CTHK 5 ~ Kepalamu

Istilah tamu adalah raja memang sering diucapkan oleh para senior dan petinggi hotel. Agar pelayanan kepada tamu semaksimal dan seefektif mungkin. Apalagi pendapatan hotel tentu saja dari tamu atau pengunjung. Namun, raja yang kali ini berhadapan dengan Dara termasuk kategori menyebalkan. Meskipun ia pernah menghadapi yang lebih menyebalkan dari ini.

Ketampanan pria itu lumayan mengurangi kadar menyebalkannya karena mulut pedas yang baru saja mengeluarkan ejekan untuk Dara.

“Hah, lihat saja. Dia malah melamun.”

“Mbak," tegur petugas housekeeping sambil menyenggol tangan Dara.

“Eh, maaf tuan ….”

“Pandu. Kamu ingat baik-baik wajah dan namaku karena aku sering menginap di sini,” ujar pria bernama Pandu yang saat ini bersedekap.

Dara menarik nafas lalu kembali tersenyum. “Mohon maaf tuan Pandu, ada yang bisa saya bantu.”

“Apa kamu tidak cari informasi dulu sebelum ke sini? Apa tidak ada yang melaporkan kesalahan apa yang dilakukan bawahanmu ini,” ujar Pandu lagi.

Tentu saja ucapan Pandu kembali membuat Dara tercengang. Kalau tadi terpukau karena ketampanan pria itu, meskipun lidahnya setajam silet. Yang barusan dikatakan Pandu ada benarnya, prosedurnya memang Dara harus cari tahu dulu insiden atau masalah yang terjadi.

“Apa tidak ada petugas yang menyampaikan karena aku sudah mengatakan keluhanku,” ujar Pandu.

Dara menoleh ke samping dan saling tatap dengan petugas di sampingnya, seakan mengatakan “kekacauan apa yang sudah kamu lakukan?”

“Saya salah masuk kamar, seharusnya saya membersihkan kamar sebelah dan tadi menumpahkan sabun membuat tuan ini terpeleset,” jelas Reni lalu menunduk dan mengatakan maaf.

Ingin rasanya Dara berteriak dan mengumpat. Bagaimana bisa Reni bersikap ceroboh, padahal wanita itu termasuk senior. Bahkan ia sudah dengan hati-hati memilih petugas untuk bekerja di lantai dan area tertentu, salah satunya lantai penthouse dan suite room.

“Reni, apa kamu sudah gila,” ujar Dara lirih dan menekan suara nya.

“Maaf Mbak.”

“Jadi, apa solusi kamu? Aku tidak mendapatkan kamar yang aku inginkan, ditambah lagi petugas kamu yang ceroboh dan bod0h ini.”

“Sekali lagi kami mohon maaf, tapi untuk kamar tertentu sesuai keinginan harus booking dan sudah pasti tuan Pandu tahu prosedur untuk hal ini.”

“Untuk apa booking, aku memang menempati kamar 2805 setiap weekend dan selama aku di berada di Jakarta. Sepertinya FO kalian orang baru sampai tidak tahu tentang ini. Bisa dikatakan kamar itu sudah menjadi tempat tinggalku.”

Dara dan Reni kembali saling tatap mendengar penuturan Pandu. Apa kamar suite room yang dimaksud Pandu kontrakan yang bisa disewa bulanan atau ruko yang bisa disewa tahunan. Sedangkan harga per malamnya saja hampir dua juta rupiah. Kalau memang ingin tinggal selamanya kenapa tidak membeli rumah atau apartemen saja.

“Dasar amatir,” ejek Pandu sambil tersenyum sinis.

Amatir. Dara disebut amatir, sedangkan Leo -- atasannya begitu mengandalkan dirinya untuk urusan housekeeper di gedung ini dan sekarang pria bernama Pandu ini menyebutnya amatir.

“Sebentar Tuan , sepertinya ada salah paham di sini,” ujar Dara mencoba tetap sabar, menahan emosi dan terus tersenyum.

“Jangan tersenyum, kamu bukan berada di front office, tapi sedang menyelesaikan masalah.”

“Memang wajah saya begini, murah senyum dan sudah pasti cantik.”

“Hah, yang benar saja.”

Reni menggaruk kepalanya melihat Dara dan Pandu karena ada aroma-aroma perseteruan. Berharap hal itu tidak terjadi, karena bisa-bisa dirinya kena skor bahkan dipecat sebagai sumber masalah.

“Oke, Tuan Pandu masalah kamar 2805 jika benar anda sudah booking akan kami cek kembali untuk memastikan.”

“Aku tidak perlu booking.”

“Hah?”

Ini orang minta di gaplok, kekeh bilang salah kamar tapi nggak pernah booking. Dia mabuk apa tidak waras, tentu saja hal itu hanya bisa diucapkan dalam batinnya.

 “Aku tidak perlu booking, karena kamar itu sudah menjadi milikku.”

“Hm, begini saja. mungkin Tuan Pandu sudah banyak pikiran atau apalah itu. Jadi merasa kamar 2805 adalah milik pribadi, tapi kami mohon maaf yang jelas anda harus melakukan booking jika menginginkan kamar tersebut dan ….”

“Mana ponselku, aku harus hubungi Pak David,” ujar Pandu lalu berbalik dan mencari ponselnya.

“Tunggu, maksudnya Pak David siapa ya?” tanya Dara memastikan, berharap yang dimaksud bukan David general manager hotel. Berurusan dengan Leo atasannya langsung, cukup membuatnya harus mengurut dada apalagi kalau berhubungan dengan GM Hotel.

“Menurutmu?” Pandu bertanya balik dengan ponsel sudah berada di tangannya. “Karena karyawan tidak kompeten seperti kalian harus mendapatkan pelatihan dan mutasi saja.”

Dara mendengus kesal, sudah cukup sabar dia menghadapi Pandu. Meskipun awalnya sempat ter Pandu-pandu karena penampilan pria itu bahkan dada dan bahu kokohnya. Ditambah masalah keluarga yang dihadapi, tentu saja emosinya seakan tidak bisa terbendung.

“Hei, apa masalahmu sampai harus menghubungi GM. Urusan salah kamar sudah dapat ganti yang seimbang, lalu anda terpeleset tidak perlu khawatir kami akan tanggung jawab. Di lantai dua ada pusat kesehatan, kalau perlu saja akan beri rekomendasi untuk melakukan rontgen memastikan tidak ada tulang yang cedera apalagi patah stau CT scan untuk melihat apakah otak anda bergeser atau tidak,” tutur Dara dengan wajah serius.

“Mbak Dara,” bisik Reni sambil memeluk lengan Dara. “Jangan begini, kita bisa dipecat.”

Pandu terkekeh lalu menatap sinis pada Dara.

“Kenapa tidak anda akui saja bahwa lantai ini milik anda, jangan hanya satu kamar. Mungkin anda memang sultan, yang hanya tau menikmati harta keluarga. Bersenang-senang lalu tidur di hotel.”

“Apa aku tidak salah dengar?” tanya Pandu.

“Oh tentu saja tidak. Anak sultan yang tahunya menghabiskan harta orang tua. Anda boleh saja membayang kamar ini, tapi bukan berarti bisa menghina orang lain seenak mulut anda.”

“Mbak dara.” Reni merengek berusaha menghentikan Dara yang mulai kalap. Bahkan sudah ada petugas lain yang datang dan tamu kamar di depan yang terganggu dengan kejadian itu.

Pandu hanya bersedekap dan memasang wajah datar mendengarkan kemarahan Dara. Akhirnya Dara selesai mengoceh dengan nafas terengah.

“Sudah selesai?” tanya Pandu. “Sepertinya kamu sedang stress, mungkin urusan rumah tangga. suami yang ….”

“Aku belum menikah,” sela Dara sambil berteriak dan kembali ditegur oleh Reni juga kedua petugas lain.

“Ah, kalau begitu. Kekasihmu selingkuh,” ujar Pandu.

Dara bungkam lalu memutar bola matanya ke arah lain, mengingat persoalan hidupnya. Pandu menatap dan melihat kebenaran akan hal yang diucapkannya itu lalu terkekeh.

“Ternyata benar ya. Pacarmu selingkuh dan kamu tertekan."

“Benar kepalamu,” ujar Dara lalu …

Bugh.

“Mbak Dara.”

 

Terpopuler

Comments

Dinda Gusti

Dinda Gusti

rsakan pkulan cwek cantik😂

2024-11-14

0

Ratnih Faiq Ratnih

Ratnih Faiq Ratnih

hajaaarr ra 🤣

2025-02-14

0

DozkyCrazy

DozkyCrazy

seruuuuuuuuuuu

2025-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2 CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3 CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4 CTHK 4 ~ Kamar 2807
5 CTHK 5 ~ Kepalamu
6 CTHK 6 ~ Mau Coba
7 CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8 CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9 CTHK 9 ~ Kita Saudara
10 CTHK 10 ~ Tragis
11 CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12 CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13 CTHK 13 ~ Balas Dendam
14 CTHK 14 ~ Rahasia
15 CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16 CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17 CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18 CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19 CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20 CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21 CTHK 21 ~ KUA
22 CTHK 22 ~ Bidadari
23 CTHK 23 ~
24 CTHK 24 ~ Menggoda
25 CTHK 25 ~ Kecewa
26 CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27 CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28 CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29 CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30 CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31 CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32 CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33 CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34 CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35 CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36 CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37 CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38 CTHK 38 ~ Miss You Panda
39 CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40 CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41 CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42 CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43 CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44 CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45 CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46 CTHK 46 ~ Rencana Besok
47 CTHK 47 ~ Nanti Saja
48 CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49 CTHK 49 ~ kenapa ?
50 CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51 CTHK 51 ~ Sekarang
52 CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53 CTHK 53 ~ I'm Coming
54 CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55 CTHK 55 ~ Bayi Panda
56 CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57 CTHK 57 ~ Lupa !!
58 CTHK 58 ~ Gagal
59 CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60 CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61 CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62 CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63 CTHK 63 ~ Pacul
64 CTHK 64 ~ Serangan
65 CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66 CTHK 66 ~ Temani Aku
67 CTHK 67 ~ Lembur
68 CTHK 68 ~ Serangan (2)
69 CTHK 69 ~ Aku Datang
70 CTHK 70 ~ Nostalgia
71 CTHK 71 ~ Ngidam
72 CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73 CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74 CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75 CTHK 75 ~ Baby Boy
76 CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77 CTHK 77 ~ Coba Lagi
78 CTHK 78 ~ Kejutan
79 CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80 CTHK 80 ~ Emosi
81 CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82 CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83 CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84 CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85 CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CTHK 1 ~ Kita ... Putus
2
CTHK 2~ Kenapa Harus Dia
3
CTHK 3 ~ Tinggal Bersama
4
CTHK 4 ~ Kamar 2807
5
CTHK 5 ~ Kepalamu
6
CTHK 6 ~ Mau Coba
7
CTHK 7 ~ Orang Yang Salah
8
CHTK 8 ~ Dunia Vs Daun Kelor
9
CTHK 9 ~ Kita Saudara
10
CTHK 10 ~ Tragis
11
CTHK 11 ~ Tukang Ngadu
12
CTHK 12 ~ Tukang Ngadu (2)
13
CTHK 13 ~ Balas Dendam
14
CTHK 14 ~ Rahasia
15
CTHK 15 ~ Di mana Kamu?
16
CTHK 16 ~ Ancaman Pandu
17
CTHK 17 ~ Ada Apa Denganku?
18
CTHK 18 ~ Dasar Tandu!
19
CTHK 19 ~ Pandu dan Dara (1)
20
CTHK 20 ~ Pandu - Dara (2) Apa Mungkin ....
21
CTHK 21 ~ KUA
22
CTHK 22 ~ Bidadari
23
CTHK 23 ~
24
CTHK 24 ~ Menggoda
25
CTHK 25 ~ Kecewa
26
CTHK 26 ~ Dasar Om-om
27
CTHK 27 ~ Waktunya Menikah
28
CTHK 28 ~ Gara~ gara Katro
29
CTHK 29 ~ Kamu Tidak Berhak
30
CTHK 30 ~ Menyelinap (Lagi)
31
CTHK 31 ~ Jodoh Pilihan Bunda (1)
32
CTHK 32 ~ Jodoh Pilihan Bunda (2)
33
CTHK 33 ~ Siapa Dia?
34
CTHK 34 ~ Panda Jatuh Cinta
35
CTHK 35 ~ Hanya Satu Macam
36
CTHK 36 ~ Rahasia (1)
37
CTHK 37 ~ Rahasia (2)
38
CTHK 38 ~ Miss You Panda
39
CTHK 39 ~ Nasihat Dara
40
CTHK 40 ~ Ijab Qabul, yuk!
41
CTHK 41 ~ Siap Lahir dan Batin
42
CTHK 42 ~ Orang Yang Salah
43
CTHK 43 ~ Sudah Gil4
44
CTHK 44 ~ Aku Dijebak
45
CTHK 45 ~ Aku Bersedia
46
CTHK 46 ~ Rencana Besok
47
CTHK 47 ~ Nanti Saja
48
CTHK 48 ~ Yang Terbaik
49
CTHK 49 ~ kenapa ?
50
CTHK 50 ~ Tempat Untuk Pulang
51
CTHK 51 ~ Sekarang
52
CTHK 52 ~ Diseruduk Panda
53
CTHK 53 ~ I'm Coming
54
CTHK 54 ~ I Love You, Panda
55
CTHK 55 ~ Bayi Panda
56
CTHK 56 ~ Usaha Membuat Bayi Panda
57
CTHK 57 ~ Lupa !!
58
CTHK 58 ~ Gagal
59
CTHK 59 ~ Resepsi (Masih)
60
CTHK 60 ~ Obrak Abrik Panda
61
CTHK 61 ~ Ada Apa Dengan Panda ? AADP
62
CTHK 62~ Bedrest (Bayi Panda)
63
CTHK 63 ~ Pacul
64
CTHK 64 ~ Serangan
65
CTHK 65 ~ Tunggu Aku
66
CTHK 66 ~ Temani Aku
67
CTHK 67 ~ Lembur
68
CTHK 68 ~ Serangan (2)
69
CTHK 69 ~ Aku Datang
70
CTHK 70 ~ Nostalgia
71
CTHK 71 ~ Ngidam
72
CTHK 72 ~ Rambut (Lagi)
73
CTHK 73 ~ Jenguk Bayi
74
CTHK 74 ~ Bayi Panda OTW
75
CTHK 75 ~ Baby Boy
76
CTHK 76 ~ Kapan Selesai?
77
CTHK 77 ~ Coba Lagi
78
CTHK 78 ~ Kejutan
79
CTHK 79 ~ Keinginan Pandu
80
CTHK 80 ~ Emosi
81
CTHK 81 ~ Baik-baik Saja
82
CTHK 82 ~ Pandu Sachet
83
CTHK 83 ~ Yang Berikutnya
84
CTHK 84 ~ Hantu Cilik
85
CTHK 85 ~ Mungkinkah ? (Empat) ~ END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!