Ketika Sandy sedang melihat lihat hadiah, tiba tiba is dihampiri oleh Laura dari belakang sambil memeluk Sandy.
"Sandy gue kangen banget sama lo! Lo kangen gue gak?!" cekik Laura sambil memeluk Sandy dari belakang.
Sandy yang mengetahui bahwa yang memeluknya adalah Laura, langsung melepaskan pelukan dari Laura dan berkata "Kenapa Lo disini? Bukankah lo di sekolah di jerman?!"
"Gue udah selesai sekolahnya jadi gue balik ke Indonesia karena kangen sama lo! Lo pasti kangen juga sama gue kan"?!" Pekik Laura.
"Gak gue gak kangen sama lo, dan satu lagi kenapa lo harus balik ke Indonesia? Kenapa lo gak belajar aja di luar negeri?!" Pekik Sandy.
_____
"Duh Sandy ke toko mana sih? Kok dia beli hadiahnya lama banget sih?!" pekik Alexa sambil mencari cari Sandy. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Alexa menemukan Sandy di toko HERMES. Ketika Alexa hendak mendekati Sandy, ia melihat Sandy berbicara akrab dengan perempuan lain selain dirinya.
Alexa yang melihat hal itupun lantas merasa heran, karena ia tidak pernah melihat Sandy berbicara akrab dengan perempuan lain selain dirinya.
*Sandy ngomong sama siapa ya?! Kok gue gak pernah lihat wanita itu?!* gumam Alexa dalam hati sambil berjalan ke arah Sandy.
_____
"Dek gue tanya sama lo! Lo pulang ke Indonesia udah izin sama bunda gak?!" Pekik Sandy.
"Hehehe... gue belum izin sama bunda untuk balik ke Indonesia! Abisnya kalau nanti aku minta izin pasti gak di kasih izin!!" ucap Laura sambil mengayunkan kedua tangan Sandy.
"Astaga! Lo kenapa bali ke Indo gak bilang ama bunda? Nanti kalau misalnya bunda cariin gimana?!" cekik Sandy sambil tepuk jidat.
"Ya nanti kalau bunda cariin aku tinggal bilang kalau aku balik ke Indo karena di suruh kaka!"
"Kenapa harus selalu gue yang lo tarik dalam masalah yang lo buat? Kenapa sekali kali lo gak tarik pacar lo aja dalam masalah yang lo buat!"
"Kak lo lupa kalau gue itu gak pernah pacaran? Jadi lo sebagai kakak kesayangan gue lo harus bantuin adek cantik lo ini!"
"Iya iya nanti gue bantu!" ucap Sandy dengan pasrah.
"YES!! Lo memang kakak terbaik gue!" pekik Laura sambil memeluk Sandy.
"Iya, iya! Lo lepas pelukan lo dari gue!" pita Sandy sambil melepaskan pelukan adiknya.
Laura berasal dari keluarga Lauren, yang berarti Laura adalah adik kandung dari Sandy sendiri. Laura pergi belajar ke luar negeri sejak umurnya 5 tahun. Semua orang tidak tau bahwa keluarga Lauren memiliki seorang putri, mereka hanya tau bahwa Sandy adalah anak tunggal.
"Sandy! Kenapa lo lama sekali untuk membeli hadiah aja?!" Panggil Alexa sambil berjalan ke arah Sandy dan Laura.
Laura yang mendengar suara itu langsung menoleh ke arah suara yang memanggil kakaknya.
"Kamu siapa?!" Tanya Laura dengan penasaran.
"Oh perkenalkan nama ku XENA GRABRIELLIA! Dan aku adalah sahabat Sandy!" ucap Alexa sambil menjulurkan tangan kepada Laura.
"Oh jadi kamu sahabatnya kak Sandy? Perkenalkan namaku LAURA LAUREN!" ucap Laura sambil berjabat tangan dengan Alexa.
"Kak? Maksudnya kamu adiknya Sandy?!" Tanya Alexa dengan nada terkejut.
"Iya aku adiknya kak Sandy! Apa kak Sandy gak pernah bilang padamu kalau dia punya seorang adik?!" Pekik Laura sambil melihat ke arah Sandy dengan geram.
"Iya Sandy gak pernah bilang kalau dia punya adik!" pekik Alexa.
"Kak kenapa lo tidak pernah bilang kalau lo punya adik sama kakak ipar gue? Apa lo mau nanti misalnya setelah lo dan kakak ipar menikah, kakak jadi salah paham kalau gue dekat ama lo?!" Ujar Laura dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Sandy.
"Kakak ipar? Siapa aku??" Tanya Alexa dengan penuh kebingungan.
*Laura memang adik gue, dia tau kalau aja gue suka sama Alexa!* gumam Sandy dalam hati.
"Gimana lo mau kan bantu gue!" bisik Laura kepada Sandy.
"Iya kamu kan satu satunya menantu perempuan keluarga Lauren! Kalau kak Sandy sampai macam macam bilang aja sama aku kak!" ujar Laura dengan nada lembut.
"A-aku bukan menantu–"
"Kak Xena kamu gak perlu malu sama aku, anggap aja aku sebagai adik kandung kakak sendiri! Yuk kak kita belanja gak usah pedulikan kakak yang tidak berguna ini!" Ucap Laura sambil menarik tangan Alexa.
Alexa yang di tarik oleh Laura hany terdiam dan mengikuti Laura yabg hendak ke mana.
Ketika sedang memili milih baju, Alexa bertanya kenapa dia di katakan sebagai menantu perempuan keluarga Lauren padahal dirinya hanya bersahabat sejak kecil.
"Kak Xena apa kamu tidak tau kalau kak Sandy menyukai mu?!" Tanya Laura.
"Apa maksud mu?"
"Kak kamu dan kak Sandy adalah orang paling kaya di dunia ini, dan kalian juga sangat serasi di mata dunia. Selain aku gak pernah lihat kak Sandy dekat dengan orang lain selain Kak Xena!!"
"Kami berdua adalah sahabat, tentu saja kami dekat!" pekik Xena dengan polos.
"Apa kamu tidak suka sama kak Sandy? Atau jangan jangan kakak sudah punya pacar? Kalau kakak punya pacar aku minta maaf karena sudah menjodoh jodohkan kalian berdua!!" Pekik Laura dengan nada panik sambil melihat ke arah Xena.
"Kamu tidak perlu minta maaf, dan lagian aku gak pernah punya pacar!"
"Serius kak?!"
"Iya aku serius lagian sekarang aku lagi fokus untuk nyusun rencana balas dendam!!" Ucap Alexa dengan enteng.
Laura yang mendengar ucapa Xena merasa terkejut, karena ia berpikir bahwa Xena tidak memiliki dendam, itu karena wajahnya ceria tidak ada depresi sama sekali.
Alexa yang sadar dengan apa yang iya katakan barusan langsung menutup mulut, karena ia berpikir mungkin akan di benci oleh Laura.
*Gawat kenapa gue bisa keceplosan soal balas dendam? Aduh gimana ini, pasti sekarang Laura sangat benci terhadap gue!* cicit Alexa dalam hati.
"Kak! Kepada siapa kakak akan balas dendam, sini biar aku bantu!!" Pekik Laura.
"HAH?!" lirih Xena dengan terkejut, karena ia berpikir mungkin Laura akan membencinya. Tapi sebaliknya Laura malah ingin membantu Alexa untuk balas dendam, tentu itu membuat Alexa terkejut dengan ucapan Laura.
"Kenapa terkejut! Apa ada sesuatu?!" tanya Laura dengan polos.
"Gak tadi aku hanya terkejut ketika kamu bilang ingin membantuku untuk balas dendam, Aku pikir kamu bakal benci sama aku karena aku seorang pendendam!" Ujar Alexa dengan datar.
"Kak aku tau kamu orang baik! Kak setiap orang pasti punya dendamnya masing masing, bukan kakak aja jadi buat apa aku benci sama kakak!" ujar Laura sambil tersenyum.
"Terim kasih ya Laura, walau kita baru bertemu beberapa jam tapi kamu sudah baik sama aku!" pekik Alexa sambil tersenyum lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments