CH 6 : Lembah Hantu ( Revisi )

Pagi hari.

Sebuah sungai besar mengalir deras di perbatasan Kota Luojin.

Ini adalah Sungai Sumbersewu, sungai terpanjang di seluruh prefektur, yang berkelok-kelok sejauh ribuan mil.

Long Tian mengenakan pakaian biru, melakukan perjalanan ke utara sepanjang tepian sungai tersebut. 

Saat dia berjalan, dia merasakan perubahan energi spiritual di sekitarnya. Dia mengamati bentang alam, serta fenomena di langit dan bumi sekitarnya.

Ini adalah pengetahuan dasar Feng Shui melalui angin dan air.

Meskipun Long Tian saat ini belum memiliki kultivasi, dia masih memiliki pengalaman dari kehidupan masa lalunya. 

Jadi, saat dia berjalan melewati gunung dan sungai sambil merasakan perubahan alam dengan cermat, dia bisa melihat jalur distribusi energi spiritual terpusat.

Dia berjalan lebih dari sepuluh mil di sepanjang sungai. Ketika dia akhirnya berhenti, sedikit kepuasan tersungging di bibirnya.

Di hadapannya berdiri hamparan pegunungan yang sangat luas, puncak-puncaknya padat dan diselimuti kabut. 

Pegunungan Seribu Bukit. 

Wilayahnya membentang sejauh delapan ratus mil di sepanjang tepian Sungai Sumbersewu.

"Jika aku melangkah lebih jauh, aku akan memasuki wilayah 'Lembah Hantu' , tempat penduduk Kota Luojin gemetar setiap kali mereka membicarakannya…" Long Tian berdiri dengan tangan di belakang punggung dan menatap ke kejauhan. 

Lembah Hantu dipandang sebagai wilayah yang misterius dan penuh bahaya selama bertahun-tahun. 

Rumornya dahulu kala, tempat ini pernah menjadi lokasi pertempuran brutal. Energi yin yang jahat begitu pekat sehingga tampaknya, penampakan-penampakan ganas muncul dari sekitar hutannya secara rutin.

Sebagian besar cerita mistis yang beredar di seluruh Kota Luojin melibatkan Lembah Hantu.

Setelah beberapa saat, Long Tian mengalihkan pandangannya dan menghela nafas, "Sayang sekali aku masih belum memiliki kultivasi sedikitpun. Jika tidak, aku bisa masuk dan melihat-lihat kedalamnya, kemudian menangkap beberapa hantu ganas untuk membantuku mencari sumberdaya di pegunungan ini."

"Meskipun energi spiritual di sini masih sedikit, pada levelku saat ini, jumlahnya sudah cukup banyak." Pada akhirnya, Long Tian memutuskan untuk berkultivasi di sini.

Ini adalah hutan arbei yang berdekatan dengan Sungai Sumbersewu.

Angin bertiup, membawa aliran energi spiritual di udara yang terasa menyenangkan dan menenangkan. 

Haaah~

Long Tian menghirup dan menghembuskan udara keruh dalam waktu lama. Pikiran dan tubuhnya berangsur-angsur menjadi jernih, seperti bulan purnama di langit biru.

Kemudian, dia secara bertahap mengambil posisi dan mulai berlatih Teknik Penyerapan Bintang dan Semesta.

Ini benar-benar berbeda dengan berkultivasi di kediaman Keluarga Xue… Hanya beberapa detik kemudian, Long Tian menyadari bahwa dalam jarak seratus meter di sekelilingnya, gumpalan demi gumpalan energi spiritual mengalir ke arahnya tanpa henti dan menyatu ke dalam tubuhnya.

Darah dan energinya melunak, namun terasa padat dan bersemangat, membuat dia merasakan vitalitas yang melimpah. 

Long Tian mengesampingkan pikirannya yang tersebar dan membenamkan diri dalam kultivasi, melupakan dunia sepenuhnya.

Tak lama kemudian, matahari di langit sudah tinggi.

Hari sudah siang.

Long Tian telah berkultivasi selama tujuh jam penuh!

Krak!

Tiba-tiba, suara tajam keluar dari tulang dan tendon Long Tian, seolah-olah dia sedang memahat penghalang dalam fisiknya. Darah dan qi mengalir kedalam dirinya seperti sungai yang bergelombang.

Pada saat ini, Long Tian sepenuhnya memahami kedalaman Teknik Penyerapan Bintang dan Semesta.

Ini juga menandai masuknya dia ke tahap awal Ranah Penempaan Tubuh!

Ini adalah ranah pertama dari Martial Dao, awal dari kultivasi, fondasi menuju Dao Agung.

Sekarang, satu tahun setelah kehilangan segalanya, Long Tian telah mendapatkan kembali kultivasinya!

Dentang!

Senandung pedang bergema di lautan kesadaran Long Tian, seolah mengungkapkan kegembiraan. 

Pedang Jantung Kosmos!

"Apakah kamu bahagia untukku…?" Ekspresi Long Tian sedikit berubah. 

Di kehidupan masa lalunya, Pedang Jantung Kosmos telah menemaninya sejak pertama kali dia mulai berkultivasi.

Tetapi bahkan hingga saat ini, dia tidak dapat melihat kedalaman kekuatan macam apa yang menyegel pedang tersebut, meskipun dia telah mencoba memahami rahasianya berulang kali.

Ada sembilan Rantai Dewa yang membelenggu pedang tersebut, dan masing-masingnya dikelilingi oleh Segel Dao yang rumit dan misterius.

Meskipun dia tidak mengetahuinya, Feng Zun sangat menyadari bahwa gurunya sangat mencintai pedang tersebut. Long Shangdi bisa mengesampingkan ketenaran, atau kekayaan besar yang dia miliki sepanjang hidupnya. Namun, satu-satunya hal yang tidak bisa dia serahkan adalah Pedang Jantung Kosmos!

Karena alasan ini juga, Feng Zun melakukan segala cara agar pedang tersebut bisa kembali pada gurunya. Lagipula, dia yakin bahwa dengan adanya pedang ini, itu akan cukup untuk menemani gurunya hingga ia mencapai Dao Agung.

Tak lama kemudian, Long Tian menggelengkan kepalanya, menenangkan hati, dan memeriksa perubahan di tubuhnya. "Berkultivasi dan menyerap energi spiritual disini, ternyata benar-benar memiliki perbedaan yang besar."

Setelah membangkitkan kembali ingatannya, dia menghabiskan lima hari berkultivasi dengan pahit di kediaman Keluarga Xue. Namun berkultivasi disini selama tujuh jam, masih jauh lebih baik dibandingkan lima hari berkultivasi di kediamannya.

"Jika aku terus berkultivasi di sini, aku hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk mencapai puncak tahap 'Penempaan Tubuh'." 

Begitu pemikiran ini terlintas di benaknya, Long Tian menggelengkan kepalanya. "Jika yang harus kulakukan hanyalah meningkatkan basis kultivasi, itu semudah membalikkan telapak tanganku. Tapi aku bereinkarnasi demi berkultivasi lagi, untuk mengejar dao yang akan melampaui kehidupan masa laluku!

"Dengan setiap langkah yang aku ambil, aku harus memastikan bahwa fondasi kultivasi milikku kokoh dan stabil."

Long Tian memperingatkan dirinya sendiri, "Apapun yang kulakukan, aku tidak boleh gegabah."

Penempaan Tubuh adalah ranah pertama dari Martial Dao.

Ini adalah bidang yang paling mendasar, sekaligus yang paling penting. Fondasi yang dia dirikan disini, akan memengaruhi keseluruhan jalannya di masa depan.

"Sayangnya, aku tidak memiliki uang satu sen pun. Jika aku punya cukup uang, aku bisa membeli obat-obatan herbal. Kemudian, setelah seharian berkultivasi, aku bisa berendam di pemandian obat dan memurnikan inti sari tanaman herbal. Itu akan menempa dan meningkatkan fisikku lebih jauh lagi.

"Ke depannya, aku harus mencari peluang untuk mendapatkan sedikit uang…"

Saat Long Tian sedang memikirkan masa depan kultivasinya, dia mendengar suara batuk yang hebat terbawa angin. 

Long Tian menoleh ke sumber suara dan melihat dua sosok di kejauhan berjalan ke arahnya. Itu adalah seorang lelaki tua berjubah abu-abu, dan seorang gadis berpakaian merah. 

Langkah lelaki tua itu lemah, dan wajahnya yang keriput tampak pucat. Saat dia berjalan, dia terus terbatuk-batuk begitu keras hingga dia kesulitan bernapas.

Gadis bergaun merah berjalan di sisinya, wajahnya yang berseri-seri penuh kekhawatiran. 

Pakaian merahnya berkibar, ada sabuk giok yang melingkari pinggangnya. Dia tinggi dan ramping, dengan sosok yang mempesona.

Yang lebih luar biasa lagi, dia memiliki aura kebangsawanan yang tidak biasa dan sangat berbeda. Baik lelaki tua maupun gadis yang ada disisinya, jelas sudah lama terbiasa dengan pangkat dan kekuasaan.

Long Tian melirik mereka, lalu membuang muka. Namun, saat dia hendak pergi, dia berhenti, lalu berbalik untuk melihat ke arah lelaki tua itu sekali lagi. 

Dia langsung menemukan sesuatu, dan terlepas dari dirinya sendiri, sedikit kebingungan muncul di matanya. 

Baik lelaki tua maupun gadis itu sudah lama memperhatikan keberadaan Long Tian. Pada awalnya, tak satu pun dari mereka yang peduli.

Tapi ketika Long Tian berbalik untuk memeriksa kembali lelaki tua disampingnya, gadis itu hanya bisa mengerutkan kening. Ekspresi suram muncul di wajah cantiknya. "Sekali lihat, aku tahu dia bukan orang yang baik!"

Wajah cantiknya memudar, dan dia menatap Long Tian.

Long Tian tercengang. Gadis ini ternyata baperan!

"Zilin, jangan kasar. Tidak peduli betapa khawatirnya kamu tentang luka kakek, kamu tidak boleh melampiaskan amarahmu pada orang yang tak bersalah." Suara lelaki tua berjubah abu-abu itu lembut dan ramah. "Saat kamu menjalankan setiap urusan, taklukkan dirimu dan jagalah kesopanan. Jangan katakan sesuatu yang tidak pantas. Hanya dengan begitu jiwamu bisa tetap tenang, dan hanya dengan begitu kamu bisa terhindar dari jebakan iblis hati."

Gadis yang dipanggilnya Zilin meringis. "Kakek, lukamu sangat parah, tapi kamu masih menceramahiku? Bagaimana mungkin aku akan berminat mendengarkan?"

Orang tua itu tidak bisa menahan tawa. Kemudian, dia menoleh ke arah Long Tian dan menangkupkan tinjunya sebentar. "Teman mudaku, jika kami telah menyinggung perasaanmu, aku dengan rendah hati meminta maaf."

Saat dia berbicara, dia tiba-tiba mengalami batuk hebat sekali lagi. Pembuluh darah bahkan menonjol di dahinya, dia sangat tersiksa seolah-olah ingin memotong paru-parunya. 

"Kakek, kamu tidak boleh bicara lagi!" Wajah cantik Zilin terlihat panik dan penuh kekhawatiran.

Dia dengan hati-hati meraih lengan kakeknya dan membantunya berdiri. "Saat kita kembali ke kota, aku akan mencari tabib terbaik untuk mengobati lukamu."

Saat itulah Long Tian menyela, "Dengan luka seperti itu, tabib manapun tidak akan bisa menyelamatkan kakekmu. Jika menunda pengobatannya lebih lama lagi, kakekmu pasti akan berakhir dalam waktu tiga hari."

Zilin sangat marah, matanya melotot, dan dia meraung kesal, "Apakah kau mendoakan kakekku mati?"

Namun, sang kakek hanya meringis. "Zilin, dia benar. Lukaku memang tidak bisa diobati."

"Itu…" Seolah-olah dia tersambar petir. Zilin tenggelam dalam keputusasaan, dan suaranya bergetar, "Kakek, tidak mungkin aku membiarkan apapun terjadi padamu! Aku akan membawamu kembali secepat mungkin!"

"Jangan panik," kata lelaki tua itu sambil tersenyum. "Langit yang akan menentukan nasib kita. Aku menghabiskan hidupku di medan perang, dan aku tidak pernah takut lagi akan kematian."

Kemudian, pandangan lelaki tua itu kembali tertuju pada Long Tian, dan dia bertanya dengan sedikit kebingungan, "Teman mudaku, bolehkah aku bertanya bagaimana kamu bisa mengetahui luka dari orang tua ini?"

Kesan Long Tian terhadapnya cukup baik, jadi dia tidak menyembunyikan apa pun. "Semburat merah di antara alis, kulit pucat namun tidak berdarah. Racun Yin telah menyerang paru-paru Anda. Gabungkan itu dengan aura kematian yang masih tersisa, dan jika aku tidak salah, Anda pernah bertemu dengan 'Mayat Yin' di Lembah Hantu." 

Lelaki tua itu tampak terkejut. "Kamu memiliki penglihatan yang bagus!"

Zilin mau tidak mau ikut menimpali, "Ada yang tidak beres! Kakek, bukankah kakek mengatakan bahwa di Prefektur Nanjing, sangat sedikit orang yang tahu bahwa Lembah Hantu dapat melahirkan Mayat Yin?"

Dia benar, itulah mengapa kakeknya sangat terkejut.

Jangankan Kota Luojin, di seluruh Prefektur Nanjing, tidak ada satupun yang mengetahui rahasia ini.

Namun sekarang, pemuda itu langsung mengetahuinya hanya dengan sekali lihat!

Long Tian berkata dengan datar, "Memahaminya tidaklah sulit. Aku bahkan dapat mengatakan dengan pasti, bahwa kalian datang ke sini untuk memetik Rumput Yin dan Bunga Yang."

Mata Zilin melebar, dan dia bertanya tanpa berpikir, "Bagaimana kau bisa tahu tentang itu?" 

Ekspresi lelaki tua itu juga berubah, membuat gelombang keheranan mau tak mau muncul di dalam hatinya.

"Bagaimana aku mengetahui hal itu?" Long Tian menggelengkan kepalanya sambil menyeringai. "Gadis kecil, bukankah dimana pun tempat munculnya Mayat Yin, pasti itu akan menjadi lokasi tumbuhnya Rumput Yin? Ini adalah tanamam spiritual untuk racun yin.

"Dan tentu saja, Yin tidak bisa tanpa adanya Yang, dan Yang tidak bisa bertumbuh tanpa Yin. Dimanapun Rumput Yin tumbuh, Bunga Yang pasti akan mengikuti."

Di kehidupan masa lalunya, hal semacam ini sudah menjadi rahasia umum. Namun terlihat jelas bahwa Zilin terlalu terkejut bahkan untuk bisa berkata-kata.

Bahkan ekspresi lelaki tua itu dipenuhi dengan keterkejutan yang tak bisa disembunyikan.

Di mata mereka, pemuda di hadapan mereka ini telah menimbulkan kesan yang benar-benar baru.

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

Ehh...
Ehh....
Ehh.....

2024-07-26

2

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

njiiir baperan 😆😆😆🤣🤣

2024-07-24

0

$€££€R GaRaM 🤸

$€££€R GaRaM 🤸

long Tian terlihat hebat di tempat yg benar ...
bukan sampah seperrti kata orang2

2024-07-02

2

lihat semua
Episodes
1 CH 1 : Prolog
2 CH 2 : Xue Weiling
3 CH 3 : Xue Lingyin
4 CH 4 : Panik
5 CH 5 : Berkultivasi
6 CH 6 : Lembah Hantu ( Revisi )
7 CH 7 : Qiu Tianxiao
8 CH 8 : Puncak Penempaan Tubuh
9 CH 9 : Restoran Awan Abadi
10 CH 10 Tamu Tak Di Undang
11 CH 11 : Tindakan Long Tian
12 CH 12 : Yuan Tinghe
13 CH 13 : Bukan Masalah
14 CH 14 : Masalah
15 CH 15 : Kepala Keluarga Qin
16 CH 16 : Situasi Berbalik
17 CH 17 : Akhir Konflik
18 CH 18 : Latihan
19 CH 19 : Berkah
20 CH 20 : Hari Perjamuan
21 CH 21 : Kedatangan Qin Chuyong
22 CH 22 : Lao Hutian
23 CH 23 : Kedatangan Raja Kota
24 CH 24 : Panggilan
25 CH 25 : Identitas Long Tian
26 CH 26 : Ketulusan
27 CH 27 : Hadiah Untuk Weiling
28 CH 28 : Menerima Hadiah
29 CH 29 : Rencana Keluarga Lao
30 CH 30 : Tugas Baru
31 CH 31 : Tekad Qin Huang
32 CH 32 : Keterampilan Medis
33 CH 33 : Menuju Lokakarya
34 CH 34 : Ling Yun
35 CH 35 : Menundukkan Kepala
36 CH 36 : Pembuat Onar
37 CH 37 : Brutal
38 CH 38 : Tindakan Mengejutkan
39 CH 39 : Memberi Petunjuk ( Revisi )
40 CH 40 : Ying Zhi dan Huo Wang ( Revisi )
41 CH 41 : Menjelang Kompetisi
42 CH 42 : Rencana Selanjutnya
43 CH 43 : Rencana Lao Chuyun
44 CH 44 : Pembukaan
45 CH 45 : Qin Huang Vs Xue Yuan
46 CH 46 : Siapa Master Long?
47 CH 47 : Memberikan Petunjuk
48 CH 48 : Hasil Akhir
49 CH 49 : Feng Yuqing
50 CH 50 : Gesekan
51 CH 51 : Lembah Hantu
52 CH 52 : Kedatangan Tamu
53 CH 53 : Turun Tangan
54 CH 54 : Satu Serangan
55 CH 55 : Pahit
56 CH 56 : Apel Api dan Vena Yin
57 CH 57 : Jamuan
58 CH 58 : Kebodohan Xue Yuan
59 CH 59 : Perubahan Sikap
60 CH 60 : Mimpi Buruk
61 CH 61 : Identitasnya Terungkap
62 CH 62 : Tidak Terduga
63 CH 63 : Pencerahan
64 CH 64 : Murid Gu Tianling
65 CH 65 : Tamu VVIP
66 CH 66 : Fengtian
67 CH 67 : Yang Mulia Ketujuh
68 CH 68 : Kekuatan Grandmaster (Revisi)
69 CH 69 : Turun Tangan
70 CH 70 : Gelisah
71 CH 71 : Pangeran Han Fengtian
72 CH 72 : Tiba
73 CH 74 : Geng Luwak Hitam (Revisi)
74 CH 74 : Cahaya Dalam Kegelapan
75 CH 75 : Restoran Senja
76 CH 76 : Kecemburuan
77 CH 77 : Membunuh
78 CH 78 : Kemunculan Pangeran Ketujuh
79 CH 79 : Penyelesaian
80 CH 80 : Serenity Village
81 CH 81 : Tetua Cuan Hao
82 CH 82 : Memberi Pelajaran
83 CH 83 : Ekspresi Cuan Hao
84 CH 84 : Permintaan Maaf
85 CH 85 Menempa Pedang
86 CH 86 : Putra Gubernur Nanjing
87 CH 87 : Pedang Baru
88 CH 88 : Rencana Gubernur Wei Qinluan
89 CH 89 : Sedikit Pencerahan
90 CH 90 : Variabel Tak Terduga
91 CH 91 : Terkejut
92 CH 92 : Terlambat Satu Langkah
93 CH 93 : Intervensi Han Lizi
94 CH 94 : Menunggu Badai
95 CH 95 : Garis Batas
96 CH 96 : Kepala Keluarga Zen
97 CH 97 : Long Tian Tiba
98 CH 98 : Vs Yu Zhong
99 CH 99 : Vs Yu Zhong 2
100 CH 100 : Deklarasi Mengejutkan
101 CH 101 : Kematian Wei Qinluan
102 CH 102 : Akhir Badai
103 CH 103 : Kompensasi
104 CH 104 : Mengunjungi Xue Weiling
105 CH 105 : Villa Pungseon
106 CH 106 : Kedatangan Feng Yuqing
107 CH 107 : Cha Ying
108 CH 108 : Kunjungan Xue Weiling
109 CH 109 : Kunjungan Cha Ying
110 CH 110 : Kematian Paman Jiang
111 CH 111 : Lolos
112 CH 112 : Anggota Sekte Gagak Hitam
113 CH 113 : Kunjungan Sekte Gagak Hitam
114 CH 114 : Jenderal Zeng Chen
115 CH 115 : Gu Qingzu
116 CH 116 : Serangan Mengejutkan
117 CH 117 : Keputusan Qin Huang
118 CH 118 : Perasaan
119 CH 119 : Kesulitan Qin Huang
120 CH 120 : Duel Singkat
121 CH 121 : Salah Paham
122 CH 122 : Tamparan
123 CH 123 : Kesulitan Cha Ying
124 CH 124 : Kepergian Qin Huang
125 CH 125 : Panik
126 CH 126 : Lanjut
127 CH 127 : Menuju Wilayah Imperatorial
128 CH 128 : Pertempuran Grandmaster
129 CH 129 : Turun Tangan
130 CH 130 : Binatang Tingkat Sembilan
131 CH 131 : Menerobos
132 CH 132 : Metode Tranformasi
133 CH 133 : Anak Harimau Salju
134 CH 134 : Serigala Api
135 CH 135 : Gadis Yang Sombong
136 CH 136 : Keluarga Zu
137 CH 137 : Tetua Yen
138 CH 138 : Kematian Tetua Yen
139 CH 139 : Rencana Zu Tingbai
140 CH 140 : Jiang Xing
141 CH 141 : Wilayah Imperatorial
142 CH 142 : Permintaan Zu Tingbai
143 CH 143 : Tanpa Judul
144 CH 144 : Dukungan Long Tian
145 CH 145 : Kedatangan Tamu
146 CH 146 : Kematian Hong Qi
147 CH 147 : Perubahan Cha Ying
148 CH 148 : Lin Biyao
149 CH 149 : Menuju Akademi Bintang Surga
150 CH 150 : Akademi Bintang Surga
151 CH 151 : Xue Lingyin
152 CH 152 : Penolakan
153 CH 153 : Tantangan
154 CH 154 : Duel
155 CH 155 : Chong Jianwang
156 CH 156 : Membunuh Grandmaster
157 CH 157 : Rekan Taois!
158 CH 158 : Duel Singkat
159 CH 159 : Penyelesaian
160 CH 160 : Berkultivasi
161 CH 161 : Menerobos
162 CH 162 : Delapan Gunung Yao
163 CH 163 : Khawatir
164 CH 164 : Wilayah Hantu
165 CH 165 : Mu Qinglao
166 CH 166 : Raja Sungai Luyuan
167 CH 167 : Gu Qingzu
168 CH 168 : Pecahnya Pertempuran
169 CH 169 : Mengambil Alih Formasi
170 CH 170 : Kondisi Xue Weiling
171 CH 171 : Sosok Raja Hantu Surgawi
172 CH 172 : Kehancuran Domain Yintian
173 CH 173 : Kembali
174 CH 174 : Alam Fondasi Tahap Akhir
175 CH 175 : Kepala Keluarga Wen
176 CH 176 : Duel
177 CH 177 : Menjelang Perjamuan Teh
178 CH 178 : Menuju Perjamuan Teh
179 CH 179 : Situasi Sekitar
180 CH 180 : Pengkhianatan
181 CH 181 : Tuan Muda Ketiga!
182 CH 182 : Kematian Yuan Shao
183 CH 183 : Petapa Gurun
184 CH 184 : Vs Grandmaster Tingkat Lima
185 CH 185 : Kematian Kang Chuyang dan Wen Yuanling
186 CH 186 : Penonton Tersembunyi
187 CH 187 : Akhir Perjamuan Teh
188 CH 188 : Nasib Keluarga Zu dan Lainnya.
189 CH 189 : Kepala Keluarga Long
190 CH 190 : Keluarga Xue
191 CH 191 : Kejutan Besar Bagi Keluarga Xue
192 CH 192 : Rencana Selanjutnya
193 CH 193 : Utusan Keluarga Long!
194 CH 194 : Qin Huang
195 CH 195 : Demi Kebaikan
196 CH 196 : Next
197 CH 197 : Berangkat
198 CH 198 : Kekuatan Tersegel
199 CH 199 : Burung Demit
200 CH 200 : Raja Huayang
201 CH 201 : Lengan Putus
202 CH 202 : Karakter
203 CH 203 : Mayat Hidup
204 CH 204 : Raja Penekan Gunung
205 CH 205 : Jurang Tak Berujung
206 CH 206 : Pertempuran Dimulai
Episodes

Updated 206 Episodes

1
CH 1 : Prolog
2
CH 2 : Xue Weiling
3
CH 3 : Xue Lingyin
4
CH 4 : Panik
5
CH 5 : Berkultivasi
6
CH 6 : Lembah Hantu ( Revisi )
7
CH 7 : Qiu Tianxiao
8
CH 8 : Puncak Penempaan Tubuh
9
CH 9 : Restoran Awan Abadi
10
CH 10 Tamu Tak Di Undang
11
CH 11 : Tindakan Long Tian
12
CH 12 : Yuan Tinghe
13
CH 13 : Bukan Masalah
14
CH 14 : Masalah
15
CH 15 : Kepala Keluarga Qin
16
CH 16 : Situasi Berbalik
17
CH 17 : Akhir Konflik
18
CH 18 : Latihan
19
CH 19 : Berkah
20
CH 20 : Hari Perjamuan
21
CH 21 : Kedatangan Qin Chuyong
22
CH 22 : Lao Hutian
23
CH 23 : Kedatangan Raja Kota
24
CH 24 : Panggilan
25
CH 25 : Identitas Long Tian
26
CH 26 : Ketulusan
27
CH 27 : Hadiah Untuk Weiling
28
CH 28 : Menerima Hadiah
29
CH 29 : Rencana Keluarga Lao
30
CH 30 : Tugas Baru
31
CH 31 : Tekad Qin Huang
32
CH 32 : Keterampilan Medis
33
CH 33 : Menuju Lokakarya
34
CH 34 : Ling Yun
35
CH 35 : Menundukkan Kepala
36
CH 36 : Pembuat Onar
37
CH 37 : Brutal
38
CH 38 : Tindakan Mengejutkan
39
CH 39 : Memberi Petunjuk ( Revisi )
40
CH 40 : Ying Zhi dan Huo Wang ( Revisi )
41
CH 41 : Menjelang Kompetisi
42
CH 42 : Rencana Selanjutnya
43
CH 43 : Rencana Lao Chuyun
44
CH 44 : Pembukaan
45
CH 45 : Qin Huang Vs Xue Yuan
46
CH 46 : Siapa Master Long?
47
CH 47 : Memberikan Petunjuk
48
CH 48 : Hasil Akhir
49
CH 49 : Feng Yuqing
50
CH 50 : Gesekan
51
CH 51 : Lembah Hantu
52
CH 52 : Kedatangan Tamu
53
CH 53 : Turun Tangan
54
CH 54 : Satu Serangan
55
CH 55 : Pahit
56
CH 56 : Apel Api dan Vena Yin
57
CH 57 : Jamuan
58
CH 58 : Kebodohan Xue Yuan
59
CH 59 : Perubahan Sikap
60
CH 60 : Mimpi Buruk
61
CH 61 : Identitasnya Terungkap
62
CH 62 : Tidak Terduga
63
CH 63 : Pencerahan
64
CH 64 : Murid Gu Tianling
65
CH 65 : Tamu VVIP
66
CH 66 : Fengtian
67
CH 67 : Yang Mulia Ketujuh
68
CH 68 : Kekuatan Grandmaster (Revisi)
69
CH 69 : Turun Tangan
70
CH 70 : Gelisah
71
CH 71 : Pangeran Han Fengtian
72
CH 72 : Tiba
73
CH 74 : Geng Luwak Hitam (Revisi)
74
CH 74 : Cahaya Dalam Kegelapan
75
CH 75 : Restoran Senja
76
CH 76 : Kecemburuan
77
CH 77 : Membunuh
78
CH 78 : Kemunculan Pangeran Ketujuh
79
CH 79 : Penyelesaian
80
CH 80 : Serenity Village
81
CH 81 : Tetua Cuan Hao
82
CH 82 : Memberi Pelajaran
83
CH 83 : Ekspresi Cuan Hao
84
CH 84 : Permintaan Maaf
85
CH 85 Menempa Pedang
86
CH 86 : Putra Gubernur Nanjing
87
CH 87 : Pedang Baru
88
CH 88 : Rencana Gubernur Wei Qinluan
89
CH 89 : Sedikit Pencerahan
90
CH 90 : Variabel Tak Terduga
91
CH 91 : Terkejut
92
CH 92 : Terlambat Satu Langkah
93
CH 93 : Intervensi Han Lizi
94
CH 94 : Menunggu Badai
95
CH 95 : Garis Batas
96
CH 96 : Kepala Keluarga Zen
97
CH 97 : Long Tian Tiba
98
CH 98 : Vs Yu Zhong
99
CH 99 : Vs Yu Zhong 2
100
CH 100 : Deklarasi Mengejutkan
101
CH 101 : Kematian Wei Qinluan
102
CH 102 : Akhir Badai
103
CH 103 : Kompensasi
104
CH 104 : Mengunjungi Xue Weiling
105
CH 105 : Villa Pungseon
106
CH 106 : Kedatangan Feng Yuqing
107
CH 107 : Cha Ying
108
CH 108 : Kunjungan Xue Weiling
109
CH 109 : Kunjungan Cha Ying
110
CH 110 : Kematian Paman Jiang
111
CH 111 : Lolos
112
CH 112 : Anggota Sekte Gagak Hitam
113
CH 113 : Kunjungan Sekte Gagak Hitam
114
CH 114 : Jenderal Zeng Chen
115
CH 115 : Gu Qingzu
116
CH 116 : Serangan Mengejutkan
117
CH 117 : Keputusan Qin Huang
118
CH 118 : Perasaan
119
CH 119 : Kesulitan Qin Huang
120
CH 120 : Duel Singkat
121
CH 121 : Salah Paham
122
CH 122 : Tamparan
123
CH 123 : Kesulitan Cha Ying
124
CH 124 : Kepergian Qin Huang
125
CH 125 : Panik
126
CH 126 : Lanjut
127
CH 127 : Menuju Wilayah Imperatorial
128
CH 128 : Pertempuran Grandmaster
129
CH 129 : Turun Tangan
130
CH 130 : Binatang Tingkat Sembilan
131
CH 131 : Menerobos
132
CH 132 : Metode Tranformasi
133
CH 133 : Anak Harimau Salju
134
CH 134 : Serigala Api
135
CH 135 : Gadis Yang Sombong
136
CH 136 : Keluarga Zu
137
CH 137 : Tetua Yen
138
CH 138 : Kematian Tetua Yen
139
CH 139 : Rencana Zu Tingbai
140
CH 140 : Jiang Xing
141
CH 141 : Wilayah Imperatorial
142
CH 142 : Permintaan Zu Tingbai
143
CH 143 : Tanpa Judul
144
CH 144 : Dukungan Long Tian
145
CH 145 : Kedatangan Tamu
146
CH 146 : Kematian Hong Qi
147
CH 147 : Perubahan Cha Ying
148
CH 148 : Lin Biyao
149
CH 149 : Menuju Akademi Bintang Surga
150
CH 150 : Akademi Bintang Surga
151
CH 151 : Xue Lingyin
152
CH 152 : Penolakan
153
CH 153 : Tantangan
154
CH 154 : Duel
155
CH 155 : Chong Jianwang
156
CH 156 : Membunuh Grandmaster
157
CH 157 : Rekan Taois!
158
CH 158 : Duel Singkat
159
CH 159 : Penyelesaian
160
CH 160 : Berkultivasi
161
CH 161 : Menerobos
162
CH 162 : Delapan Gunung Yao
163
CH 163 : Khawatir
164
CH 164 : Wilayah Hantu
165
CH 165 : Mu Qinglao
166
CH 166 : Raja Sungai Luyuan
167
CH 167 : Gu Qingzu
168
CH 168 : Pecahnya Pertempuran
169
CH 169 : Mengambil Alih Formasi
170
CH 170 : Kondisi Xue Weiling
171
CH 171 : Sosok Raja Hantu Surgawi
172
CH 172 : Kehancuran Domain Yintian
173
CH 173 : Kembali
174
CH 174 : Alam Fondasi Tahap Akhir
175
CH 175 : Kepala Keluarga Wen
176
CH 176 : Duel
177
CH 177 : Menjelang Perjamuan Teh
178
CH 178 : Menuju Perjamuan Teh
179
CH 179 : Situasi Sekitar
180
CH 180 : Pengkhianatan
181
CH 181 : Tuan Muda Ketiga!
182
CH 182 : Kematian Yuan Shao
183
CH 183 : Petapa Gurun
184
CH 184 : Vs Grandmaster Tingkat Lima
185
CH 185 : Kematian Kang Chuyang dan Wen Yuanling
186
CH 186 : Penonton Tersembunyi
187
CH 187 : Akhir Perjamuan Teh
188
CH 188 : Nasib Keluarga Zu dan Lainnya.
189
CH 189 : Kepala Keluarga Long
190
CH 190 : Keluarga Xue
191
CH 191 : Kejutan Besar Bagi Keluarga Xue
192
CH 192 : Rencana Selanjutnya
193
CH 193 : Utusan Keluarga Long!
194
CH 194 : Qin Huang
195
CH 195 : Demi Kebaikan
196
CH 196 : Next
197
CH 197 : Berangkat
198
CH 198 : Kekuatan Tersegel
199
CH 199 : Burung Demit
200
CH 200 : Raja Huayang
201
CH 201 : Lengan Putus
202
CH 202 : Karakter
203
CH 203 : Mayat Hidup
204
CH 204 : Raja Penekan Gunung
205
CH 205 : Jurang Tak Berujung
206
CH 206 : Pertempuran Dimulai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!