Membasmi Hama 2

Lily masuk ke dalam mobil, kali ini dia akan mengunjungi kediaman Damian. Dia yakin, jika hama tidak hanya berada di markas, namun juga di rumah dan di perusahaan.

Mobil Bastian segera meluncur dengan kecepatan yang cukup tinggi, menuju kawasan elit. Sebelumnya dia telah menghubungi pengurus rumah, untuk mempersiapkan segalanya.

Setelah menghabiskan waktu selama 45 menit, akhirnya mobil itu pun sampai, melewati gerbang yang sangat besar. Beberapa orang pelayan dan tukang kebun terlihat bekerja dengan sangat baik pagi hari ini, bahkan tuan Brahma Aditya masih berada di kediamannya, pria itu belum berangkat ke kantor.

"Bastian!" Panggil tuan Brahma Aditya, pria berusia 65 tahun tersebut tengah duduk di ruang tamu sambil menikmati segelas teh. Tubuhnya terlihat sangat kekar, meskipun usianya tak lagi muda. Bahkan wajahnya masih memperlihatkan ketampanan.

"Selamat pagi tuan besar...!" ucap Bastian sambil tersenyum, dia mengajak Lily untuk menyapa tuan Brahma Aditya.

"Calon istrimu?" tanya tuan Brahma sambil mengerutkan dahinya.

Bastian segera menggelengkan kepala, "Bukan tuan besar, ini nona Lily, tunangan tuan Damian, calon menantu di keluarga ini."

"Calon cucu menantu?" tuan Brahma Aditya menatap lekat ke arah Lily, seolah sedang menilainya.

Lily tersenyum tipis sambil membungkukkan tubuhnya sedikit. "Selamat pagi tuan besar!"

Tuan Brahma Aditya mengangguk-anggukkan kepalanya, "Cukup pintar! Selamat pagi, Lily!"

Dia kembali melirik ke arah Bastian, "Apakah sudah ada kabar mengenai Damian?"

Bastian hanya menggelengkan kepala.

"Siapa sebenarnya orang yang telah berani mencari masalah dengan keluarga Aditya? Datang kemari Lily, dan duduk bersama kakek!" ucap tuan Brahma Aditya, namun Lily langsung menggelengkan kepala.

"Maaf tuan besar, saya tidak bisa melakukan hal itu. Kedatangan saya ke tempat ini bukan untuk berkenalan dengan anda, melainkan untuk mencari tahu hama yang berkeliaran di dalam rumah besar ini," jawab Lily dengan sopan, namun berhasil membuat mata pria tua itu langsung membola.

"Hmmm... Cukup berani!" gumam tuan Brahma Aditya sambil melemparkan tatapan tajam, Lily tidak gentar, dia berbalik ke arah Bastian.

"Tunjukkan di mana ruang kendali cctv nya!" ucap Lily, suaranya terdengar sangat datar.

Bastian menoleh ke arah tuan Brahma Aditya, "Maaf tuan besar, kami harus memeriksa cctv untuk mengetahui sesuatu."

Tuan Brahma menganggukan kepala, pria tua itu bangkit dari sofa yang didudukinya, kemudian berjalan untuk memimpin kedua orang tersebut memasuki ruang kendali.

"Masuklah!" ucap tuan Brahma Aditya.

Sebuah ruangan yang sangat besar, ada beberapa layar komputer di sana. Lily meliriknya sekilas, kemudian menganggukkan kepala. Gadis itu berjalan dengan sangat tenang dan duduk di salah satu kursi, kemudian meneliti semuanya.

"Hmm... Cukup cerdik!" ucap Lily sambil menunjukkan seringaian dingin. Bastian dan tuan Brahma Aditya saling berpandangan.

"Apa ada sesuatu?" pria tua itu mendekat, kemudian menjatuhkan bokongnya di atas kursi, tepat di samping Lily. Gadis itu hanya meliriknya sebentar, kemudian fokus dengan keyboard komputer, tangannya bergerak dengan sangat lincah, memasukkan beberapa kode yang tidak diketahui.

Tuan Brahma Aditya sangat bersemangat melihatnya, dia baru saja menemukan berlian di keluarganya, kemampuan Lily benar-benar membuat dia terpukau, pantas saja jika Damian menjadikan gadis kecil itu sebagai calon Nyonya muda Aditya.

"Nona Lily," panggil Bastian.

Lily melirik sekilas, wajahnya berubah menjadi suram. "Seseorang telah sengaja menghapus beberapa kejadian, tapi tidak masalah! Aku hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk membereskannya. Tapi ada masalah baru, sepertinya cctv telah dimatikan selama 2 hari terakhir, itu artinya menghilangnya Damian berhubungan dengan orang-orang yang tinggal di rumah ini,"

Tuan Brahma Aditya langsung memelototkan mata, siapa orang yang telah berani berbuat keji seperti itu? Namun para pelayan yang dipekerjakan di kediaman telah mengabdi padanya selama puluhan tahun, meski tidak sedikit yang baru dua atau tiga tahun bekerja di tempat itu.

Lily kembali fokus, dia tidak hanya mengembalikan rekaman cctv dari beberapa hari yang lalu, namun dari beberapa tahun yang lalu, dia yakin jika hama yang hidup di keluarga Aditya memiliki status yang cukup, sehingga bisa berkeliaran di tempat itu tanpa ketahuan, bahkan melakukan tindakan-tindakan licik tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

"Bastian! Urus ini!" ucap Lily, Bastian segera mendekat, kemudian memperhatikan rekaman cctv tersebut dengan seksama. Bahkan tuan Brahma Aditya ikut menggeser kursinya, dan membantu pria itu.

"Dasar pria gila! Ingin mencari masalah denganku? Kau akan menerima balasannya." ucap Lily sambil tersenyum tipis, dia segera mengambil ponselnya, kemudian menghubungi beberapa orang pengusaha yang tergabung dalam grup nya.

📱"Persiapkan uang 5 Trilyun, dalam waktu 1 hari, aku akan memberi pelajaran pada pria tua yang bernama Anton Wijaya, pastikan jika perusahaannya tidak jatuh ke tangan orang lain!" ucap Lily.

📱"Baik miss L!"

📱"Siap miss!"

📱"Bagus! Aku akan membuat saham pria tua itu anjlok dan kalian harus bersiap segera!" ucap Lily sambil menutup panggilan teleponnya.

Sementara tuan Brahma Aditya seakan dejavu mendengar ucapan gadis itu, mungkinkah dia pernah mengenal Lily sebelumnya? Bastian yang menyadari hal itu tersenyum, kemudian menepuk bahu tuan Brahma dua kali.

"Tuan besar, Nona Lily adalah orang yang telah menyelamatkan perusahaan anda beberapa waktu yang lalu, saat ada seseorang yang membobol keamanan dan juga mencuri beberapa data penting." ucapnya menjelaskan.

Mata tuan Brahma Aditya langsung berbinar, dia segera mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

📱"Siapkan uang 10 triliun dan bergabunglah dalam pesta, sepertinya aku juga menginginkan perusahaan milik Anton Wijaya!" ucap pria tua itu sambil tertawa, kemudian menutup panggilan telepon.

Dia berbalik melirik ke arah Lily, "Jadi kau gadis kecil yang telah menyelamatkan perusahaanku? Dunia benar-benar sangat sempit, tidak menyangka jika sebentar lagi kau akan segera menjadi cucu menantuku. Hahaha... Benar-benar bagus!"

Lily mengerutkan dahinya melihat kelakuan pria tua itu, matanya kembali menatap ke arah Bastian seolah meminta penjelasan. Bastian menghembuskan nafas kasar dan menjawabnya dengan santai. "Tuan Brahma Aditya adalah pemilik perusahaan BA Corporation."

Lily menganggukkan kepala, tidak heran jika saat itu Damian terlihat sangat kepo dengan tindakannya, ternyata BA corporation adalah perusahaan yang didirikan oleh kakeknya sendiri.

"Baiklah, waktunya untuk menyapu hama yang tinggal di rumah ini, sepertinya Anton Wijaya telah lama memiliki dendam dengan keluarga Aditya, sehingga mengirimkan 3 orang antek-anteknya untuk bekerja di rumah ini dan menjadi mata-mata." ucap Lily sambil berdiri.

Bastian menganggukkan kepala, sedangkan tuan Brahma Aditya melotot, dia melihat sesuatu yang menonjol di balik punggung gadis kecil itu.

"Hmm... Benar-benar di luar dugaan!" ucap tuan Brahma Aditya dengan suara yang sangat perlahan.

Lily melirik ke arahnya, "Tuan besar, bukankah seharusnya anda maju paling depan? Mari kita lihat, apakah hama itu masih memiliki wajah setelah mengetahui jika rahasia mereka selama ini telah terbongkar?" ucap Lily.

Pria tua itu juga segera bangkit, "Tentu saja, kakek mu ini pasti akan segera menendang mereka jauh-jauh, agar tidak kembali ke rumah ini!"

Terpopuler

Comments

Lienaa Likethisyow

Lienaa Likethisyow

suka deh jadinya sama Lily gk banyak cingcong langsung gerak,tumpas sampai akar2nya🤩🤩good job bosque💪💪

2024-12-13

0

lily

lily

langsung sat set sat set ,,, btw nanti Lily kejar paket c? ap gmna

2024-11-25

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

aku suka sama karakter cewe yang kuat dan tegas

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Keluarga Yang Harmonis
3 Mengobati Damian
4 Laptop Baru
5 Salah Paham
6 Lamaran Dan Perdebatan
7 Serangan Pertama
8 Serangan Lanjutan
9 Membeli "Mainan"
10 Membasmi Hama 1
11 Membasmi Hama 2
12 Membasmi Hama 3
13 Membasmi Hama 4
14 Membasmi Hama 5
15 Menerbangkan Jet Pribadi
16 Menyusup
17 Damian Di Temukan
18 Hancurnya Markas Black Eagle
19 Prasetyo Mengetahuinya
20 Pria Cabul
21 Kembali Ke Rumah
22 Kembali Ke Sekolah
23 Balasan Untuk Alina
24 Balasan Untuk Alina 2
25 Kemunculan Preman
26 Lily Dan Damian
27 Kemunculan Anggota Mafia
28 Menuju Markas Mafia Night Thunder
29 Merampok
30 Kartu Nama
31 Dua Lalat
32 Tertangkap
33 Rumor
34 Nora Erlangga
35 Kebenaran Mulai Terungkap
36 Kesialan Nora
37 Sebuah Kesepakatan
38 Menjadi Buronan
39 Lily Kembali Beraksi
40 Preman
41 Pencarian Rossa
42 Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43 Puasa
44 Tertangkap
45 Murid Baru
46 Hadiah Ulang Tahun Ririn
47 Efek Obat
48 Menyelidiki Ririn
49 Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50 Ririn Cemburu
51 Fokus Belajar
52 Lebih Mengerikan Dari Tuan
53 Rencana Lily
54 Sangat Bijak
55 Viola Cemburu
56 Lily Di Rendahkan
57 Viola VS LiLy
58 Tertampar
59 Makan Bersama
60 1,8 Juta Orang Penonton
61 Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62 Poppy Terkejut
63 Duo Ulat Bulu
64 Anak Konglomerat
65 Gara-Gara Kentut
66 Kemunculan Albert Dan Hera
67 Ancaman
68 Tentang Hera
69 Hans Menjadi Mata-Mata
70 Kejahatan Rara
71 Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72 Interogasi
73 Pembalasan
74 Rara Di Bebaskan
75 Reuni
76 Jalan Kaki
77 Ngengat
78 Penderitaan Viola Dan Ririn
79 Roh-Roh Jahat
80 Serangan Telak
81 Serangan Telak (2)
82 Serangan Telak (3)
83 Datang Ke Rumah Sakit
84 Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85 Rapat
86 Hans Dan Shireen Beraksi
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Transmigrasi
2
Keluarga Yang Harmonis
3
Mengobati Damian
4
Laptop Baru
5
Salah Paham
6
Lamaran Dan Perdebatan
7
Serangan Pertama
8
Serangan Lanjutan
9
Membeli "Mainan"
10
Membasmi Hama 1
11
Membasmi Hama 2
12
Membasmi Hama 3
13
Membasmi Hama 4
14
Membasmi Hama 5
15
Menerbangkan Jet Pribadi
16
Menyusup
17
Damian Di Temukan
18
Hancurnya Markas Black Eagle
19
Prasetyo Mengetahuinya
20
Pria Cabul
21
Kembali Ke Rumah
22
Kembali Ke Sekolah
23
Balasan Untuk Alina
24
Balasan Untuk Alina 2
25
Kemunculan Preman
26
Lily Dan Damian
27
Kemunculan Anggota Mafia
28
Menuju Markas Mafia Night Thunder
29
Merampok
30
Kartu Nama
31
Dua Lalat
32
Tertangkap
33
Rumor
34
Nora Erlangga
35
Kebenaran Mulai Terungkap
36
Kesialan Nora
37
Sebuah Kesepakatan
38
Menjadi Buronan
39
Lily Kembali Beraksi
40
Preman
41
Pencarian Rossa
42
Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43
Puasa
44
Tertangkap
45
Murid Baru
46
Hadiah Ulang Tahun Ririn
47
Efek Obat
48
Menyelidiki Ririn
49
Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50
Ririn Cemburu
51
Fokus Belajar
52
Lebih Mengerikan Dari Tuan
53
Rencana Lily
54
Sangat Bijak
55
Viola Cemburu
56
Lily Di Rendahkan
57
Viola VS LiLy
58
Tertampar
59
Makan Bersama
60
1,8 Juta Orang Penonton
61
Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62
Poppy Terkejut
63
Duo Ulat Bulu
64
Anak Konglomerat
65
Gara-Gara Kentut
66
Kemunculan Albert Dan Hera
67
Ancaman
68
Tentang Hera
69
Hans Menjadi Mata-Mata
70
Kejahatan Rara
71
Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72
Interogasi
73
Pembalasan
74
Rara Di Bebaskan
75
Reuni
76
Jalan Kaki
77
Ngengat
78
Penderitaan Viola Dan Ririn
79
Roh-Roh Jahat
80
Serangan Telak
81
Serangan Telak (2)
82
Serangan Telak (3)
83
Datang Ke Rumah Sakit
84
Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85
Rapat
86
Hans Dan Shireen Beraksi
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!