BAB 18

"Alexa apa apaan ini? Kenapa kamu menangkap kami bertiga?" pekik Rico dengan wajah terkejut.

"menurutmu?" tanya Alexa balik dengan senyum sinisnya. Dalam hatinya ia sangat puas bisa menangkap orang orang yang telah membuat hidupnya hancur.

"Ternyata benar, kamj memang benar benar Alexa! Dasar cucu gak ada sopan santun, seharusnya kamu bebasin aku dan memberiku setengah hartamu sebagai balas budi atas jasaku pada mu!!" ucap Zeana dengan suara lantang dan tidak memiliki rasa malu.

Alexa hanya menanggapinya dengan suara tawa yang sangat puas. "Oh, tentu aku akan balas jasa pada kamu nyonya Zeana. Sekarang saja aku mau bals jasa" Saut Alexa dengan tertawa.

"Dan kamu Karla, oh bukan seharusnya aku menyebutmu pembunuh. Kenapa kamu tidak berbicara sedikitpun? Apa kamu takut semuanya akan terbongkar?" Tanya Alexa dengan wajah penuh senyuman sinis.

Karla sangat takut, karena ia tau bahwa mungkin Alexa sudah tau semua rahasia yang dia sembunyikan. Bahkan rahasia itu hanya ia sendiri yang tau.

"Kalau begitu seharusnya kamu lepaskan aku! Untuk apa kamu mengakap kami? Apa kamu ingin menjadi cucuk yang tidak berbakti?" Tanya Zeana dengan mata melotot.

Alexa tidak menggapinya, ia berjalan menuju ke samping Zeana sambil memegang sebuah pisau yang sangat tajam. Hingga saking tajamnya Alexa bisa bercermin di pisau itu. "Kamu kira aku akan melepaskanmu? Jangan pernah bermimpi, aku akan membuat kamu lebih menderita dari ayahku!" ucap Alexa lalu mengarahkan pisau ke arah Zeana.

"K-kamu mau apa? Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Zeana dengan nada ketakutan dan tubuh bergetar hebat.

Arghhhhh

Tampa aba aba Alexa langsung memotong tangan Zeana yang kiri. Darah segar keluar mengalir begitu saja. Zeana berguling guling di lantai akibat tidak bisa menahan rasa sakit yang ditanggungnya.

Rico yang melihat ibunya kesakitan langsung berteriak. "ALEXA KENAPA BERANI BERANINYA KAMU MEMOTONG TANGAN NENEKMU!! INGAT HUKUM KARMA BERLAKU!!" Teriak Rico dengan suara penuh ketakutan.

"Tentu saja hukum karma berlaku? Buktinya sekarang aku sedang membalas dendam untuk menggantikan ayah dan ibuku! Hahaha...." ucap Alexa lalu tertawa.

Setelah itu Alexa menyuruh Luis untuk membawa Rico dan Karla ke penjara. Sedangkan Zeana harus di bawa keruang perawatan untuk di perban tangannya, baru setelah itu ia di masukin sel.

Alexa menarik tangan Sandy dan berlalu begitu saja. Rico sangat kesal melibat Alexa, semua sumpah serapah ia keluarkan dari mulutnya.

Alexa langsung mengajak Sandy pulang, karena semua kerjaannya sudah di urus oleh Indra. Alexa sangat mempercayai Indra, karena Indra sangat kompeten dan juga memiliki nasib yang sama dengan Alexa, yaitu yatim piatu.

Di dalam perjalan, Alexa tiba tiba melihat sosok wanita paruh baya yang sangat mirip dengan mendiang ibunya. "San, berhenti" ujar Alexa dengan suara keras. Sandy pun langsung menepi dengan cepat, Alexa bergegas mengejar sosok wanita paruh baya itu, namun sosoknya tiba tiba hilang seperti di telan bumi.

*Wanita tadi kenapa sangat mirip dengan mama? Apa mungkin itu mama? Tapi sepertinya tidak mungkin karena mama sudah lama meninggal!" gumamnya dalam hati dengan penuh tanda tanya.

Sandy langsung keluar dari mobil dan mengejar Alexa yang sedang berdiri melamun sendirian di tengah tengah banyak orang. "Xa kenapa lo tiba tiba turun? Apa ada sesuatu yang lo lihat?!" Tanya Sandy sambil melihat sekeliling.

Alexa hanya menanggapinya dengan menggelengkan kepala. Setelah itu Alexa pun mengajak Sandy untuk melanjutkan kembali perjalanan pulang ke Mansion.

Tak selang berapa lama akhirnya mereka sampai di Mansion. Mansion ini sebenarnya terletak jauh dari kota, bisa di bilang letaknya di hutan pinus milik keluarga Sandy. Mansion ini adalah pemberian Henri, yaitu paman Sandy. Henri memberi Mansion itu sebagai hadiah kepada Sandy atas misi besar yang Sandy jalankan dengan sukses.

Kedua orang tua Sandy dan Laura adiknya tinggal di sebuah rumah yang megah di daerah perumahan yang lumayan dekat dengan Mansion milik Sandy. Sandy menepati Mansion itu hanya berdua dengan Alexa dan beberapa orang pelayan dan satu koki.

Alexa langsung turun dari mobil tampa berkata apa apa, hal ini membuat Sandy semakin bingung dengan sikap Alexa. "Sebenarnya ada apa dengan Alexa? Kenapa setelah pulang dari markas sikapnya berubah? Apa ada sesuatu yang ternadi?" gumam Sandy dalam hati.

Alexa langsung berjalan menuju kamarnya, dan mengotak atik leptopnya. Alexa sebenarnya sedang mencari orang yang tadi ia lihat, namun ia tidak mendapatkan apa apa. Alexa merasa kesal, ia lebih memilih mandi dan baru setelah itu ia keluar dari kamarnya.

Saat ia hendak menuruni tangga, tiba tiba matanya melebar ketika melihat Sandy sedang berbicara dengan 2 orang tua. Alexa yang penasaran langsung turun untuk menemui mereka, alangkah terkejutnya Alexa ketika melihat 2 orang itu sangat mirip dengan ke dua orang tuanya.

"I-ini mommy dan Daddy? I-ini beneran kalian?" tanya Alexa dengan suara terbata dan sekujur tubuh yang bergetar.

Kedua orang tua itu saling pandang lalu tersenyum ke arah Alexa. "Alexa, ini mommy dan Daddy. Kamu bagaimana kabarnya?" Tanya Kevin dengan suara yang sangat lembut.

Seketika mata Alexa berkaca kaca, ia tidak mampu menahan air matanya hingga mengalir begitu deras. Alexa langsung berjalan ke arah ke dua orang tuanya dan berlutut lalu memeluk mereka. "Aku sangat merindukan kalian berdua, syukurlah kalian baik baik saja!" ucap Alexa dengan isak tangis yang sangat bahagia.

Sebenarnya Alexa tau bahwa kedua orang tuanya masih hidup, namun dia masih ragu dengan keyakinannya. Hingga tagi pagi ia mendapatkan telepon dari orang misterius dan mengatakan kedua orang tuanya masih hidup. Setelah itu Alexa menjadi sangat yakin bahwa ke dua orang tuanya masih hidup.

"Mommy dan Daddy juga sangat rindu dengan kamu sayang. Maaf selama ini kami berdua bersembunyi dan membuat hidupmu menderita, kami berdua benar benar minta maaf!" ujar Olive dengan sangat rasa bersalah dengan anak semata wayangnya.

Alexa melepas pelukannya lalu menatap wajah ke dua orang tuanya. "Kalian berdua tidak usah minta maaf, aku sudah tau kalau kalian Masih hidup." ucap Alexa sontak membuat kedua orang tuanya sangat terkejut.

Mereka berdua pun saling pandang dengan wajah penuh dengan kebingungan. "Alexa dari mana kamu tau kalau paman dan tante masih hidup?" Tanya Sandy dengan sangat penasaran.

Alexa pun bangkit dari berlututnya, dan kemudian duduk di samping ibunya. "Sebenarnya aku sudah menyelidiki semua kecelakaan kalian berdua, tapi tidak ada korban dalam kecelakaan itu. Memang ada korban tapi itu bukan kalian melaikan orang lain. Saat itu sebenarnya aku masih sedikir ragu, hingga tadi pagi aku mendapat telepon dari orang misterius, dan orang itu mengatakan bahwa kalian berdua masih hidup!" jelas Alexa yang membuat semuanya terkejut. Suasana tampat mulai hening.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!