Menerbangkan Jet Pribadi

Lily segera keluar dari perusahaan bersama dengan tuan Brahma Aditya dan juga Bastian, ketiganya menaiki mobil, kemudian bergegas menuju suatu tempat, di mana jet pribadi milik keluarga Aditya berada.

Langkah mereka terdengar tegap saat keluar dari mobil, kemudian melihat keberadaan beberapa orang yang telah ditugaskan di sana.

"Selamat datang tuan besar," ucap salah seorang pria sambil membungkuk, diikuti oleh pria-pria yang lain.

"Kami akan pergi!" ucap tuan Brahma Aditya.

"Apakah ada yang bisa kami bantu?" tanya mereka.

"Segera ambil senjata dan bersiaplah untuk ikut bersama kami," ucap Lily, pria-pria itu segera melirik ke arahnya sambil mengerutkan kening, seolah bertanya-tanya dalam hati, karena tidak seperti biasanya tuan Brahma Aditya datang dengan ditemani oleh seorang gadis kecil.

Tuan Brahma Aditya tersenyum tipis, kemudian segera menjawab keraguan yang ada di wajah orang-orangnya. "Dia Lily, calon cucu menantuku, tunangan Damian. Kita harus bergerak cepat, untuk menemukan tempat orang-orang itu menyekap cucuku sesegera mungkin!"

Serentak semua orang menganggukan kepala, mereka buru-buru membubarkan diri untuk melaksanakan tugas yang sebelumnya telah diberikan. Hanya berselang 10 menit, kemudian pria-pria itu kembali dengan pakaian serba hitam yang dilengkapi jaket anti peluru.

Berbagai persenjataan lengkap di tangan mereka, bahkan beberapa orang dengan sengaja menyelempangkan peluru dalam jumlah yang teramat sangat banyak di tubuhnya.

"Kami semua siap, tuan besar." ucap mereka dengan sangat serempak sambil membungkukkan badan.

Lily tersenyum tipis, meskipun jet pribadi hanya bisa menampung sekitar 19 orang, namun mereka begitu antusias untuk membantu dalam penyelamatan Damian. Bahkan jika dibandingkan dengan anggota mafia sky eye, meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, orang-orang ini jauh lebih berpengalaman dan memiliki rasa terikat satu sama lain.

"Baiklah, ayo kita berangkat!" ucap tuan Brahma Aditya sambil melangkahkan kakinya, orang-orang itu pun berniat untuk mengikuti, namun tiba-tiba saja Lily dan Bastian berjalan beriringan dengan pria tua itu, sehingga membuat mata mereka langsung membola.

"Nona muda, ini bukanlah tempat yang cocok untuk gadis seperti anda, tetaplah diam di rumah dan tunggu informasi dari kami. Tuan Damian pasti akan segera ditemukan," ucap salah seorang diantara mereka, wajahnya terlihat sangat mekhawatirkan Lily.

Lily menghentikan langkahnya, kemudian melirik ke arah pria itu. "Jika aku tidak ikut bersama rombongan, lalu siapa yang akan menerbangkan pesawat jetnya?"

Pria-pria itu langsung memelototkan mata, "Itu artinya anda-"

Tuan Brahma Aditya langsung berhenti, kemudian melirik ke belakang. "Apa yang kalian pikirkan? Apakah calon Nyonya muda Aditya akan sesederhana yang kalian lihat?"

Mereka segera menggelengkan kepala, "Maafkan kami, tuan besar. Karena telah bertindak lancang."

Tuan Brahma Aditya kembali melanjutkan langkahnya, sedangkan Lily tersenyum lembut. "Terima kasih banyak, paman-paman, kalian telah mengkhawatirkanku!"

Mereka hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, sambil menatap rumit ke arah Lily. Semua orang telah sampai di tempat, sebuah pesawat dengan ukuran yang sangat besar dan terlihat mewah berdiri dengan sangat kokoh.

Lily berjalan dengan sangat tenang, ada beberapa orang pria yang bertugas untuk memeriksa mesin, mereka telah memastikan bahwa pesawat siap untuk diterbangkan.

"Semuanya telah siap, tuan besar. Anda bisa mengeceknya kembali," ucap salah seorang pria sambil menundukkan kepalanya.

Tuan Brahma Aditya mengangguk, "Kerja bagus!"

Lily menghirup aroma kerosin yang menyengat saat langkahnya melintasi landasan menuju pesawat jet pribadi. Udara panas yang memancar dari mesin pesawat menyapa wajahnya saat dia naik ke tangga menuju pintu masuk. Suara langkahnya terdengar nyaring di udara, menciptakan dentuman yang menggema di sekitar landasan.

Saat dia memasuki kabin, suara langkahnya berganti dengan suara kasar lantai pesawat yang berbahan logam. Dinginnya udara kabin menyentuh kulitnya saat dia menyelipkan diri ke kursi kulit yang empuk. Dia meraih seat belt dan merasakan kepuasan saat mengaitkannya dengan sempurna, mengamankan dirinya untuk penerbangan.

Semua orang bergegas masuk, Lily membawa 20 orang bersamanya. Tuan Brahma Aditya duduk di kursi copilot berdampingan dengan Lily, sedangkan Bastian bersama 18 orang yang lain menduduki kursi penumpang.

Ketika mesin pesawat dinyalakan, Lily merasakan getaran yang mengguncang tubuhnya, seolah-olah pesawat itu memiliki detak jantungnya sendiri. Cahaya lampu dashboard yang menyala memenuhi kabin, menyoroti ekspresi wajahnya dengan kilau yang berkilauan. Suara mesin yang berderak semakin keras, seiring dengan denyutan adrenalin yang memompanya.

Saat pesawat mulai bergerak di landasan, Lily merasakan dorongan yang mendesaknya ke kursi, seolah-olah alam semesta sendiri menggiringnya ke langit biru. Suara angin berdesir di sekitar pesawat, menyisipkan sensasi berdebar di telinganya.

Dalam sekejap, pesawat meluncur ke udara, meninggalkan landasan dengan kecepatan yang membius. Dan di tengah gemuruh mesin dan suara angin, Lily merasa seperti dia telah melepas belenggu gravitasi, melayang bebas di langit yang luas.

Tuan Brahma Aditya masih menatap ke arah Lily, dia tak menyangka jika gadis kecil itu memiliki berbagai macam keahlian, bahkan dibandingkan dengan gadis-gadis lain seusianya, mereka sama sekali tidak memiliki nilai di mata pria tua itu.

Pantas saja jika Damian sangat menginginkannya, bahkan tuan Brahma Aditya siap untuk memasang badan, jika sampai kedua orang tua Damian menolak keberadaan gadis itu.

"Apakah pesawat ini benar-benar diterbangkan oleh gadis kecil itu?" tanya salah seorang pria yang duduk di kursi penumpang, wajahnya terlihat sangat pucat.

Dia sedikit tidak mempercayai Lily, karena walau bagaimanapun gadis itu masih terlalu muda. Bastian segera menjawabnya. "Jangan terlalu banyak bicara! Kau belum mengenal siapa nona Lily!"

Mendengar suara yang sedikit dingin dari Bastian, membuat semua orang yang ada di kursi penumpang langsung bungkam, mereka tidak berani untuk mengeluarkan suara dan hanya mengangguk dengan patuh.

Pesawat jet itu terus mengudara, semua orang bisa melihat pemandangan yang indah dari jendela, kota-kota terlihat kecil, bahkan hutan hanya menunjukkan bagian atasnya saja.

Lily duduk dengan sangat tenang di kursinya, kepercayaan diri gadis itu segera meningkat, bahkan kini mulutnya terus menyunggingkan senyuman. Dia telah lama tidak pernah memegang kendali pesawat, setelah terakhir kali pesawat tempur yang ditumpanginya meledak.

"Nona Lily...!" Bastian bangkit dari kursi kemudian berjalan ke arah kemudi dan memanggil gadis itu.

Lily hanya melirik sekilas, kemudian kembali fokus tanpa mempedulikan pemuda yang saat ini menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Pulau itu sudah terlihat, sepertinya sebentar lagi kita akan segera mendarat," ucap Bastian kembali. Lily hanya menganggukan kepala, tak lama dia pun mengeluarkan sebuah peta, tanpa ragu gadis itu merobeknya segera.

"Nona, apa yang kau lakukan?" tanya salah seorang pria.

"Kalian datang untuk membantuku menyelamatkan Damian, namun pulau itu tidak semudah yang kalian pikirkan, ada begitu banyak anggota mafia yang telah lama bercokol di tempat ini. Jadi kemungkinan besar kita akan menghadapi banyak rintangan dan juga bahaya, maka aku merobek peta itu agar kita bisa bisa membagi tugas!" jawab Lily.

Bastian menerimanya, tak lama kemudian pemuda itu langsung menatap dengan keheranan ke arah peta yang ada di tangannya.

"Nona, ini-"

Lily hanya melirik sebentar, sebelum akhirnya menjawab. "Aku sengaja memberikan tanda di peta itu, lingkaran merah artinya bahaya, sebisa mungkin kalian harus terhindar dari tempat itu. Lingkaran kuning adalah jebakan, kalian harus memutar arah dan mencari jalan yang lebih aman,"

"Bagaimana dengan lingkaran hijau dan biru?" tanya salah seorang pria setelah melihat tanda lain di dalam peta itu.

"Hijau adalah tempat yang aman, kalian semua bisa melewatinya dengan tenang. Sedangkan biru, merupakan kawasan dimana pasukan musuh ditempatkan," jawab Lily.

"Kembali duduk dengan tenang, aku harus segera melakukan pendaratan!" ucap Lily, matanya kembali fokus ke depan.

Terpopuler

Comments

𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟

𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟

ha ha ha calon mantu idaman

2024-12-02

0

Mariyam Mys

Mariyam Mys

keren thor.

2024-11-16

0

Erlina Ibrik

Erlina Ibrik

🛩

2024-10-28

1

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Keluarga Yang Harmonis
3 Mengobati Damian
4 Laptop Baru
5 Salah Paham
6 Lamaran Dan Perdebatan
7 Serangan Pertama
8 Serangan Lanjutan
9 Membeli "Mainan"
10 Membasmi Hama 1
11 Membasmi Hama 2
12 Membasmi Hama 3
13 Membasmi Hama 4
14 Membasmi Hama 5
15 Menerbangkan Jet Pribadi
16 Menyusup
17 Damian Di Temukan
18 Hancurnya Markas Black Eagle
19 Prasetyo Mengetahuinya
20 Pria Cabul
21 Kembali Ke Rumah
22 Kembali Ke Sekolah
23 Balasan Untuk Alina
24 Balasan Untuk Alina 2
25 Kemunculan Preman
26 Lily Dan Damian
27 Kemunculan Anggota Mafia
28 Menuju Markas Mafia Night Thunder
29 Merampok
30 Kartu Nama
31 Dua Lalat
32 Tertangkap
33 Rumor
34 Nora Erlangga
35 Kebenaran Mulai Terungkap
36 Kesialan Nora
37 Sebuah Kesepakatan
38 Menjadi Buronan
39 Lily Kembali Beraksi
40 Preman
41 Pencarian Rossa
42 Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43 Puasa
44 Tertangkap
45 Murid Baru
46 Hadiah Ulang Tahun Ririn
47 Efek Obat
48 Menyelidiki Ririn
49 Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50 Ririn Cemburu
51 Fokus Belajar
52 Lebih Mengerikan Dari Tuan
53 Rencana Lily
54 Sangat Bijak
55 Viola Cemburu
56 Lily Di Rendahkan
57 Viola VS LiLy
58 Tertampar
59 Makan Bersama
60 1,8 Juta Orang Penonton
61 Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62 Poppy Terkejut
63 Duo Ulat Bulu
64 Anak Konglomerat
65 Gara-Gara Kentut
66 Kemunculan Albert Dan Hera
67 Ancaman
68 Tentang Hera
69 Hans Menjadi Mata-Mata
70 Kejahatan Rara
71 Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72 Interogasi
73 Pembalasan
74 Rara Di Bebaskan
75 Reuni
76 Jalan Kaki
77 Ngengat
78 Penderitaan Viola Dan Ririn
79 Roh-Roh Jahat
80 Serangan Telak
81 Serangan Telak (2)
82 Serangan Telak (3)
83 Datang Ke Rumah Sakit
84 Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85 Rapat
86 Hans Dan Shireen Beraksi
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Transmigrasi
2
Keluarga Yang Harmonis
3
Mengobati Damian
4
Laptop Baru
5
Salah Paham
6
Lamaran Dan Perdebatan
7
Serangan Pertama
8
Serangan Lanjutan
9
Membeli "Mainan"
10
Membasmi Hama 1
11
Membasmi Hama 2
12
Membasmi Hama 3
13
Membasmi Hama 4
14
Membasmi Hama 5
15
Menerbangkan Jet Pribadi
16
Menyusup
17
Damian Di Temukan
18
Hancurnya Markas Black Eagle
19
Prasetyo Mengetahuinya
20
Pria Cabul
21
Kembali Ke Rumah
22
Kembali Ke Sekolah
23
Balasan Untuk Alina
24
Balasan Untuk Alina 2
25
Kemunculan Preman
26
Lily Dan Damian
27
Kemunculan Anggota Mafia
28
Menuju Markas Mafia Night Thunder
29
Merampok
30
Kartu Nama
31
Dua Lalat
32
Tertangkap
33
Rumor
34
Nora Erlangga
35
Kebenaran Mulai Terungkap
36
Kesialan Nora
37
Sebuah Kesepakatan
38
Menjadi Buronan
39
Lily Kembali Beraksi
40
Preman
41
Pencarian Rossa
42
Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43
Puasa
44
Tertangkap
45
Murid Baru
46
Hadiah Ulang Tahun Ririn
47
Efek Obat
48
Menyelidiki Ririn
49
Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50
Ririn Cemburu
51
Fokus Belajar
52
Lebih Mengerikan Dari Tuan
53
Rencana Lily
54
Sangat Bijak
55
Viola Cemburu
56
Lily Di Rendahkan
57
Viola VS LiLy
58
Tertampar
59
Makan Bersama
60
1,8 Juta Orang Penonton
61
Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62
Poppy Terkejut
63
Duo Ulat Bulu
64
Anak Konglomerat
65
Gara-Gara Kentut
66
Kemunculan Albert Dan Hera
67
Ancaman
68
Tentang Hera
69
Hans Menjadi Mata-Mata
70
Kejahatan Rara
71
Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72
Interogasi
73
Pembalasan
74
Rara Di Bebaskan
75
Reuni
76
Jalan Kaki
77
Ngengat
78
Penderitaan Viola Dan Ririn
79
Roh-Roh Jahat
80
Serangan Telak
81
Serangan Telak (2)
82
Serangan Telak (3)
83
Datang Ke Rumah Sakit
84
Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85
Rapat
86
Hans Dan Shireen Beraksi
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!