ketika Alexa sedang berjalan di lorong, tiba tiba dia di panggil oleh Rico.
"Paman? Kenapa paman memanggilku? Apa ada sesuatu yang ingin paman bicarakan?!" Tanya Alexa sambil memutar badannya.
"Alexa paman dengar dari nenek kamu sudah membeli perusahaan peninggalan ayah kamu. Apa itu benar?" cekik Rico dengan penasaran.
"Iya aku sudah membeli perusahaan peninggalan ayah, aku tak tega melihat perusahaan yang sudah ayah bangun dengan semua usaha ayah di biarkan bangkrut begitu saja!" Ujar Alexa dengan nada sedih sambil menunduk.
"Maaf paman tidak bisa mengurus perusahaan milik ayah kamu, paman benar benar minta maaf!" ujar Rico dengan rasa bersalah.
"paman tidak perlu minta maaf, ini bukan salah paman. Ini salahku karena tidak dari awal membeli perusahaan milik ayah!!" cekik Alexa.
"paman Alexa pamit dulu, karena harus mengurus perusahaan peninggalan ayah. Da dah paman, sampai bertemu lagi!" ucap Alexa sambil berjalan pergi.
*Alexa, sekarang kamu sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang hebat paman bangga pada kamu. Paman harap kamu selalu bahagia!* Cicit Rico dalam hati.
*Oh iya aku belum memberi hadiah pada Raina, aku harus mencarinya dan memberikan hadiah mobil untuknya! Tapi di mana dia sekarang?!* Gumam Rico dalam hati sambil mencari anaknya.
_____
*Paman aku minta maaf sudah memotong lidah Raina, tapi semua ini aku lakukan untuk membalas dendam pada kalian semua kecuali paman! Raina ini baru permulaan, kamu harus merasakan hal yang lebih menderita, karena kamu sudah membunuh adikku!!* Gumam Alexa dalam hati.
Saat Alexa dan Sandy sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil. Alexa melihat ke arah kanan luar mobil, karena ada pengamen yang sedang bernyanyi di kerumuni oleh orang orang banyak. Saat sedang fokus melihat pengamen itu, tiba tiba Alexa melihat sosok perempuan yang agak mirip dengan almarhumah ibunya.
Alexa yang melihat hal itu, langsung meminta kepada supirnya untuk menepikan mobil. Setelah si sopir memarkirkan mobil, Alexa turun dari mobil untuk melihat sosok wanita tadi dari dekat. Namun ketika Alexa mendekat ternyata itu bukan almarhum ibunya, tapi hanya mirip.
Sandy yang kebingungan melihat Alexa turun dari mobil secara tiba tiba, juga ikut turun dan menghampiri Alexa yang sedang berdiri di dekat kerumunan itu.
"Xena ada apa? Apa ada sesuatu yang salah?!" Tanya Sandy sambil melihat ke sekeliling.
"Tidak ada apa apa, tadi gue sepertinya melihat sosok ibu, tapi ternyata bukan. Mungkin karena gue terlalu sangat rindu terhadap ibu, makanya gue berhalusinasi!!" Ucap Alexa dengan datar.
"Jika lo rindu dengan ibu lo, lebih baik lo berdoa untuk ibu dan ayah lo, agar mereka tenang di alam sana!!" Ujar Sandy sambil membelai rambut Alexa.
"Baik!" Saut Alexa dengan singkat.
"Yasudah sekarang kita pulang, ini udah malam lo juga besok harus mengurus perusahaan milik ayah lo yang udah hampir brangkut. Yok pulang!!" Ujar Sandy sambil menggandeng tangan Alexa.
Mereka berdua pun sampai dirumah. Mereka telah lama tinggal bersama, dan mereka juga sering pergi liburan berdua layaknya suami istri.
Sandy memang memiliki perasaan terhadap Alexa, namun berbeda dengan Alexa yang hanya menganggap Sandy sebagai sahabat saja.
Ketika mereka memasuki ruang tamu, mereka berdua di kejutkan oleh ANITYA ibunda Sandy yang sedang meminum teh dengan Laura.
"Mah kenapa kalian ke sini? Apa ada hal penting yang ingin mama bicarakan?!" Ucap Sandy sambil berjalan ke arah mamanya dengan Alexa.
"Mama ke sini ingin bertemu dengan calon menantu ke sayangan mama! Jadi kamu gak usah banyak tanya!" ujar Anitya.
"Calon menantu mama? Siapa calon menantu mama?!" Tanya Sandy dengan bingung dan melirik ke arah Alexa.
"Siapa lagi kalau bukan wanita yang di samping kamu itu!" Ucap Anitya sambil melihat ke arah Alexa.
"Maksud tante aku?" cekik Alexa dengan nada heran sambil menunjuk dirinya.
"Iya dong, kan yang wanita yang ada di sebelah Sandy adalah kamu! Oh ya satu lagi jangan panggil tante panggil mama aja, kan udah pernah mama bilang!" Ujar Anitya sambil tersenyum.
*Bagus! Kalau mama udah bilang Alexa adalah calon menantunya jadi dia tidak mungkin bisa mengelak lagi!* Cicit Sandy dengan senang.
"Kenapa kakak senang? Oh aku tau kakak pasti sudah gak sabar ingin menikah dengan kak Alexa kan? Ngaku?!" Cekik Laura sambil menggoda.
"Gak siapa juga yang senang, kakak hanya senyum senyum saja!" Elak Sandy.
"Iya iya deh, si paling gak senang tapi dalam hati sudah sangat gembira!" ujar Laura.
Alexa yang melihat hal itu sangat bersykur, karena sudah di pertemukan dengan keluarga yang hangat.
"Sayang sini kamu duduk samping di mama!" Panggil Anitya dengan lembut.
Sandy yang mendengar itu langsung duduk di dekat ibunya dengan gembira, ia berpikir ibunya menyuruhnya duduk di sampinya. Padahal Anitya menyuruh Alexa duduk di sampingnya bukan Sandy anaknya.
"Kamu pergi sana, ini tempat duduk bagi menantu ibu yang cantik. Jadi kamu tidak usah duduk di sini!" ucap Anitya sambil mendorong anaknya hingga jatuh.
"Ma kenapa kamu tega dengan anakmu sendiri? Kamu begitu tidak adil, ketika kamu sudah bertemu dengan Alexa kamu pasti akan mengusirku seperti seorang anak tiri!!" Ujar Sandy sambil bangun.
"Emangnya kenapa? Dulu mama tidak ada menantu sekarang ada, jadi kamu pergi sana mama ingin berbicara dengan Alexa!!" Ujar Anitya dengan wajah sedikit galak.
" Sayang sini duduk dengan mama! Kamu tidak perlu terlalu peduli dengan pacar kamu ini!" Ujar Anitya seketika berubah ekspresi ketika berbicara dengan ibunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments