CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor

Dara menatap cermin meja rias, pantulan wajahnya yang sudah rapi. Semenjak bekerja di Grand Season, ia terbiasa memoles wajah dengan make up karena tuntutan profesinya. Tanpa harus menggunakan jasa MUA atau ke salon, Dara sudah siap dengan make up sederhana dan rambut yang di tata bergelombang dan dijepit di sebelah kiri.

Kebaya dan rok lilit yang dikenakannya pun terlihat pas di badan. Sudah pasti akan seragam dengan Citra, karena boleh Kemala yang memilih dan diberikan jauh-jauh hari. Berbeda dengan pernikahan Kemala dengan Ayah Citra, saat itu Dara masih remaja dan tidak mendukung pernikahan ibunya. Tentu saja karena belum memahami kehidupan orang dewasa.

Untuk kali ini, dia tidak ambil pusing. Entah karena alasan kebutuhan biologis, butuh tempat bersandar atau alasan lainnya. Dara mendukung saja keputusan Bunda untuk menikah lagi. Apalagi calon suami Kemala tidak terlihat genit dan suka main wanita, masalah harta tidak usah ditanya. Justru yang menjadi pikiran dan membuatnya tidak nyaman adalah … Harsa dan Citra.

“Hahh. Kamu sudah cantik Dara, jangan lagi menyimpan kebencian untuk dua orang tidak berguna itu yang akan membuat penampilan kamu hari ini bercela,” tutur Dara menyemangati diri sendiri. “Dan sebentar lagi kamu dipecat, jadi hari ini jangan aneh-aneh apalagi songong.”

Heels dan tas pesta sudah dia bawa, segera meninggalkan kamar kost dan menuju hotel tempat diadakannya pernikahan. Sebenarnya hanya akad nikah saja dan dihadiri oleh keluarga inti, lalu besok akan di publish melalui media cetak dan online bahwa Surya dan Kemala sudah menikah.

Seorang petugas mengantarkan Dara menuju sebuah ruangan. Bukan ballroom, hanya ruangan private tapi executive.

“Terima kasih Mas,” ujar Dara.

Di ruangan itu sudah ada Citra dan Harsa, juga beberapa orang lainnya dengan penampilan ordinary mereka. Mungkin dari pihak keluarga Surya, sedangkan dari pihak keluarga Kemala hanya dirinya, Citra dan adik Kemala.

“Ck, kirain bakal telat,” cetus Citra.

Tentu saja ucapan itu diabaikan oleh Dara yang langsung mencari kursi untuk duduk dan menunggu acara dimulai. Harsa yang berada di sudut lain tidak melepaskan pandangannya pada Dara, apalagi kalau bukan karena … cantik. Semua pria di ruangan itu pasti setuju dengan pendapat Harsa, kalau Dara sangat cantik dan paling cantik dari semua perempuan yang ada di sana.

Citra yang menyadari kalau pandangan Harsa terus tertuju pada Dara meski tidak terbalas, menghentakan kakinya dan menghampiri pria itu.

“Halah, drama,” gumam Dara.

Datang lagi beberapa orang dan ruangan semakin ramai, lalu Surya dan Kemala pun hadir. Meski hanya acara sederhana, tapi terkonsep dengan baik. Sepertinya menggunakan EO. MC memulai acara, Kemala dan Surya sudah duduk di kursi yang telah dipersiapkan. Saksi dari kedua belah pihak juga sudah hadir, karena kedua mempelai bukan single maka anak-anak mereka pun dikenalkan.

Harsa putra dari Surya, Dara dan Citra dari pihak Kemala. Bahkan Harsa dan Dara yang mendampingi Papa dan Bunda mereka, Citra hanya bisa gigit jari karena bukan putri kandung dari Kemala. Kehadiran seorang pria berumur di dampingi oleh dua orang bodyguard memasuki ruangan dan langsung duduk di sofa yang sudah disiapkan.

“Jaya Mahendra,” gumam Dara mengulang nama yang disebutkan oleh MC.

“Opaku,” ujar Harsa seakan tahu yang menjadi tanda tanya Dara. “Kamu, cantik,” puji Harsa.

“Baru sadar, keman aja selama ini,” sahut Dara tanpa menoleh apalagi menatap Harsa.

Meskipun ketus, dalam hati Dara ber oh ria. Ia memang mendengar kalau calon suami Bunda adalah pebisnis, tapi tidak tahu kalau berasal dari keluarga Mahendra. Termasuk Harsa  adalah putra keluarga tersebut, pantas saja Citra tertarik untuk mendapatkan pria itu. Mungkin saja alasannya karena … harta dan tahta.

Ijab qabul selesai, foto keluarga sudah dan acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Surya akan mengenalkan Dara pada ayahnya, tapi terlihat pria itu masih berbincang dengan kerabat yang lain.

“Jangan ke mana-mana, Papa akan kenalkan kamu dengan Opa.”

“Oke, aku di ….” Dara menatap sekeliling, tidak ada yang dia kenal. “Ke belakang dulu, nanti balik lagi.”

“Hm.”

Hanya mengenal, Harsa dan Surya selain keluarganya sendiri di ruangan itu. dara memilih melipir ke luar, apalagi dia juga tidak menyukai keramaian terutama pesta.

“Kenal atau nggak, belum tentu berpengaruh dengan hidup aku,” ucap Dara sudah berjalan di koridor hendak menuju outdoor hotel.

Saat berbelok tidak jauh di hadapannya dia melihat sosok pria yang begitu dia kenal. Pria yang penampilannya cukup menarik, mengenakan jas meski dalaman kaos dan rambutnya yang diikat. Siapa lagi kalau bukan Pandu. Tidak ingin membuat keributan dan membuat malu keluarganya, Dara berbalik dan berjalan cepat menghindar agar tidak bertatap muka dengan Pandu.

Beruntung di depan ada toilet, gegas Dara bersembunyi sementara di sana. berharap Pandu segera lewat dan ia bisa kembali ke ruangan.

“Mimpi apa semalam, harus ketemu lagi,” gumam Dara.

Sambil menunggu ia memastikan penampilannya di cermin toilet. Ada panggilan dari Citra yang menanyakan posisinya.

“Toilet,” jawab Dara.

“Nggak punya muka apa gimana, pake sembunyi di toilet segala,” ejek Citra di ujung sana.

“Ck, apaan? Nggak penting, aku matikan.”

“Papa cari lo, cepet balik ke sini. Ogah amat gue jemput lo,” ujar Citra masih dengan nada ketus.

Tanpa menjawab, Dara mengakhiri panggilan lalu keluar dari toilet. Sempat menolehkan kepala ke kiri dan kanan memastikan kalau tidak ada Pandu di sana.

“Aman,” ujarnya lalu kembali berjalan cepat menuju ruang acara. Kalau tidak memakai rok kebaya dan heels mungkin ia akan berlari.

Sampai di ruangan acara, sebagian tamu sepertinya sudah meninggalkan ruangan. Mulut Dara sempat berdecak pelan melihat Surya, Kemala, Citra dan Harsa.

“Dara, kemari!” titah Bunda.

“Emang ribet dan suka cari perhatian. Dipikir opa Jaya nggak sibuk, sampai harus nungguin lo,” ujar Citra sinis.

“Sudah, jangan ribut.” Kemala menengahi agar Dara tidak menjawab ucapan Citra.

Didampingi oleh Surya,  Dara diajak menemui Jaya. tiba

“Ah, jadi aku punya cucu perempuan,” ujar Jaya.

“Salam kenal Opa, aku Dara,” sapa Dara sambil tersenyum lalu meraih tangan Jaya dan menciumnya.

Hal yang dilakukan Dara sontak membuat Jaya terkejut, bahkan anak dan cucu kandungnya tidak melakukan hal itu. Pria yang sudah berumur itu terkekeh lalu mengusap kepala Dara.

“Sepertinya hari ini adalah hari bersejarah, putraku menikah lagi lalu aku dapat cucu perempuan yang cantik,” ungkap Jaya. “Dan putraku yang lain akhirnya mau serius meneruskan bisnis keluarga.”

Beberapa orang kerabat yang menyaksikan ikut tertawa bersama Jaya, Dara hanya tersenyum meski tidak paham. Surya ikut bahagia, berbeda dengan Harsa yang merasa posisinya di perusahaan terancam karena ia hanya cucu keluarga Mahendra.

“Hei, bocah. Kemari kamu,” cetus Jaya menatap ke arah lain.

Dara sempat menoleh ke arah yang ditatap Jaya, tidak tahu siapa yang dipanggil oleh Jaya.

“Dara kamu belum kenal dengan putra bungsu opa. Ini dia, bocah nakal,” ujar Jaya ketika seorang pria mendekat.

Dara yang mengenal pria itu langsung melangkah mundur karena terkejut, apalagi saat pria itu menoleh dan menatapnya.

“Namanya Pandu Aji Mahendra, dia putra bungsuku. Si bocah nakal,” ujar Jaya lagi lalu terkekeh. Dara menutup mulutnya agar tidak berteriak.

Ya, Tuhan. Duniamu memang seluas daun kelor.

 

Terpopuler

Comments

Widayati

Widayati

maaf cuma bisa tertawa, jungkir balik dah

2025-02-20

0

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

astaga Daraa ribet amat hidup lo 😂😂😂

2024-12-27

0

vi

vi

wkwkkwkwk..... bener banget selebar kelor

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!