CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)

Ketiga pria di hadapan Dara menatap dengan cara dan karakter yang membuat Dara emosi jiwa. Leo dengan tatapan tajam, macam emak-emak belum dapat jatah bulanan. Sedangkan David meski dengan wajah datar, tapi aura yang keluar membuat bulu kuduk merinding. Entah ilmu kanuragan apa yang dimiliki pria itu.

Untuk Pandu, tentu saja penampilannya tetap memukau. Apalagi berada diantara kedua pria yang sudah sold out dan generasi yang berbeda. Kalau tidak ingat mulut Pandu yang pedas dan lemas, rasanya Dara ingin melompat ke pangkuan pria itu atau menarik tangannya dan berlari di koridor sambil berpegangan tangan dan menari di lobby diiringi lagu bollywood.

“Dara Larasati.”

“Iya, Pak.” Panggilan David membuyarkan lamunan gadis itu.

“Kamu tahu ‘kan tamu harus diperlakukan seperti apa?” tanya David.

“Tau, Pak. Mungkin untuk beliau, pengecualian karena ….”

“Dara!” hardik Leo bahkan Dara terkesiap karena terkejut.

“Apa sih Pak, bikin kaget aja.”

“Pak Pandu, menurut Anda hukuman apa yang tepat untuk Dara?” tanya David dan sontak membuat Dara panik. Ia langsung mengatupkan kedua tangan di depan dada seakan memohon agar Pandu memaafkannya, bahkan memasang wajah memelas.

“Ulah kamu membuat tamu celaka. Bagaimana kalau sampai ada korban jiwa,” ungkap Pandu.

“Ah, betul itu,” seru David.

“Tapi ‘kan nggak Pak. Lihat aja orang masih sehat dan ganteng gitu,” tunjuk Dara ke arah Pandu. “Jangan berlebihan deh Pak, kemarin saya mau ajak cek kesehatan malah nolak.”

“Kamu bukan mengajakku cek kesehatan, tapi CT scan untuk melihat apa otakku masih berada di tempatnya atau bergeser.” Dara berdecak pelan mendengar penjelasan Pandu mengulang kalimatnya malam itu.

“Apa kita pecat saja?” tanya David.

Dara mengernyitkan dahinya. Apa dia tidak salah dengar atau memang David sedang mabuk. Berlebihan sekali kalau kesalahannya harus Pandu yang menentukan sanksi yang didapat. Padahal Hotel jelas-jelas memiliki peraturan.

“Pak David,” panggil Leo, tapi David hanya mengangkat telapak tangannya seakan meminta Leo untuk diam.

“Jangan, dipecat terlalu mudah untuknya. dia tidak akan jera,” sahut Pandu sambil mengusap dagunya sedangkan pandangan beradu tatap dengan Dara yang memicingkan mata. “Turunkan jabatannya sebagai petugas housekeeping, paling tidak selama satu bulan. Jika masih berulah, jangan kembalikan jabatannya.”

“Hah! Yang bener aja Pak, rugi dong saya udah kuliah dan pengalaman kerja sekian tahun malah berakhir jadi petugas housekeeping.” Tidak mungkin Dara tidak keberatan dengan keputusan yang disampaikan Pandu.

“Pilihan kamu hanya dua, kerjakan atau resign,” ancam Pandu.

“Oke, jadi itu sanksi yang kamu dapat,” jelas David.

“Maaf Pak David, bukan saya lancang. Dara memang bersalah, tapi kenapa kita harus ikuti pendapat tamu. Meskipun beliau memang member dan tamu VVIP,” ungkap Leo membela Dara.

“Ah betul itu, tidak profesional Pak. Secara ini hotel berbintang masa saya yang berkilau kayak bintang harus jadi housekeeping. Jangan bercanda deh,” ujar Dara semakin berani, ia pikir Leo mendukungnya.

He-he, Pak Leo dukung aku. Ya, iyalah. Kalau aku dipecat apalagi jadi petugas housekeeping belum tentu bisa dapat pengganti aku yang kompeten dan paket lengkap begini.

“Kalian ini, jangan bicara kalau tidak tahu kenyataannya. Beliau ini Pandu Aji Mahendra memiliki saham di hotel ini dan keluarga Ibunya adalah pemilik Grand Season Hotel,” ungkap David.

Bukan hanya Leo yang terkejut, Dara pun sama. Bahkan gadis itu sampai memegang dadanya, bagaimana tidak beberapa hari ini terus dikejutkan dengan hal yang tidak terduga. Jika memiliki riwayat penyakit jantung, sudah pasti Dara akan tergolek lemah tidak berdaya.

Pantas saja Pandu sering tinggal di hotel, bahkan ada kamar yang dianggap seperti tempat tinggal pribadi. Ternyata hotel ini milik keluarganya.

Alamak, aku berurusan dengan orang yang salah. Hiks. Kemana saja aku selama ini.

Rasanya Dara ingin tenggelam di palung terdalam, karena malu dan tidak ingin berurusan dengan pria itu. ia akan sering bertemu di keluarga Mahendra dan di … hotel.

“Oh, Maaf Pak Pandu, saya tidak tahu,” ujar Leo sambil tergagap.

“Jadi, Dara. Kamu mau pilih opsi yang mana?” tanya David dengan posisi bersedekap.

Dara menghela pelan lalu melirik Pandu yang duduk di sebelah David, pria itu terlihat tertawa sinis seakan senang entah karena apa.

Lihat saja nanti, rambutmu akan aku jambak lagi

“Saya … bertahan, pak,” sahut Dara lalu menundukan kepala karena mulutnya ingin sekali mengumpat.

“Mulai besok, kerjakan mulai besok. Leo, awasi dia dan cari pengganti Dara untuk sementara,” titah David yang dijawab siap oleh Leo.

Sepanjang koridor keluar dari ruangan David, Leo terus mengoceh memarahi Dara. Bahkan melewati meja informasi masih saja mulutnya tidak bisa direm. Dara sampai berdecak karena kalimat yang diucapkan hanya berulang.

“Pak Leo, daripada marah-marah. Lebih baik bapak cari pengganti saya untuk satu bulan ini. Semangat ya, pak,” ujar Dara mengepalkan tangannya ke udara karena ia tahu bukan hanya dirinya yang dapat hukuman, tapi Leo juga. “Saya duluan,” jawab Dara lagi lalu memasuki lift menuju ke atas, sedangkan Leo menunggu lift turun.  

***

Sudah dua hari ini Dara menjalankan peran sebagai petugas housekeeping. Biasanya dia yang mengarahkan petugas, kini harus bekerja bersama-sama. Namun, tidak ada yang berani mengerjai gadis itu karena yang saat ini dilakukan hanya sementara. Bisa saja, Dara kembali ke jabatannya dan mereka tidak ingin bermasalah di kemudian hari.

Apalagi Dara walaupun kadang konyol, tapi ada masa dia serius dan cukup tegas cenderung galak. Meskipun tetap saja Leo lebih ditakuti, karena malas mendengarkan ocehan pria itu.

“Capek, Mbak?” tanya Reni.

“Pake nanya, aku begini karena ulah kamu juga,” sahut Dara lalu berdecak.

Reni terkekeh dan berinisiatif memijat bahu Dara dengan berdiri di belakang gadis itu duduk. Khawatir dia akan dipecat, ternyata ulah Reni malah tidak diungkap dan Dara yang tersorot.

“Terus, sebelah ini,” tunjuk Dara pada tengkuknya. “Halo, Bun.” Dara menjawab telepon dari Kemala.

“Kamu pulang ya, Pak Jaya mengundang makan malam. Bunda sudah datang dari semalam, sekalian kamu cek kamar di sini. Sesekali pulang jangan keterusan di kost, bunda nggak enak sama Mas Surya.”

“Hm, nanti aku pikirin. Makan malam, harus?”

“Harus Dara, ini undangan dari Pak Jaya,” ujar Kemala lagi. “Oh, iya. Kamu berantem dengan Citra lagi?”

“Nggak ada Bun, gimana aku berantem dengan dia kalau bertemu juga belum.”

“Ck, kalian ini kenapa sih tidak akur. Dia bilang, kekasihnya main mata dengan kamu.”

Astaga, minta di col0k mata si Citra. Seneng banget memfitnah aku, belum pernah nonton siksa neraka sih.

 

Terpopuler

Comments

Ratna RM

Ratna RM

jangan² dia titisan shahrukh khan😁

2024-12-05

0

ning sora

ning sora

dara kocak 😂

2024-12-28

1

Edah J

Edah J

Boleh di bejek g sih itu si handbody🙄👊

2024-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!