menatap semua anggota keluarga dan saling sapa. Pria itu terlihat tidak sehat, bahkan setelah sarapan dan minum obatnya langsung pamit kembali ke kamar. Hanya mengatakan agar Pandu fokus dan serius di perusahaan.

“Bunda berangkat, kalian baik-baik di rumah,” ujar Kemala lalu mengekor langkah Surya. Begitu pun dengan Harsa yang segera meninggalkan rumah.

Berbeda dengan Pandu yang masih duduk di kursinya lalu memanggil Dara.

“Hukumanmu,” ujar Pandu dan langsung membuat raut wajah Dara berubah kesal. ia menduga kalau Pandu akan menambah berat hukumannya.

“Jalani selama sebulan ini, setelah itu kembali pada posisimu sebelumnya.”

“Hah, serius?”

“Tidak, aku bercanda,” jawab Pandu lalu beranjak meninggalkan Dara, semakin dilihat wajah Dara membuat dirinya merasa semakin tidak karuan.

“Dasar, tandu!!!!!”

 

Terpopuler

Comments

Ratna RM

Ratna RM

travelingnya jangan jauh² yah ntar tersesat😁

2024-12-05

0

Asri Devi

Asri Devi

dihh najongg

2024-12-16

0

Edah J

Edah J

Aku seikat 🌹🌻🌷🌸🌺 aja untuk kak author 😉

2024-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!