Mengobati Damian

Bruk...

Lily menjatuhkan tubuh pemuda itu di atas tempat tidurnya, dia bergegas menuju dapur, mengambil pisau dan tang. Tak lupa kotak P3K.

Tanpa ragu Lily melepaskan jas dan kemeja yang digunakan oleh pemuda itu, kemudian melihat lukanya. Sejenak dia terdiam, namun tak lama kemudian segera menganggukkan kepala. Diambilnya sebuah mangkuk besar untuk menuangkan alkohol, dia segera merendam berbagai peralatan di sana. Pemuda itu melihat dengan teliti segala hal yang diperbuat oleh gadis di hadapannya.

"Tetap sadar, aku akan mengeluarkan peluru yang berada dalam tubuhmu!" ucap Lily, dia menyumpal mulut pemuda itu menggunakan kain kemudian segera mengambil pisau, melukai perut pria itu dengan santai, tangan kirinya menggunakan tang untuk mencapai peluru.

Pemuda itu berteriak sambil melolong dengan sangat panjang, suaranya benar-benar terdengar sangat menakutkan. Untung saja gadis itu cekatan, menyumpal mulutnya dengan kain sebelum melakukan tindakan.

Lily tidak bergerak sedikit pun, dia masih tetap dengan kegiatannya, beralih ke bahu kiri, dia pun melakukan hal yang sama, melukainya kemudian mengambil peluru yang tertancap di sana.

Terakhir dia mengambil gunting kemudian memotong celana panjang yang digunakan oleh pria itu ada sebuah luka yang berbentuk bolongan pada betis, namun satu peluru telah masuk ke dalam lututnya, kemungkinan besar pemuda itu akan lumpuh untuk selamanya.

"Bertahanlah, kau harus tetap sadar jika tidak ingin mati!" ucap Lily memperingatkan dengan sangat serius, dia kembali menggunakan pisaunya pada lutut pemuda itu, mengambil peluru dengan susah payah, karena masuk ke dalam tulang.

"Ini sedikit sakit, bertahanlah!" Lily segera mengambil benang dan jarum, dia menjahit luka di tubuh pemuda itu dengan sangat serius. Bulir-bulir keringat mulai jatuh di dahinya, namun pria itu mulai terdiam.

Gadis di depannya tidak seperti seorang gadis berusia 17 tahun, dia bahkan dengan sangat lihai mengeluarkan peluru dan menjahitnya. Jika dia tidak salah tebak, kemungkinan gadis ini memiliki identitas yang lain.

"Selesai! Kau bisa beristirahat sekarang!" ucap Lily, dia telah berhasil membalut semua luka yang di alami oleh pria itu menggunakan perban.

Kruyuk... Kruyuk...

Perut Lily berbunyi, membuat pria itu langsung menoleh ke arahnya. "Kau belum makan?"

Lily menganggukan kepala, "Aku berniat untuk mencari makanan, namun siapa sangka malah menemukan seseorang yang terluka. Lupakan! Aku bisa membuat mie instan di dapur. Kau mau?"

Pria itu menganggukkan kepala, "Tunggu dan beristirahat saja, aku akan memasaknya sebentar."

Lily segera membereskan semua barang-barangnya, kemudian pergi dari kamar itu. Dia memasak 3 bungkus mie instan karena takut jika pemuda itu merasa tidak kenyang. Setelah selesai, segera membawanya ke kamar depan.

"Ayo makan!" ucap Lily, pemuda itu mengangguk dan segera melahap mie yang masih mengepul di depannya.

''Ini enak," pemuda itu melahapnya dengan cepat, bahkan kuah mie instan dia seruput hingga habis tak bersisa. Lily hanya tersenyum tipis, persediaan makanan di dapur sudah habis total, besok dia harus pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan.

"Untuk sementara kau tidak boleh keluar dari kamar ini, aku akan menyiapkan semua kebutuhanmu. Setelah tubuhmu kembali sehat, kau baru boleh pulang." ucap Lily bersungguh-sungguh.

Pemuda itu menatap ke arahnya, "Kau yakin?"

Lily mengangguk, "Jika kau dibawa ke rumah sakit atau diobati oleh dokter, kemungkinan besar kakimu akan diberikan besi. Dengan cara itu kau tidak akan bisa disembuhkan, tapi aku memiliki cara lain, meski ini sangat menyakitkan dan membutuhkan waktu satu atau dua bulan untuk kembali pulih, namun kau bisa berdiri dan berlari menggunakan kakimu kembali."

"Aku tidak khawatir untuk itu," ucap pria itu tenang.

"Bagus! Beristirahatlah! Jika butuh sesuatu, kau bisa berteriak. Aku berada di kamar sebelah," Lily beranjak dari tempat itu.

"Siapa namamu?"

"Lily."

"Hmm... Nama yang unik, aku Damian!" ucapnya santai.

"Ya, aku sudah tahu. Apa kau ingin aku menghubungi keluargamu?"

Damian menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu!"

Waktu berlalu dengan sangat cepat, Damian mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, kemudian menghubungi salah seorang bawahannya.

📱"Ya tuan,"

📱"Datang ke alamat ini besok pagi dan bawakan pakaianku!" ucap Damian.

📱"Baik," laki-laki di seberang panggilan terdengar sangat patuh.

Damian segera memutuskan panggilan teleponnya, dia menyimpan kembali ponsel tersebut di atas meja, kemudian memejamkan mata dan beristirahat. Walaupun rumah Lily terlihat sangat kecil, bahkan memiliki kamar yang jauh lebih sempit dibandingkan toilet di rumahnya, namun entah kenapa pemuda itu merasa nyaman, dia bahkan bisa beristirahat dengan sangat tenang.

Keesokan paginya Lily sengaja pergi ke pasar, dia membeli beberapa macam sayuran dan juga ikan. Namun ketika langkahnya mencapai pintu, dia melihat seorang pemuda yang baru saja turun dari mobil mewah, di tangannya terlihat menenteng tas.

Dahi Lily berkerut, apalagi setelah melihat pemuda itu mendekat ke arahnya. "Siapa kau?"

"Apakah tuan Damian ada di sini? Aku Bastian, asistennya." ucap pemuda itu.

Lily mengangguk, akhirnya dia mengetahui jika pria itu adalah bawahan dari Damian. "Masuklah, majikanmu ada di kamar depan!"

Lily membuka pintu, kemudian bergegas untuk ke dapur, sementara Bastian masuk ke dalam kamar depan, dia hampir saja terjatuh melihat keadaan Damian yang dibaluti perban begitu banyak.

"Tuan muda, apa yang terjadi?" Bastian segera mendekat.

"Diam!" Damian langsung melotot sambil melihat asistennya.

"Dimana pakaianku?"

Bastian segera mendekat, kemudian membantu Damian untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Untung saja sebelumnya dia membawa beberapa t-shirt dan juga celana pendek, sehingga Damian tidak terlalu kesulitan.

"Apa kita perlu memanggil dokter? Keadaan tuan muda sepertinya lumayan parah," tanya Bastian namun Damian hanya menggelengkan kepalanya.

"Gadis itu tahu bagaimana caranya merawat orang yang terkena luka tembak. Lebih baik kau kembali ke kantor dan pastikan tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaanku!" ucap Damian.

"Baik tuan muda,"

Bastian segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu perintah dua kali, dia menjalankan mobilnya dan berbalik menuju ke kantor. Namun sebelum itu, dia merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel, kemudian menghubungi seseorang.

📱"Kalian semua berkumpul di markas! Sepertinya ada orang yang berniat buruk terhadap tuan muda!"

📱"Baik bos!" terdengar suara dari seberang panggilan, Bastian segera menutup panggilannya kemudian fokus untuk menyetir.

Lily baru saja selesai memasak, dia membawa satu mangkuk dan sepiring nasi yang telah dia tambahin telur rebus dan sambal kentang. Gadis itu berjalan dengan sangat tenang, kemudian mendorong pintu kamar dan membawakannya kepada Damian.

"Eeh... Dimana kawanmu?" tanya Lily, Damian melirik.

"Aku meminta dia untuk kembali ke kantor," jawabnya dengan acuh.

Lily hanya ber oh ria, kemudian segera memberikan makanan itu pada Damian. "Kau harus lebih banyak makan, karena mulai saat ini perjuanganmu akan segera dimulai, pengobatan ini tidak main-main, kau akan merasakan sakit yang sangat-sangat sakit!"

Damian mengangguk, dia tidak terlalu memperhatikan ucapan gadis itu. Lagi pula sakit mana yang tidak pernah dia tahan? Bahkan sebelumnya Damian hampir saja meregang nyawa setelah koma selama 7 hari.

Terpopuler

Comments

lily

lily

beneran sedia benang jahit, alkohol, perban, kasaa steril dll ,,,,,, la aku paling Betadine , hansaplas, kasa steril 😂

2024-11-25

2

Nia Risma

Nia Risma

makin seru aja ni cerita,,,

2024-09-27

3

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Siapa Damian sebenarnya??
Apakah Damian ini akan menjadi Jodohnya Lily??🤔🤔🤔

2024-09-11

3

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Keluarga Yang Harmonis
3 Mengobati Damian
4 Laptop Baru
5 Salah Paham
6 Lamaran Dan Perdebatan
7 Serangan Pertama
8 Serangan Lanjutan
9 Membeli "Mainan"
10 Membasmi Hama 1
11 Membasmi Hama 2
12 Membasmi Hama 3
13 Membasmi Hama 4
14 Membasmi Hama 5
15 Menerbangkan Jet Pribadi
16 Menyusup
17 Damian Di Temukan
18 Hancurnya Markas Black Eagle
19 Prasetyo Mengetahuinya
20 Pria Cabul
21 Kembali Ke Rumah
22 Kembali Ke Sekolah
23 Balasan Untuk Alina
24 Balasan Untuk Alina 2
25 Kemunculan Preman
26 Lily Dan Damian
27 Kemunculan Anggota Mafia
28 Menuju Markas Mafia Night Thunder
29 Merampok
30 Kartu Nama
31 Dua Lalat
32 Tertangkap
33 Rumor
34 Nora Erlangga
35 Kebenaran Mulai Terungkap
36 Kesialan Nora
37 Sebuah Kesepakatan
38 Menjadi Buronan
39 Lily Kembali Beraksi
40 Preman
41 Pencarian Rossa
42 Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43 Puasa
44 Tertangkap
45 Murid Baru
46 Hadiah Ulang Tahun Ririn
47 Efek Obat
48 Menyelidiki Ririn
49 Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50 Ririn Cemburu
51 Fokus Belajar
52 Lebih Mengerikan Dari Tuan
53 Rencana Lily
54 Sangat Bijak
55 Viola Cemburu
56 Lily Di Rendahkan
57 Viola VS LiLy
58 Tertampar
59 Makan Bersama
60 1,8 Juta Orang Penonton
61 Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62 Poppy Terkejut
63 Duo Ulat Bulu
64 Anak Konglomerat
65 Gara-Gara Kentut
66 Kemunculan Albert Dan Hera
67 Ancaman
68 Tentang Hera
69 Hans Menjadi Mata-Mata
70 Kejahatan Rara
71 Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72 Interogasi
73 Pembalasan
74 Rara Di Bebaskan
75 Reuni
76 Jalan Kaki
77 Ngengat
78 Penderitaan Viola Dan Ririn
79 Roh-Roh Jahat
80 Serangan Telak
81 Serangan Telak (2)
82 Serangan Telak (3)
83 Datang Ke Rumah Sakit
84 Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85 Rapat
86 Hans Dan Shireen Beraksi
87 The End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Transmigrasi
2
Keluarga Yang Harmonis
3
Mengobati Damian
4
Laptop Baru
5
Salah Paham
6
Lamaran Dan Perdebatan
7
Serangan Pertama
8
Serangan Lanjutan
9
Membeli "Mainan"
10
Membasmi Hama 1
11
Membasmi Hama 2
12
Membasmi Hama 3
13
Membasmi Hama 4
14
Membasmi Hama 5
15
Menerbangkan Jet Pribadi
16
Menyusup
17
Damian Di Temukan
18
Hancurnya Markas Black Eagle
19
Prasetyo Mengetahuinya
20
Pria Cabul
21
Kembali Ke Rumah
22
Kembali Ke Sekolah
23
Balasan Untuk Alina
24
Balasan Untuk Alina 2
25
Kemunculan Preman
26
Lily Dan Damian
27
Kemunculan Anggota Mafia
28
Menuju Markas Mafia Night Thunder
29
Merampok
30
Kartu Nama
31
Dua Lalat
32
Tertangkap
33
Rumor
34
Nora Erlangga
35
Kebenaran Mulai Terungkap
36
Kesialan Nora
37
Sebuah Kesepakatan
38
Menjadi Buronan
39
Lily Kembali Beraksi
40
Preman
41
Pencarian Rossa
42
Nasib Alina, Rossa Dan Leni
43
Puasa
44
Tertangkap
45
Murid Baru
46
Hadiah Ulang Tahun Ririn
47
Efek Obat
48
Menyelidiki Ririn
49
Masa Lalu Teddy, Mona Dan Rara
50
Ririn Cemburu
51
Fokus Belajar
52
Lebih Mengerikan Dari Tuan
53
Rencana Lily
54
Sangat Bijak
55
Viola Cemburu
56
Lily Di Rendahkan
57
Viola VS LiLy
58
Tertampar
59
Makan Bersama
60
1,8 Juta Orang Penonton
61
Badut Itu Tidak Bisa Di Bandingkan Denganmu
62
Poppy Terkejut
63
Duo Ulat Bulu
64
Anak Konglomerat
65
Gara-Gara Kentut
66
Kemunculan Albert Dan Hera
67
Ancaman
68
Tentang Hera
69
Hans Menjadi Mata-Mata
70
Kejahatan Rara
71
Lily Mengetahui Kejahatan Rara
72
Interogasi
73
Pembalasan
74
Rara Di Bebaskan
75
Reuni
76
Jalan Kaki
77
Ngengat
78
Penderitaan Viola Dan Ririn
79
Roh-Roh Jahat
80
Serangan Telak
81
Serangan Telak (2)
82
Serangan Telak (3)
83
Datang Ke Rumah Sakit
84
Pihak Kepolisian Mulai Turun Tangan
85
Rapat
86
Hans Dan Shireen Beraksi
87
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!