Waktu berlalu begitu cepat hari bergati hari bulan berganti bulan. Sudah 7 bulan berlalu dan ada banyak masalah yeng terjadi, namun Sandy dan Alexa dapat menyelesaikan masalah dengan baik.
Raina harus mencari uang dengan usaha sendiri, karena kedua orang tuanya tidak ada kabar. Ia sudah melapor kw pada polisi namun, polisi memberi kabar bahwa orang
Ivandra Group telah berhasil bangkit kembali di bawah naungan tuan Kevin. Beliau berhasil membuat Ivandra Group menjadi perusahaan nomor 3 di dunia dan tentunya di posisi pertama dan kedua Lauren Group dan Gabriellia Group.
Keesokan harinya tiba tiba kedua orang tua Alexa dan ibu Sandy mengajak makan malam. Hal ini lantas membuat Alexa dan Sandy kebingungan, karena tak biasanya mereka mengajak makan malam.
Sore pun tiba, Alexa dan Sandy bersiap siap untuk pergi ke acara makan malam.
Dan mereka menyuruh untuk memakai pakain formal, tentu hal ini semakin membuat Alexa dan Sandy bertambah bingung.
Jam menujukan pukul 7 malam, mereka berdua segera menuju ke restoran Caterien. Alexa mengenakan dress putih selutut yang polos namun sangat elegan di tambah dengan rambut yang di gerai.
Sesampainya di restoran itu, orang tua mereka sudah datang dan ternyata Laura juga ikut. Gadis ini tela tumbuh menjadi orang yang sangat dewasa dan auranya bertambah kuat.
Alexa dan Sandy langsung duduk di hadapan orang tuanya. Suasana tampak hening. "Ma kenapa malam ini tiba tiba mama dan orang tua Alexa ngajak makan malam secara tiba tiba? Apa ada suatu hal yang ingin kalian bertiga bicarakan?" tanya Sandy dengan sangat penasaran sekaligus memecah suasana yang hening.
"Kami bertiga ingin membicarakan soal pernikahan kalian berdua" Saut Anitya dengan santainya. Alexa dan Sandy sangat terkejut, mereka berdua saling pendang dengan wajah terkejut.
"Ma, Mom, dan Daddy. Kenapa tiba tiba kalian ingin membicarakan soal pernikahan kami? Kami masih muda, kami ingin untuk tidak menikah muda" protes Alexa.
Olive menghela napas panjang. "Alexa kamu sudah berumur 24 tahun dan begitu pun Sandy yang sudah berumur 26 tahun. Kalian sudah matang untuk menikah apa yangmasih kalian pikirin?" ucap Olive dengan nada sedikit kesal.
Karena Olive sangat menginginkan cucu, dia iri dengan teman temannya yang sudah memiliki cucu.
"Tapi ma kami belum siap untuk menikah apa lagi kalau ada anak, kami belum siap untuk mengurusnya" Saut Sandy sambil memijat dahinya yang terasa sedikit pusing.
"Kalau soal ngurus anak kalian berdua tidak usah khawatir, biar aku dan Olive aja yang ngurusnya. Kalian cukup buat cucu biar kami aja yang ngurusnya" seru Anitya dengan sangat semangat.
Alexa dan Sandy hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan orang tua mereka. Sandy dan Alexa saling pandang seakan akan mereka berbicara dalam hati.
*Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?* tanya Sandy dalam hati kepada Alexa.
*Ya udah kita menikah aja, lagian kita juga udah kenal lama* saut Alexa dalam hati.
setela sedikit lama saling pandang akhirnya mereka saling mengangguk. "Bagaiamana apa kalian setuju?" tanya Kevin dengan penuh harapan bahwa Alexa dan Sandy akan menikah.
Mereka berdua serentak mengangguk. Olive dan Anitya sangat senang, segera mereka membicarakan tentang acara pernikahannya. Bahkan mereka berdua sangat antusias ingin mengadakan pesta yang sangat mewah.
"Stop, dulu!" seru Alexa sambil menjulurkan tangannya. "Ada apa? Apa kamu memiliki saran untuk acara pernikahan kalian?" tanya Olive.
"Tidak bukan itu! Ma dan Mom aku ingin pernikahan kami hanya pemberkatan gereja, dan setelah itu acara makan malam biasa hanya dengan keluarga. Aku tidak ingin yang mewah mewah, karena takut akan menarik perhatian musuh musuh kami" Saut Alexa yang di benarkan oleh Sandy.
Olive dan Anitya hanya bisa pasrah. Bagaimanapun juga apa yang di katakan oleh Sandy dan Alexa benar, mereka bukan takut dengan para musuh, tapi mereka hanya takut akan ada korban.
Selama acara makan malam, Laura hanya diam dengan wajah murung tampa berkata sepatah kata apa pun. Hal ini tidak seperti biasanya, karena Laura di kenal dengan gadis yang ceria dan banyak bicara. Hal ini tentu membuat Alexa penasaran.
"Laura ayo ikut kakak sebentar, ada hal yang ingin kakak bicarakan hanya empat mata dengan kamu. Kalian berempat silahkan makan dulu." ucap Alexa kemudian bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kolam renang dengan Laura berjalan mengekor di belakang.
Sesampainya di kolam renang, Alexa tersu menatap Laura dari bawah ke atas tampa mengatakan apapun. Hal ini tentu membuat Laura merasa khawatir.
"A-apa yang ingin kakak bicarakan denganku?" tanya Laura sambil membuang pandangan ke samping.
Alexa menghela napas panjang. "Laura apa belakangan ini kamu mengalami suatu hal yang kurang bagus?" tanya Alexa to the point.
"T-tidak terjadi sesuatu kok kak! Lagian kenapa kakak tiba tiba nanya hal kayak gitu?" tanya Laura dengan tubuh gemetaran. Hal ini tentu membuah Alexa semakin penasaran apa yang terjadi dengan Laura.
Walaupun mereka baru kenal selama beberapa bulan, tapi mereka sudah sangat dekat. Bahkan tak jarang meraka pergi berlibur hanya berdua.
"Kakak tau semuanya, kamu dapat teror lagi dari matan pacar kamu itu 'kan?" tanya Alexa.
Laura hanya diam tampa berkata apapun, karena ia takut kalau Andrean akan semakin sering menerornya. Tangan Laura tiba tiba bergetar menandakan jika ia takut.
Alaxa yang melihat hal itu langsung memegang tanga Laura untuk menenangkannya. "Laura kamu tak perlu takut, ada aku, kak Sandy, dan mama. Kami akan selalu menjagamu, jadi ketika kamu dapat masalah bilang aja sama kakak atau kak Sandy kami akan membantumu" ucap Alexa dengan lembut.
Alexa yang mendengar ucapan tersebut langsung memeluk Alexa dengan erat sambil menangis dengan keras, tentunya di kolam itu hanya ada mereka berdua, karena orang lain sudah masuk ke restoran.
Alexa pun membalas pelukan Laura sambil membelai rambut Laura untuk menenagkannya.setalah 5 menit akhirnya Laura sudah tenang. Dan setelah itu ia mulai menceritakan apa penyebab Andrean meneror dirinya.
"Sialan! Berani beraninya dia, dasar cowok brengsek. Kamu tenang saja kakak akan membalas semuanya, dan sepertinya ke hidupannya yang bebas sudah berakhir!" ucap Alexa dengan wajah sangat kesal sambil mengepalkan kedua tangannya dengan keras.
Laura terheran beran mendengarnya. "Kak apa maksud dengan perkataan kakak itu?"
Alexa baru sadar bahwa ia sudah ke ceplosan. "Laura ada yang harus kamu tau, sebenarnya aku dan kak Sandy adalah mafia" ujar Alexa seketika membuat Laura terkejut "APA? JADI SELAMA INI KALIAN MAFIA??"
"Jangan berisik, nanti kalau ada yang dengar bagaimana?" cekik Alexa sambil melihat sekitar. Untungnya semua orang sibuk makan malam dengan kelurganya jadi tidak mendengar teriakan Laura.
"Maaf kak, aku terkejut makanya teriak" ucap Laura yang merasa bersalah.
Alexa pun mulai menceritakan tentang sisi dirinya dan Sandy yang belum di ketahui oleh Laura. Laura terkejut dan tidak percaya bahwa selama ini kakaknya adalah orang yang sangat hebat.
"Tapi kenapa kakak tidak pernah cerita sama aku?" tanya Laura dengan wajah cemberutnya.
Alexa mengangkat ke dua bahunya. Lalu ia mengajak Laura kembali untuk masuk karena ia takut keluarganya akan merasa khawatir.
"Kenapa kalian lama sekali?" gerutu Sandy.
"Aku dan Laura ada sesuatu hal yang kami bahas makanya lama" saut Alexa sambil melirik ke arah Laura dengan mengedipkan mata sebagai sebuah kode. Laura langsung membenarkan perkataan Alexa.
"jadi gimana ke putusan kalian?" tanya Alexa kembali duduk.
"Kami memutuskan acara pernikahan kalian akan di adakan 3 hari lagi" saut Anitya yang seketiak membuat Alexa mebulatkan mata.
"Apa tidak terlalu cepat?" protes Alexa.
"Tidak, lebih cepat lebih baik. Dan lagi kalian sudah cukup matang untuk menikah" Saut Anitya.
Alexa melirik ke arah Sandy, ia berharap Sandy akan membantunya, namun ternyata Sandy malah membuang pandangan dan makan. *Dasar penghianat, awas setelah menikah akan ku kerjai kamu!* guma Alexa dalam hati dengan sangat kesal sambil mengepalkan ke dua tangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments