CTHK 13 ~ Balas Dendam

“Halo, Mas. Malam ini juga, kamu harus sampaikan rencana kita,” ujar Citra melalui sambungan telepon.

Harsa berdecak pelan, selain ia sedang sibuk dan malas menanggapi perempuan itu. Harsa juga masih belum yakin akan hubungannya dengan Citra. Awalnya hanya bermain api, nyatanya Dara malah menangkap basah ia sedang enak-enak bersama Citra dan yang lebih parah ternyata kedua perempuan itu ada hubungan.

“Mas.”

“Citra, aku sedang sibuk dan orang tua kita baru saja menikah. Apa menurutmu hubungan kita akan baik-baik saja kalau kita sampaikan ide konyol ini.”

“Konyol? Hubungan kita memang belum lama, tapi sudah jauh dan aku sedang hamil.”

“Ck, kamu yakin atau hanya alasan saja?”

“Mas Harsa,” pekik Citra lagi di ujung sana.

“Kita bicara nanti, aku sedang sibuk.”

Harsa mengakhiri komunikasi lalu fokus pada layar laptop, bahkan sampai mengendurkan ikatan dasi. Niat main-main malah jadi serius, padahal ia masih ada hati dengan Dara. Ada rasa sesal karena menanggapi Citra dan terbesit tanya mengenai awal pertemuan mereka. Apa karena kebetulan atau memang rekayasa Citra.

“Hah, memang benar perempuan sumber masalah,” gumam Harsa.

Sedangkan di tempat berbeda, Citra uring-uringan karena Harsa belum memberikan kepastian hubungan mereka. Meski ada perasaan senang karena akan pindah untuk tinggal di kediaman Surya, Papa barunya.

Dua koper sudah disiapkan untuk kepindahannya, apalagi malam ini Jaya Mahendra mengundang makan malam.

“Lihat aja nanti, kalau Mas Harsa nggak dapat masih ada Pandu. Kalau dilihat-lihat Pandu lebih ganteng dan … tajir juga.” Khayalan Citra terganggu karena kepulangan Dara.

“Masih ingat pulang lo?”

“Aku capek dan malas berdebat,” ujar Dara melewati Citra menuju kamarnya.

“Ingat ya, lo udah putus dengan Mas Harsa. Jadi, jangan coba-coba rayu dia untuk kembali.”

Dara hendak abai, tapi mulut Citra akan terus-terusan membahas hal itu. mau tidak mau, ia pun berbalik dan melakukan sesuatu agar tidak lagi disudutkan seolah ia yang bersalah.

“Kamu dengar ya, walaupun Mas Harsa sujud-sujud di kaki aku minta aku kembali dengannya. Jawabannya Big No.”

“Halah, itu dimulut aja. Kalau sudah bertemu muka, pasti beda cerita. Bunda desak kamu untuk menikah dan harapan kamu Cuma Mas Harsa. Dia benar kalau kamu munafik, hati-hati jadi perawan tua.”

Dara sudah mengangkat tangannya untuk menjambak rambut Citra, alih-alih berdebat seperti berkelahi lebih asyik. Namun, ia tidak ingin menyandang predikat ahli menjambak.

“Kalau bertemu muka, aku pengen banget meludahi wajah kalian. Boro-boro mikir CLBK, lagi pula ya Cit. Nggak masalah jadi perawan tua, yang penting aku masih pe-ra-wan. Daripada situ, masih muda status perawan rasa … jand4.” Dara tergelak, tidak percaya dengan mulutnya yang bisa berkata julid.

“Heh, apa kamu bilang?”

Melihat Citra yang akan merangsek ke arahnya, Dara bergegas lari menuju kamar tidak lupa mengunci pintu. Terdengar teriakan Citra dan terus menggebrak pintu agar dibuka.

“Cit, daripada habis emosi untuk marah-marah. Lebih baik kamu belajar akting yang lebih natural deh, nanti malam kita bertemu dengan Opa Jaya dan Papa Surya. Jangan bikin malu dengan sikap lebay dan murahan kamu.”

“DARA!!!!”

"Dan berhenti memutarbalikan fakta. Aku tidak akan cerita pada Bunda, tapi waktu akan mengungkap semuanya."

***

Mobil yang dikendarai Dara memasuki area pemukiman elite, kiri dan kanan tampak tempat tinggal mewah dan tidak tepat disebut rumah. Mungkin lebih tepat dikatakan istana atau mansion. Bahkan jarak dari satu tempat tinggal ke tempat tinggal lainnya sangat jauh dan pekarangan setiap rumah sangat luas.

Berbeda dengan pemukiman orang tuanya, meskipun bukan komplek umum, tapi yang ini luar biasa. Sepertinya tidak ada cerita tetangga yang kehabisan garam atau bumbu masak, mengetuk pintu rumah.

GPS yang diaktifkan di ponselnya menunjukan kalau lokasi yang dia tuju berada di depan.

“Ah, itu rumahnya.”

Ada petugas keamanan yang memastikan kedatangan Dara. Mungkin akan lain ceritanya kalau yang datang anggota keluarga, tapi Dara baru pertama kali bahkan ia harus memastikan identitasnya dengan menunjukan kartu penduduk.

“Silahkan Mbak Dara, berikutnya tinggal klakson saja pintu gerbang akan otomatis dibuka,” ujar salah satu petugas.

“Terima kasih, Mas.” Dara menutup kembali kaca mobil dan melewati gerbang.

Sesuai dengan arahan Bunda, kalau tempat tinggal Jaya dan Surya berada dalam satu wilayah. Hanya saya, kediaman Jaya di bagian depan dan Surya bagian belakang.

“Ck, ini kalau ngepel seharian baru kelar kali,” gumam Dara.

Ada lagi petugas yang mengarahkannya untuk parkir, sudah ada beberapa mobil mewah terparkir di sana. Termasuk milik bunda Kemala. Dara diantar ke dalam rumah, terdengar suara berbincang.

“Selamat malam, maaf saya terlambat,” ujar Dara.

“Oh, Dara. Kemari sayang, kamu tidak terlambat. Mereka saja yang datang lebih awal,” ujar Jaya ditujukan untuk yang lain.

Dara terkekeh lalu menghampiri pria tua itu, mencium tangannya dan menanyakan kabar. Melakukan hal yang sama pada Surya dan Kemala lalu duduk di sofa tunggal. Citra sudah hadir dan melirik sinis, sepertinya masih emosi karena perseteruan sore tadi belum selesai.

Tidak melihat Pandu dan Harsa di sana, dalam hati Dara bersorak. Paling tidak hatinya akan tetap damai, nyatanya kenyataan tidak sesuai harapan. Terdengar salam, Harsa yang tiba berbarengan dengan … Pandu.

“Nah ini dia, mereka ini yang terlambat,” ujar Jaya pada Dara.

Pandu menatap Dara yang melayangkan pandangan ke arah lain. Selama bukan di hotel, ia merasa sah-sah saja tidak menghormati pria itu.

“Berarti Dara dan Citra akan tinggal disini?” tanya Jaya.

“Iya Opa, aku sudah bawa pakaian dan perlengkapan aku. Jadi, aku akan temani opa,” ujar Citra dan Dara rasanya ingin muntah mendengar ucapan itu, ia tahu betul karakter Citra. Sepertinya bukan dari hati, hanya kamuflase.

“Wah, rumah jadi ramai. Opa tidak akan kesepian lagi. Pandu, kapan kamu mau tinggal di sini dan fokus bergabung di perusahaan?” tanya Jaya lagi dan kali ini ditujukan pada putra kedua keluarga Mahendra.

Pandu bergeming dan menjadi pusat perhatian. Pria itu lalu menoleh ke arah Dara, “Secepatnya Pi. Aku akan tinggal di sini dan bergabung di perusahaan,” jawab Pandu dengan senyum smirk pada Dara.

Lihat saja nanti, aku balas pukulan dan jambakan darimu.

 

 

\=\=\=\=

Pembaca : Balas pake apa Bang Pandu?

Pandu : pake Cinta, ea ea 🤣🤣🤣

 

 

 

Terpopuler

Comments

MAMANURASID

MAMANURASID

Jadi bahan bakar atau mesinnya dong yg joooss, Belum lama tapi sudah jauuuh.

2024-11-21

0

Lia Kiftia Usman

Lia Kiftia Usman

okee niatnya...😊

2025-01-28

0

maya ummu ihsan

maya ummu ihsan

pengalaman pribadi nih kyknys

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!