Wajah terkejut tampak terpancar jelas dari ke dua orang tuanya. Mereka merasa bersalah karena telah menyembunyikan soal kematian palsunya dari anak semata wayangnya itu.
"Mom,Dad ikut aku yuk! Aku mau nunjukin sesuatu pada kalian!" ajak Alexa kemudian bangun dari tempat duduknya.
Kedua orang tuanya hanya menanggapi dengan anggukan. Kemudian mereka bertiga pergi ke markas tempat di mana Rico di tahan. Sementara Sandy tidak ikut karena ada suatu hal yang ingin dia urus.
Perjalanan menuju ke markas di tempuh dengan waktu yang cukup lama. Dalam perjalanan suasana tampak hening tidak ada seorang pun yang berbicara, karena mereka semua bingung ingin membicarakan apa.
Akhirnya mereka bertiga sampai di markas, setelah menempuh perjalanan cukup lama. Kevin dan Olive tercengang melihat bangunan gedung besar yang di dalamnya memiliki sangat banyak orang orang yang memakai baju hitam.
"Alexa tempat apa ini? Kenapa banyak orang yang memakai baju serba hitam?" Tanya Kevin dengan sangat heran. Dalam hidupnya ini baru pertama kalinya ia melihat hal seperti ini.
Alexa melirik ke arah orang tuanya. "Ini adalah markas milikku dan Sandy, kami memiliki tiga markas yang di mana setiap markas memiliki kemampuan yang berbeda. Dan di tempat ini biasanya aku dan Sandy mengurung orang orang yang mengusik ke hidupan kita dan menyiksanya" Jelas Alexa yang semakin membuat ke dua orang tuanya tercengang.
Alexa berjalan menuju ke arah tempat di mana para tahanan berada, dan ke dua orang tuanya mengekor di belakang. Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Alexa berdiri di depan sebuah sel. Di dalam sel itu terdapat Rico, Zeana, dan Karla.
Mereka bertiga tertidur dengan tubuh penuh luka akibat di siksa oleh bawahan Alexa. Alexa memanggil Luis untuk membawakan seember air lalu di siramkan ke arah mereka bertiga. Mereka bertiga pun terbangun sambil menjerit akibat luka mereka perih. Di dalam air itu sebenarnya telah di campur dengan garam dan cuka.
Wajah Kevin dan Olive menunjukan senyum puas ketika melihat orang yang telah menyiksa meraka akhirnya mendapatkan karma. "Oh, jadi ini mau kamu tunjukan pada Mommy dan Daddy?" tanya Olive dengan senyum sinisnya.
Alexa melipat kedua tangannya di dada. "Iya, gimana Mommy dan Daddy suka gak? Ini hadiah dari aku untuk kalian berdua" saut Alexa sambil menunjukan senyum sinisnya.
Kevin bertepuk tangan melihat hadiah dari anaknya. "Mommy dan Daddy sangat suka dengan hadiah dari kamu, terima kasih sayang" saut Kevin.
Begitupun dengan Olive ia merasa sangat puas ketika melihat orang yang telah membuatnya hidup menderita akhirnya tertangkap. "Bagaimana kabar kalian wahai para manusia bajingan? Apa kalian menikmati semua ini?" tanya Olive dengan senyum sarkasnya.
"Bangsat! Kenapa kalian lakuin ini pada kami? Apa salah kami hingga kami di diksa seperti ini?" ketus Rico dengan sangat kesal. Dalam hatinya sekarang ia sangat ingin membunuh mereka semua.
"Apa salah kalian? Seharusnya kalian tanya itu pada diri sendiri bukan pada kami bertiga, dan lagi ini pembalasan untuk kalian yang telah membuat orang tuaku menderita saat mereka masih kecil!" Saut Alexa dengan wajah datarnya. Ia sebenarnya sangat malas untuk berhadapan dengan mereka bertiga, karena menurutnya itu membuang buang waktunya.
"Sialan! Seharusnya dulu aku juga membunuhmu saat aku membunuh ibumu! Dasar kalian bertiga iblis tak punya hati" pekik nyonya Zeana sekuat tenaga. Ia merasa sangat kesal, karena seharusnya ia sekarang menikmati waktu tuanya dengan bersantai di rumah bukannya malah di siksa dan di tahan di sel minim cahaya seperti ini.
"Kami memang iblis yang akan membuat hidup kalian bertiga lebih menderita dari pada yang aku alami dan tang suamiku alami. Dulu aku berpikir bahwa kematian orang tuaku murni kecelakaan, namun aku sekadang tau bahwa kalian bertiga pembunuh!!" Ujar Olive dengan tatapan tajam dan sorot mata yang kejam.
"Aku bersumpah saat aku keluar dari sini, aku akan membalas semua perbuatan kalian bertiga" dendam Rico sambil mengepalkan tangannya.
Alexa langsung tertawa setelah mendengar pernyataan dari Rico. "Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang aku ucap menurutmu lucu?" Tanya Rico dengan sangat bingung.
"Tidak ada, hanya saja setelah masuk ke dalam tempat ini tidak akan ada yang bisa keluar. Contohnya coba kau lihat sel di samping mu itu dia sudah berada di sini kurah lebih 7 tahun" Saut Alexa sambil mendekatkan wajahnya ke sel.
"Mom, Dad ayo pergi, kalau lama di sini bisa bisa kita ketularan kayak mereka lagi" Ajak Alexa lalu menarik tangan kedua orang tuanya untuk pergi dari sel itu.
Rico yang kesal melihat meraka pergi langsung mengeluarkan semua sumpah serapah dari mulutnya. Namun tetap mereka bertiga tidak berhenti atau berbalik, mereka tetap berjalan tampa menghiraukan Rico.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments