"Baik tante!" Saut Alexa sambil berjalan ke samping Anitya.
"Kalau begitu kalian bicaralah, aku pergi dulu karena masih ada kerjaan!" Ucap Sandy sambil melangkah pergi.
"Hati hati San, dan jangan pulang telat telat!" cekik Alexa sambil melambai ke arah Sandy.
"Baik Xa" Saut Sandy dengan suara keras.
Sandy pun pergi ke tempat ia menyiksa para musuhnya dengan sepuasnya. Bagi para mafia lain mungkin tempat ini adalah neraka dunia, karena siapa saja penjahat yang masuk ke sana pasti tidak akan bisa keluar lagi.
"Andra, saya mau kamu selidiki apa yang Xena lakuin malam ini di balkon berdua dengan Raina!" pita Sandy sambil melangkah masuk ke tempat penyiksa itu.
Tempat itu bernama place of death. Sandy pun masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan alat penyiksaan bagi musuh yang di tangkap oleh Sandy.
Ketika Sandy sedang menyiksa salah satu musuh yang berbadan kekar dan penuh dengan bekas luka di tubuhnya, ia di datangi oleh Andra.
"Selamat malam tuan, saya sudah tau apa yang nona Xena lakuin saat berdua di balkon dengan Raina!" Ucap Andra dengan sopan.
"Good! Kalau begitu beritahu saya apa yang Xena lakuin!!!" pita Sandy.
"Baik tuan! Yang saya lihat nona Xena memotong lidah milik Raina, lalu lidah yang di potong itu di ambil dan dimasukkan ke dalam tas milik nona Xena!!" ujar Andra.
"Apa!! Xena memotong lidah?!" pekik Sandy dengan terkejut dan berhenti menyiksa musuhnya.
"Iya tuan, nona Xena memotong lidah!" ucap Andra.
"Hahaha, itu baru bagus. Sepertinya keluarga Nathalie akan menjalani hari hari yang berat mulai sekarang!!" Ujar Sandy sambil terkekeh.
*Astaga, tuan dan nona sepertinya sangat suka menyiksa musuh musuhnya* ucap Andra dalam hati.
"Andra bilang sama kembaran kamu untuk mengajari Xena cara menyiksa musuh musuhnya dengan lebih sakit!" pita Sandy sambil melangkah pergi.
"Baik tuan saya laksanakan!" Saut Andra.
_____
"Sayang, Raina kamu di mana? Sayang!" panggil Rico ke pada sang putrinya. Namun sang putri tidak menjawab, bagaimana tidak karena putrinya sudah pingsan akibat kesakitan.
Rico pun mulai menyusuri semua lorong dan akhirnya ia menemukan Raina yang sudah tergeletak pingsan di lantai dengan mulut mengalirkan darah.
"Raina!! Bangun sayang ini papa. Sayang bangun!!" cekik Rico dengan khawatir.
*Kenapa mulut Raina berdarah? Apa yang terjadi dengan Raina sebenarnya?!* cekik Rico dalam hatinya.
Rico pun mengambil handphonenya dan menelepon seorang pengawalnya untuk menyuruh beberapa pengawal datang ke tempat ia berada sekarang.
Para pengawal itu pun langsung menuju ke tempat Rico berada dengan tergesa gesa. Saat sampai di sana semua pengawal terkejut ketika melihat mulut Raina mengeluarkan darah.
Mereka segera menggendongnya dan membawa ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Raina langsung di masukkan ke ruang IGD. Ketika Raina sedang di periksa, Rico menelepon istrinya dan mengatakan bahwa Raian di rumah sakit.
Ketika Karla mendengar bahwa putrinya di larikan rumah sakit, ia langsung pergi ke rumah sakit dengan panik.
*Kemana Karla akan pergi pada malam malam begini? Apa ada urusan mendadak? Yasudah biarkan dia pergi, itu gak ada urusan sama aku* Cicit Zeana dalam hati.
Di saat Zeana sedang sibuk membaca buku, tiba tiba ia di hampiri oleh seorang pengawal dengan terburu buru.
"Ada apa? Kenapa kamu teburu buru?" Tanya Zeana dengan datar.
"Nyonya saya mendapat kabar bahwa nona Raina di rawat di rumah sakit, akibat mulutnya mengeluarkan darah!" Ujar pengawal itu.
"Apa! Kenapa Raina bisa berada di rumah sakit?!" Tanya Zeana dengan sangat terkejut ketika mengetahui cucu ke sayangannya berada di rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments